Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Muncul Kembali


__ADS_3

Dicky yang terlihat shock hampir tidak percaya ketika melihat seorang wanita yang kini ada di sebelah Dokter Mia.


Spontan Dicky langsung mematikan ponselnya, wajahnya terlihat pucat.


"Dia datang lagi!" gumam Dicky.


"Kau kenapa Mas, apa yang terjadi denganmu?" tanya Fitri cemas saat melihat suaminya yang nampak shock berat.


"Fitri ... panjang ceritanya, aku juga bingung mau mulai dari mana!" ujar Dicky yang terlihat mulai berkeringat itu.


"Cerita tentang apa sih? Kau membuatku bingung Mas!" sahut Fitri.


"Fitri ... kau pasti tidak percaya bahwa di dunia ini ada orang yang benar-benar mirip, walaupun sebenarnya bukan kembar!" kata Dicky.


"Yah, memang ada yang seperti itu Mas, laku apa hubungannya denganmu?" tanya Fitri.


"Ada seorang Dokter yang wajahnya sangat mirip denganku, dia adalah Dokter Dave, Dokter ahli saraf, tapi karena suatu kecelakaan, Dokter Dave meninggal, dan pada saat istrinya melihat aku, dia mengira kalau aku ini adalah Dokter Dave!" ungkap Dicky.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Fitri.


"Aku juga tidak tau Fit, istri Dave itu pernah melakukan kejahatan yang menyebabkan dia di penjara, kini dia sudah bebas dari penjara dan sialnya dia malah mencari aku!" jelas Dicky, wajahnya nampak frustasi.


"Lalu, apa yang hendak kau lakukan sekarang Mas?" tanya Fitri. Wajah wanita itu juga mendadak terlihat cemas.


"Aku tidak tau Fit, kepalaku mendadak pusing dan aku tidak bisa berpikir apapun!" sahut Dicky sambil menjambak rambutnya frustasi.


Tiba-tiba Dicky langsung meraih ponselnya dan langsung menelepon Dokter Mia kembali.


"Halo Dicky! Kenapa tadi kau matikan video call ku??" tanya Mia yang langsung mengangkat telepon Dicky.


"Maaf Mia, kau tau dia itu wanita gila, istri Dokter Dave, dia mengira aku ini suaminya padahal suaminya sudah meninggal!" sahut Dicky.


"Oalaa, jadi itu to istrinya Dokter Dave yang sudah meninggal itu, selama ini Dave jarang membawa istrinya, jadi aku tidak mengenalinya!" Ujar Mia.


"Pokoknya kau jangan memberitahu alamatku pada wanita gila itu, dia benar-benar berbahaya!" cetus Dicky.


"Kau tenang saja Dicky, aku juga sudah menyuruhnya pergi, memang kelihatannya di stress, bicaranya saja melantur! Seharusnya dia ada di rumah sakit jiwa!" ujar Mia.


"Aku juga heran, kenapa dia bisa bebas dan berkeliaran, buat kepala ku makin pusing saja!" sungut Dicky yang langsung mematikan ponselnya.


Kemudian Dicky kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur, tatapannya menerawang.

__ADS_1


"Ya Tuhan ... kenapa masalah selalu datang silih berganti, tidakkah aku bisa hidup dengan tenang dan damai!" gumam Dicky.


Fitri yang melihat kondisi suaminya itu lalu beringsut mendekati Dicky, Kemudian di belainya rambut dan wajah suaminya itu dengan lembut dan penuh sayang.


"Untuk naik tingkat ke level yang lebih tinggi, manusia memang harus melewati beberapa ujian Mas, dan aku yakin, Mas Dicky bisa melewati itu semua!" ucap Fitri.


"Kau tau Fit, wanita ini bahkan lebih berbahaya dari pada Ranti, Bu Sita bahkan Bu Romlah yang suka merongrong!" ungkap Dicky.


"Kenapa kau bilang begitu Mas, siapa sebenarnya wanita itu?" tanya Fitri.


"Dia itu Santi, mantan Dokter anak yang sebenarnya seprofesi dengan aku, tapi dia pernah di keluarkan dari beberapa rumah sakit karena berkasus, dan namanya juga sudah di black list di semua rumah sakit, terakhir dia pernah melakukan upaya pembunuhan terhadap Meira, anak angkatnya Pak Kevin, dia itu pernah di penjara, tapi aku heran kenapa dia bisa keluar dari penjara, apakah dia kabur?" ungkap Dicky.


