Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Gaun Abu-Abu


__ADS_3

Malam itu di kamarnya, Fitri terkesima saat Dicky menyodorkan gaun yang terlihat sangat indah dan anggun itu di hadapannya.


Ini adalah gaun murni pilihan Dicky, biasanya Fitri yang akan memilih sendiri jika dia membeli pakaian.


"Bagaimana sayang? Apakah kau suka model dan warna nya?" tanya Dicky.


"Mas, ini sangat indah, pasti mahal harganya, kenapa kau begitu boros Mas? Bukankah kita harus menghemat?" ucap Fitri.


"Tidak ada kata boros untuk istri kesayangan, asal kau menyukainya itu sudah cukup membuatku bahagia!" ujar Dicky sambil menciumi jemari Fitri.


"Terimakasih ya Mas ..."


"Aku ingin kau memakainya besok di resepsi pernikahan Dimas, aku ingin semua orang melihat istri seorang Dokter Dicky sangat cantik!" bisik Dicky.


"Kenapa pernikahan Dimas begitu spesial sih Mas?" tanya Fitri yang kini merebahkan kepalanya di bahu suaminya itu.


"Dimas itu adalah teman seperjuanganku sesama Dokter, kami sama-sama merintis dari nol, dan Dimas sangat tau luar dalamku, sama seperti kamu!" sahut Dicky sambil mencubit gemas hidung Fitri.


"Memangnya Mas Dicky mau kasih hadiah apa untuk Dimas?" tanya Fitri.


"Hadiah apa ya, selama ini dia selalu mengharap aku memberinya amplop yang tebal, aku berikan saja amplop tebal, plus daun biar makin tebal!" sahut Dicky terkekeh.


"Hush! Mas Dicky ngerjain orang saja, sudah Mas, istirahat saja, lihat tuh sudah jam 10 malam!" kata Fitri sambil menunjuk ke arah jam di dinding kamarnya.


Fitri lalu menggantung gaunnya di lemari, kemudian dia kembali merebahkan tubuh nya di tempat tidurnya.


Alex masih nampak tertidur pulas, perjalanan dari Sukabumi ke Jakarta membuatnya sangat lelah, apalagi jalanan tadi begitu macet.


Sementara Dicky sudah mulai berbaring dengan selimut tanpa memakai apa-apa, Fitri sudah mengerti maksud suaminya itu.


Ada yang menjulur keluar dari balik selimut yang Dicky pakai.


"Mas, aku sedang lelah, besok saja kalau kau mau di puaskan!" ujar Fitri yang langsung memeluk guling nya itu.


"Yah Fit, memangnya kamu tidak pengen apa? Kemarin malam aku tersiksa sendirian, kau tidak tau bagaimana rasanya tidur tanpa seorang istri di sampingnya!" ucap Dicky.


"Mas Dicky lebay Ah!" sungut Fitri.


"Ayolah Fit, lagi on ini!" mohon Dicky dengan tatapan penuh damba.

__ADS_1


"Capek ah Mas!" tukas Fitri.


"Kamu beruntung Fit, hanya kamu wanita yang bisa dengan leluasa melihat juniorku ini, banyak di luar sana yang mendambakan ini!" Dicky mulai membuka selimutnya.


Fitri kemudian membalikkan tubuhnya, matanya melotot melihat senjata suaminya yang terlihat sudah siap bertempur itu.


"Mas porno ah!!" sergah Fitri malu.


"Ayo Fit mainkan!" ucap Dicky dengan mata yang berkabut gairah.


Fitri tidak bisa lagi menolak keinginan sang suami, melihat senjata itu hatinya langsung luluh dan hilang semua rasa lelahnya, berganti dengan perasaan hasrat yang menggebu-gebu.


Perlahan Fitri mulai meremas lembut benda pamungkas itu, membuat Dicky merem melek merasakan kenikmatan surga dunia.


"Kau luar biasa Fit!" puji Dicky dengan nafasnya yang mulai menderu.


"Kau yang luar biasa Mas, punya benda sebesar ini apa tidak malu selalu terlihat menonjol, ah, aku tak rela ada wanita yang melihat keperkasaan suamiku ini!" ujar Fitri.


