Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Tidak Pernah Di Bayangkan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Fitri sudah bangun dari tidurnya, dia mulai bersiap-siap, karena mereka akan berangkat ke tempat kediaman Ken, untuk menghadiri acara pernikahan sesuai dengan undangan yang sebelumnya telah mereka terima.


Dicky juga terlihat sudah siap memakai pakaian couple nya dengan Fitri, begitu juga dengan kedua anaknya Alex dan Alena.


Mereka nampak rapi dan serasi dengan pakaian yang sengaja dirancang khusus untuk pernikahan Ken dan Dinda, keluarga mereka nampak harmonis dan bahagia dengan putra-putri yang sangat lucu dan menggemaskan.


"Pa, nanti setelah kita dari acaranya Ken, kita mampir sebentar yuk ke rumah sakit, Aku ingin melihat bapak dan ibu!" kata Fitri saat mereka sarapan di meja makan.


"Iya gampang bisa diatur, anak-anak sudah siap belum? Kalau sudah siap Kita berangkat sekarang ya? Nanti jalanan keburu macet, kan tidak lucu aku saudaranya datang terlambat!" sahut Dicky.


"Sebentar lagi Pa, anak-anak sedang disuapin sama Bu Sumi, kalau mereka tidak makan dulu nanti masuk angin, walaupun di rumah Ken akan banyak makanan!" kata Fitri.


Dicky menganggukan kepalanya, setelah itu sambil menunggu dia mulai membuka laptopnya, memeriksa email yang masuk ke dalam akun pribadinya.


Tak lama kemudian Bi Sumi datang dengan menuntun Alex dan Alena, mereka sudah selesai sarapan dan siap untuk berangkat.


"Ayo Pa kita berangkat, let's go!" seru Alex bersemangat.


"Anak papa ganteng dan cantik nih, Apalagi kamu Lex, Papa kalah deh gantengnya!" ujar Dicky sambil mencubit pipi kedua anaknya itu.


"Sudah Pa, kalau sudah siap semua kita berangkat yuk, tuh Mang Salim sudah menunggu di depan, mobilnya juga sudah menyala dari tadi!" ucap Fitri.


Mereka kemudian berjalan ke arah depan sudah siap untuk berangkat ke rumah kediaman Ken.


Drrrt ... Drrrt ... Drrrt


Tiba-tiba ponsel Dicky bergetar, di dalam saku celananya, ia kemudian langsung merogoh nya, melihat Karina yang menelponnya itu, kemudian dia langsung mengusap layar ponselnya itu.


"Halo Karina, ada apa kau menelponku? Apakah kamu sudah sampai di rumahnya Ken?" tanya Dicky.


"Dicky, coba kau buka deh akun media sosialmu, Aku juga baru tahu dan mendengar berita itu, coba deh kau buka sekarang!" ujar Karina, suaranya terlihat cemas.


"Memangnya ada apa sih? Buang-buang waktu segala, pakai buka medsos, sudah katakan saja apa yang mau kau sampaikan?" tanya Dicky.


"Masa sih Dicky, Ken membatalkan pernikahannya, aku sempat shock lho, di medsos itu dia dengan resmi mengatakan, bahwa pernikahannya dibatalkan, coba deh untuk lebih jelasnya kau buka saja sendiri dan Lihat langsung!" jelas karena.


Dicky terlihat shock, tanpa menunggu dia kemudian langsung membuka akun media sosialnya di ponselnya itu, Dicky terperangah ketika melihat satu postingan dari Ken, yang menyatakan bahwa pernikahannya hari ini dibatalkan, postingan itu bertujuan agar tamu undangan tahu dan tidak jadi datang.

__ADS_1


"Ada apa Pa? kenapa wajahmu berubah? Memangnya tadi Karina bilang apa?" tanya Fitri saat melihat perubahan wajah Dicky.


"Ma, Sepertinya kita tidak jadi datang ke tempat Ken, dia sudah membatalkan pernikahannya!" jawab Dicky dengan suara bergetar.


"Apa pa? Dibatalkan? Tapi kenapa? Aku rasa hubungan mereka baik-baik saja, aku sempat bertemu dengan dinda di sekolah, dan dia kelihatan senang-senang saja, tidak menunjukkan kalau mereka sedang ada masalah!" ucap Fitri.


"Kurang ajar Ken!! Dia sudah mempermalukan keluarga! Aku harus membuat perhitungan padanya!" dengus Dicky.


"Kasihan Dinda dan keluarganya, mereka pasti sangat malu, apalagi mereka pihak perempuan!" gumam Fitri.


