Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Kedatangan Ken


__ADS_3

Keluarga Bu Anjani sedang terlibat makan siang bersama, Dicky terlihat sangat bahagia karena ketiga Ibunya ada di sini bersama-sama dengannya.


Dia merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini karena memiliki tiga orang Ibu.


"Kami akan sangat senang jika Ibu Nuri berkenan bermalam di sini, tentunya Dicky juga pasti akan senang!" ucap Bu Anjani di tengah-tengah makan siang mereka.


"Betul itu Bu, nanti tidur sama saya ya!" timpal Bu Eni.


"Ah, terimakasih atas tawarannya, tapi sore ini saya harus kembali, anak-anak pasti menunggu saya pulang!" kata Bu Nuri.


"Yah Ibu, kenapa selalu sebentar momen aku dengan Ibu, Kalau aku bisa, ingin sekali aku datang ke sana, mengunjungi adik-adik!" ucap Dicky.


"Nanti kalau Alex sudah agak besar, ajaklah main ke Panti, biar dia juga tau dulu Papanya pernah tinggal di panti dengan teman-teman yang lain!" kata Bu Nuri.


"Pasti Bu, kelak aku akan ajak Alex ke sana!" jawab Dicky.


"Bu Nuri, nanti biar supirku saja yang mengantar Bu Nuri pulang!" ujar Bu Anjani.


"Biar saya naik travel saja Bu!" tukas Bu Nuri.


"Tidak apa-apa, nanti pulanglah di antar supirku, sekalian aku ingin memberikan bingkisan untuk anak-anak panti!" kata Bu Anjani.


"Baiklah Bu, jadi merepotkan, terimakasih atas perhatiannya pada anak-anak asuh saya!" ucap Bu Nuri sungkan.


"Nah gitu dong Bu, kalau Bu Sultan kasih jangan tolak, nanti kalau saya pulang ke Sukabumi, pasti di antar juga kan Bu? Iya kan Bu Sultan??" tanya Bu Eni.


Bu Anjani hanya tersenyum mendengar celotehan Bu Eni.


Setelah selesai makan siang, Bu Anjani memesan banyak sekali bingkisan untuk anak panti asuhan Bu Nuri.


Mulai dari makanan ringan, susu, makanan kaleng, mie instan, mainan, hingga pakaian, membuat Bu Nuri semakin sungkan dan terharu.


Beberapa security mengangkat dus-dus itu ke dalam mobil yang akan mengantar Bu Nuri pulang kembali ke panti.


"Terimakasih Bu Anjani, banyak sekali pemberian Bu Anjani untuk anak-anak panti, semoga rejeki Ibu bisa semakin berlipat ganda!" ucap Bu Nuri saat pamit hendak pulang.


"Bu Nuri, semuanya ini tidak ada artinya di bandingkan dengan kasih sayang Ibu yang telah merawat putraku selama ini, hingga putraku begitu amat menyayangimu!" balas Bu Anjani.


Mereka sesaat saling berpelukan.


"Lho kok aku tidak di ajak pelukan, kan aku ibunya Dicky juga!" protes Bu Eni.


Mereka mengantarkan Bu Nuri sampai halaman depan rumah.


"Ibu hati-hati ya, salam buat adik-adik di panti!" ucap Dicky sambil memeluk Ibu asuhnya itu.

__ADS_1


"Iya Nak, kau juga baik-baik ya di sini, tetaplah rendah hati walau kini kau hidup dengan sangat berkelimpahan!" kata Bu Nuri sambil mengelus pipi Dicky.


"Iya Bu!" sahut Dicky.


Bu Nuri kemudian naik kedalam mobil yang sudah menunggunya itu, mobil itu bergerak perlahan meninggalkan rumah Bu Anjani.


Baru saja mereka akan masuk ke dalam rumah, sebuah mobil masuk dan langsung berhenti di depan halaman rumah itu.


Ken turun dari mobil dengan seorang wanita, senyumnya terlihat sangat cerah.


Dicky dan Fitri masih berdiri di depan teras, Bu Anjani juga masih berdiri di situ.


Ken lalu datang mendekat ke arah Bu Anjani, Dicky dan Fitri.


"Bu, Bang Dicky, ini kenalkan Dinda pacar saya!" kata Ken.


Wanita yang bernama Dinda itu segera mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Cantik sekali, pintar kamu pilih pacar Ken!" puji Bu Anjani.


