Broken Angel

Broken Angel
Part 49


__ADS_3

Rey,pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda bebek nya,dia bukannya tak malu atau pun gengsi dengan kendaraan yang di pakainya,tapi semua itu dia lakukan untuk semata-mata menutupi indentitas dirinya.


Meski lagi, penampilannya yang sederhana sering mendapatkan sebuah hinaan dan juga caci maki,tak terkecuali oleh Allena.Gadis nakal yang dia curigai adalah gadis yang sama yang pernah dia temui secara tidak sengaja di bawah pohon rindang,menangis di pojokan dengan teramat menyayat hati.


Rey,yang waktu itu hampir putus asa akibat didikan keras ayahnya,menjadi urung.Tatkala ada orang yang hidupnya berada jauh di bawahnya.Hidupnya memang di penuhi oleh kemewahan tapi dia sendiri.Sendiri menghadapi kerasnya dunia akibat perceraian orang tuanya.


"Allena, mungkinkah gadis itu adalah kau?,jika iya,lalu dimana earphone yang pernah aku berikan pada mu?".Gumam Rey, pandangannya menerawang pada langit-langit ruang guru.


Yah,Rey sudah sampai di sekolah.Sejak tadi dia hanya duduk, sembari mengingat kembali pertemuan nya dengan gadis kecil yang dia duga itu adalah allena.


"Rey".Ucap om Hadi.


Rey,mana mendengarkan ucapan om nya,sedari tadi dia hanya melamun.Tak sadar,di hadapan sudah ada om nya yang menatapnya penuh dengan selidik.Sang keponakan tak biasanya seperti ini.


"Rey".Sapa om hadi.


"Om".Rey gelagapan sendiri."Sudah lama om disini?".Tanya Rey, hati-hati.


"Sudah sejak dunia ini baru di bentuk".Celetuk om Hadi.


Rey,tak menggubris ucapan om nya,dia cuek saja saat jawaban itu terlontar begitu saja.

__ADS_1


"Ada yang ingin om bicarakan".Ucap om Hadi, menatap Rey dengan serius.


"Silahkan".


Om Hadi membenarkan posisi duduknya terlebih dahulu sebelum membicarakan topik yang ingin di bahasnya.Pembahasan ini mengenai Allena.Tentang kebiasaannya yang selalu mengutamakan mobil pribadi dan menyetir sendiri.


"Allena".Ucap om Hadi,menjeda ucapannya."Allena,dia harus mendapatkan sebuah sanksi".


"What!".Pekik Rey.Dia amat terkejut begitu mendengar nama Allena sebagai siswi yang harus mendapatkan sanksi"."Kenapa?".Tanya Rey,tak percaya.


Bukannya menjawab,om Hadi malah mengeluarkan tablet nya.Menunjukan berita yang sedang hangat-hangatnya.


Rey,hanya manggut-manggut saja dengan penjelasan om nya."Dia hanya perlu di peringatkan om,bukan di beri sanksi.Terlalu keras jika langsung di beri sanksi".Ucap Rey, memberikan usulan.


Om Hadi selaku kepala sekolah, terlihat melamun.Menimbamg-nimbang usulan Rey tentang allena.


"Bagaimana om?".Tanya Rey,mendesak sang om untuk menyetujui usulan nya.


"Baik,om setuju".


"Aku pun setuju".Suara seorang wanita yang ikut menimbrung perdebatan dua pria berhasil mengalihkan perhatian Rey dan om Hadi.

__ADS_1


"Aku setuju".Ucap seorang pria,ikut duduk bergabung dengan dua pria tampan beda generasi.


"Ibu Mia".Ucap om Hadi, terkejut."Sejak kapan kau ada disini tanya nya lagi".


"Sejak,bapak meminta pak ganteng ini memberikan usulannya ".Ucap ibu Mia,genit.


'**Amit-amit'Ucap** Rey membatin.


Yah, bagaimana rey tak bergidik ngeri.Jika guru yang satu ini memang suka genit pada pria ganteng termasuk dirinya.


"Aku setuju dengan usulan Rey,tapi apa gak sebaiknya Allena mendapatkan hukuman berupa skor saja".Usul ibu Mia,ikut andil dalam memberikan hukuman pada Allena.


Rey, mengerutkan keningnya."Skor yang seperti apa yang ibu maksud?".


"Gak boleh masuk sekolah dalam waktu satu Minggu".Cetus ide ibu Mia.


Rey dan om Hadi saling pandang.Tak menyangka ibu Mia akan memberikan hukuman yang terbilang berat.


"Aku tak setuju".Sanggah rey."Itu terlalu berat,tidak seharusnya Allena di hukum berupa skor"?Lanjut Rey, berapi-api membela Allena.


Perdebatan itu semakin alot saja.Yang tadinya hanya bertukar pikiran berubah menjadi adu argumen.

__ADS_1


__ADS_2