"Kau jangan takut Mas, pasti dia itu dalam pengawasan polisi sekarang, apalagi kau bilang kalau wanita itu gila!" ujar Fitri.


"Iya Fit, dia memang gila dan berbahaya, kau juga harus hati-hati!" ucap Dicky.


Fitri terus membelai rambut Dicky hingga Pria itu tertidur karena kelelahan, kemudian sekilas Fitri mengecup bibir Dicky yang kemerahan alami, yang selalu membuatnya ketagihan.


Setelah Dicky benar-benar tertidur pulas, Fitri kemudian mulai memejamkan matanya.


****


Fitri lalu segera beranjak keluar dari kamarnya, Bu Eni nampak sudah bersiap-siap akan berangkat ke Sukabumi.


"Ibu sudah siap Fit, tolong pesankan taksinya!" ujar Bu Eni.


"Baik Bu!" sahut Fitri yang langsung memesankan taksi online di aplikasi ponselnya.


"Dicky belum bangun Fit?" tanya Bu Eni.


"Belum Bu, semalam Mas Dicky agak susah tidur, biarkan saja dia tidur mumpung sedang nyenyak!" jawab Fitri.


"Kalau begitu tolong bilang ke Dicky Ibu pamit ya Fit, terimakasih buat semua yang sudah di kasih ke Ibu!" ucap Bu Eni.


"Iya Bu, ini ongkos buat Ibu, juga buat berobat Bapak!" kata Fitri sambil menyodorkan sebuah amplop kepada Bu Eni.


"Terimakasih ya Fit, doakan Bapakmu cepat sehat, supaya Ibu bisa menemanimu saat melahirkan nanti!" ucap Bu Eni.


"Iya Bu, pasti aku selalu doain Bapak, taksinya sudah di depan Bu, ayo aku antar!" kata Fitri saat melihat notifikasi di ponselnya.


Mereka kemudian berjalan ke arah depan gerbang, Bi Sumi yang membukakan gerbangnya.

__ADS_1


Bu Eni lalu segera masuk ke dalam taksi tersebut.


"Hati-hati Bu!" seru Fitri dari luar jendela mobil yang di tumpangi Bu Eni.


"Kau juga Fit, jaga cucu Ibu ya, jangan terlalu capek!" balas Bu Eni.


Taksi itupun segera melaju menembus gelapnya subuh itu.


Kemudian Fitri kembali masuk ke dalam rumahnya, Bi Sumi terlihat sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan mereka.


"Bapak mau di buatkan susu hangat Mbak?" tanya Bi Sumi.


"Mas Dicky belum bangun Bi, nanti saja!" sahut Fitri yang kemudian masuk kembali ke dalam kamarnya.


Di lihatnya Dicky masih tidur dengan nyenyaknya, hingga terdengar suara dengkuran halusnya.


Fitri tersenyum menatap Dicky kemudian langsung mengecupi pipi suaminya itu.


Fitri selalu mencium Dicky di saat tidurnya, sebab jika Dicky sadar Fitri menciumnya, Dicky pasti akan terus menggodanya.


"Kasihan kamu Mas, banyak sekali beban dalam hidupmu, tapi kau selalu ikhlas dan tulus menjalaninya, seperti saat kau menolongku dulu, mengubah hidupku yang tiada harapan menjadi seperti sekarang ini, bahkan kau juga sudah menghadiahkan aku sebuah cinta!" gumam Fitri sambil terus memandangi wajah Dicky.


Kemudian Fitri beranjak keluar dari kamarnya,membantu Bi Sumi menyiapkan sarapan di meja makan, sebentar lagi Dina dan Dara pasti bangun.


"Bi Sumi, pagi ini aku mau mengantar Dina mendaftar ke SMP, sekalian mengantar Dara ke sekolah!" ujar Fitri.


"Nanti kalau Pak Dokter menanyakan bagaimana Mbak?" tanya Bi Sumi.


"Mas Dicky masih tidur Bi, lagi pula aku hanya sebentar mengantar mereka, setelah itu aku akan langsung pulang!" sahut Fitri.


"Baiklah Mbak, nanti Bibi sampaikan!" jawab Bi Sumi patuh.


Bersambung ....


****


Haii ...


Author nya mau promo nih, bagi yang suka cerita berbeda yang menegangkan, banyak mengandung bawang, dan penuh kejutan ... Silahkan baca Novel terbaru yang berjudul "Perjaka Tampan Dan Wanita Malam"


Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2