
Dicky memarkiran mobilnya di garasi rumah besarnya itu, tak lama kemudian Fitri turun dari mobil bersama dengan Dina.
Kemudian Fitri menuntun Dina untuk masuk ke dalam rumah itu.
Alex berlari-lari datang menyambut nya di susul oleh Alena.
Fitri lalu langsung menangkap Alex yang terlebih dulu sampai kepadanya, kemudian Dicky juga dengan cepat menangkap Alena ke dalam gendongannya.
"Papa Mama kok lama sekali?! Huh, aku jadi bosan!" sungut Alex.
"Mama dan Papa habis menjenguk Kak Dina dan Kak Dara lho, kasihan sekarang Kak Dara lagi sakit di rumah sakit!" ucap Fitri lembut.
"Iya deh, tapi sekarang aku mau main sama Mama dan Papa, aku bosan main sendirian, adek Alena nakal, dia suka rebut mainanku Ma!" kata Alex mengadu.
Fitri lalu menyerahkan Alex pada Dicky yang masih mengendong Alena.
"Nih sekarang Alex bisa main sama Papa, adek Alena kan masih kecil, Kakak Alex harus mengalah dong, Mama mau antar Kak Dina dulu ke kamarnya!" kata Fitri.
"Ayo Nak, ikut Papa ke taman samping, kita main bola!" ajak Dicky yang masih menggendong Alena dan menuntun Alex berjalan menuju ke taman samping.
"Ayo Dina, Mama antar ke kamarmu, kau pasti capek kan, apalagi habis mengalami musibah, kau istirahat dulu di kamar ya, kalau butuh apa-apa panggil saja Bi Sumi atau Mbok Jum!" kata Fitri Seraya berjalan menuju ke kamarnya Dina yang dulu.
Setelah mengantarkan Dina ke kamarnya, Fitri kemudian, berjalan menyusul Dicky dan anak-anaknya ke taman samping, mereka nampak asyik bermain lempar bola.
Fitri menghentikan langkahnya, memandang keluarga kecilnya yang terlihat bahagia itu.
Padahal Fitri tau kalau Dicky pasti lelah, sehabis dari rumah sakit, lalu dia mengurus Bu romlah yang kena musibah, hingga hari menjelang sore.
Namun wajahnya tidak menunjukan kalau dia lelah, Dicky selalu tersenyum dan tertawa, terlebih saat dia bermain dengan anak-anaknya.
__ADS_1
Perlahan Fitri kembali melangkah dan mendekati mereka.
"Mama, ayo sini ikutan! Seru lho Ma!" teriak Alex bersemangat.
"Iya Ma, ayo!" tambah Alena.
"Hei anak-anak, kalian mandi dulu yuk, kasihan Papa capek belum istirahat!" ujar Fitri.
"Yah Mama, kan baru main sebentar!" rajuk Alex dengan wajah cemberut.
"Kan mainnya Sudah dari tadi, kasihan dong Papanya capek baru pulang, sekarang kita mandi dulu ya! " ucap Fitri sambil mengelus kepala Alex.
Kedua anak itu kemudian berlarian masuk ke dalam rumah, Fitri langsung berjalan mendekati Dicky yang sedang duduk di tepi kolam sambil memegang sebuah bola di tangannya.
"Seharusnya kau biarkan saja mereka bermain dulu sebentar, kasihan kan mereka sudah menunggu dari tadi sejak kita belum pulang dari tempat Bu Romlah! "ujar Dicky.
"Tapi kan kau juga lelah Pa, kau juga butuh istirahat, jangan terlalu menuruti keinginan anak-anak, nanti mereka jadi kebiasaan mementingkan dirinya sendiri!" sahut Fitri.
Fitri tersenyum, kemudian dia mengulurkan tangannya, Dicky lalu meraih tangan Fitri, kemudian mereka bergandengan berjalan masuk kedalam rumah lalu menaiki tangga menuju ke kamar mereka.
sesampainya dikamar, Dicky lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya, Fitri juga menyusul di sebelahnya, mereka beristirahat sejenak, melepaskan kepenatan tubuh mereka hingga mereka mulai memejamkan mata mereka.