"Sayang, kau di rumah saja menjaga anak-anak, aku mau ke rumah Ken, aku mau tau apa yang menyebabkan Ken membatalkan pernikahannya, ini sangat keterlaluan, karena undangan sudah di sebar, tidak mungkin sebuah pernikahan batal kalau tidak ada penyebabnya!" ungkap Dicky.


"Iya Pa, aku juga ingin sekali bertemu Dinda, pasti saat ini dia sangat hancur, aku akan mencoba menelepon Dinda!" sahut Fitri.


Mang Salim nampak berjalan mendekati Dicky dan Fitri yang masih berdiri di depan teras rumahnya.


Sementara Alex dan Alena nampak bermain kejar-kejaran di halaman rumah yang luas itu.


"Pak Dokter, kita jadi berangkat sekarang?" tanya Mang Salim.


"Mang, kita tidak jadi berangkat, pernikahannya batal, kau di sini saja menjaga rumah ya Mang, berikan kunci mobilnya padaku, aku ada urusan dengan Ken!" jawab Dicky.


Tak lama kemudian mobil yang Dicky kendarai meluncur meninggalkan rumah itu.


"Mama, kok Papa pergi sendirian? Kita tidak di ajak ke pernikahannya Om Ken?" tanya Alex setelah dia bermain bersama Alena.


"Kita tidak jadi datang ke sana sayang, ayo sekarang Alex dan Alena ganti baju dulu ya!" ajak Fitri sambil menuntun kedua anaknya masuk ke dalam rumahnya.


****


Sementara itu Dicky terus melajukan mobilnya menuju ke rumah Ken, Rumah Ken tidak terlalu jauh dengan rumah Dicky.


Sekitar 20 menit, Dicky sudah sampai di tempat kediaman Ken itu, rumah itu nampak sepi, sama sekali tidak ada tanda-tanda acara apapun di rumah itu.


Setelah memarkirkan mobilnya, Dicky kemudian turun dan berjalan ke arah rumah itu, Ken terlihat sedang duduk santai di pinggir kolam renang rumahnya yang nampak sepi itu, sambil menghisap rokoknya.


Tanpa membuang waktu Dicky segera menghampiri sepupunya itu.

__ADS_1


"Ken!!" Panggil Dicky.


Ken nampak menoleh terkejut.


"Eh Bang Dicky, kok datang ke sini Bang? Pakai baju rapi lagi, memangnya belum baca postingan dari aku ya? Aku tidak jadi menikah Bang!" ujar Ken sambil membuang puntung rokoknya ke sembarang arah.


"Ken, kenapa kau membatalkan pernikahannya tiba-tiba? Kau pikir pernikahan itu sebuah permainan?" tanya Dicky dengan wajah yang serius.


"Keluargaku tidak setuju Bang, karena baru di ketahui kalau ternyata Dinda, tidak punya ayah, dia anak haram!" sahut Ken.


Buuggghh!!


Tanpa menunggu, Dicky langsung menonjok wajah Ken hingga laki-laki itu jatuh tersungkur.


"Kurang ajar kau Ken! Mentang-mentang Dinda tidak punya Ayah kau dengan seenaknya mempermainkan perasaannya!!" sentak Dicky.


Ken lalu bangun sambil mengusap wajahnya yang sedikit memar.


"Bang! Aku tidak mau istriku orang yang tidak jelas asal usulnya! Lagi pula keluarga Dinda juga sudah menyetujuinya, dan sekarang tidak ada masalah lagi, beres kan?" ujar Ken.


"Sejak awal, kau memang bajingan Ken! Aku kecewa padamu! Dan satu lagi yang harus kau tau Ken, Dinda itu tidak pernah menginginkan kalau dia lahir tanpa ayah, dan itu bukan kesalahannya!" cetus Dicky.


Kemudian Dicky segera melangkah pergi meninggalkan tempat itu, naik ke dalam mobilnya, dan melajukannya cepat meninggalkan Ken yang masih termangu menatapnya.


Bersambung ...


****


Halo guys...


Sekedar info nih, minggu depan akan ada novel terbaru yang mengungkap kisah tentang si Duda Dio, Chika yang super super nakal, Dinda yang patah hati, juga Ken yang akan dapat karmanya.


Nanti di akhir tahun 2021, kisah Dicky dan Fitri akan berakhir, ayo tetap dukung mumpung belum tamat nih...


ini cover novel terbaru author


__ADS_1


Trimakasih...


__ADS_2