
Siang itu setelah selesai mengajar, Fitri bersiap akan pulang kerumahnya, dia langsung turun ke lobby, tidak menunggu di ruang guru seperti biasanya karena siang ini Dicky sudah menunggunya di parkiran.
"Bu Fitri!" panggil seseorang di belakang Fitri.
Fitri menoleh dan menghentikan langkahnya, Bu Wina, wali kelas Dara sudah ada di belakangnya.
"Eh, Bu Wina, ada apa Bu?" tanya Fitri.
"Bu Fitri tidak ngobrol dulu di ruang guru?" tanya Bu Wina.
"Hari ini tidak Bu, soalnya suami saya sudah menunggu di parkiran! Ada apa Bu?" jawab Fitri.
"Oh, gitu ya, sekarang Dara sudah tidak tinggal sama keluarga Bu Fitri lagi ya?" tanya Bu Wina.
"Iya benar Bu, soalnya Ibunya Dara dan Dina kasihan sendirian, apalagi dia tidak punya siapa-siapa lagi, Dara dan kakaknya memang sepenuhnya hak ibu kandungnya, memangnya kenapa Bu Wina?" tanya Fitri.
"Begini Bu Fitri, sejak Dara tidak tinggal bersama keluarga Bu Fitri lagi, prestasinya menurun, tugas sering tidak selesai, PR juga tidak di kerjakan, di kelas dia malah jadi pemurung!" jelas Bu Wina.
"Beneran Bu? Aduh, kenapa ya si Dara, kalau begitu biar nanti saya saja yang menanyakannya langsung, sekalian ke rumahnya!" ujar Fitri.
"Baiklah Bu, semoga saja besok-besok Dara sudah tidak seperti itu lagi, kalau begitu silahkan duluan Bu, saya masih mau ke ruang guru!" pamit Bu Wina.
Fitri tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, kemdian dia melangkah meninggalkan lobby dan langsung menuju ke parkiran.
Dicky sudah menunggunya di dalam mobilnya.
"Kau lama sekali Fit, perutku sudah lapar tau!" cetus Dicky cemberut.
"Maaf Mas, tadi aku ngobrol sebentar sama Bu Wina, wali kelasnya Dara!" jawab Fitri.
"Oh, bagaimana Dara di sekolahnya?" tanya Dicky.
"Kata Bu Wina, Dara mengalami penurunan prestasi, dia jadi jarang mengerjakan tugas dan PR!" jawab Fitri.
"Hmm, pasti di rumahnya tidak disiplin belajar seperti waktu dia tinggal bersama kita!" ujar Dicky.
"Mungkin Mas, Bu Romlah kan sibuk tiap hari, dan karena pendidikannya kurang dia juga kesulitan mengajarkan Dara, apalagi Dina!" lanjut Fitri.
"Jadi bagaimana solusinya Fit? Bagaimana mereka bisa berhasil kalau belajar saja mengalami kesulitan!" tanya Dicky sambil terus mengendarai mobilnya.
"Aku ada usul Mas!" cetus Fitri sambil menjentikkan jarinya.
__ADS_1
"Apa usul mu? Cepat katakan!" sahut Dicky tak sabar.
"Kita kasih job untuk Pak Donny, jadi dia kembali ngelesin Dina sama Dara seperti dulu, nanti kita kasih uangnya ke Bu Romlah, biar Bu Romlah yang bayarkan, jadi Pak Donny tidak tau kalau kita yang bayar yang les Dina dan Dara!" jelas Fitri.
"Wah, istriku cerdas sekali, aku setuju usulmu Fit, jadi si kampret akan ada tambahan Job!" sahut Dicky.
"Mas, bagaimana kalau siang ini kita mampir ke tokonya Bu Romlah, sekalian tengokin Dina dan Dara, sebentar saja Mas!" ajak Fitri.
"Oke deh, tapi jangan lama-lama ya, aku capek pingin istirahat juga!" ujar Dicky.
"Siap Mas!" sahut Fitri senang.
Dicky kemudian langsung meluncur menuju ke tokonya Bu Romlah yang tidak jauh dari tempat itu, tepatnya di pinggir sebuah jalan raya.
Setelah mereka sampai, Dicky lalu memarkirkan mobilnya persis di depan tokonya Bu Romlah.
Bu Romlah nampak sibuk melayani pembeli.
