
Rey,tetiba tertawa terbahak-bahak dengan keluhan Allena yang panjang lebar kali tinggi yang di rasanya sangat lucu di dengar oleh gendang telinga nya."Haha..Haha,lucu Allena".Ucap Rey,sembari memegangi perutnya yang terasa sakit.
"Heh,guru kemarin sore, jangan sok keras".Gertak allena, menginterupsi tawa rey.
"Ups,sorry".Sahut Rey,sembari menutup mulutnya menggunakan satu tangan."Mending hello Kitty kawin aja sama Uzumaki Naruto,biar jadi laki".Ledek rey.
Allena menaikkan halisnya."Di kira Rizky billar dan Lesty kejora".Ucap allena.
"Stop".Teriak ibu Mia."Kalian kesini bukan untuk ngelawak,ini bukan tempat stand up komedi".Gertak ibu Mia,menatap Allena,Maya dan rey silih berganti.
Kembali, mereka terdiam dengan tatapan tajam ibu Mia.Bukan takut, tapi mang tidak ada yang perlu di bahas lagi.
"Aku bilang telpon orang tua kalian se_".
"Kalau harus datang di detik ini dan menit ini juga, nyokap gue gak akan bisa datang".Sambar Allena, melayangkan protes nya lagi.
Ibu Mia menghela napas, frustasi.".Iya,ibu tunggu orang tua kalian disini dalam waktu satu jam".Ucap ibu Mia, memelankan intonasi suaranya.
__ADS_1
Allena dan Maya,merogoh saku bajunya.Mengambil smartphone mereka di saku baju mereka masing-masing.
Tak membutuhkan waktu lama bagi keduanya untuk memberitahu orang tua masing-masing,yang lama adalah menunggu kedatangan mereka yang sama-sama sibuknya.Benarlah kata Allena, mamahnya termasuk orang yang sibuk.Terbukti di satu jam yang di tentukan,mamah Axel belum juga menampakkan batang hidungnya.Tak,jauh berbeda dengan orang tua Maya.
Ibu Mia, menjentikkan jari tengah nya di meja.Serasa lama sekali dia menunggu kedatangan dari orang tua murid yang bermasalah."Seperti biasa".Keluh ibu mia.
"Dah tau,masih aja memberikan tengah waktu".Celetuk Allena dengan santainya.
Ibu Mia, mencebikkan bibir.Sedang,Allena dengan santainya dia malah bersiul seakan tak ada beban masalah saja.Maya, memalingkan muka ke sembarang arah,sedang rey dia berdiri mematung sambil menyilangkan tangan di dada nya.
Mereka berempat di Landa kebosanan,terus menunggu sesuatu yang belum pasti dan bahkan kaki rey sampai kesemutan akibat terlalu lama berdiri tanpa duduk terlebih dahulu.
"Permisi".Ucap wanita berumur sekitar 37 tahunan itu.Wanita yang tak lain dan tak bukan adalah mamah axel.Dia juga sama angkuhnya seperti Allena, berdiri tanpa mau duduk.
Ibu Mia, berjalan kearah mamah Axel,berjabat tangan dan menyuruh mamah Axel untuk duduk di sofa saja agar semua ikut duduk.
Mamah Axel menatap Allena dengan tatapan tajam,ini sudah kesekian kalinya dia harus berurusan dengan guru BK akibat ulah anaknya dengan kasus dan masalah yang berbeda.
__ADS_1
Mamah Axel, memerintah Allena duduk di dekatnya dengan menggunakan isyarat mata.Allena,menurut saja kali ini tanpa ada bantahan seperti yang dulu sering dia lakukan.Hal,itu pula tak luput dari pemantauan rey terhadap tingkah laku mamah Axel dan Allena.
Orang tua allena yang di hadiri oleh mamahnya sudah datang meski memang harus menunggu lama.Tinggal,menunggu orang tua Maya yang belum datang.
Kembali Mia dan Rey harus di buat menunggu oleh orang tua murid dengan tingkat kekuasaan yang berbeda."Seperti biasa".Keluh ibu Mia lagi.
Lagi, tepat saat rey hendak duduk.Suara pria menginterupsi langkah kakinya lagi, membuat rey urung untuk menghempaskan pantatnya di kursi yang empuk.
"Gagal lagi".Keluh rey.
"Permisi".Ucap pria paruh baya,yang tak lain dan tak bukan adalah orang tua maya.
Allena,terpaku di tempatnya.Suara berat pria itu seperti tidak asing baginya,dia seperti pernah mendengar suara berat khas itu.Seketika itu pula,Allena menoleh kearah pintu.
Deg.
....
__ADS_1
Penasaran gak tuh dengan orang tua Maya?,pasti penasaran kan?, temukan jawabannya dengan terus membaca cerita ini.Jangan lupa beri like,momen,vote dan hadiah setelah membaca.Terima kasih.