Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Perubahan Sikap Donny


__ADS_3

Donny melajukan motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah besar Dicky.


Anita memeluk pinggang suaminya itu dengan takut, dia sadar, tindakannya salah, seharusnya dia pamit dulu pada Donny jika dia mau ke rumah Dicky untuk menemui Ibunya, namun nasi sudah terlanjur menjadi bubur.


"Pelankan jalannya Don! Aku takut!" Jerit Anita.


Namun Donny seolah tidak menggubrisnya, dia terus saja melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Hingga tak lama kemudian, mereka sudah sampai di rumah.


Donny lalu menarik tangan Anita untuk masuk ke dalam rumahnya itu.


Rumah yang cukup besar yang di berikan Dicky, namun hanya mereka berdua yang tinggal di rumah itu.


"Maafkan aku Donny, tadi itu aku tidak sengaja mampir ke rumah Fitri, aku kangen sama Ibu Don!" ujar Anita.


"Sejak kapan kau jadi pembangkang suamimu sendiri? Selama ini aku selalu diam, saat Ibumu membandingkan aku dengan Dokter itu, saat harga diriku terinjak sebagai seorang laki-laki, padahal kau juga tidak bisa memberikan aku keturunan!" sengit Donny.


"Kenapa kau menyalahkan aku Don?? Dan kenapa kau selalu melarangku untuk datang menemui orang tuaku sendiri??" tanya Anita yang matanya mulai memerah.


Donny kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa ruangan itu.


"Kau sendiri tau jawabannya apa, dulu setiap kali kita ke sana, Ibumu selalu memuji-muji Dicky, sedangkan aku, di pandangnya juga tidak! Hanya karena dia lebih beruntung dari aku!" dengus Donny.


"Ibu tidak bermaksud seperti itu Don, Kau jangan salah paham!" sahut Anita.


"Selama berapa bulan ini aku sudah sabar Ta, aku sangat mencintaimu, tapi aku juga punya harga diri sebagai laki-laki, aku butuh di hargai, apalagi sampai sekarang kita masih saja berdua, rumah ini terasa sepi bagai kuburan, aku butuh seorang anak!" cetus Donny.


Air mata kembali bergulir di pipi Anita, Donny yang dulu di kenalnya sangat lembut dan penyayang, ternyata memiliki kepribadian yang lain, dia jadi sensitif dan mudah tersinggung.


Apalagi sejak Donny gagal menjadi guru tetap di sekolahnya, hingga saat ini statusnya masih sebagai guru kontrak.

__ADS_1


"Don, apakah kalau aku hamil nanti, sikapmu akan berubah?" tanya Anita.


"Yah, mungkin!" sahut Donny.


"Kenapa mungkin? Apa kehamilanku hanya sebagai alibi untuk menutupi perubahan sikapmu padaku??" tanya Anita.


"Ah sudahlah! Kepalaku pusing! Pokoknya kau tak boleh pergi kemanapun tanpa seijinku!" cetus Donny yang langsung beranjak meninggalkan Anita seorang Diri di ruangan itu.


Anita hanya dapat mengusap air matanya yang mulai jatuh, selama ini dia berusaha menutupi semuanya ini dari keluarganya, terutama soal perubahan sikap Donny terhadapnya.


Anita sadar, terkadang Ibunya seringkali keceplosan membandingkan Donny dengan Dicky.


Sebagai seorang laki-laki, Donny merasa rendah diri karena seringkali Dicky membantunya dalam banyak hal, termasuk memberikan rumah dan kendaraan untuknya.


Hal itulah yang membuat Donny menjadi sensitif dan mudah tersinggung, karena merasa orang di sekitarnya hanya melihat Dicky, tanpa adanya apresiasi untuk Donny. Sementara setiap manusia butuh yang namanya penghargaan.


****


"Ibu juga sih yang selalu menyinggung soal Pak Donny, kan kasihan Bu, apalagi sekarang Pak Donny sedang sepi Job, mana ada menantu yang suka jika selalu di bandingkan dengan menantu yang lain!" ujar Fitri.


"Halah, dasar si Donny nya saja yang lebay, dulu katanya sebelum menikahi Anita, punya gaji besar dan bisnis sampingan, cukup menafkahi Anita, eh ini rumah sama kendaraan saja Dicky yang kasih, lalu dia punya apa?? Lagaknya sok mau punya anak!" sungut Bu Eni.


"Tuh kan Ibu mulai lagi, sudah Ah, kepalaku pusing, pokoknya aku tidak mau dengar Ibu puji-puji Mas Dicky di depan Pak Donny, jadi begini kan akibatnya!" ujar Fitri yang langsung berjalan ke arah kamarnya.


Sementara Dicky di kamarnya nampak sedang bermain dengan Alex, Papa dan anak itu terlihat kompak sekali.


Melihat Fitri datang sambil merengut, Dicky lantas menghampiri istrinya itu.


"Ada apa sih? Kok cemberut? Jangan bilang kalau ini bawaan bayi!" tanya Dicky sambil mencubit gemas dagu Fitri.


"Mas, lain kali jangan suka gampang kasih apapun ke Pak Donny, berikan dia kesempatan untuk berusaha sehingga orang lain dapat menghargai usahanya!" ujar Fitri.

__ADS_1


"Hei, kenapa kau datang-datang langsung marah-marah? Memangnya ada masalah apa dengan si Kampret??" tanya Dicky bingung.


"Kau tau Mas, belakangan sikap Pak Donny mulai berubah, terakhir dia datang pas Alex ulang tahun, sebelumnya bahkan dia nyaris tak pernah datang ke sini, mungkin dia malu atau merasa tidak enak padamu!" jelas Fitri.


"Lalu??"


"Kata Anita, Donny selalu menanyakan soal kehamilan yang gak kunjung datang itu, tapi aku yakin, itu hanya alasannya saja, Di tambah Ibu yang selalu cerewet, sering membandingkanmu dengan dia, tapi aku sudah menegur Ibu tadi, supaya Ibu juga lebih menjaga ucapannya, yang mungkin bisa menyakiti Pak Donny!" lanjut Fitri.


"Hmm, kasihan juga si Kampret, padahal maksudku itu baik membantu dia, kenapa dia yang jadi minder sendiri begitu ya!" gumam Dicky.


"Mas, aku mohon, jangan sebarkan dulu soal kehamilanku ini pada siapapun, aku takut Anita akan semakin tertekan!" kata Fitri.


"Tapi mau sampai kapan Fit? Kan perutmu makin lama makin besar?" tanya Dicky.


"Hanya sebentar saja kok Mas, sampai persoalan mereka selesai dan mereka bisa kembali saling menerima seperti dulu!" jawab Fitri.


"Mungkin si kampret malu padaku karena waktu dia menikah dulu, aku yang membantu biaya pernikahannya!" cetus Dicky.


"Hah? Jadi semua biaya pernikahan Donny dan Anita waktu itu pakai uang Mas Dicky??" tanya Fitri terkesiap.


"Yah, habisnya aku kasihan sama dia Fit, masa mau menikah harus jual apartemen segala!" sahut Dicky.


"Aduuuuh! Mas Dicky gitu deh, bisa tidak sih tidak terlalu gampang mengeluarkan uang!!" cetus Fitri sambil menggaruk kepalanya.


Dicky juga nampak tertawa cengengesan sambil ikut menggaruk kepalanya.


Bersambung ...


****


Terimakasih atas setiap dukungan Readers sekalian ...

__ADS_1


Yuk baca karya author yang lain dengan tema yang berbeda ... 😘❤️🙏


__ADS_2