Broken Angel

Broken Angel
Episode 200 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 100


...•...


Selama dikurung di kamar oleh abangnya, Kania memanfaatkan itu untuk packing barang yang ingin dibawanya besok ke villa. Kania memang tidak suka dikurung seperti ini, namun mau gimana lagi ia harus menerimanya dengan lapang dada.


TOK TOK TOK...


Tiba-tiba pintu diketuk dari luar, Kania pun merasa heran mengapa abangnya pakai mengetuk pintu segala padahal dia sendiri yang menguncinya.


"Ngapain pake ketok-ketok sih bang? Lu kan bisa buka sendiri, orang kuncinya aja sama lu!" ujar Kania sambil terus memasukkan baju-bajunya ke dalam tas miliknya serta barangnya yang lain.


Ceklek...


Seseorang membuka kunci dari luar, lalu membuka pintu kamar Kania dan masuk ke dalam. Ya itulah Valen abangnya yang sengaja mengunci Kania di kamar sebagai hukuman pada gadis tersebut.


"Lu lagi ngapain?" tanya Valen mendekati adiknya lalu duduk di samping Kania sambil tersenyum.


"Gak lihat apa? Gue kan lagi packing buat besok, lu ngapain sih kesini?" ujar Kania menjawab dengan cuek karena ia masih kesal pada abangnya itu.


"Jutek amat sih lu! Kenapa, lu marah sama gue?" ujar Valen malah berbalik kesal dan menatap Kania dengan mata menyala serta mendekatkan wajahnya ke arah adiknya itu.


"Ish!"


Kania mendorong wajah abangnya menjauh darinya, ia kembali membuang muka lalu berlanjut memasukkan baju-bajunya ke dalam tas tanpa menggubris perkataan Valen yang tampak geram.


"Heh, makan dulu ke bawah!" ujar Valen.


Kania masih tetap diam tak perduli dengan kata-kata abangnya barusan, ia terlanjur kesal pada Valen karena sudah mengurungnya di kamar.


Merasa dicuekin sama adiknya sendiri, Valen pun kesal dan bangkit dari duduknya. Ia berjalan keluar dari kamar Kania serta kembali menguncinya dari luar tanpa berbicara sepatah katapun lagi.

__ADS_1


Kania menoleh ke arah pintu saat Valen menutupnya dengan keras, ia tampak geram karena lagi-lagi abangnya itu mengurung dirinya di kamar.


"Ish, awas aja ya kalo papa sama mama pulang bakal gue aduin lu ke mereka!" ujar Kania kesal kemudian kembali menyiapkan barang yang ingin dibawanya.


Lama-kelamaan Kania merasa lapar karena memang sudah seharusnya ia makan malam pada jam ini, perutnya berbunyi keras akibat rasa lapar yang melanda tubuhnya saat ini.


"Duh, laper banget lagi! Harusnya tadi gue gak cuekin bang Valen dan ikut dia keluar buat makan, kalo sekarang gimana caranya gue keluar coba?" ucap Kania meringis memegangi perutnya yang kelaparan sambil mencari ide untuk keluar dari sana.


Akhirnya Kania mengambil ponselnya di atas meja lalu menelpon nomor abangnya lewat hp itu, berkali-kali ia coba menelpon tapi selalu direject oleh abangnya tersebut. Kania pun tak menyerah dan mengirimkan pesan ke nomor Valen.


💌Kania : Bang, bukain dong pintunya gue mau makan nih laper banget!


Begitulah isi pesan yang dikirimkan Kania ke nomor abangnya, ia berharap Valen mau membuka pintunya dan mengizinkan ia makan walau sebentar.


Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi dan ada balasan dari abangnya....


💌Valen : Gak ada makan malam buat lu!


Sontak Kania makin geram dan meremass ponselnya sendiri lalu membantingnya ke atas kasur.




Akhirnya Kania berusaha memohon kembali pada abangnya untuk dibukakan pintu dengan cara menelepon dan mengirim pesan spam ke nomor Valen, namun rupanya abangnya itu malah memblokir nomor Kania hingga percuma saja Kania menelpon dan mengirim pesan kesana.


