Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Kuat Iman


__ADS_3

Dicky terkejut bukan kepalang melihat perbuatan nekat Keyla, dia sama sekali tidak menyangka Keyla akan berbuat seberani itu terhadapnya.


Selama ini dia tidak pernah mengenal sosok Keyla, dia hanya mengenal Keyla dari Bu Anjani, Keyla yang adalah wanita terhormat dan berpendidikan tinggi, kini melakukan perbuatan paling rendah yang pernah dia lihat.


"Key! Apa yang kau lakukan??!" tanya Dicky sambil memalingkan wajahnya.


"Kau jangan munafik Dicky, kau laki-laki normal bukan? Kenapa kau memalingkan wajahmu? Apa kau takut tidak kuat iman?" tantang Keyla.


"Kau gila Key! Kau sakit!" sengit Dicky. Dadanya mulai bergemuruh.


"Dicky, kalau kau tidak mengatakannya, tidak akan ada yang tau kalau kita ada main, tidakkah kau tertarik mencicipi sedikit tubuhku ini??" tanya Keyla yang semakin melangkah maju.


"Stop Key!! Apa kau mau aku berteriak sehingga kau di permalukan??" sentak Dicky.


"Hahaha apa aku tidak salah dengar?? Justru kau yang akan malu! Orang yang melihat kita tidak akan berpikir aku yang memulainya, mereka hanya melihat kita berdua di sini dalam keadaan seperti ini, malah kau yang di tuduh melecehkan aku!!" sengit Keyla.


"Dasar wanita murahan!! Kemana harga dirimu Key!! Aku masih menghargaimu sebagai wanita, tapi kau sendiri yang mengotorinya!" seru Dicky.


"Dicky, sejak lama aku terobsesi denganmu, dulu aku hanya bisa mengagumimu di media sosial saja, sejak aku tau kau putra Tante Anjani, aku berkesempatan untuk mendekatimu!" ucap Keyla yang kini telah memegang bahu Dicky. Dicky menepiskan tangan Keyla.


"Ku mohon pergilah kau, jangan paksa aku untuk berbuat kasar terhadapmu!!" ujar Dicky dengan nada sedikit melembut, berharap agar Keyla bisa mundur darinya.


Tring ... Tring ...


Terdengar suara panggilan video dari Fitri, Dicky tidak mengangkat panggilan itu.


"Kenapa tidak kau angkat Dicky?? Itu istrimu yang kampungan itu bukan? Angkat saja, supaya dia bisa melihat aku!" kata Keyla.


"Keyla, aku kasihan padamu, seharusnya kau bisa bersikap sebagaimana layaknya wanita terhormat, tapi ternyata, kau bahkan lebih rendah dari seorang pelacur!!" dengus Dicky.


"Sudahlah Dicky! Hentikan ceramahmu yang murahan itu, kau ini sangat naif!! Coba kau lihat tubuhku ini! Aku bahkan jauh lebih seksi dari pada istrimu!!" Keyla mendorong tubuh Dicky hingga menyentuh tembok.


Dicky ingin sekali melempar wanita itu ke jalanan, namun dia tidak akan menggunakan kekuatannya untuk menyakiti kaum yang lebih lemah.


Dicky mulai memikirkan cara agar Keyla menghentikan aksinya. Dicky kembali memasukan ponselnya di saku celananya.


"Pakai kembali pakaianmu Keyla, aku jijik melihatmu!" cetus Dicky.


"Munafik!!"


"Aku bisa saja memperkosamu kalau aku tidak ada iman di dalam sini!!" Dicky menunjuk dadanya.

__ADS_1


"Tapi pikiranku masih jernih, dan aku tau apa arti dari sebuah kesetiaan!" lanjut Dicky.


"Cih!! Aku hanya menginginkanmu! Apa itu salah??" berang Keyla.


"Carilah laki-laki pemuas di luar sana! Aku adalah laki-laki sejati yang hanya setia pada satu istri!! Kau paham!!" Dicky mulai mendorong tubuh Keyla hingga jatuh kebelakang.


"Dicky!!" jerit Keyla.


Kali ini Dicky memang harus bermain kasar. Keyla tidak akan mudur dengan cara halusnya.


Keyla meringis kesakitan saat dia jatuh terduduk, dengan dadanya yang Kini terbuka lebar.


Ceklek!


Bi Sumi tiba-tiba masuk ke ruangan itu, matanya melotot saat melihat Keyla yang jatuh terduduk dengan dadanya yang terekspos itu.


