Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Selamat Ulang Tahun


__ADS_3

Sudah satu bulan Riana menjalin hubungan dengan Rama. Laki-laki itu memperlakukan dirinya dengan begitu baik dan penuh perhatian. Memiliki sifat yang jauh berbeda dengan Raihan yang egois, Rama justru selalu sabar menghadapi sifat Riana yang terkadang kekanak-kanakan. Seperti saat ini, Riana tengah merajuk kepada Rama, sebab kekasihnya itu menghilang tanpa kabar sejak pagi.


Riana berulang kali memeriksa ponselnya, berharap akan ada pesan masuk atau panggilan masuk dari Rama. Namun menunggu hingga beberapa jam berlalu, Rama belum juga menghubungi dirinya.


"Ck, kamu kemana sih Ram?" Sungguh Riana cemas bercampur rasa kesal. Tetapi ia berharap jika tidak akan terjadi sesuatu yang buruk dengan laki-laki itu.


Rasa kantuk tidak bisa ditahan lagi, waktu pun sudah menunjukkan pukul 11.30 tengah malam. Hanya menunggu Rama seharian ini membuat Riana tidak semangat beraktivitas apapun, sehingga sepanjang hari berada di dalam rumah saja. Kebetulan sekali ia libur bekerja. Jika tidak, Riana pasti tidak akan fokus dengan pekerjaannya.


Baru saja terlelap tiga puluh, suara dering ponsel merasuki alam bawah sadar wanita itu, hingga merasa terganggu dan pada akhirnya kelopak matanya terpisah sempurna. Meski dengan mata yang mengantuk, Riana melihat siapa yang menelepon dirinya di tengah malam seperti ini. Tetapi begitu melihat nama yang tertera adalah Rama, lantas Riana segera menjawab panggilan dari kekasihnya itu.


"Hallo Ram, kamu kemana aja sih? Aku dari tadi pagi telepon kami terus tapi kamu susah di telepon."


Di ujung telepon, Rama terkekeh mendengar keluh kesah Riana. Pasti saat ini wajah kekasihnya itu sangat menggemaskan.


"Aku di depan rumah. Kamu keluar ya," sahutnya. Lalu memutuskan telepon begitu saja sebelum mendengarkan jawaban dari kekasihnya Riana.


"Hah? Di depan rumah?" Antara percaya dan tidak percaya, Riana sontak beranjak duduk. Mana mungkin di tengah malam seperti ini Rama berada di depan rumahnya, pikirnya.


Karena penasaran Riana menduga mengintip dari jendela kamarnya, bola matanya melebar sempurna begitu melihat sosok Rama yang benar-benar berada di depan rumah.


"Astaga Ram, kamu bener-bener deh." Riana tidak habis pikir dengan Rama yang tengah malam datang ke rumahnya. Namun ia buru-buru keluar dari kamar dan berlari menuju pintu depan.


Saat pintu terbuka, Riana bergegas mencari sosok Rama. Betapa terkejutnya dirinya ketika mendapati Rama sudah berdiri di hadapannya dengan membawakan cake ulang tahun dengan lilin angka 25 bertengger.


"Selamat ulang tahun Ri. Buat permohonan dulu dan ditiup lilinnya."


Riana tidak menghiraukan perkataan Rama, ia terlalu dibuat terkejut hingga merasakan penuh keharuan atas perlakuan Rama kepadanya.


"Kok diem sih Ri?" Suara Rama menyentakkan lamunan Riana, hingga membuat wanita itu mengangguk, lalu membuat permohonan, sebelum kemudian meniupkan lilin tersebut.

__ADS_1


Senyum Rama merekah, ia memandangi wajah Riana dengan penuh cinta. Lalu meletakkan cake di atas motornya dengan hati-hati. "Panjang umur ya Riana sayang. Semoga kita selalu bersama." Kemudian Rama melabuhkan kecupan singkat di kening Riana. Riana merasakan gelenyar bibir lembab Rama, hangat dan ia merasakan jika Rama benar-benar mencintai dirinya.


"Terima kasih Rama sayang. Aku bener-bener terharu deh." Riana memeluk dengan erat sehingga Rama pun membalas pelukan kekasihnya. Dan seperkian detik kemudian saling mengurai pelukan.