****
Matahari sudah mulai turun dan sinarnya sudah mulai terlihat gelap, menandakan kalau malam akan segera datang Bi sumi dan Mbok Jum nampak bersiap-siap, karena malam ini Dicky mengajak mereka makan malam di luar sama-sama.
Anak-anak terlihat sangat antusias, mereka selalu senang jika Dicky dan Fitri mengajak mereka jalan keluar, bagi mereka itu adalah refreshing apalagi di momen seperti ini, mereka sudah terlihat rapi setelah mandi dan memilih pakaiannya sendiri.
Dicky dan Fitri terlihat turun dari tangga, mereka sudah rapi berpakaian dan nampak sudah siap berangkat, anak-anak menyambut mereka dengan gembira, mereka segera berlari menghambur saat mereka sudah berada di lantai bawah semuanya sudah siap berkumpul.
__ADS_1
"Ayo Pa kita berangkat sekarang, Aku sudah tidak sabar nih ingin makan enak, Pokoknya Malam ini aku mau makan banyak!" seru Alex dengan sangat bersemangat.
Semua orang tertawa melihat tingkah lucu Alex, Dicky lalu menggendong Alex dan membawanya keluar dari rumah itu diikuti oleh yang lainnya.
Mereka semua lalu naik ke dalam mobil yang dikemudikan oleh Mang Salim, setelah itu mobil segera meluncur meninggalkan rumah itu itu menuju ke sebuah Mall yang besar yang tidak jauh dari rumah itu.
Wajah mereka semua nampak berbinar senang, karena malam ini ini mereka akan makan-makan di sebuah restoran besar yang ada di dalam Mall tersebut.
Setelah mereka sampai di mall, Mereka kemudian langsung berjalan bersama-sama menuju ke sebuah restoran, yang sudah Dicky pilihkan terlebih dahulu, mereka duduk di bangkunya masing-masing menghadap ke sebuah meja besar.
"Kalian pilihlah makanan apa saja yang kalian suka, hari ini tidak usah pusing memikirkan berapa harganya, Nikmati saja, anggap saja ini adalah jamuan untuk merayakan kan prestasi papa sebagai dokter di rumah sakit!" ucap Dicky sambil tersenyum.
Mereka lalu mulai memesan makanan mereka sesuai dengan pilihan mereka masing-masing, setelah itu mereka menunggu sampai makanan yang mereka pilih selesai disiapkan.
"Wah, ada acara apa nih ramai sekali kelihatannya!" tiba-tiba ada yang menepuk bahu Dicky dari belakang, Dicky menoleh kaget melihat dua orang yang yang sudah berdiri di belakangnya.
Fitri juga terlihat terkejut setelah melihat kedua orang itu yang tersenyum ramah menatap mereka, orang yang sudah sangat mereka kenal sebelumnya.
"Pak Kevin, Mbak Tania? tidak disangka kita bertemu di sini, Ayo sekalian gabung Pak Mbak, sesekali kita makan-makan di restoran ini sama-sama, mumpung kita ketemu!" kata Fitri.
"Benar pak Kevin, kita sudah lama tidak bertemu, kita ngobrol-ngobrol sambil makan yuk sekalian, tidak usah khawatir, hari ini aku akan mentraktir kalian!" lanjut Dicky sambil mempersilahkan Kevin dan Tania duduk di antara mereka.
"Kami sangat ingin sekali makan bersama dengan kalian, tapi sayang saat ini Kami sedang buru-buru, mungkin lain waktu saja, Dokter Dicky, Aku bangga padamu kau benar-benar luar biasa." ucap Kevin sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Wah, sayang sekali Kenapa kalian tidak bergabung bersama kami? Tapi tidak apa-apa, mungkin lain waktu kita akan mengobrol lagi, salam untuk anak-anak di rumah ya!" sahut Dicky dengan wajah sedikit kecewa.
Kevin dan Tania menganggukan kepalanya sambil tersenyum, setelah itu dia pergi meninggalkan mereka di restoran itu, para pelayan datang dan menyiapkan makanan yang telah matang itu ke atas meja.
Bersambung ...
__ADS_1
****