
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Dia hanya singgah sementara, harusnya aku menyediakan kopi bukan hati~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 13
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...❤️...
Sahira masih di markas wild blood bersama Lucas dan tengah berbincang ria dengan kekasihnya itu, sudah tersedia pula dua gelas minuman serta sepiring cemilan untuk mereka yang dibelikan oleh Wisnu sebelumnya.
Mereka berdua tampak sangat mesra membuat semua orang disana iri, Sahira membenamkan wajahnya di bahu Lucas dan pria itu pun merangkul pundak gadisnya sambil sesekali menyuapi makanan ke dalam mulut Sahira lalu tersenyum.
"Oh ya, tadi kata Gina kamu harus beliin tahu bulat buat dia kalau mau dapat maaf dari dia!" ucap Sahira sembari mendongak menatap wajah Lucas.
"Hah? Serius Gina bilang kayak gitu sama kamu?" tanya Lucas terkejut terheran-heran.
"Iya, emang kalian ada masalah apa sih? Kenapa Gina sampai bisa marah sama kamu, terus bilang harus bawain dia tahu bulat kalau mau dimaafin?" ucap Sahira penasaran.
"Gak ada kok, tadi aku cuma iseng aja sama dia! Aku tinggalin dia padahal dia mau ikut sama aku kesini, hahaha makanya dia marah deh!" ujar Lucas.
"Ya ampun, ada-ada aja kamu!" ucap Sahira.
"Gapapa, nanti kamu temenin aku cari tukang tahu bulat ya?" ucap Lucas sembari mencolek hidung Sahira dan tersenyum renyah.
"Iya, tapi kamu juga sekalian beliin aku!" ucap Sahira.
"Tenang aja sayang, jangankan cuma tahu bulat tahu jajar genjang juga aku beliin kalo buat kamu mah!" ujar Lucas tertawa kecil.
"Ish, mana ada begitu??"
"Gak tahu deh, aku belum pernah lihat!"
Melihat kemesraan Sahira serta Lucas di kursi sana, Diandra yang saat ini tengah bersama Daffa merasa iri dan cemburu pada mereka, ia juga ingin Daffa memperlakukan dirinya seperti itu.
Diandra pun mulai beraksi duduk di samping Daffa lalu menaruh wajahnya di pundak si pria, namun reaksi Daffa hanya biasa saja tak sama sekali memperdulikan Diandra dan malah asyik mengobrol dengan teman-temannya disana.
"Ish, lu gimana sih??!!" bentak Diandra emosi sembari memukul lengan Daffa.
"Hah? Lu apaan sih? Kenapa lu mukul gue kayak gitu? Udah bener yang anteng sini di pundak gue, malah ngamuk-ngamuk gak jelas!" ujar Daffa.
"Ya abisnya lu malah cuekin gue, harusnya lu kayak Lucas dong noh romantis gitu!" ucap Diandra.
"Ngapain? Emangnya kita siapa? Pacar aja bukan, ngapain gue harus romantis sama lu??" ujar Daffa menatap wajah Diandra dengan tajam.
"Yaudah, langsung aja resmiin gue jadi pacar lu! Gampang kan?" ucap Diandra tersenyum manis sembari memandang wajah Daffa.
"Emangnya lu mau??" tanya Daffa.
"Mau dong, yakali gue gak mau jadi pacar cowok keren kayak lu! Udah buruan tembak gue biar kita bisa resmi jadi pacar!" jawab Diandra.
"Hahaha, kok ada ya cewek kayak lu?" ujar Wisnu.
"Tau, pake maksa-maksa ditembak segala! Harusnya kalo mau ya lu aja yang nembak si Daffa, gimana sih!" sahut Wildan tertawa.
"Ish, berisik lu pada!!" bentak Diandra.
Sementara Tasya & Geri kini berada di luar menikmati udara segar berdua sambil duduk berdampingan pada sebuah kursi kayu panjang yang ada disana, Tasya terus saja menempel pada Geri dan melingkarkan tangannya di lengan Geri.
