
Hari sudah menjelang sore, ketika Dicky dan Fitri tiba di rumah setelah mereka dari pesta resepsi Dimas dan Mia.
Di depan gerbang rumahnya di depan klinik, berdiri seseorang yang nampak sedang menunggu kepulangan Dicky dan Fitri.
Setelah mobilnya terparkir, Dicky dan Fitri turun dan menghampiri orang itu yang ternyata adalah Bu Romlah.
"Bu Romlah? Ngapain berdiri di situ? Kenapa tidak masuk?" tanya Dicky.
"Pak Dokter, saya tidak enak masuk, saya cuma mau minta ijin Pak!" jawab Bu Romlah.
"Minta ijin apa?" tanya Fitri.
"Mau mengajak Dina dan Dara makan di luar, sekarang saya punya rejeki walau tidak banyak, sesekali mau mengajak mereka makan sama saya, itu juga kalau di ijinkan!" jawab Bu Romlah.
Fitri menoleh ke arah Dicky.
"Bagaimana Mas?" tanya Fitri.
"Silahkan Bu Romlah, dengan senang hati, walau bagaimana, Bu Romlah kan ibu kandung mereka, Bu Romlah berhak mengajak mereka!" jawab Dicky.
"Terimakasih Pak Dokter! Pokoknya nanti saya bungkusin deh makanan buat Pak Dokter dan Bu Fitri!" ucap Bu Romlah senang.
Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.
Alex sedang bermain di karpet ruang keluarga itu, Dina dan Dara nampak sedang mengelilingi Alex, mereka terlihat sedang bermain bersama di temani oleh Bi Sumi.
"Eh, Pak Dokter sudah pulang!" seru Bi Sumi.
"Dina, Dara, tuh lihat siapa yang datang!" kata Fitri.
"Emak?!!" seru keduanya saat melihat Bu Romlah ada di belakang Dicky dan Fitri.
"Dina, Dara, emak kalian ingin mengajak kalian makan di luar, pergilah bersamanya!" ujar Dicky.
"Tapi Pa ..." Dina nampak ragu-ragu.
"Kalian harus tetap menghormati Emak kalian ini, dia adalah Ibu yang telah melahirkan kalian, kalian mengerti kan?" ucap Dicky.
"Iya Pa!" sahut keduanya.
"Hargailah setiap hal terkecil yang mampu Emak kalian berikan, jangan pernah menolak setiap ajakan atau pemberiannya kalau itu baik!" tutur Dicky.
"Iya Pa!"
"Sekarang pergilah, Emak kalian sudah menunggu!" titah Dicky.
__ADS_1
Dina dan Dara kemudian segera menghampiri Bu Romlah, dan mereka langsung pergi keluar dari rumah itu, untuk makan di luar sama-sama.
Setelah mereka pergi Fitri lalu mengambil Alex yang saat ini sedang di gendong Bi Sumi.
"Ayo sini anak Mama, maafin Mama ya sayang, Mama perginya lama ya, iya? Alex nungguin dari tadi ya, duh kasihan gentengnya Mama, udah kangen ... mimi susu yuk!" Fitri segera membawa Alex ke kamarnya sambil terus menciuminya.
Dicky juga berjalan mengikuti istrinya itu.
Semetara Fitri menyusui Alex, Dicky kemudian langsung ke kamar mandi hendak mandi dan membersihkan tubuhnya.
Tak lama setelah Fitri menyusui, Alex nampak tertidur karena kekenyangan, saat Dicky selesai mandi, dia mendengus kesal melihat Alex yang tertidur, padahal dia mau main dan ngobrol sama Alex.
"Huh! Cepat sekali bayi itu tidur! Baru mau di ajak bercanda!" sungut Dicky.
"Ya sudah Mas, kau istirahat saja dulu sambil jaga Alex, gantian aku mau mandi!" sahut Fitri.
Fitri kemudian bergantian masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Sementara Dicky berbaring di samping Alex, rasanya segar sekali sehabis mandi.
Dicky kemudian mulai membuka ponselnya, sudah lama juga dia tidak membuka akun media sosialnya itu.
Tiba-tiba Dicky tertawa saat melihat unggahan akun media sosial milik Dimas, kini dia sudah pasang status menikah dengan gambar sepasang cincin berlian.
"Hahaha si jones akhirnya laku juga!" tawa Dicky.
