Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Kesedihan dan Kecewa Dicky


__ADS_3

Siang itu seorang cleaning service masuk ke dalam ruangan Dicky, dengan membawakan makan siang untuk Dicky.


Hari ini semua orang orang yang ada di rumah sakit, baik dokter maupun suster, juga semua karyawan yang bekerja di rumah sakit ini, mendapat jatah makan siang gratis di cafe yang ada di bawah rumah sakit.


Dicky mentraktir mereka semua. Karena semua orang tau hari ini Dicky berulang tahun, kecuali Fitri dan keluarganya yang lain.


Sementara Dicky hanya memesan makan siang seadanya, dia tidak ingin makan di cafe bawah, dia makan di ruangannya sendiri, hari ini Dicky ingin sedikit menyendiri.


Ceklek!


Ada dua orang datang masuk ke dalam ruangan Dicky, dengan membawa sebuah bingkisan besar.


Dia adalah Ken dan Keyla, Dicky sedikit terkejut melihat kehadiran mereka di hari ulang tahunnya itu.


"Selamat ulang tahun Bang Dicky!" ucap Ken, sambil memeluk dan menjabat tangan Dicky.


"Selamat ulang tahun dokter Dicky!" ucap Keyla sambil menjabat tangan Dicky, sambil tersenyum manis kepadanya.


"Terima kasih kalian sudah mengingat ulang tahunku, kalian Makanlah di cafe bawah, hari ini aku mentraktir kalian!" kata Dicky.


"Bang Dicky sendiri kenapa tidak makan di bawah? Kenapa kau malah makan di ruangan mu? Apa kau tidak ingin berbaur dengan para dokter yang sedang makan di bawah itu?" tanya Ken.


"Tidak apa-apa, aku ingin makan di sini, Sekalian Aku ingin mengobrol dengan istriku ditelepon!" sahut Dicky yang berharap mereka akan segera keluar dari ruangannya.


"Yah sayang sekali, padahal aku ingin sekali makan siang dengan dokter Dicky di momen ulang tahunnya, Bagaimana kalau aku menemanimu makan di sini, daripada kau sendirian saja!" usul Keyla.


"Benar kata Keyla, daripada kau sendirian Bang, lebih baik makan bersama kami!" timpal Ken.


"Sorry Ken, aku sudah janjian dengan istriku, aku ingin video call sambil makan siang!" bohong Dicky, Padahal dia tidak pernah ada janjian apapun dengan Fitri.


"Wah Keyla, sepertinya rencana kita untuk makan siang bersama Bang Dicky gagal nih, dia sudah keburu janji dengan istrinya!" ujar Ken.


"Yah Dicky, Ya sudahlah kalau begitu, Ini hadiah untukmu, asal kau mau menerimanya, aku sudah cukup senang kok!" kata Keyla sambil menyodorkan bingkisan itu ke hadapan Dicky. Dicky tersenyum dan menerima bingkisan itu.


Kemudian dengan wajah kecewa, Ken dan Keyla keluar dari ruangan Dicky, Dicky menarik nafas lega, dia mulai membuka bungkusan makanannya, dan ingin segera menikmati santap siangnya.


Drrt ... Drrt ... Drrt

__ADS_1


Ponsel Dicky bergetar, senyum manis segera mengembang dari bibirnya, saat dia melihat Fitri yang menelponnya.


"Akhirnya dia ingat juga ulang tahunku!" gumam Dicky.


Dengan cepat Dicky lalu mengusap layar yang ada di ponselnya itu.


"Halo sayang, tumben kau menelponku? Akhirnya kau ingat juga kalau..."


"Papa Dicky nanti pulang jam berapa? Alex dan Alena daritadi menanyakan Papanya terus, hari ini mereka mengajak bermain bola di lapangan!" potong Fitri cepat.


Dicky sedikit kecewa karena Fitri tidak membicarakan perihal ulang tahunnya, bahkan tidak mengucapkan selamat padanya, Apakah Fitri benar-benar lupa hari yang penting ini?


"Mungkin aku akan pulang sore!" jawab Dicky.


Padahal Dicky bisa saja pulang saat ini juga, namun Dia sedikit kecewa dan sedih karena Fitri, tidak menyinggung soal masalah ulang tahunnya.


"Baiklah kalau begitu, Papa sudah makan belum?" tanya Fitri.


"Sudah!" sahut Dicky singkat.


