Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Saudara Dari Jauh


__ADS_3

Bu Anjani melambaikan tangannya ke arah Fitri yang berjalan mendekat padanya, Alex masih berada dalam gendongannya.


"Ayo Fit, duduklah, kau pasti sudah kenal dia kan?" tanya Bu Anjani sambil menunjuk seorang pemuda tampan di hadapannya.


"Ken? Tentu saja aku kenal Bu, dia adalah tour guide waktu aku dan Mas Dicky liburan ke Jepang!" jawab Fitri yang langsung duduk di sebelah Bu Anjani.


"Wah, Bu Fitri! Aku benar-benar tidak menyangka kalau Dokter Dicky itu anak Bu Anjani! Berarti kita masih bersaudara dong!" kata Ken.


"Benarkah?" tanya Fitri terkesiap.


"Ya tentu saja benar, waktu itu di Jepang kan aku pernah bilang, kalau Bu Anjani ini adalah Kakak Ibuku, ya aku tetap memangilnya Ibu, karena Ibuku sudah meninggal!" jawab Ken.


"Dalam rangka apa kau ke sini Ken?" tanya Fitri.


"Bu Anjani yang mengundangku, katanya Ibu akan membuat pesta syukuran! Sekalian aku mau ketemuan sama pacarku hehe!" jawab Ken sambil menggaruk kepalanya.


"Pesta syukuran??" gumam Fitri.


"Iya Fit, pesta syukuran, Ibu telah mendapatkan kembali anak Ibu, Dicky selamat dari maut dan bisa melewati masa krisis kemarin, juga kelahiran cucu Ibu!" jawab Bu Anjani.


"Ohh, begitu ya Bu, tapi Bu, Mas Dicky kan masih di rawat di rumah sakit!" kata Fitri.


"Nanti setelah Dicky pulang, baru Ibu akan membuat pesta syukuran! Ayo sini Alex di gendong Oma ya!" Bu Anjani langsung menyodorkan tangannya, Fitri kemudian memberikan Alex pada Bu Anjani.


"Wah, anak Dokter Dicky sangat tampan! Persis seperti Papanya!" ujar Ken sambil mencolek pipi Alex yang kemerahan.


Tiba-tiba dari arah pintu depan, datang seorang perempuan cantik, berpostur tubuh tinggi dan berkulit putih, dengan rambut lurus sebahu, terlihat sangat modis dan berkelas.


Wanita itu langsung berjalan menghampiri Bu Anjani.


"Selamat pagi Tante Anjani, maaf aku baru sempat datang!" sapa wanita itu.


Bu Anjani menoleh dan mereka langsung berpelukan dan cium pipi kiri kanan terlihat sangat akrab.


"Keyla! Ayo sini, kenapa kau baru datang? Tante sudah menunggumu dari tadi, ini kenalkan Fitri, istrinya Dicky!" ujar Bu Anjani.


Fitri dan Keyla kemudian saling menjabat nama.


"Fit, Keyla ini anak kerabat jauh Ayah Dicky, dulu sih waktu Dicky dan Keyla masih dalam kandungan, mereka sempat mau di jodohkan dari bayi, karena selisih usia mereka hanya terpaut satu bulan, tapi sayang tragedi baru di mulai saat Dicky lahir, dan semuanya jadi buyar karena ulah Mbak Arini, terpaksa Ibu menyembunyikan Dicky!" jelas Bu Anjani.


Deg!


Jantung Fitri langsung berdegup keras, kini Fitri yang merasa asing terhadap dunia sekelilingnya, ada satu keluarga baru yang berbeda dunia dengannya.

__ADS_1


"Keyla ini adalah seorang desainer internasional lho, lihat saja cara dia berpakaian dan berdandan, padahal sudah seumuran Dicky, tapi Keyla belum menikah juga!" lanjut Bu Anjani.


"Ah Tante, jangan membicarakan itu terus!" sahut Keyla.


"Kak Keyla, aku dan Ibu rencana mau menjenguk Kak Dokter Dicky, mau ikut tidak??" tanya Ken yang juga terlihat sudah kenal dekat dengan Keyla.


"Tentu saja, aku sering melihat wajahnya di media sosial, ingin sekali aku melihat wajah aslinya, dan aku sangat terkejut saat tau Dokter Dicky itu anak Tante Anjani!" jawab Keyla bersemangat.


"Bagaimana anak Tante? Tampan kan?"