"Hem, sama-sama. Aku cuma bisa kasih ini sama kamu, aku janji akan bawa kamu ke tempat yang istimewa. Pagi nanti aku harus keluar kota sama tim audit lainnya, jadi nggak bisa ngerayain ulang tahun kamu, maaf ya." Rama memasang wajah bersalah. Seharusnya di hari ulang tahun Riana, ia bisa memanjakan kekasihnya dengan pergi berjalan-jalan seharian penuh. Namun tiba-tiba saja dirinya mendadak harus keluar kota.


"Nggak apa-apa. Kita bisa pergi di lain waktu kok." Riana menyematkan senyuman, baginya Rama bersikap seperti ini saja sudah membuatnya merasa bahagia.


"Yaudah, aku pulang dulu ya. Ini kuenya." Dan memberikan cake tersebut kepada Riana. Riana menerimanya dengan senang hati, ia memang pecinta makanan manis.


"Makasih sayang. Kamu hati-hati dijalan ya."


"Iya sayang. Nanti aku kabarin kalau udah sampai rumah."


"Iya..." sahut Riana.


Riana masuk kembali ke dalam rumah, mengunci pintu dan melangkah menuju dapur untuk meletakan cake di dalam kemari pendingin.


"Enak." Riana memakan cake black forest yang sudah dipotong terlebih dahulu dan segera menutup pintu lemari pendingin.


Riana kembali masuk ke dalam kamar. Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, matanya kembali mengantuk dan segera memejamkan mata. Padahal ia ingin menunggu Rama hingga tiba di rumah, akan tetapi matanya tidak bisa diajak bekerjasama, sehingga ia terlelap, menyelami alam mimpi.


Beberapa menit kemudian ponselnya berdering, menandakan notifikasi pesan masuk dari Rama. Laki-laki itu mengetahui jika Riana pasti akan kembali melanjutkan tidurnya, sebab itu hanya mengirim pesan singkat saja.


***


Pagi ini Riana datang ke kantor dengan perasaan senang bukan main. Ucapan mesra selamat pagi dari Rama bagaikan imunisasi di pagi hari. Menambah rasa semangat yang berkobar di dalam tubuhnya.


"Ri, selamat ulang tahun ya." Sella sayang memeluk Riana.

__ADS_1


"Makasih ya Sel." Riana membalas pelukan temannya itu, lalu mengurai bersamaan.


"Nih, kado buat kamu." Sella menyodorkan bingkisan untuk temannya itu.


"Ya ampun Sel, makasih banyak ya. Jadi ngerepotin kamu deh." Sembari mengambil bingkisan kado dari Sella. Entah apa isinya, karena Riana pun tidak memeriksanya.


Keduanya bersama-sama berjalan menuju ruangan. Ucapan selamat ulang tahun satu persatu di lontarkan untuk Riana dari teman-teman, baik dari divisi yang sama maupun divisi yang berbeda.


Selepas memberikan kado kepada Riana, semua rekan-rekan kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Riana menarik napas dalam usai membenamkan tubuhnya di kursi miliknya, lalu membuangnya perlahan.


Hari yang baik harus diawali dengan senyuman. Saat ini ia sudah kembali ke dirinya sendiri, hadirnya sosok Rama benar-benar membawa dampak yang positif untuk wanita itu.


Riana yang tengah berkutat dengan beberapa pekerjaan harus terpecahkan fokusnya, sebab ponselnya mendapatkan pesan masuk dari nomor asing.


"Selamat ulang tahun. Panjang umur dan miss you."


Berhenti membaca pesan itu, Riana mengerutkan keningnya dalam. "Pesan dari siapa sih?" tanyanya kepada diri sendiri. Namun detik itu juga Riana mengangkat kedua bahunya, ia tidak mau terlalu memusingkan pesan itu dan kembali memfokuskan dirinya kepada beberapa pekerjaan yang sudah menumpuk.


Bersambung


Riana & Rama



...Yoona minta dukungan kalian untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih banyak 🤗...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...

__ADS_1


__ADS_2