Geri pun tak masalah karena ia juga menyukai Tasya yang manis dan cantik itu, walau kelakuan Tasya cukup membuatnya malu serta merasa risih, sebenarnya yang ia inginkan Tasya bersikap santai dan tidak gatal seperti itu.
"Tasya, lu bisa gak sih jangan kegatelan kayak gini? Gue rasa lu lebih cantik kalo anteng dan jual mahal, jangan begini!" ucap Geri.
"Umm... oke, buat kamu apa sih yang enggak? Aku bakal berusaha buat jadi wanita seperti yang kamu mau, asalkan kamu juga mau janji sama aku kalau kamu cuma cinta sama aku!" ucap Tasya.
"Ya gue janji, siapa juga yang gak cinta sama cewek kayak lu?" ujar Geri menoleh ke arah Tasya.
__ADS_1
Tasya yang ditatap begitu seketika meleleh dan hatinya seperti terbang jauh ke angkasa, namun ia berusaha menahan perasaan itu dan tetap stay cool sesuai keinginan Geri supaya ia terlihat baik di mata lelaki yang dicintainya itu.
...•••...
Sementara itu, Nur juga masih berdebat dengan kekasihnya yakni Alan di sekolah karena Nur mempermasalahkan tentang Alan yang tidak menemui dirinya dan mengantar ia pulang seperti biasanya.
Nur pun marah serta emosi bahkan tidak mau menoleh ke arah kekasihnya itu, ia terus ngambek memanyunkan bibirnya sembari melipat kedua tangan di dada dan memunggungi Alan disana.
"Sayang, jangan begini dong!" ucap Alan.
Nur hanya diam tak menjawab perkataan Alan barusan dan juga tidak merespon apa-apa walau pria itu berusaha menyentuh tubuhnya, Nur tetap pada pendiriannya yakni memberi pelajaran pada Alan karena sudah mengecewakan dirinya.
"Please dong, Nur! Maafin aku, ya? Aku tuh gak bisa didiemin begini sama kamu!" pinta Alan.
Untuk yang kesekian kalinya, Nur hanya diam saat Alan mengajaknya bicara dan juga mencolek pundaknya dari belakang serta memohon padanya untuk memaafkan dirinya, sepertinya Nur memang sangat emosi kepada Alan saat ini.
Akan tetapi, Alan tak tinggal diam dan terus berusaha membujuk Nur dengan cara berjalan ke depan tubuh Nur lalu kembali berbicara pada wanita tersebut, lagi-lagi Nur malah berbalik badan kembali memunggunginya.
Karena kesal Nur terus saja diam, Alan pun kini memegang dua pundak Nur lalu membalikkan paksa tubuh gadis itu ke arahnya hingga mereka saat ini bertatapan langsung, Alan mencengkeram erat bahu kekasihnya lalu memajukan wajahnya.
"Aku minta maaf, aku janji gak akan mengulangi ini lagi sayang!" ucap Alan memohon.
"Lepasin ah!" berontak Nur meronta-ronta.
"Gak mau! Kamu bilang dulu kalau kamu udah maafin aku dan gak marah lagi sama aku, baru setelah itu aku lepasin kamu dan kita pulang sama-sama!" tegas Alan.
"Ish, kok maksa sih??" ujar Nur cemberut.
"Hahaha, supaya kamu bisa maafin aku ya harus begini dong!" ucap Alan tertawa kecil.
"Huft, oke aku maafin!" ucap Nur ketus.
"Ya kalo emang kamu mau maafin aku, harusnya kamu jangan ketus kayak gitu dong! Minimal senyum yang manis gitu terus cium pipi aku, baru deh aku percaya kamu maafin aku!" ucap Alan.
"Banyak maunya ya kamu, udah salah banyak mau lagi!" ujar Nur kesal.
"Hehehe, jangan emosi dong sayang! Iya iya cukup bilang maafin nya sambil senyum aja, bisa kan sayang?" ucap Alan tersenyum sambil mencolek pipi Nur dan memandangnya.
"Oke, aku maafin kamu Alan sayang...." ucap Nur.