"Jadi ini yang namanya Dinda, yang waktu itu di ceritakan oleh Ken?" tanya Fitri.


"Iya Mbak Fitri, jadi malu deh, ketahuan!" sahut Ken tersipu.


"Ayo masuk, ajak Dinda masuk Ken, kita mengobrol di ruang tamu saja, enak adem ada AC!" kata Bu Anjani yang terlebih dahulu sudah masuk ke dalam rumahnya itu.


"Dinda kerja di mana? Kata Ken guru TK ya? TK di mana?" tanya Fitri.


"Iya Mbak, saya guru di TK Internasional!" jawab Dinda.


"Wah, hebat sekali kau bisa mengajar di sekolah internasional! Biasanya guru TK itu sabar-sabar kan?" sambung Dicky.


"Sabar banget Bang, aku saja yang jauh dari Jepang dia tetap setia menunggu!" cetus Ken sambil mengedipkan sebelah matanya.


Dinda nampak tersipu malu.


"Kalian lanjutkan mengobrolnya ya, aku mau bermain dengan cucuku dulu, yuk Lex, main lagi sama Oma!" Bu Anjani bangkit dan mengangkat Alex dari gendongan Dicky.


"Aku dengar Mbak Fitri juga guru, mungkin Mbak Fitri lebih banyak pengalaman dari pada aku!" kata Dinda.


"Dinda bisa saja, sebenarnya aku sangat suka mengajar, tapi Mas Dicky ingin aku jadi ibu rumah tangga, mengurus suami dan anak!" jawab Fitri.


"Nanti kalau kalian sudah menikah juga akan seperti itu, Ken pasti ingin kan istrinya di rumah saja menjadi ratu rumah tangga?!" tambah Dicky.


"Tapi sepertinya aku tidak akan menikah dalam waktu dekat, aku baru lulus dan aku masih ingin bebas!" sahut Ken.

__ADS_1


"Ingat Ken, dalam hubungan itu harus punya komitmen dan visi ke depan, bukan hanya untuk saat ini kita senang, karena menikah itu adalah puncak keputusan suatu hubungan!" ucap Dicky.


"Siap Bang! Wuuuih Bang Dicky bijak sekali!" seru Ken sambil menepuk tangannya.


Tiba-tiba Bu Anjani muncul dari arah taman samping, sepertinya Alex mulai rewel dan ingin menyusu.


Fitri kemudian langsung berdiri mengambil Alex dari gendongan Bu Anjani.


"Sini saya susui dulu di kamar Bu!" kata Fitri.


"Ya, kau susui dulu Fit, kasihan Alex haus kelihatannya!" ujar Bu Anjani.


Fitri kemudian langsung beranjak menuju ke kamarnya.


"Bu, sepertinya aku mau mengantar Dinda pulang, sekalian mampir ke mall!" kata Ken.


"Lho kok buru-buru Ken?" tanya Bu Anjani.


"Iya Bu, pengen ajak Dinda jalan-jalan, kan kita baru ketemu, selama ini LDR an, kangen tau Bu!" sahut Ken.


"Ya sudah sana, selamat menikmati jalan-jalannya!" ujar Bu Anjani.


"Aku pamit ya Bu, Bang Dicky, trimakasih!" ucap Dinda.


Dicky hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Ken lalu menggandeng tangan Dinda keluar dari ruangan itu.


Bu Anjani langsung duduk di sebelah Dicky, kini mereka hanya berdua saja.


"Dicky, setelah ini kau bersiaplah, tadi Pak Dirja Papanya Keyla telepon Ibu, katanya dia yang akan datang kesini karena kau baru keluar dari rumah sakit!" ujar Bu Anjani.


"Apa Bu? Papanya Keyla datang ke sini? Tapi untuk apa?" tanya Dicky.


"Papanya Keyla dan Papanya Ken itu adalah dua orang pengacara handal, selama ini mereka yang mengurusi harta Ayahmu, dia hanya ingin melihat dan mengenalmu, itu saja, karena kau nantinya yang akan memegang rumah sakit seutuhnya, dan semuanya itu akan di ubah menjadi atas namamu!" jelas Bu Anjani.


Dicky hanya terdiam mendengar penuturan Bu Anjani, tanpa bisa menyanggah lagi.


Bersambung ...


****


Sekedar informasi Guys ...


Nanti Dinda akan menjadi tokoh utama dalam novel author selanjutnya setelah ini ...

__ADS_1


Yuk tetap dukung authornya biar semangat ...😊😁😉


__ADS_2