Broken Angel

Broken Angel
Episode 169 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 69


...•...


Kau adalah incaran hatiku


Ku s'lalu memperhatikanmu


Tak henti menjadi teman berbagi


Semoga kau rasa apa yang kurasa


Dibalik senyumku ada cinta untukmu


Dibalik matamu ada hati yang menunggu


Aku diam-diam suka kamu


Kucoba mendekat


Kucoba mendekati hatimu


Aku diam-diam suka kamu


Semua kan indah, seandainya aku bisa memilikimu....


...(Diam diam suka)...


...|||...


...happy reading...🎉🎉🎉...


...✨✨✨...


"Oke, gue bakal maafin lu Nur! Tapi ada syarat yang harus lu lakuin buat dapet maaf dari gue!" ucap Alan.


"Apa?" tanya Nur.

__ADS_1


"Lu harus jadi pacar gue...!!" jawab Alan menatap tajam ke arah mata Nur.


Sontak gadis itu terkejut mendengarnya dan jantungnya langsung berdegup kencang.


Nur terdiam saat itu juga dan tak bisa berkata-kata lagi, ia menimang-nimang sejenak keputusan apa yang harus diambil olehnya.


"Duh gue harus apa sekarang? Emang sih sebenarnya gue juga cinta sama Alan, tapi kalau sampe ratu tau gue pacaran sama manusia bisa abis gue..." gumam Nur sambil melirik ke arah Alan yang terus saja menatapnya.


Nur coba menenangkan pikirannya dengan meminum minuman pesanannya, akhirnya gadis itu telah menemukan jawaban yang pas untuk pertanyaan dari Alan tadi.


"Eee Lan.... kalau emang itu bisa bikin lu maafin gue dan gak semena-mena ke cewek lain lagi, oke gue dengan senang hati mau jadi pacar lu!" ucap Nur tampak gugup namun berusaha untuk tetap tegak dan melipat kedua tangannya di atas meja sambil menatap wajah Alan.


Alan tersenyum puas mendapat jawaban yang ia inginkan dari mulut Nur, tentu saja ia langsung menghampiri Nur yang ada di depannya dan menarik tangan gadis itu ke bawah sementara ia berlutut di hadapannya.


"Lu serius mau terima gue jadi pacar lu? Ini bukan karena terpaksa kan Nur?" tanya Alan sambil menggenggam tangan gadis itu.


"Iya Lan gue serius kok, emang gue juga sebenarnya suka sama lu Lan! Jadi lu mau kan maafin gue dan balik kayak dulu lagi?" ucap Nur dengan senyuman tulus di wajahnya.


"Iya, pasti gue udah maafin lu Nur! Oh ya sebagai tanda kalo kita udah jadian, gue punya sesuatu buat lu...." ucap Alan.


"Apa tuh?"


Alan pun merogoh saku jaketnya mengambil sebuah gelang karet hitam polos lalu menunjukkan itu kepada Nur.


Nur hanya tersenyum menatap mata pria di hadapannya itu yang tengah berlutut dan menggenggam tangannya tanpa perduli dengan banyak orang yang memperhatikannya.


"Gue pasang ya di tangan kiri lu?" ucap Alan.


"Iya," ucap Nur singkat menganggukkan kepalanya memberi izin pada Alan untuk memasangkan gelang itu di tangannya.


Alan pun langsung saja memakaikan gelang tersebut di tangan wanitanya, setelah terpasang sempurna barulah Alan bangkit kembali dan tanpa aba-aba langsung menempelkan bibirnya di kening Nur cukup lama hingga membuat gadis itu terkejut.


Aldi yang melihatnya juga langsung membuang muka pura-pura tidak melihat adegan mesra itu, sekaligus juga Aldi teringat pada pacarnya yakni Catherine yang saat ini berada di Italia.


Alan melepas kecupannya lalu duduk di samping Nur dan merangkulnya serta mengusap-usap kepala gadis itu.


"Gue seneng banget akhirnya gak jadi sadboy lagi, hahaha....!!" ujar Alan kegirangan.


"Ish seneng sih seneng Lan, tapi jangan giniin gue juga kali sakit!" ujar Nur kesal karena dirinya dikekep oleh Alan.


