Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Menengok Cucu


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Dicky dan Fitri pamit pulang ke rumahnya, karena Fitri sudah lama sekali meninggalkan Alex.


Beberapa kali Bu Eni menelepon ke ponsel Fitri, namun Fitri belum sempat mengangkatnya.


"Dicky, ini adalah rumahmu juga, jadi kau jangan sungkan untuk datang ke sini Nak!" ucap Bu Anjani.


"Aku juga berharap Ibu datang ke rumahku, melihat Alex cucu Ibu, bukankah Ibu belum pernah menimang Alex kan?" Balas Dicky yang sedari tadi terus menggenggam tangan Ibunya, seolah tak mau di lepaskan lagi.


"Pasti Nak, besok Ibu akan datang ke tempatmu, kau tau, sejak cucu Ibu lahir, ingin rasanya ibu menemaninya, menimangnya, tapi yang bisa Ibu lakukan hanya melihat kalian dari kejauhan!" jawab Bu Anjani.


Mereka mengantar Dicky dan Fitri sampai depan gerbang rumah itu.


Dua orang security menatap heran pada Dicky dan Fitri.


"Aneh, tidak biasanya Nyonya begitu lama menerima tamu!" kata security itu.


"Tentu saja lama, karena yang datang itu adalah putranya Nyonya Anjani, kau harus panggil dia Tuan muda!" ujar Mbok Jum.


Dua orang security itu terperangah kaget.


"Tuan Muda??" tanyanya bersamaan.


Kemudian dengan penuh rasa hormat mereka menundukkan wajahnya di depan Dicky dan Fitri yang berjalan melaluinya.


Dicky dan Fitri mulai naik ke dalam mobil mereka.


Sepanjang perjalanan menuju ke rumahnya, Dicky lebih banyak diam, banyak yang berkecamuk di dalam pikirannya, selain rasa bahagia yang dia rasakan saat ini.


"Kau kenapa Mas? Akhirnya tersingkap juga masa lalumu yang tersembunyi itu!" tanya Fitri.


"Iya Fit, walaupun rasanya aku ingin marah, benci, pergi jauh, tapi hatiku tidak bisa melakukan itu semua, aku hanya bisa bersyukur dengan jalan hidupku yang sekarang, luka yang dulu pernah aku alami hilang seketika saat melihat pancaran kasih dari mata ibu Anjani!" ungkap Dicky.


"Pada dasarnya hatimu tidak bisa jahat Mas, aku cukup mengenalmu, Dulu aku juga pernah punya luka yang hanya bisa di sembuhkan oleh cintamu!" ucap Fitri.


"Fit, aku masih tidak menyangka, rasanya ini seperti mimpi, dan aku tidak tau apa yang akan terjadi besok!" kata Dicky.


"Sudahlah Mas, yang penting sekarang kau bisa lega, sudah terungkap semua apa yang menjadi ganjalan hatimu selama ini!" ucap Fitri.


Sekitar jam 9 malam mereka baru tiba di rumah, Bu Eni nampak sedang menimang cucunya di ruang keluarga, kelihatannya Alex sedang menangis.


"Kalian dari mana saja sih?? Kasihan nih cucu Ibu kehausan! Stok ASI yang di freezer sudah habis!" ujar Bu Eni saat Dicky dan Fitri baru masuk ke ruangan itu.


Fitri lalu langsung mengambil Alex dari gendongan Ibunya.


"Anak Mama haus ya, sini sayang, menyusu lagi ya sama Mama!" Fitri langsung membuka kancing bajunya dan langsung menyusui Alex.

__ADS_1


"Fit, pamali baru datang langsung menyusui anak, kan harus di cuci dulu dadanya, apalagi kau pergi hampir seharian!" sergah Bu Eni.


"Sudah kok Bu!" sahut Fitri.


"Sudah apa? Kapan kau sempat mencucinya?" tanya Bu Eni.


"Aku sudah mencucinya pakai mulutku Bu!" sahut Dicky tiba-tiba.


"Mas Dicky ah!!" berang Fitri cemberut.


"Ups maaf! Keceplosan Bu!" ujar Dicky malu.


Bu Eni yang langsung paham maksudnya langsung berjalan menuju ke kamarnya tanpa bertanya lagi.


