
Dimas terdiam beberapa saat lamanya, dari wajahnya terlihat sedikit keragu-raguan ingin mengungkapkan masalah rumah tangganya pada Dicky.
Namun dia tidak tahu lagi harus menceritakan pada siapa, selama ini dia hanya dekat dengan Dicky, teman satu kampus dengannya dulu saat masih kuliah di Kedokteran.
"Hei Dim, Kenapa kau jadi diam? Ayolah Katakan padaku, kenapa tiba-tiba kau ingin bercerai dari Mia!" tanya Dicky mengagetkan Dimas.
"Sebenarnya, kami hanya berbeda prinsip, kau tahu kan sejak dulu Mia begitu perfect, apa-apa harus bagus dan teratur, sedangkan aku sampai saat ini masih belum bisa tertib dan selalu serampangan, seringkali kami bertolak belakang hanya karena masalah sepele!" sahut Dimas.
Tiba-tiba Dicky tertawa mendengar pengakuan Dimas, selama ini Dicky memang mengenal sosok Dimas sebagai orang yang sembarangan dan sedikit jorok, namun, masa hanya karena itu mereka harus bercerai?
"Hahaha ... kau lucu sekali Dim, masa hanya karena itu sih kalian memutuskan untuk bercerai? Lalu bagaimana dengan anak kalian, apakah kalian tidak kasihan padanya?" tanya Dicky.
"Sialan kau! Masih sempat-sempatnya kau mentertawakan aku, Kau pikir itu persoalan yang sepele?" sungut Dimas.
"Dimas Dimas, Aku tidak bilang kalau itu persoalan sepele, tapi ada satu hal yang harus kau sadar, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, dan kau harus belajar menerima itu, cobalah kau bicara baik-baik dengan Mia, kalian bicara dengan kepala dingin tanpa ada emosi atau saling menyalahkan!" ucap Dicky.
"Aku capek Bro, percuma bicara padanya, toh dia juga cuma bisa menyalahkan aku, buntut buntutnya kita malah bertengkar, aku datang untuk minta solusi darimu, tapi kalau kau tidak bisa memberikan aku solusi, apa boleh buat! " ujar Dimas putus asa.
"Sekarang begini deh, sebenarnya kau masih cinta tidak sih dengan Mia? Jawab jujur Dim!" tanya Dicky.
"Ya kalau soal cinta sih, aku masih cinta, tapi ini persoalannya lain Bro, berbeda prinsip itu menyakitkan! Bayangkan saja aku hanya menaruh ****** ***** di lantai, dia marah sepanjang hari, itu kan hanya persoalan kecil, Bagaimana aku tidak kesal?!" ungkap Dimas.
"Nah itu dia, yang penting masih ada cinta di antara kalian, itu adalah modal utama dalam sebuah pernikahan, tanpa cinta Apalah arti sebuah ikatan, dengan cinta Segala sesuatu pasti bisa selesai, termasuk masalah kalian!" kata Dicky.
"Ya Sudahlah, nanti aku akan coba bicarakan lagi pada Mia, mungkin aku memang harus belajar mengubah sikapku yang selama ini terlalu cuek terhadap lingkungan sekelilingku, mungkin ada bagusnya juga jikalau Mia marah padaku, aku bisa belajar jadi lebih baik!" sahut Dimas.
__ADS_1
"Nah begitu dong, rubah sikapmu yang membuatnya selalu kesal dan marah, Pasti kalian akan langgeng, sekarang lebih baik kau temui saja Mia, untuk Apa kau ngobrol denganku disini, lagi pula aku sibuk sebentar lagi akan ada training untuk dokter baru! " ujar Dicky.
"Ah dasar kau! Tapi ngomong-ngomong, terima kasih pencerahannya Bro, siapa tahu pernikahan aku dan Mia bisa dipertahankan, sekarang aku balik dulu deh, nanti kau terganggu lagi!" ucap Dimas sambil mulai berdiri dari tempatnya.
"Sorry ya Dim, bukannya ngusir nih, kau tahu sendiri banyak yang harus aku kerjakan di sini, sekarang kau yang lebih enak, bisa buka praktek sendiri di rumah, waktu kau yang atur sendiri!" sahut Dicky.