" Iya Tante, sangat tampan, aku jadi penasaran!" sahut Keyla.


"Kalau begitu, tunggu apa lagi, yuk kita menjenguk putraku, aku juga sudah kangen ini!" ajak Bu Anjani.


Mereka kemudian mulai beranjak dari tempatnya.


"Fit, kan kau sudah menemani Dicky semalaman, apa kau mau ikut lagi dengan kami, atau istirahat menjaga Alex?" tanya Bu Anjani sambil menoleh ke arah Fitri.


Fitri terdiam, entah kenapa perasaannya kini jadi tak karu-karuan, sulit untuk di gambarkan. Ada perasaan rendah diri yang kini mulai menggelayutinya.


"Iya Bu, aku ingin ikut menjenguk Mas Dicky!" jawab Fitri.


"Lalu Alex bagaimana?" tanya Bu Anjani.


"Alex ... aku akan titipkan sebentar pada Bi Sumi, nanti sebentar aku akan pompa ASI lagi untuk persediaan!" kata Fitri.


"Siap!" sahut Ken.


Ken dan Keyla lalu pindah duduk di teras depan rumah itu. Mereka terlihat asyik mengobrol, Ken memang orangnya ramah dan hangat, sehingga orang betah mengobrol lama dengannya.


Fitri lalu menggendong Alek masuk ke dalam kamarnya dan dia mulai kembali memompa ASI nya.


Tiba-tiba Fitri teringat akan Bu Eni Ibunya, Bu Anjani dan keluarganya akan menjenguk Dicky, apa jadinya jika Bu Eni kembali berbuat ulah dengan tingkahnya yang selalu tak terduga.


Ada perasaan berkecamuk dalam pikiran Fitri.


Tok ... Tok ... Tok


Tiba-tiba pintu kamar Fitri di ketuk dari luar.


"Siapa??" teriak Fitri dari dalam, karena dia sedang memompa ASI nya.


"Ini Bi Sumi!" terdengar suara Bi Sumi dari balik pintu.

__ADS_1


"Masuk Bi!" seru Fitri.


Bi Sumi kemudian masuk ke dalam kamar Fitri.


"Kata Bu Anjani, Mbak Fitri mau kembali ke rumah sakit lagi?" tanya Bi Sumi.


"Iya Bi!"


"Tidak capek bolak balik?"


"Tidak Bi!" sahut Fitri.


"Ya sudah, nanti Bibi akan jaga Alex, tapi kasihan Alex Mbak, di tinggal Mamanya terus!" kata Bi Sumi.


"Iya sih Bi, tapi ..." Fitri menghentikan ucapannya.


"Ada apa sih Mbak? Kok kelihatannya wajahnya berubah murung?" tanya Bi Sumi.


"Tidak apa-apa Bi!" kilah Fitri.


"Bibi kenal Mbak Fitri sudah lama, pasti ada yang Mbak Fitri sembunyikan!" tebak Bi Sumi.


"Fitri!! Kau sudah siap belum??" tiba-tiba terdengar suara Bu Anjani dari luar kamar Fitri.


"Sudah Bu!!" jawab Fitri yang segera membereskan pakaiannya dan botol-botol susunya.


"Titip Alex ya Bi!" pinta Fitri sekali lagi.


"Iya Mbak, sudah sana, sudah di tunggu!" sahut Bi Sumi yang langsung menggendong Alex.


"Alex, maafin Mama ya, doakan Papa cepat sembuh supaya kita bisa kumpul sama-sama lagi!" bisik Fitri pada bayinya itu sambil mengecup keningnya.


Fitri kemudian langsung berjalan ke bawah lalu menuju ke depan, Bu Anjani, Ken dan Keyla sudah berdiri menunggunya.


"Fitri, seharusnya kau di rumah menjaga Alex, Ibu tidak ingin cucu Ibu bernasib sama seperi Dicky, jauh dari kasih sayang Ibu, tapi kalau kau mau ikut ke rumah sakit itu juga adalah hak mu!" kata Bu Anjani.


"Maaf Bu, tapi aku ..."


"Sudahlah, hari sudah mau siang, sebaiknya kita berangkat sekarang!" ujar Bu Anjani.


Mereka kemudian mulai masuk ke dalam mobil yang di kendarai Ken itu, dan segera meluncur ke rumah sakit.


Perasaan Fitri mulai tidak enak.

__ADS_1


Bersambung ...


****


__ADS_2