
Malam itu setelah mereka selesai makan malam, Mereka kemudian masing-masing pergi ke kamar mereka untuk beristirahat.
Setelah itu mereka mulai bersiap akan tidur di kamarnya masing-masing, karena hari sudah menjelang malam, waktu sudah menunjukkan pukul 10.00.malam.
Dicky mulai membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya, dia baru merasakan kan bahwa tubuhnya sangat lelah sekali.
Fitri yang menyadari bahwa suaminya lelah, langsung mengambilkan pakaian tidur di dalam lemarinya. kemudian dia mulai mendekati suaminya itu dan duduk di sebelahnya.
"Pa, Ayo ganti bajunya dulu, masa tidur dengan pakaian seperti itu?" ucap Fitri sambil mengelus dada Dicky.
"Sebentar Ma, Aku masih lelah, nanti aku mau mandi sebentar supaya badanku segar! " sahut Dicky.
"Kalau begitu, aku siapkan air hangat dulu ya Pa, supaya kau tidak kedinginan!" tawar Fitri.
"Boleh deh Ma, Terima kasih ya!" ucap Dicky sambil membelai pipi Fitri.
Sambil tersenyum, Fitri beranjak dari tempatnya menuju ke kamar mandi dan mulai menyiapkan air hangat untuk Dicky.
Setelah selesai menyiapkan air hangat, dia kembali menghampiri Dicky yang ternyata sedang ketiduran, perlahan Fitri membelai rambut suaminya itu, berniat akan membangunkannya karena air hangatnya sudah siap.
"Pa, bangun dulu sebentar, air hangatnya sudah siap tuh! " ucap Fitri membangunkan Dicky. Dicky mulai membuka matanya.
"Ah, aku ngantuk sekali Ma, rasanya ingin dimandikan saja!" ujar Dicky sambil menggeliatkan tubuhnya.
"Papa mulai nakal! sudah sana mandi, nanti air nya keburu dingin, itu handuknya sudah aku siapkan di dalam kamar mandi!" sahut Fitri.
Akhirnya Dicky beranjak juga dari tidurnya dan melangkah perlahan menuju ke kamar mandi, dia juga tahu istrinya itu sama lelahnya dengan dirinya, karena itu itu dia tidak ingin menyusahkan nya dengan memintanya untuk memandikannya seperti biasanya.
Tring ... Tring ...
Tiba-tiba terdengar suara ponsel Fitri yang berbunyi dari atas atas meja kamarnya, Fitri kemudian langsung mengambil ponselnya itu.
Anita yang menelponnya dari Jogjakarta, sambil tersenyum Fitri mulai mengusap layar ponselnya itu.
__ADS_1
"Halo Anita, Ada kabar apa nih?" tanya Fitri.
"Fitri, bapak sakit Fit, belakangan ini sesak nafasnya sering kumat, sekarang dia malah kena gejala stroke ringan!" jawab Anita.
"Apa? Bapak sakit? lalu sekarang bagaimana keadaannya Ta?" tanya Fitri.
"Saat ini bapak sedang dirawat di rumah sakit Fit, ibu yang menungguinya karena Donny melarangku untuk datang ke rumah sakit karena aku sedang hamil, dia takut kalau aku terlalu lelah! " jawab Anita.
"Aduh gimana ya, aku jadi bingung Ta, nanti aku coba bicarakan dengan suamiku dulu ya, Aku ingin menunggu saran darinya, karena dia kan Dokter!" ujar Fitri.
"Baiklah kalau begitu Fit, maafkan aku karena aku tidak bisa maksimal mengurus bapak, Donny juga sibuk setiap hari mengurusi cabang-cabang kursusnya!" sahut Anita.
"Iya Ta, aku juga paham, saat ini Pak Donny pasti sedang sibuk, apalagi menjelang tahun ajaran baru begini! " kata Fitri.
"Ya sudah deh Fit, sepertinya Donny sudah memanggilku, sampaikan salamku untuk Dicky dan anak-anakmu ya!" pamit Anita. setelah itu sambungan telepon pun terputus.
Dicky nampak baru keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian dengan rambut yang basah.
Kemudian Dicky langsung duduk disamping Fitri yang baru saja menerima telepon dari Anita.
