Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Hari ini, Fitri dan Baby Alex berencana akan pulang ke rumah, setelah hampir satu Minggu lamanya dia menginap di rumah sakit.


Mereka pulang dengan banyak mendapat hadiah dan bingkisan untuk baby Alex.


Tak berapa lama mereka pun sudah sampai di rumah Dicky, Fitri terlihat sangat senang dan bahagia akhirnya kembali melihat suasana rumah.


Dia langsung membawa Alex ke kamarnya yang baru, Bu Eni dan Pak Karta mengikutinya dari belakang.


"Uluh Uluh ini kamar, kamar bayi sudah seperti kamar selebritis saja! Bagus pisan euy!" seru Bu Eni kagum.


"Kamar ini Mas Dicky yang mendekornya Bu, sudah lama kami menyiapkan kamar ini buat Alex, sejak kandunganku menginjak tujuh bulan!" ungkap Fitri.


"Ini semua tidak ada artinya dengan kebahagiaan kami memiliki Alex, Alex adalah anugrah terindah untuk keluarga kami!" tambah Dicky.


Kamar baby Alex yang bernuansa warna biru langit, tersambung langsung ke kamar Dicky dan Fitri, jadi mereka tidak akan berjauhan, Alex akan selalu ada dalam pantauan orang tuanya.


Fitri meletakan bayinya di tempat tidur bayi yang berukuran besar itu, jadi Fitri bisa menyusui dan bermain dengan Alex di ranjang itu.


Di kamar itu juga ada sofa, untuk tamu atau kerabat yang ingin menengok Alex, sejak lahir Alex di limpahi oleh kasih sayang yang berlimpah.


Dina dan Dara juga terlihat senang dengan hadirnya Alex, mereka merasa memiliki adik baru, saudara bagi.


"Nanti aku mau bobo di sini ah, jagain Dedek Alex!" celetuk Dara tiba-tiba.


"Kamu masih kecil Dara, aku saja yang bobo di sini!" timpal Dina.


"Kalian semua boleh kok bobo di sini jagain Alex, Alex beruntung sejak lahir memiliki kakak-kakak yang sangat menyayanginya!" kata Dicky.


"Horeee!!" seru mereka kegirangan.


"Eh, nenek dan Kakeknya Alex kan juga ingin bobo di sini lho!" ujar Bu Eni.


"Ya sudah, malam ini kita semua akan tidur di sini menjaga Alex, pasti seru kan!" kata Fitri.


"Aku setuju! Tapi Fitri harus tetap di kamarnya kalau menyusui Alex, kalau Alex sudah bobo baru deh di pindahkan ke sini!" ujar Dicky.


"Ya sudah, Ibu mau ke bawah dulu deh lihat dapur, sudah lapar ini, mana tau Bi Sumi sudah selesai masak!" kata Bu Eni sambil beranjak menuju ke dapur.


"Bapak kalau capek, istirahat saja ke kamar, nanti setelah itu kita makan siang bersama!" ucap Dicky.

__ADS_1


"Iya Nak, kalau begitu Bapak istirahat dulu ya, ini encok Bapak kumat kelihatannya, dari tadi ngilu!" keluh Pak Karta.


"Makanya Bapak istirahat saja ya di kamar, nanti aku suruh Bi Sumi buatkan susu jahe buat bapak!" kata Dicky.


"Kalau Bapak jadi orang tuamu Nak Dicky, Bapak pasti akan sangat bangga, kamu baik dan perhatian sama orang tua!" ucap Pak Karta.


"Ah, Bapak bisa saja, Bapak kan memang orang tua saya, orang tua Fitri orang tua saya juga Pak! Mari saya antar ke kamar!" Ajak Dicky sambil tersenyum.


Mereka kemudian berjalan menuju ke kamar tamu, setelah mengantarkan Pak Karta, Dicky kembali menyusul Fitri yang masih di kamar bayi Alex.


Alex nampak tenang tertidur di tempat tidur barunya itu, terlihat begitu nyaman dan damai.