Kemudian Dicky mengantar Dimas sampai ke depan ruangannya, setelah Dimas pergi, Dicky kembali masuk dan menghempaskan tubuhnya di sofa ruangannya itu, setengah jam lagi dia harus memimpin training untuk para dokter baru, yang akan bekerja di Rumah Sakit itu.
****
Hari sudah menjelang siang, Fitri merapikan kamar yang nantinya akan ditempati oleh Bu Eni dan Pak Karta, karena siang ini Bu Eni dan Pak Karta akan terbang dari Jogjakarta ke Jakarta.
Dicky sudah memutuskan bahwa Pak Karta akan dirawat di Jakarta, supaya Dicky bisa lebih leluasa untuk memantau perkembangan kesehatan Pak Karta.
"Bi Sumi, nanti tolong hordeng dan sprei nya diganti ya, aku sudah merapikan tempat tidurnya, tapi sepertinya spreinya agak kotor! " kata Fitri saat selesai membereskan kamar itu.
"Terima kasih Bi, Oh ya Bi, hari Sabtu ini sepertinya aku agak sibuk, karena Ken sepupunya Mas Dicky akan menikah, Jadi mungkin Alex dan Alena minta tolong dijaga sebentar oleh bi Sumi dan Mbok Jum!" ucap Fitri.
"Iya Mbak Fitri, Jangan khawatir, Alex dan Alena kan juga biasanya bibi dan Mbok Jum yang jaga!" jawab Bi sumi.
"Iya sih Bi, soalnya nanti Ibu akan tinggal lagi di sini dan dia akan mengurus bapak, pasti keteteran kalau harus menjaga Alex dan Alena, makanya aku minta tolong Bibi lagi! " kata Fitri.
Mbok Jum tiba-tiba datang mendekati Fitri dan Bi Sumi saat itu, Alex ada dalam tuntunan Mbok Jum.
"Mbak Fitri, tadi Ada telepon dari rumah sakit, katanya Pak Karta dan Bu Eni sudah tiba di sana!" kata mbok Jum.
__ADS_1
"Oh ya? Cepat sekali, Baiklah kalau begitu, aku akan ke rumah sakit sekarang, minta tolong mang Salim untuk siapkan mobilnya Ya mbok, aku akan bersiap-siap dulu! " sahut Fitri.
Fitri kemudian langsung menuntun Alex yang sejak tadi ada dalam tuntunan Mbok Jum, kemudian dia pergi menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian, karena dia akan ke rumah sakit menemui kedua orang tuanya yang baru tiba dari Jogyakarta.
"Mama mau ke mana? Kok ganti baju bagus?" tanya Alex.
"kita mau ke rumah sakit sayang, kakek dan nenek sudah tiba loh dari Jogja, nanti Alex ikut mama ya?" jawab Fitri.
"Dedek Alena ikut tidak?" tanya Alex.
"Tidak Nak, Dek Alena kan masih kecil, dek Alena di rumah sama Bi Sumi dan Mbok Jum, jadi Alex aja yang ikut mama ya!" sahut Fitri.
Alex menganggukan kepalanya, setelah itu Fitri menuntun Alex menuruni tangga menuju ke arah depan di mana mobilnya terparkir.
Mang Salim sudah terlihat menunggunya di dalam mobil, tanpa menunggu lagi, Fitri langsung menggandeng Alex masuk ke dalam mobil itu kemudian mobil itu pun segera melaju meninggalkan rumah itu.
Jalanan siang itu begitu lancar, tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit.
Fitri langsung menuntun Alex berjalan ke arah lobby rumah sakit, kemudian mereka duduk di lobby itu, Fitri kemudian mengambil ponselnya hendak menelepon Dicky.
"Pa, aku dan Alex udah sampai rumah sakit nih, kamu dimana?" tanya Fitri.
"Aku masih di UGD Ma, kalian tunggu di lobby saja ya, nanti aku akan menyusul kalian kesana!" sahut Dicky.
Fitri terdiam sesaat, tumben suaminya itu menyuruhnya menunggu di lobby, biasanya kalau dia datang pasti akan disuruh langsung datang ke ruangannya.
__ADS_1
Bersambung ...
****