"Oh, tadi Anita yang menelepon Pa, katanya Bapak sakit kena gejala stroke ringan dan sesak nafasnya kambuh!" jawab Fitri.
"Kalau begitu, bapak dibawa ke sini saja, biar aku aku bisa lebih leluasa memantaunya, aku bisa berikan pelayanan yang maksimal untuk bapak!" kata Dicky.
"Tapi bagaimana cara membawa bapak ke sini?" tanya Fitri sambil menatap wajah suaminya itu.
"Kau jangan khawatir Sayang, aku bisa meminta tolong Dokter dari Jogjakarta, untuk menyiapkan tiket pesawat khusus, untuk bapak dan ibu pulang dengan selamat ke rumah ini!" jawab Dicky sambil tersenyum.
"Benarkah? Terima kasih ya Pa, Papa memang suamiku yang terbaik, aku sayang papa!" ucap Fitri sambil mencium pipi suaminya itu.
"Sudah jangan kebanyakan cium, nanti aku jadi pengen gimana? Sekarang lebih baik kita tidur, Bermimpilah yang indah istriku!" bisik Dicky sambil membaringkan Fitri dan menyelimuti istrinya itu, setelah itu itu dia mengecup keningnya dengan lembut.
****
__ADS_1
Pagi itu di meja makan, sudah duduk Dicky, Alex dan Alena juga Dina, Bi Sumi nampak meletakkan beberapa roti bakar di meja makan itu.
Alex sudah rapi berseragam, dia sudah siap berangkat sekolah, sedangkan Dina memakai baju bebas, hari ini dia tidak ke sekolah karena musibah yang baru saja menimpanya.
"Dina Nanti ikut mama mengantar Alex ya, setelah itu kita pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Emak Dina dan Dara, Oke sayang? " kata Fitri.
"Iya Ma!" sahut Dina.
Fitri kemudian menuntun Alex dan merangkul Dina berjalan menuju mobil yang telah terparkir di garasi rumahnya itu, Mang Salim sudah menunggunya di dalam mobil. Seperti biasa Alena di jaga oleh Bi Sumi dan Mbok Jum.
Sementara Dicky juga bergegas masuk kedalam mobilnya, karena hari ini Ini dia ada meeting khusus para dokter baru.
Dicky langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit, tak membutuhkan waktu yang lama dia sudah sampai di rumah sakit, kemudian dia langsung memarkirkan mobilnya di parkiran khusus pemilik.
Dia segera turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju ke lobby rumah sakit itu, lobby itu nampak ramai sekali, banyak pengunjung yang yang menunggu di dalam lobby itu.
Semua orang yang bertemu dengan Dicky nampak menaruh hormat dan Simpati pada laki-laki itu. Senyum Dicky yang ramah seolah menjadi obat tersendiri bagi siapa saja yang bertemu dengannya.
Dicky terus berjalan menuju ke ruangannya yang khusus, dia tertegun sejenak karena di depan ruangannya itu sudah berdiri seseorang yang menunggunya, dia tersenyum melihat siapa orang yang menunggunya itu.
"Dimas? Sejak kapan kau ada di depan ruangan ku? Kenapa kau tidak mengabariku akan datang ke sini?" tanya Dicky sambil menepuk bahu Dimas.
"Ah kau ini bro, untuk apa aku mengabarimu? seperti orang jauh saja! Kenapa pula kau tidak menyuruhku masuk ke ruangan mu?" sahut Dimas.
"Oh sorry Dim, Ayo masuk! ngomong-ngomong sudah lama juga kau tidak datang ke sini, sudah mulai sombong rupanya!" cetus Dicky.
Mereka kemudian duduk di sofa ruangan itu.
"Bro, ada yang mau aku omongin nih! Sepertinya aku dan Mia akan bercerai!" ucap Dimas sambil menunduk.
Dicky sedikit terkejut mendengar ucapan Dimas, dia sama sekali tidak menyangka sahabatnya itu akan berkata seperti itu, selama ini yang dia tahu hubungan Dimas dengan Mia baik-baik saja, kenapa tiba-tiba terdengar kata cerai dari mulut Dimas.
Bersambung ...
__ADS_1
****