Nur terdiam kaku merasakan kecupan lembut di dahinya dari sang kekasih, tanpa sadar bibirnya mendadak tersenyum dan matanya seketika terpejam menikmati kecupan dari Alan yang cukup lama tak melepaskan bibirnya dari kening Nur.
"Aku sayang kamu...." ucap Alan sembari mengusap dahi gadisnya itu.
"Aku juga, tapi kalau kamunya gak nyebelin kayak tadi!" ucap Nur tersenyum tipis.
"Hehe, kan aku dah janji sayang!" ucap Alan.
"Iya iya, sekarang kamu gak mau ajak aku pergi kemana gitu? Sahira aja lagi main ke rumah Lucas, terus Diandra sama Tasya juga pergi ke markas kamu buat ngapelin Geri & Daffa!" ucap Nur.
"Ohh, jadi pacar aku ini lagi mau diajak jalan-jalan? Pantes aja daritadi ngambek mulu, oke deh aku bakal bawa kamu jalan kemanapun kamu mau!" ucap Alan sembari membelai rambut gadisnya.
"Oh ya? Emang kamu mau bawa aku kemana??" tanya Nur dengan gestur manja.
"Umm... ke KUA sih maunya, tapi kamu pasti gak mau kan?" jawab Alan sambil terkekeh kecil.
"Ish, ya gak lah kalo sekarang! Seriusan dong, kamu mau bawa aku kemana??" ujar Nur kesal.
"Hehe iya, aku manut aja deh sama kamu! Terserah kamu mau kemana, nanti aku tinggal ngikutin aja sesuai keinginan kamu! Nah kamu sendiri emangnya mau kemana, Cantik??" ucap Alan.
"Ke mall aja yuk! Disana kan adem, jadi aku gak bakal kepanasan deh!" ucap Nur.
"Ya iya sih adem, tapi jadinya dompet aku yang gak adem sayang!" ujar Alan tiba-tiba lemas sembari menggaruk kepalanya.
"Hahaha, aku gak minta apa-apa kok! Kita lihat-lihat aja sekalian jalan-jalan...." ucap Nur.
"Huh yaudah deh, yang penting kamu bisa senyum lagi terus gak marah sama aku lagi!" ucap Alan terus menggaruk kepalanya.
"Yaudah yuk!"
Nur langsung menggandeng tangan kekasihnya sambil tersenyum renyah lalu berjalan keluar sekolahan, sedangkan Alan masih saja terus menggaruk kepalanya yang tak gatal karena ia bingung harus bagaimana.
...•••...
Disisi lain, Valen masih penasaran dengan hubungan antara adiknya dan Aldi yang tadi terlihat cukup dekat bahkan mesra saat ia hendak menjemput Kania di sekolah. Oleh karena itu, Valen kini berjalan ke atas menuju kamar adiknya untuk menanyakan langsung tentang itu agar tak penasaran.
Kebetulan juga Valen baru membeli sebuah cemilan ringan kesukaan adiknya yang bisa ia gunakan sebagai senjata untuk mengorek informasi dari Kania secara langsung, barangkali dengan adanya cemilan itu Kania mau mengakui hubungannya dengan Aldi kepada Valen.
__ADS_1
TOK TOK TOK...
Kali ini Valen mencoba sopan dan mengetuk pintu lebih dulu karena tak mau membuat adiknya marah, padahal biasanya ia main nyelonong aja masuk ke kamar Kania tanpa berbicara apa-apa apalagi mengetuk seperti sekarang.
"Kania, ini gue!" ucap Valen dengan suara lantang.
Ceklek...
Tak disangka, Kania langsung membukakan pintu untuk Valen lalu menemui abangnya itu disana, namun ia menatap curiga pada Valen karena tak biasanya memang Valen mampir ke kamarnya dengan mengetuk pintu lebih dulu.
"Lu mau ngapain?" tanya Kania curiga.
"Heh, lu ngapa ngeliat gue kayak gitu? Emang apa salahnya gue mau main ke kamar lu? Curigaan amat sih sama abang sendiri juga, tenang dek gue cuma mau ngobrol-ngobrol sama lu!" ucap Valen.