"Ish bang Valen tuh nyebelin banget sih! Udah bagus dia tinggal di luar, malah pake balik lagi kesini! Kayaknya dia sengaja deh mau bikin gue mati secara perlahan di kamar ini..." ujar Kania kesal membanting ponselnya kembali.


Kania masih tak mau menyerah, ia menggedor-gedor pintu sambil berteriak memanggil nama abangnya serta minta dikeluarkan dari sana karena ia sangat lapar dan harus segera makan.


"Bang, tolong bukain dong bang pintunya! Gue laper banget ini, bang Valen buka dong!" teriak Kania.


Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki berjalan ke arah kamarnya... Kania yakin kalau itu adalah Valen yang ingin membuka pintu.


"Bang, itu lu kan bang? Bukain dong bang!" ujar Kania langsung meminta Valen segera membuka pintu.


Ceklek...


Ya pintu pun terbuka dengan Valen ada di luar sana, Kania sangat senang lalu hendak berlari keluar melewati abangnya. Namun, Valen mencegah niat gadis itu dengan mencengkeram tangannya.

__ADS_1


"Apa-apaan sih lu bang? Gue mau makan, laper ini!" ujar Kania kesal karena tangannya ditahan.


"Lu pilih salah satu, makan atau pergi ke villa!" ucap Valen singkat memberi dua pilihan bagi Kania.


"Hah?? Maksudnya apa sih, bang?" tanya Kania tak mengerti mengapa Valen berbicara begitu.


"Iya, kalo lu pilih makan berarti lu gak gue bolehin buat jalan ke villa papa! Tapi, kalo lu pilih pergi ke villa yaudah lu gak gue bolehin makan!" jelas Valen.


Sontak wajah Kania berubah kesal, bahkan tangan satunya sampai ingin memukul wajah Valen saking kesalnya pada sang abang.


...•••...


Disisi lain, Dimas serta Wilona keluar dari kamar mereka masing-masing yang bersebelahan. Ya sekarang mereka berdua tinggal di hotel agar bisa lebih leluasa untuk saling bertemu dan bercengkrama layaknya sepasang kekasih.


Dimas langsung menghampiri gadisnya dengan senyuman di wajah, begitupun Wilona yang menyambut Dimas juga dengan senyum manisnya.


"Selamat pagi, Wilona cantik!" sapa Dimas mengelus wajah gadis itu yang sudah membuat malamnya menjadi lebih sempurna.


"Pagi juga, Dimas tampan!" ucap Wilona membalas sapaan Dimas serta mengelus tangan pria tersebut yang berada di wajahnya.


"Mau kemana hari ini?" tanya Dimas terus membelai lembut wajah gadisnya sambil tersenyum.


"Aku akan segera angkat kamu jadi raja, sebaiknya kamu siap-siap Dimas sebelum kita berangkat kesana!" ucap Wilona.


"Oh ya? Baguslah, aku kira kamu lupa akan hal itu cantik! Yasudah, aku akan siap-siap setelah kita sarapan bersama... mari kita turun untuk menikmati sarapan kita di pagi yang cerah ini!" ucap Dimas yang tangannya kini turun menggandeng telapak tangan Wilona.


Gadis itu hanya mengangguk sambil tersenyum, mereka pun pergi dengan bergandengan tangan menuju lift di depan. Mata Dimas selalu tertuju pada bagian dada gadisnya yang terlihat semakin besar.


Saat di dalam lift, Dimas juga menjadikan kesempatan itu untuk mencumbu leher gadisnya dan menghentikan waktu sementara sehingga lift pun juga ikut terhenti akibat kekuatannya.


"Ahh, eenngghh..."


Desahann keluar dari mulut Wilona saat Dimas menjilati lehernya dan jari jemarinya juga merabaa gunung kembar miliknya yang masih terbungkus.


Dimas mendorong tubuh Wilona dan menghimpitnya pada dinding lift tersebut, kedua tangannya juga mencengkeram tangan Wilona dan mulailah ia beraksi melumatt bibir yang sekarang menjadi candu baginya dengan sangat rakus. Aksi mereka itu berlaku sampai 1 jam lamanya, memang tak pernah Dimas merasa puas bermain dengan gadisnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2