
Hubungan kedua sepasang kekasih nampak sangat manis dan selalu membuat iri kaum hawa yang berstatus single. Keduanya tidak canggung mengumbar kebahagian mereka, dan menanggapi senyuman jika sekitarnya nampak terkagum-kagum dengan keserasian mereka.
Pagi ini mereka baru saja selesai sarapan seperti pagi-pagi biasanya di salah satu tempat makan terdekat. Sebelum kemudian mereka bersama-sama datang ke perusahaan. Ya, Riana Arumi dan Raihan Pratama adalah pasangan kekasih yang baru melangsungkan pertunangan mereka enam bulan yang lalu, sehingga pancaran kebahagiaan terpatri jelas di wajah sang wanita.
"Rai sayang, aku ke ruanganku sendiri aja. Kamu nggak usah antar aku sampai gedung Alfa. Lagian gedung Alfa dan gedung West jauh banget."
Mendengar ucapan tunangannya, Raihan tersenyum gemas. "Benar nggak mau diantar sampai ruangan?" godanya kemudian.
"Ck astaga." Bibir Riana mencebik maju. "Benar, nggak usah di antar, lagian kamu bisa telat kalau antar aku sampai ke lantai 10."
"Kamu benar." Raihan nampak berpikir. "Nggak biasanya tunanganku ini perhatian," tangan Raihan terulur mengacak rambut Riana dengan gemas.
Mendengar ucapan Raihan, Riana bersedekap. Sejak kapan dirinya tidak perhatian dengan Raihan?
"Aku selalu perhatian sama kamu. Kamu aja yang udah nggak perhatian sama aku. Pesanku aja udah jarang di balas," protesnya mengeluarkan isi hati. Belakangan ini Raihan memang selalu sibuk dan jarang memiliki waktu untuknya.
Dan Raihan tergelak menanggapi protes sang kekasih sekaligus tunangannya itu. "Iya maaf ya karena akhir-akhir ini aku sibuk. Tapi pulang kerja nanti aku jemput kamu disini, kita makan malam yang kemarin sempat batal, oke?"
Perlahan senyum Riana terbit, dua hari yang lalu Raihan membatalkan makan malam mereka karena tiba-tiba saja Raihan diharuskan lembur.
"Iya oke, tapi janji kali ini nggak dibatalin lagi?" ucap Riana berbinar.
"Siap sayang." Raihan mengusap kepala Riana dengan gemas. Kemudian pamit menuju ruangannya yang cukup menyita waktu itu karena jam masuk hanya tersisa 15 menit saja.
Riana menatap punggung Raihan yang kian menjauh dengan senyuman yang mengembang. Akan tetapi perlahan menyurut mengingat waktu yang mereka habiskan berkurang semenjak Raihan naik jabatan menjadi kepala bagian pemasaran di perusahaan tempat mereka bekerja.
***
Riana kembali berkutat dengan pekerjaan ketika ia baru saja menyelesaikan makan siang. Tangannya terulur meraih ponsel yang sejak tadi sunyi, ia pun mengalihkan pandangan dari layar komputer, lalu beralih kepada benda pipih itu. Di lihatnya pesan yang dua jam lalu ia kirimkan kepada Raihan, tetapi kekasihnya itu belum juga membalas pesan darinya.
"Apa dia benar-benar sibuk?" gumamnya. Ingin ia protes, akan tetapi ia mencoba memahami pekerjaan Raihan. Ia pun terkadang selalu sibuk di akhir-akhir bulan dan Raihan selalu memahami dirinya.
"Ri, kenapa melamun gitu sih?" Riana tersentak kaget ketika rekan kerjanya mengguncang bahunya.
__ADS_1
"Iya, kenapa Sel?" tanyanya kepada Sella, rekan sekaligus teman terdekat Riana di kantor.
"Aku dari tadi minta laporan keuangan bulan ini sama kamu, tapi kamu diam aja," sahut Sella heran karena tidak seperti biasanya Riana tidak fokus bekerja.
"Eh, iya sorry ya. Aku lagi banyak pikiran, jadi nggak dengar kamu bicara." Riana tersenyum kuda. "Sebentar, aku ambil dulu file yang udah aku print." Dan tangan Riana sibuk mencari dokumen yang diminta oleh Sella di salah satu laci meja, lalu memberikan dokumen tersebut kepada Sella ketika sudah menemukannya.
Sella meraihnya dengan senyuman. "Thanks ya, aku pinjam dulu. Nanti kalau sudah selesai aku kembalikan lagi sama kamu."
"Iya, aku juga lagi nggak pakai kok."
Sella mengangguk, lalu teringat perkataan Riana jika wanita itu sedang banyak pikiran. Ia pun meletakkan dokumen itu di atas meja kerjanya.
"Ri, kamu lagi ada masalah ya sama Raihan?" Pertanyaan Sella yang tiba-tiba itu seketika membuat pergerakan tangan Riana yang tengah menyentuh mouse terjeda sejenak, lalu menolehkan kepala ke arah wanita dengan rambut hitam legam sebahu itu.
"Kok kamu bisa nanya kaya gitu Sel?" Riana justru balik bertanya. Memang selama ini Sella menjadi tempat curahan hatinya, sehingga mungkin temannya itu sedikit paham jika dirinya sedang memiliki masalah.