****


Matahari pagi bersinar cerah, sambil bersiul Dicky memakai kemejanya dan jas putihnya bersiap akan ke rumah sakit.


Fitri yang baru keluar dari kamar mandi terkesiap melihat suaminya yang sudah rapi.


"Mas Dicky ganteng amat, mau kemana sih Mas?" tanya Fitri.


"Mau ke rumah sakit lah, memangnya kau kemana lagi!' sahut Dicky.


"Lho, bukannya Mas Dicky bilang mau mengajukan cuti ya?" gumam Fitri.


"Bertemu Bu Anjani kan?" tebak Fitri.


Dicky tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Kau tidak keberatan kan Fit?" tanya Dicky.


"Tentu saja tidak lah Mas, pergilah, Bu Anjani pasti juga sudah menunggumu, aku yakin, mulai hari ini dia akan rajin datang ke rumah sakit!" ucap Fitri sambil mengusap lembut pipi Dicky.


"Terimakasih Fit, Alex mana ya, aku ingin menggendong Alex sebelum berangkat!" tanya Dicky.


"Alex sedang bermain dengan kakeknya, paling juga di taman depan!" sahut Fitri.


Mereka kemudian menuruni tangga menuju ke ruang makan.


Bi Sumi dan Bu Eni nampak sibuk menyiapkan makanan di meja makan itu.


"Eh, kalian sudah siap nih, ayo makan deh, sudah selesai nih makanannya!" kata Bu Eni.


Dina dan Dara juga sudah berseragam rapi dan kini duduk di depan meja makan itu, siap untuk sarapan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Pak Karta muncul sambil mendorong stroller bayi, mereka habis jalan-jalan di taman sekalian berjemur.


"Eh anak Papa sudah pulang jalan-jalannya? Sini papa gendong, nanti kalau sudah besar, Alex mau jadi apa ya?" Dicky langsung menggendong Alex sambil mengajaknya bicara.


Mereka kemudian terlibat dalam sarapan bersama di meja makan itu.


Mang Salim nampak sudah siap mengantar Dina dan Dara, sementara Dicky membawa mobilnya sendiri.


"Mamanya Alex baik-baik di rumah ya, nanti Papa pulang sore!" pamit Dicky sambil mengecup kening Fitri.


"Dih Mas Dicky, memangnya mau aku panggil Papa Dicky?" tanya Fitri.


"Yah, kalau di depan Alex panggil Papa dong, kalau kita berdua saja baru panggil Mas!" bisik Dicky.


"Sudah Ah, sana berangkat, nanti malah kesiangan!" sergah Fitri.


Dicky kemudian mencium Alex yang ada dalam gendongan Fitri.


Tulalit ... Tulalit ...


Tiba-tiba ponsel Dicky berbunyi. Dicky merogoh saku jas putihnya, dia menatap ke layar ponselnya itu.


"Dimas lagi, Dimas lagi! Mau ngapain sih tuh orang!" sungut Dicky.


"Angkat saja lah Mas, tidak ada ruginya juga!" ujar Fitri.


Dicky kemudian mulai mengusap layar ponselnya itu.


"Halo Dim! Mau apa lagi sih? O iya, hari ini aku masuk ke rumah sakit, nanti siang makan bareng ya!" ajak Dicky.


"Waduh, Bro! Ada berita heboh, kau sudah lihat medsos belum pagi ini??" tanya Dimas.


"Belum lah, ngapain juga pagi-pagi lihat medsos, kayak tidak ada kerjaan lain saja!" sahut Dicky.


"Bro, sebelum kau ke rumah sakit, lihat medsos dulu! Ada berita tentangmu Bro!" seru Dimas antusias.


"Berita apaan sih?? Ini lagi buru-buru aku!" cetus Dicky.


"Astaga ini orang, ngeyel banget sih, apa susahnya tinggal buka ponsel lihat di akun media sosialmu, di jamin deh, kau bakalan kaget setengah mati!" ujar Dimas.


"Iya iya! Puas??!" sengit Dicky sambil menutup ponselnya dengan kesal.


Dia lalu mulai membuka akun media sosial yang dia punya, di halaman pertama, matanya langsung terbuka lebar saat melihat berita yang ada di layar ponselnya itu.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2