"Mas Dicky kenapa?? Tertawa kok sama ponsel!" tanya Fitri.
"Fit, lihat nih, si Dimas sudah pede pasang status, sudah mulai pamer dia kalau punya istri! Dasar jones baru laku! Hahaha!" sahut Dicky sambil terus tertawa.
"Eh Mas, jangan suka ngeledek orang! Orang lagi bahagia itu di support, bukan di ledekin!" protes Fitri.
"Kita lihat nih Fit, pasti sebentar lagi dia telepon aku! Hahaha, dia pasti bingung menghadapi si Mia, biasanya sesama Dokter itu banyak jaimnya!" lanjut Dicky.
Fitri menyisir rambutnya di depan meja rias, mendengarkan saja celotehan suaminya itu.
Tring ... Tring ... Tring
Tiba-tiba ponsel Dicky berbunyi. Dicky semakin tertawa lebar.
"Tuh kan Fit! Baru saja di omongin, orangnya nongol, hahaha dasar Dimas, tampang saja macho, menghadapi malam pertama saja grogi! Dimas ... Dimas!" seru Dicky.
Kemudian Dicky mengusap layar ponselnya itu dengan pengeras suara.
"Halo Dim! Lain yang sudah mulai pasang status baru sekarang!!" kata Dicky antusias.
__ADS_1
"Ah, ternyata kau kepo joga Bro, rupanya kau mulai buka-buka medsos sekarang!" sahut Dimas.
"Ngapain kau telepon aku Dim, sana temani saja Mia, ku tebak, kalian pasti sedang di kamar pengantin sekarang!" tebak Dicky.
"Haha kau tau saja, aku bingung Bro, ini baru sore, apa iya aku harus melakukannya sekarang??" tanya Dimas
Dicky makin tertawa terpingkal-pingkal.
"Hei bodoh! Memangnya tidak ada yang bisa kau lakukan dengan Mia selain otak mesum mu itu?! Sisakan tenaga mu untuk nanti malam!" sahut Dicky.
"Asem! Justru itu aku tanya dirimu!" cetus Dimas.
"Kalau kau sudah ngebet ya langsung tempur saja! Begitu saja kok repot!" ujar Dicky.
"Bro, apakah aku harus minum obat kuat??" tanya Dimas. Dicky kembali tertawa.
Fitri yang mendengarkan obrolan mereka mulai jengah dan risih.
"Hahahaha kenapa kau harus cari obat kuat Dim?? Memangnya kau tidak bisa bertempur secara alami!! Dasar dokter Gigi!" sahut Dicky.
"Hei! Jangan sebut-sebut profesiku! Ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaanku sebagai Dokter gigi!" protes Dimas.
"Oke oke ... lalu kenapa kau harus bertanya tentang obat kuat Dim? Apakah aku tak salah dengar??" tanya Dicky.
"Begini Bro, biasanya aku kalau lagi on, susah untuk di tahan, jadi selalu cepat keluar, belum juga lima menit, aku kan malu Bro depan Mia, kalau aku harus mengakhiri pertempuran sebelum selesai!" ungkap Dimas.
"Oh, jadi itu masalahmu, pantas saja sejak kemarin kau ribut ingin menelepon aku! Memangnya kau tidak bisa tahan lebih lama lagi, ya kau atur saja ritme nya, kalau sudah rasa ingin keluar berhenti sejenak, tarik nafas dan mulai lagi perlahan!" jelas Dicky.
"Yah Bro, tetap saja kalau sudah kebelet mana bisa tahan!" sahut Dimas.
"Yah, itu saran dariku Dim, terserah kau mau bagaimana, kalau aku sih, tidak usah pakai apapun di jamin kuat dan tahan lama, istriku saja sampai klepek-klepek merem melek minta tambah!"
Pletak!!
"Awww!!!"
Tiba-tiba Fitri menjitak keras kepala Dicky.
"Bagus ya!! Bicara saja terus!! Dasar memalukan!!" sungut Fitri.
"Bro!! Itu suara Fitri?? Dari tadi dia dengar dong pembicaraan kita??" tanya Dimas dari sebrang.
"Ya Iya lah! Orang aku pasang pengeras suara!!" sahut Dicky.
"Alamaakk!! Mati aku!!!" seru Dimas yang langsung menutup sambungan teleponnya.
__ADS_1
Bersambung ....
****