"Habis kamu diam aja dari tadi, nggak kayak biasanya deh."
"Nanti aku cerita sama kamu ya. Nggak sekarang, karena nggak enak kalau sampai di dengar yang lain," kata Riana mengulas senyum tipis.
Kepala Sella nampak mengangguk, yang terpenting Riana mau bercerita dengannya, terlepas apapun itu masalahnya. "Yaudah, kita selesaikan dulu laporan ini. Nanti di jam bebas kita bicara di pantry," ujar Sella menyarankan. Memang di perusahaan mereka bekerja terdapat jam bebas di waktu jam 14.30 hingga 15.00 sore.
"Iya, oke."
Dan keduanya kembali larut dengan pekerjaan masing-masing. Riana nampak lebih semangat dari sebelumnya, karena ia harus fokus agar pekerjaannya dapat selesai cepat waktu dan bisa di serahkan segera kepada kepala bagian keuangan. Memang Riana hanya karyawan biasa, meskipun berasal dari keluarga berada dan ayahnya memiliki pabrik yang tidak terlalu besar. Riana lebih memilih bekerja di perusahaan lain ketimbang di pabrik ayahnya.
***
Dan waktu sudah menunjukkan pukul 14.35, Riana serta Sella sudah berada di pantry. Mereka sudah membuat coffee latte untuk menemani mereka bercerita.
Riana mulai bercerita mengenai Raihan yang semakin tidak memiliki waktu untuknya semenjak naik jabatan 6 bulan yang lalu. Dan setelah menerima kenaikan jabatan itu, Raihan meresmikan hubungan mereka ke jenjang pertunangan.
Mendengar cerita secara keseluruhannya, Sella nampak mencerna. Ia hanya pernah dua kali berpacaran, dan hubungannya dengan kedua mantan kekasihnya itu tidak seperti Riana dan Raihan yang terjalin hingga 7 tahun lamanya.
__ADS_1
"Jadi, waktu anniversary kalian yang ke-7 tahun bulan lalu, dia melupakannya Ri?"
Riana mengangguk. "Iya, Sell. Padahal nggak biasanya Rai lupa kayak gitu. Walaupun keesokan harinya dia mengirim bunga dan cokelat buat aku. Dia tau aku suka banget sama cokelat jadi ngirim banyak banget," cicitnya sembari menyeruput coffee latte yang masih menyembulkan uap panasnya.
"Terus kamu luluh gitu?" Entah kenapa Sella tidak menyukai cara Raihan menyikap ketika melupakan sesuatu. Karena menurutnya seharusnya Raihan menjelaskan, atau bila perlu Raihan membujuk Riana seperti sebelum-sebelumnya. Karena setau dirinya dari yang Riana ceritakan, Raihan selalu membujuk jika Riana marah atau merajuk.
"Aku nggak mau memperpanjang masalah Sell. Kerena bagi aku dia ingat aja udah cukup." Entah kenapa Riana masih tetap ingin membela Raihan.
"Tapi dia kan nggak datang nemuin kamu langsung Ri." Sella tetap bersikukuh dengan pemikiran buruknya tentang Raihan.
"Dia bilang lagi di Bogor, jadi aku nggak mau membebani dia sama sikapku yang kekanak-kanakan," cicit Riana. Ia sadar betul sikap manja di dalam dirinya yang terkadang terlalu berlebihan.
Sella menghembuskan napas panjang. "Yaudah, kamu sabar aja. Mungkin Raihan benar-benar sibuk. Bukannya nanti kalian makan malam bareng? Jadi nikmatin waktu kalian, jangan mikirin yang aneh-aneh Ri." Sebagai teman, Sella hanya bisa memberikan semangat. Ia tidak ingin perkataannya itu justru semakin membuat Riana lebih down.
"Iya, makasih Sel. Aku sedikit lega udah cerita sama kamu," ucap Riana tersenyum lembut. Ia sudah menumpahkan kegelisahannya kepada Sella, sehingga dadanya terasa lebih ringan. Riana beruntung masih memiliki teman sebaik Sella selain kedua temannya Dinara dan Funny, teman sejak kuliah dan kini mereka bekerja di perusahaan yang berbeda di Ibukota Jakarta.
"Iya, santai aja. Lain kali kamu nggak perlu sungkan buat cerita sama aku kalau ada sesuatu yang mengganjal. Nanti kamu jadi gila." Sella menggoda Riana disertai kekehan.
"Ck, enak aja. Aku nggak mungkin gila," seru Riana tidak terima.
"Haha iya maaf. Yaudah habisin kopinya, jam bebas udah hampir habis," ucap Sella melihat jam yang terpajang di dinding.
Riana mengangguk, lalu terburu-buru menyeruput kopi yang sudah hampir dingin itu hingga tandas. Dan keduanya segera kembali ke ruangan, duduk di kursi masing-masing.
Bersambung
Akhirnya Yoona mutusin cerita CINTA DI ATAS LUKA ini up di noveltoon. Terima kasih yang masih setia sama setiap cerita Yoona..🤗🤗
...Jangan lupa untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...
__ADS_1