"Bi Sumi, tolong kau urus pelacur ini, buang dia ke jalanan, siapa tau ada laki-laki gila yang bisa memuaskan tubuhnya!" ujar Dicky yang langsung keluar dari pintu yang di buka Bi Sumi tadi.


"Dicky!! Aku akan membuat perhitungan padamu!! Kau telah mempermalukan dan merendahkan aku!!!" teriak Keyla.


Namun Dicky tidak mendengarnya lagi, Dicky langsung ke meja makan dan mulai menyantap makan malamnya.


"Maaf Mbak, tolong di tutup dadanya, malu, setelah itu pulanglah!" kata Bi Sumi.


"Mbak, Pak Dokter tidak akan tertarik dengan wanita manapun, jadi lebih baik cari sasaran yang lain saja!" ujar Bi Sumi.


"Kurang ajar!! Akan ku buat perhitungan nanti!!" sengit Keyla yang wajahnya merah menahan malu karena menerima penolakan dari Dicky.


Keyla kemudian keluar sambil membanting pintu kaca itu, untung tidak pecah.


Bi Sumi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Keyla, seorang wanita dari kalangan atas namun kelakuan mirip seorang wanita jalanan.


Bi Sumi kemudian mengunci pintu klinik itu dan ruangan itu, dia kemudian masuk kembali ke dalam rumah, Dicky masih terlihat makan di meja makan besar itu sendirian, sementara Dina dan Dara sudah tidur di kamarnya masing-masing.


"Sini Bi, temani aku makan!" ajak Dicky sambil melambaikan tangannya.


Bi Sumi kemudian duduk di hadapan Dicky.


"Bibi sudah makan Pak Dokter, tapi kalau Pak dokter mau cerita Bibi akan mendengarkan!" ucap Bi Sumi.


"Bi, tadi saat Bibi membuka pintu klinik, apa yang Bibi pikirkan??" tanya Dicky.

__ADS_1


"Bibi hanya heran melihat wanita setengah telanjang duduk di depan Pak Dokter!" jawab Bi Sumi.


"Bibi tidak berpikir kalau aku ada main dengan Keyla??" tanya Dicky lagi. Bi Sumi tertawa mendengar pertanyaan Dicky.


"Bibi kenal Pak Dokter sudah lama, dulu saja waktu masih jalan sama Ranti, Pak Dokter tidak penah macam-macam, apalagi Keyla yang baru Pak Dokter kenal?!" jawab Bi Sumi.


"Baiklah, kalau wanita itu datang lagi, Bibi boleh langsung usir dia, sekarang aku mau video call dulu sama Fitri!" ujar Dicky yang langsung beranjak dari meja makan itu menuju ke kamarnya.


Bi Sumi tersenyum sambil membereskan meja dan piring kotor bekas makanan Dicky.


Dicky menghempaskan tubuhnya di tempat tidur besarnya. Tubuhnya terasa sangat letih sekali.


"Halo Mas? Kau sudah di kamar saja, tadi kau kemana? Aku telepon kok tidak di angkat?!" tanya Fitri saat Dicky meneleponnya.


"Maaf Fit, tadi ada setan lewat!" sahut Dicky.


"Hah? Setan lewat??" tanya Fitri bingung.


"Iya, tapi kau tenang saja, aku telah mengusir setan itu, jadi dia tidak akan datang lagi!" kata Dicky.


"Setan beneran Mas?" tanya Fitri serius.


"Ya beneran lah, sudah jangan bahas setan lagi, di mana Alex?? Kok Aku tidak melihatnya??" tanya Dicky.


"Alex sudah tidur Mas, nih Alex, pules kan tidurnya!" sahut Fitri sambil mengarahkan ponselnya ke Alex yang terlihat tidur di samping Fitri.


"Alex, aku kangen sekali, rasanya pengen menggendongnya saja!" gumam Dicky.


"Mas sabar saja, hari Minggu aku pulang!" kata Fitri.


"Yah jangan hari Minggu dong pulangnya, besok Sabtu saja ya!" pinta Dicky.


"Kenapa Mas? Kan masih libur?" tanya Fitri bingung.


"Nanti keburu ada setan lagi!" cetus Dicky.


"Sejak kapan di rumah kita ada setan Mas??" tanya Fitri.


"Sejak kau pergi Fit!" jawab Dicky. Fitri bertambah bingung.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2