Broken Angel

Broken Angel
Part 82


__ADS_3

Rey,pergi sejenak untuk meredam rasa amarahnya yang entah kenapa tiba-tiba memuncak saat mengetahui fakta bahwa marga mengetahui kehidupan Allena sekaligus kegiatan nya selama dua pergi.


Padahal marga, sendiri tau bahwa dia tengah mencari Allena,gadis kecilnya.Memang,tak di pungkiri oleh Rey bahwa dia mencari Allena setelah dia tau tentang kehidupan nya.


"Arghhh".Rey,meninju kaca yang ada di walk in kloset rumah sakit.


Yah,Rey tengah menahan amarah pada marga, sahabat karibnya sekaligus bawahannya.


"Bisa-bisanya dia menyembunyikan fakta tentang keberadaan allena".Gertak Rey, terengah-engah karena menahan emosi yang begitu memuncak.


Menurut hematnya, seharusnya marga memberitahu dirinya begitu Allena sudah di temukan dan bukan membuat dia harus mencari dan mencari keberadaan Allena.


Saat Rey, tengah meredam emosinya, tiba-tiba ponsel di saku celananya bergetar, menandakan ada panggilan masuk.


Kring..Kring. Kring


"Siapa lagi ini?".Gertak Rey,sembari mengambil iphone-nya."CK,gak tau situasi dan kondisi sekali".Gertak rey lagi.


Yah, ternyata yang menelponnya adalah ayah kandungnya,orang terpenting dalam bisnisnya.

__ADS_1


"Hello".


[Dimana kamu?,cepat ke kantor.Dalam waktu satu jam loe gak pergi ke kantor.Tamat riwayat mu].


"Tapi yah_".


Tut. Tut..Tut


Belum sempat Rey melayangkan protes, ayahnya sudah mematikan sambungan telpon.Sontak saja itu membuat Rey meradang,hingga dia membanting iphone-nya ke lantai.


"Gak marga,gak ayah sama aja".Gertak Rey.


Dengan terpaksa Rey, melangkah pergi meninggalkan iPhone nya yang sudah tak berbentuk lagi, meninggalkan Allena yang masih terbaring lemah dan meninggalkan marga yang masih setia duduk menunggu dokter yang memeriksa allena keluar.


Lupa lah tentang gadis kecilnya,gadis yang selama ini dia cari.Bukan,bukan hanya dia merasa iba dan simpati pada gadis kecil yang tengah menangis sendirian di pojok pohon karena sebuah pertengkaran orang tuanya.


Bukan karena itu, melainkan karena kesamaan nasib.Yah, kehidupan Allena dan Rey sebenarnya hampir sama.Sama-sama tinggal di keluarga yang keras.Hanya,saja hidup Rey masih terbilang cukup baik bila di bandingkan dengan Allena.


Reynaldi Kenzo Pratama, merupakan pewaris tunggal dari perusahaan Pratama group,tak ayal itu membuat nya harus menerima pembelajaran yang keras dari ayahnya agar kelak Rey kecil dapat menguasai dan layak untuk meneruskan kerajaan bisnis orang tuanya.

__ADS_1


Tentu,berbeda dengan Allena.Allena kecil harus menyaksikan pertengkaran demi pertengkaran orang tuanya, menyisakan trauma dan mentalnya terganggu.


Itulah alasan yang mendasar bagi Rey,dalam hatinya telah tertanam sebuah janji tak terucap tapi selalu teringat dalam pikiran Rey.


.......


Menit demi menit mamah Axel terus melihat ke arah jam di pergelangan tangan nya, rasanya tak sabar dia menanti hari berganti menjadi gelap.Sinar mentari tergantikan oleh sinar rembulan,sudah sebulan lamanya mamah Axel belum mendapatkan kabar tentang putri semata wayangnya yang terlupakan karena kesibukannya mengurus masalah dengan mantan suaminya.


"Sudah jadi mantan,tetap aja nyusahin".Gerutu mamah Axel.


Dia yang tengah rehat setelah mengurus urusannya dan memenangkan berkas perkara atas tuduhan mantan suaminya terhadap perusahaan yang di pimpinnya.


Axel, tengah duduk manis di kursi kebesarannya sambil menanti hari berganti malam,dalam pikirannya dia teringat akan anaknya.Putrinya yang sudah pergi karena keegoisannya.


Di tatapnya foto Allena di wallpaper iPhone nya,foto Allena yang dia ambil saat wisuda kelulusan sekolah menengah nya yang di kirimkan oleh bi Surti ke layar iPhone nya.


"Andai,waktu bisa terulang kembali.Ingin rasanya mamah,melihat dan menyaksikan tumbuh kembang mu.Allena Aidira".Gumam Axel, sembari mengusap wallpaper foto Allena.


Menyesal?,hati ibu mana yang tidak menyesal kala dia tidak mampu menyaksikan tumbuh kembang putri nya akibat dari keegoisannya.Tapi,lagi dalam hidupnya hanya punya dua pilihan yang sama-sama di rasa sulit.

__ADS_1


__ADS_2