"Ah gue gak percaya! Pokoknya gue gak mau ngobrol sama lu, apalagi lu beda gitu!" ucap Kania.
"Hah? Beda gimana maksudnya? Ohh, pasti lebih ganteng ya? Ya iyalah gue mah emang selalu begini, setiap hari ketampanan gue tuh meningkat jadi ya agak beda gitu!" ucap Valen sangat pede.
"Dih, bukan itu! Tapi, lu lebih sopan dari biasanya! Makanya gue curiga sama lu, kalo cuma mau ngobrol kan lu biasanya langsung masuk gitu aja gak pake ketuk pintu!" ucap Kania.
"Ya ampun, gak ngetuk pintu dulu salah.... sekarang udah ngetuk pintu juga masih aja salah! Terus yang bener kayak gimana, mau lu tuh gue harus ngapain kalo bertamu ke kamar lu??" ujar Valen emosi.
"Hahaha, iya iya bercanda! Yaudah yuk masuk! Eh itu cemilan kesukaan gue kan?" ucap Kania.
"Iya, gue beliin tadi buat temen ngobrol kita!" ucap Valen tersenyum.
"Nah baru cakep, yaudah sini buat gue!" ucap Kania langsung menyomot cemilan di tangan Valen dan membawanya ke dalam.
"Heh, kok dua-duanya diambil sih?" teriak Valen.
Valen geleng-geleng kepala dengan kelakuan adiknya yang rakus kalau sudah menyangkut cemilan kesukaannya itu, namun ia tak memasalahkan itu yang penting baginya ia bisa mendapat jawaban pasti tentang hubungan Kania & Aldi.
Valen pun melangkah masuk ke dalam menyusul adiknya lalu menutup pintu kamar Kania, ia duduk di sofa tepat di samping Kania yang sudah duluan memakan cemilan tersebut disana, lagi-lagi Valen menggelengkan kepalanya disana.
"Bagi dong satu! Itu kan gue beli dua sengaja biar buat gue satu terus lu satu, bukan buat lu dua-duanya!" ucap Valen.
"Gak ah! Lu boleh ambil tapi jangan semuanya, sedikit aja nih!" ucap Kania memberikan seuprit cemilannya kepada Valen.
"Heh, lu kata gue tikus makan cuma segini!" ujar Valen.
"Gapapa bang, sekalian diet supaya lu lebih kurus lagi terus Tiara makin suka deh sama lu!" ucap Kania tersenyum meledek.
"Haish... ya oke lah gapapa, tapi sekarang lu jawab pertanyaan gue jujur!" ujar Valen tegas.
"Hah? Emangnya lu mau nanya apaan ke gue sih, kak?" tanya Kania bingung sekaligus penasaran.
"Lu apaan sih? Tadi manggil gue bang, terus sekarang kak, jadi yang bener tuh lu maunya manggil gue apa gitu??" ujar Valen kesal sendiri.
"Ohh, lu cuma mau nanya itu? Suka-suka gue dong mau panggil lu apa, yang penting kan sopan!" ucap Kania sambil terus makan cemilannya.
"Sopan sopan, bapak lu sopan!" ujar Valen.
"Ya bagus dong kak, papa emang sopan kok! Lagian lu gimana sih, bapak gue kan bapak lu juga!" ujar Kania terheran-heran.
"Ah tau ah! Udah gausah bahas begitu!" bentak Valen.
"Ya kan lu sendiri yang bahas, lagian lu gak jelas banget sih dateng ke kamar gue cuma mau nanya soal begituan! Gak penting banget deh!" ujar Kania.
"Haish... kayaknya ngomong sama lu gue harus siapin kesabaran ekstra deh, capek banget gue ngomong sama lu!" ujar Valen.
"Hah? Salah gue apa??" tanya Kania heran.
"Dah lah!"
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
Sahira berbunga-bunga 😍😍
Karena ditatap Lucas❤️
__ADS_1