"Hahaha, maaf maaf abisnya gue seneng banget bisa lepas dari status jomblo!" ucap Alan kemudian memeluk Nur dengan lembut sehingga tidak menyakitinya lagi.


Nur membalas pelukan itu dengan erat sehingga membuat orang-orang yang melihatnya jadi iri dengan keromantisan mereka berdua termasuk Aldi yang masih menggigit sedotan minumannya.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Willy sampai di tempat Kirana meminta untuk bertemu... tampak gadis itu sudah menunggu dan langsung menatap tajam ke arah Willy yang mendekatinya.


Terlihat Kirana sepertinya sudah menunggu lama sehingga ia terlihat bete ketika Willy menghampirinya dan duduk disampingnya.


"Hey, kamu kenapa kok cemberut gitu sih? Aku kan udah dateng harusnya kamu senyum dong cantik... yuk senyum yuk!" ucap Willy mencolek pipi Kirana berusaha membujuk gadis itu agar mau tersenyum untuknya.


Namun, bukannya senyum yang ia dapatkan justru Kirana malah menyemprotnya dengan omelan dan kata-kata yang kurang mengenakkan di telinganya.


"Willy, lu tuh bisa gak sih dateng tepat waktu? Gue minta ketemuan satu jam dari gue telpon lu tadi, eh lu malah dateng dua jam kemudian! Lu mau bikin gue ambeien gara-gara kelamaan nunggu lu disini...??!!" ujar Kirana.


"Hehe iya iya maafin aku ya cantik, tadi tuh ada sedikit kendala pas di jalan makanya aku telat datang kesini... jangan marah-marah terus dong sayang nanti cantiknya ilang loh!" ucap Willy berusaha menggoda Kirana sambil mencuri-curi kesempatan memegang tangan gadis itu.


"Ish gausah sayang sayangan! Sana jauh-jauh dari gue kita ini bukan siapa-siapa!" ujar Kirana memberi tabokan kencang di lengan Willy.


"Aduh sakit banget sih pukulan kamu sayang, jangan begitu dong sama pacar sendiri! Udah ya jangan marah-marah lagi...!!" ucap Willy.


"Bisa berhenti gak panggil gue sayang? Gue jijik sumpah dengernya! Udah ah gue mau serius nih bahas rencana balas dendam ke Sahira!" ujar Kirana masih saja marah-marah.


"Iya iya tapi kamu jangan ngomel terus! Bicaranya santai aja ya..." ucap Willy.


Kirana memutar bola matanya dengan raut wajah malas, sementara Willy malah tersenyum melihat tingkah lucu wanita itu.


...•••...


Sementara itu, Dimas telah menuntaskan permainannya dengan Wilona dan keduanya tampak letih setelah pergulatan yang dilakukan itu memakan waktu sekitar 1 jam.


Dimas kini terbaring di sebelah Wilona sambil masih mencumbui wajah gadis itu yang kini telah dipenuhi keringat akibat permainan yang mereka lakukan tadi.


Wilona masih tak percaya kalau ia baru saja melakukan hal yang seharusnya tak dilakukan itu, apalagi bersama pria yang baru saja dikenalnya.


"Aku pikir kamu beda Dimas, tapi nyatanya lelaki itu emang sama aja..." ucap Wilona yang nafasnya masih terengah-engah.


"Maaf, aku melakukan ini karena aku sayang sama kamu Wilo... kamu tenang aja aku gak akan tinggalin kamu setelah ini kok, anggap aja tadi itu bayaran atas semua yang telah aku lakukan kepada kamu dan ibu kamu!" ucap Dimas mengusap-usap kepala Wilona.


Gadis itu langsung menoleh ke arah Dimas dan menatapnya tajam, ia telah salah menilai selama ini karena Dimas tidak benar-benar baik dan tulus membantunya.


"Jadi selama ini kamu nolongin aku, cuma karena mengincar tubuh aku?" ucap Wilona.


"Gak gitu sayang-"


"Aku kecewa sama kamu Dimas!" potong Wilona lalu bangkit dari tidurnya dan memakai kembali pakaiannya yang sudah dimasukkan ke keranjang baju kotor.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2