
Cahaya mentari telah sempurna terpampang nyata,menyinari bumi dengan cahaya nya yang terang sekaligus pertanda,di mulai aktivitas manusia untuk kembali berjuang dalam kerasnya sebuah kehidupan setelah beristirahat sebentar untuk mengisi energi,pada pagi hari dengan membawa sebuah harapan dan esok lusa yang lebih baik dari hari ini.
Allena,masih terlelap tidur meringkuk,sebab semalam tubuhnya terhantam air hujan yang mengeroyoknya bak pencuri yang ketahuan warga.
Sayup-sayup Allena, mendengar sebuah percakapan antara ibu dan anak, mempertanyakan tentang dirinya yang tiba-tiba ikut bergabung tidur tanpa alas apapun dan hanya lantai sebagai alasnya.
"Mah,kakak itu siapa?".Tanya anak laki-laki,pada ibunya.
"Mamahnya juga gak tau sayang". Jawabnya amat lembut.
"Di bangunkan mah,kasihan kakaknya".Ucap seorang anak perempuan.
Percakapan ity dapat Allena dengar,sebab Allena sebenarnya sudah bangun dari tidurnya.Tapi tak mampu membuka matanya.
Mamah dari dua anak kecil itu mengangguk kepala,menyanggupi keinginan anaknya.
"Neng,bangun".Ucap mamah dari dua anak kecil itu,seraya menggoyang-goyangkan tubuh Allena.
Allena masih betah dalam tidurnya, rasanya dia tak ingin membuka matanya barang sekejap mata pun.Masih merasakan sakit,terutama dalam hatinya yang mungkin butuh waktu lama untuk dapat menyembuhkannya.
__ADS_1
"Kak bangun kak".Anak perempuan itu juga ikut andil dalam membangunkan Allena.
Dengan terpaksa Allena membuka matanya,karena merasa tak enak hati.Sudah di bangunkan tapi tak kunjung membuka mata.
"Hoam".Allena menggeliat,sembari mengedarkan pandangannya pada seorang wanita paruh baya dan dua orang anak kecil bersama nya yang tengah menatap nya.
"Dimana ini?".Tanya Allena.
Kedua anak kecil dan mamahnya saling pandang, seorang gadis tak di kenal dengan masih menggunakan seragam sekolah dan membawa tas gendong sebagai bantalan itu malah balik bertanya.
"Di ruko neng".Jawab mamah dari anak dua anak kecil.
"Ruko siapa?".
Dengan terpaksa dan nyawa yang belum terkumpul seluruhnya karena habis bangun tidur,Allena di paksa untuk mengikuti langkah kaki mereka.
Kebingungan melanda Allena,sebab dia di paksa untuk berlari begitupun dengan dua anak kecil dan mamahnya berlari, seakan sedang di kejar warga.
Setelah berlari menjauh dari ruko.Allena mengatur napasnya karena terengah-engah akibat di paksa berlari tanpa sebuah penjelasan.
__ADS_1
"Kenapa kita berlari?".Tanya allena, penasaran.
"Ruko itu milik warga China".Jawab si bocah perempuan.
Allena mengerutkan keningnya,heran.Dia menghampiri bocah perempuan yang penampilannya sangat dekil,tak terurus.
"Emangnya kenapa dengan warga China?".Tanya allena, berjongkok mensejajarkan diri dengan bocah perempuan.
"Nanti kita di usir paksa,dan bahkan di tendang".Jawab polos,si bocah.
Allena menganggukkan kepala,sudah paham di balik alasan dia di paksa berlari ternyata sang pemilik ruko merupakan warga China pelit nan kasar.
Tadi,tepat setelah Allena membuka matanya.Bocah perempuan melihat pemilik ruko itu sudah datang dengan tatapan tajam dan membawa ember berisi air,mungkin untuk mengusir dirinya dan dua anak kecil beserta dengan mamah nya .Beruntung Allena sudah bangun, sehingga pemilik ruko itu tak sempat menyemburkan air pada tubuh mereka seperti yang sudah-sudah.
Allena menatap bocah perempuan dengan tatapan miris.Lihatlah pakaiannya compang-camping dengan rambut Kumal dan tubuh dekil.Tatapan Allena beralih pada anak kecil laki-laki yang Allena duga,dia adalah kakak dari si bocah perempuan.Penampilannya tak jauh beda dari si bocah perempuan,dan terakhir pada sang mamah dengan memakai daster dan berjilbab.
Amat memprihatinkan di lihat,mamah dari dua anak kecil itu tengah memegang gerobak, sebagai tempat untuk mengumpulkan barang-barang bekas.
"Kenapa neng?".Tanya mamah dari dua anak kecil.
__ADS_1
Allena, bukannya dia menjawab pertanyaan itu.Dia malah menangis,memeluk mamah dari dua anak kecil itu.
Mamah dari dua anak kecil itu,melongo di buat heran dengan tingkah laku Allena yang tiba-tiba menangis dan memeluknya.