"Baguslah, ditunggu nanti sore ya Pa, aku mau menemani Alex belajar dulu!" ucap Fitri sebelum dia menutup teleponnya.


Drrrt ... Drrrt ... Drrrt


Lagi-lagi ponselnya bergetar, sekilas Dicky melirik, Donny yang menelepon ke ponselnya itu, dengan malas Dicky lalu mengusap layar ponselnya itu.


"Halo kampret! Ada apa kau menelponku?" tanya Dicky.


"Nanti di akhir tahun, kalian jadi kan datang ke Jogjakarta? Aku sudah menyiapkan tempat untuk kalian, pokoknya dijamin spesial deh!" Jawab Donny.


"Jadi kau menelponku hanya untuk membicarakan itu saja?" tanya Dicky.


"Ya tidak juga sih, aku lihat di media sosial, hari ini kau berulang tahun! Selamat ulang tahun yang dokter!"ucap Donny.


"Iya terima kasih!" sahut Dicky singkat.


"Oh ya, kau sudah tahu belum, sebentar lagi aku akan memiliki anak kembar lho dari Anita, ternyata anakku lebih banyak daripada anakmu!" kata Donny pamer.

__ADS_1


"Norak!" Sungut Dicky, terdengar suara tawa cekikikan dari seberang telepon.


"Kau ini lucu sekali dokter, kalau kau iri padaku, kau bisa saja kan membuatnya!" seru Doni.


"Tutup mulutmu kampret! kalau mengganggu makan siang ku saja! sudah, aku sibuk jangan menggangguku!" cetus Dicky sebelum menutup panggilan teleponnya.


Dicky semakin kesal hari ini, apalagi dia tahu Donny saudara iparnya itu, akan memiliki anak kembar, yang berarti dia akan memiliki 3 anak sementara dirinya baru memiliki 2 anak.


****


Saat hari menjelang sore, Dicky bersiap akan pulang ke rumahnya, sebenarnya dia enggan untuk pulang ke rumah, kita cepat pasti di rumah juga tidak ada yang mengingat ulang tahunnya, dengan langkah gontai Dicky berjalan menuju ke tempat di mana mobilnya terparkir.


Sekilas Dicky menulis karangan bunga yang tadi pagi masih ada berapi tercecer di panjang pintu masuk arah lobby sampai parkiran.


"Dokter Dicky!" panggil seseorang di belakang Dicky, Dicky terkejut dan kemudian menoleh kebelakang.


Dokter Bella sudah berdiri di belakang Dicky, kemudian dia berjalan mendekati Dicky dan menjabat tangan Dicky.


"Selamat ulang tahun dokter, Oh ya, minta tolong sampaikan pada Ken, sepupunya dokter itu, seharusnya hari Ini dia ada konsultasi denganku, terkait penyakitnya itu, tapi aku tunggu dia belum datang juga!" ucap dokter Bella.


"Benar-benar ya si Ken! Padahal tadi Dia baru saja datang ke ruangan ku dok!" sahut Dicky.


"Yah, begitulah anak muda, dia sudah merasa sembuh, dan tidak mau terikat dengan apapun!" ungkap dokter Bella.


"Biar nanti Ken aku yang ngurus, sekarang aku mohon diri dulu, ada hal yang mau aku kerjakan di rumah!" pamit Dicky yang langsung berjalan masuk ke dalam mobilnya, dan kemudian mobilnya itu bergerak perlahan meninggalkan parkiran Rumah Sakit menuju ke rumah besarnya.


Sesampainya di rumah, Dicky sedikit tertegun melihat suasana rumah yang kelihatan begitu sepi, biasanya kedua anaknya Alex dan Alena sudah berlari-lari menyambutnya pulang.


Tapi sejak dia turun dari mobil dan berjalan hendak masuk ke rumah itu, tidak ada seorangpun yang berlari untuk menyambutnya, Dicky semakin sedih dan kecewa.


"Ah, mereka benar-benar sudah melupakan ulang tahunku!" gumam Dicky sambil melangkah masuk kedalam rumahnya itu.


Bersambung...


****


Hai Guys, ini bonus visual Dokter Dicky yang menggendong Alex waktu kecil, bagi yang kangen.

__ADS_1


Jangan lupa kasih hadiah buat Dicky yang ulang tahun, supaya dia senang hehe ..



__ADS_2