"Kita akan bersama-sama menyaksikan tumbuh kembang anak kita sayang, sampai kelak dia dewasa nanti!" ucap Dicky sambil memeluk Fitri dari belakang.


****


Makan siang sudah siap tersaji di meja makan besar itu, seluruh anggota keluarga besar Dicky terlihat sudah duduk mengelilingi meja makan, siap untuk menikmati makan siang bersama.


Bi Sumi masak spesial hari ini, dalam rangka menyambut kepulangan Baby Alex di rumah ini.


Aneka makanan lezat dnegan aroma yang nikmat menggugah selera siapa saja yang melihatnya.


Mereka mulai menyantap makanan di meja makan itu dengan penuh kenikmatan.


"Duh, ini makanan enak sekali, di kampung mah boro-boro bisa makan seenak ini, paling juga ayam, tempe, tahu, kangkung! Itu juga sudah paling oke, paling banter sayur asem dan sambel teri!" celoteh Bu Eni yang terlihat semangat menyantap makanannya.


"Sudah Bu makan saja! Jangan bicara kalau lagi makan!" sergah Pak Karta.


"Makanya makan yang banyak Pak mumpung di sini, biar badan Bapak gemukan dan lebih macho kayak Nak Dicky!" cetus Bu Eni.


"Halah, biar kurus begini kamu juga doyan!" celetuk Pak Karta.


"Yah terpaksa Pak, tidak ada pilihan yang lain!" sahut Bu Eni.


Dicky dan Fitri hanya saling berpandangan dan tersenyum geli melihat tingkah orang tua Fitri.


Tong ... Tong ...


Terdengar suara bel dari arah pintu depan.

__ADS_1


Tanpa di komando, Bi Sumi bergegas ke depan untuk membuka pintu depan.


Seorang wanita baya sudah berdiri di depan pintu rumah itu. Mang Salim nampak sedang menutup pintu gerbang yang baru di bukanya tadi.


"Maaf, cari siapa ya?" tanya Bi Sumi.


"Selamat siang, Ini benar kan rumahnya Dokter Dicky?" tanya wanita itu balik.


"Iya benar, ada keperluan apa ya? Pak Dokter sedang makan siang dengan keluarganya!" jawab Bi Sumi.


"Saya Juminah, biasa orang-orang memanggil saya Mbok Jum, tidak apa-apa Dokter menyelesaikan makan siangnya dulu, saya akan menunggunya di teras ini!" ucap Wanita yang ternyata adalah Mbok Jum, asisten pribadinya Ibu Anjani.


"Tidak menunggu di ruang tamu saja?" tanya Bi Sumi.


"Tidak Trimaksih, biar saya menunghunya di teras ini saja, saya ingin bicara pribadi dengan Dokter Dicky!" jawab Mbok Jum.


"Baiklah Mbok Jum, kalau begitu silahkan duduk, saya akan memberitahu Pak Dokter dulu!" kata Bi Sumi yang langsung kembali masuk ke dalam rumah.


Mbok Jum hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Di ruang makan itu, keluarga besar Dicky masih terlihat menyantap makanan mereka, bahkan Bu Eni dan Pak Karta terlihat nambah, mungkin karena mereka lapar.


Baby Alex nampak ada dalam sebuah box bayi yang sengaja di letakan di ruangan itu, walaupun tidak tidur, bayi Alex nampak tenang.


BI Sumi datang mendekati Dicky dan Fitri yang masih menyantap makanannya itu.


"Pak Dokter, di depan ada yang mencari Pak dokter, tapi Pak Dokter selesaikan saja dulu makannya, dia sedang menunggu di teras!" kata Bi Sumi.


"Siapa orang itu Bi?" tanya Dicky.


"Saya tidak kenal Pak, dia bilang sih namanya Juminah, panggilannya Mbok Jum, yah kira-kira seumuran saya atau Bu Eni deh Pak!" jelas Bi Sumi.


"Baiklah Bi, sebentar lagi aku akan datang ke teras untuk menemuinya!" jawab Dicky.


Bersambung ...


****


Di tunggu dukungannya guys ...😘

__ADS_1


__ADS_2