"Eh, ada Pak Dokter, masuk dulu deh Pak! Tanggung nih ada pembeli, masa di tolak!" ujar Bu Romlah.
Dicky dan Fitri kemudian duduk di bangku depan toko itu, hingga Bu Romlah selesai melayani pembeli.
Setelah itu Bu Romlah duduk bergabung dengan mereka.
"Tadi pulang sekolah dia langsung masuk, makan, dan sekarang paling tidur!" sahut Bu Romlah.
"Kalau Dina belum pulang ya?" tanya Fitri lagi.
"Sekarang Dina pulang selalu jam tiga, katanya sih ada kegiatan di sekolah, kan dia berangkat dan pulang naik angkot!" jawab Bu Romlah.
"Jadi mereka sekarang berangkat dan pulang sekolah sendiri ya Bu?" tanya Dicky.
"Ya iyalah Pak Dokter, saya mana sempat nganterin mereka, dari pagi sudah beresin toko, biarin saja mereka belajar mandiri!" sahut Bu Romlah.
"Begini Bu, saya dapat laporan dari wali kelasnya Dara, katanya belakangan dia selalu keteteran belajar dan jarang ngerjain tugas!" ujar Fitri.
"Yah Bu Fitri, saya mana bisa ngajarin mereka, dulu saya cuma sampai kelas dua SD sekolahnya, mana ngerti saya pelajaran anak-anak!" sahut Bu Romlah.
"Begini Bu, kami rencana mau kasih les Dina dan Dara, sama Pak Donny, mantan guru mereka dulu, tiap bulan kami akan kasih Ibu uang les mereka, nanti Ibu yang langsung kasih ke Pak Donny, gimana Bu, kasihan anak-anak kalau keteteran terus belajarnya!" ungkap Fitri.
"Iya Bu, jadi Ibu tinggal mengontrol saja, tanpa takut anak-anak akan ketinggalan pelajaran!" lanjut Dicky.
__ADS_1
"Kalau itu sih, saya pasti setuju, ngomong-ngomong terimakasih lho ya, sudah mau perhatikan anak saya!" ucap Bu Romlah senang.
"Jangan sungkan Bu, mereka kan tetap anak asuh kami, jadi kami juga akan bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka!" jawab Dicky.
Bu Romlah lalu masuk ke dalam tokonya, tak lama dia kembali dengan membawa beberapa panci dan perabot.
"Bu Fitri, nih buat nambah koleksi perabot di rumah, gratis lho saya kasih!" kata Bu Romlah sambil menyodorkan Barang-barang itu.
"Wah, tidak usah Bu, saya masih banyak persediaan di rumah!" tukas Fitri sungkan.
"Ambilah Bu, jangan bikin saya kecewa, karena cuma ini yang bisa saya kasih ke Bu Fitri!" ujar Bu Romlah.
Akhirnya Fitri menerima pemberian Bu Romlah itu.
Dicky dan Fitri lalu pamit dan segera kembali melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah.
"Fit, kita mampir makan yuk, aku sudah lapar sejak tadi!" ajak Dicky.
"Mas Dicky mau makan apa? Perutku masih sensitif sama makanan ini!" sahut Fitri.
"Makan apa saja lah Fit, yang penting kenyang!" sahut Dicky.
"Ya sudah deh, yuk kita mampir makan siang dulu!" kata Fitri akhirnya.
Mereka kemudian berhenti di sebuah restoran cepat saji yang ada di pinggir jalan itu.
Baru saja mereka akan turun untuk masuk, ponsel Fitri berdering.
Fitri kemudian langsung mengangkat ponselnya, ada panggilan masuk dari rumah.
"Halo!"
"Halo, Mbak Fitri ... hiks!" terdengar suara Bi Sumi yang sedang menangis.
"Ada apa Bi?" tanya Fitri cemas.
"Alek Mbak, Alex jatuh dari tangga, saat dia main sendirian tidak ada yang mengawasi, Bibi dan Mbok Jum juga sedang di dapur, jadi ..."
"Bagaimana kondisi Alex sekarang Bi?" tanya Fitri semakin cemas.
"Mang Salim dan Pak Karta juga Bu Eni sedang membawanya ke rumah sakit sekarang!" jawab Bi Sumi.
__ADS_1
Tubuh Fitri langsung lemas seketika.
Bersambung ....