"Yah mau bagaimana lagi sayang, mau tidak mau ya mereka bisa lihat, kan ukuran tidak bisa di perkecil, apalagi kalau sedang On, terpaksa aku harus bersembunyi!" ucap Dicky.


Perlahan Dicky menarik Fitri berbaring di atasnya sambil mulai mengecup bibirnya yang manis.


Ada rasa hangat yang mereka rasakan, bisa saling memuaskan satu sama lain.


****


Mereka kemudian mulai sarapan bersama di meja makan.


"Fit, hari ini klinik aku liburkan, nanti jam 11 siang kita sudah harus berangkat ke resepsi Dimas!" kata Dicky yang tidak ingin terlambat di acara sahabat nya itu.


"Iya Mas!" sahut Fitri.


"Aku juga sudah pesan karangan Bunga untuk Dimas dan Mia, mereka pasti senang, bukan cuma amplop, dapat karangan bunga dari aku juga, sang sahabat sejati!" kata Dicky bangga.


"Mas Dicky pesan lewat online?" tanya Fitri.


"Iya sih Fit, karangan bunga itu akan sampai di jam 12 siang nanti!" sahut Dicky.


"Ya sudah, mumpung masih banyak waktu kau santai dulu saja Mas, aku mau memompa ASI ku, sepertinya di usia Alex yang akan menginjak 6 bulan, aku mau selingi pakai susu formula Mas, produksi ASI ku sepertinya makin sedikit!" ungkap Fitri.

__ADS_1


"Iya Fit, tidak apa-apa, selingi saja pakai susu formula, supaya Alex tidak menyusu terus, gantian Papanya!" goda Dicky.


"Mas Dicky nih, ya sudah aku mau ke atas dulu ya!" Fitri kemudian mulai beranjak kembali ke kamarnya.


Sementara Dicky di bawah mulai mengambil Alex yang sejak tadi ada di dalam box bayinya untuk menggendongnya dan mengajaknya bermain.


"Alex ... main yuk, sini sama Papa, nanti kalau Alex sudah besar, Papa akan ajak Alex main bola di stadion besar, Alex pasti suka kan!" Dicky mengecupi wajah Alex dan mengajaknya berbicara.


****


Menjelang siang Fitri mulai bersiap merias diri untuk datang ke pesta Dimas, Dicky juga sibuk memakai jas terbaiknya, dari sekian sahabat yang menikah, batu kali ini Dicky terlihat begitu sibuk, seolah ingin memberikan yang terbaik untuk sahabatnya itu.


"Pasti nanti malam Dimas sibuk meneleponku!" gumam Dicky sambil tersenyum di depan cermin.


"Kenapa kau begitu yakin Mas?" tanya Fitri yang terlihat sudah siap itu.


"Karena nanti malam adalah malam pertama Dimas, pasti dia akan tanya-tanya aku!" sahut Dicky.


"Hmm, memangnya Mas Dicky pikir Dimas bodoh, mereka sudah dewasa, pasti tau lah harus bagaimana! Kau ini percaya diri sekali!" cetus Fitri.


"Kita lihat saja nanti!" sahut Dicky.


Setelah semua siap, mereka kemudian langsung turun menuju ke garasi, Alex sementara si titip pada Bi Sumi, Dina dan Dara.


"Mari cantik, silahkan naik!" ucap Dicky sambil membuka pintu mobil untuk Fitri.


Dengan gaun Abu-Abu nya, Fitri kemudian naik ke dalam mobil.


Dicky langsung masuk dan meluncur meninggalkan rumahnya menuju ke hotel tempat pesta resepsi Dimas dan Mia di adakan.


Sekitar 20 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di sebuah hotel besar, Dicky kemudian langsung masuk kedalam hotel itu setelah dia memarkirkan mobilnya di parkiran bawah tanah.


"Mas, tunggu di sini deh, aku mau ke toilet dulu!" kata Fitri saat mereka akan masuk.


"Hmm, baiklah sayang, tapi jangan lama-lama ya!" ucap Dicky sambil melepaskan genggaman tangannya.


Fitri kemudian menuju ke toilet wanita yang ada di dekat lobby itu.


Saat tiba di dalam toilet, seorang wanita nampak baru keluar dari dalam ruang toilet, Fitri terperangah melihat wanita di hadapannya itu, seolah dia sedang melihat dirinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung ....


****


__ADS_2