Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Kado Terindah


__ADS_3

Dicky masuk kedalam rumahnya itu, suasananya begitu Hening dan sunyi, Bi Sumi nampak sedang mencuci piring di dapur, perlahan Dicky berjalan mendekati Bi Sumi.


"Bi, tumben rumah sepi? Fitri dan anak-anak kemana Bi?!" tanya Dicky. Bi Sumi menoleh sambil tersenyum.


"Eh Pak Dokter sudah pulang! Anak-anak sedang diajak main sama Mbak Karina, Kalau Mbak Fitri tidak tahu deh kemana, mungkin ke minimarket depan!" jawab Bi Sumi.


"Oh!" gumam Dicky, yang langsung pergi menuju ke kamarnya.


Dalam hati dia kecewa juga, kenapa istri dan anak-anaknya hari ini begitu cuek padanya, seolah tidak ada yang terjadi di hari ini.


Dicky kemudian masuk ke dalam kamarnya itu, membuka pakaiannya dan mengambil handuknya, dia ingin mandi untuk menyegarkan pikirannya.


Setelah selesai mandi, dia langsung berganti pakaian dan menghempaskan tubuhnya di tempat tidur, membayangkan betapa sedihnya hatinya saat keluarganya tidak ada satu pun yang mengingat hari kelahirannya.


Bahkan saat dia pulang dari rumah sakit pun, Fitri tidak menyambutnya pulang, padahal mereka sudah sepakat kalau Dicky akan pulang di sore hari ini.


Dicky benar-benar sedih, dia kemudian memeluk gulingnya, mencoba untuk memejamkan matanya dan melupakan apa yang dialaminya di rumah ini.


Ceklek!


Tiba-tiba pintu kamar itu dibuka dari luar, Fitri masuk dan langsung duduk disebelah Dicky, kemudian mengelus lembut punggung laki-laki itu.


"Papa Dicky sudah pulang? Sudah lapar belum? Mau aku ambilkan sesuatu?" tanya Fitri.


"Tidak usah Ma! Aku tidak lapar! Aku mau tidur saja!" sahut Dicky.


"Lho kok mau langsung tidur? Ini kan masih sore Pa, ngomong-ngomong sore ini papa wangi banget deh, coba sini aku cium!" ucap Fitri sambil mulai menciumi leher Dicky juga wajahnya.


Dicky menggeliat kegelian, sebenarnya dia sangat suka momen ini, tapi lagi-lagi dia ingat, hari ini Fitri merupakan hari bersejarah nya, wajah Dicky pun kembali mendung.


"Ma, Memangnya hari ini kalian tidak ada yang lihat tanggalan? Bukankah kalender besar ada di setiap ruang rumah ini?" tanya Dicky penasaran.


"Lihat sih lihat Pa, tapi kenapa sih pakai tanya begitu segala, ya sudah Papa istirahat saja di sini ya, aku mau turun ke bawah mungkin sebentar lagi anak-anak datang dengan Tantenya, karena sejak siang mereka diajak jalan-jalan ke mall!" jawab Fitri.


Dicky menarik nafas kecewa, Fitri memang benar-benar sudah melupakan hari lahirnya, dan Dicky juga tidak mau memaksa dia untuk mengingatnya.


Kemudian Fitri keluar meninggalkan Dicky sendirian di kamar itu, Dicky tambah frustasi, dia kemudian berusaha untuk memejamkan matanya, supaya dia bisa lupa apa yang terjadi.


Sayup-sayup terdengar dari lantai bawah, suara hiruk-pikuk orang-orang, dan suara musik yang begitu keras, Dicky mulai membuka matanya dan mempertajam pendengarannya.


Ini bukanlah sebuah mimpi, tapi Dicky memang benar-benar mendengar ada suara musik yang dinyalakan dengan keras di lantai bawah.


Perlahan Dicky bangun dari tidurnya, kemudian dia melangkah kearah pintu, sekedar ingin tahu ada apa di lantai bawah, mengapa suasananya begitu ramai sekali?


Saat Dicky menuruni tangga menuju ke lantai bawah, banyak sekali balon-balon yang sudah bertebaran dan menempel di dinding rumah dan terlihat begitu meriah. Baru saja Dicky menginjakkan kakinya dari tangga, sebuah kejutan menghampirinya.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun papa Dicky!!" ucap Fitri Alex dan Alena sambil memeluk Dicky saat itu juga.


Kemudian terdengar suara terompet dan musik yang dinyalakan dengan keras, disertai dengan balon-balon yang sengaja diterbangkan, suasana di lantai bawah itu begitu meriah, Dicky sangat terkejut bukan kepalang, ini sama sekali tidak pernah dibayangkannya.


Di ruangan itu juga ada Karina dan dokter Wira suaminya, Ibu Nuri beserta anak-anak panti, juga Bi Sumi dan Mbok Jum, yang terlihat memakai topi ulang tahun, ini benar-benar kejutan untuk Dicky.


"Selamat ulang tahun Papa, mana mungkin aku melupakan ulang tahunmu, bahkan dari jauh-jauh hari aku sudah mengingatnya!" ucap Fitri sambil mengecup lembut bibir Dicky.


Tiba-tiba Dicky merasa sangat terharu, ternyata Fitri dan anak-anak tidak benar-benar melupakan ulang tahunnya, ini kejutan yang sangat luar biasa.


Alena dan Alex lalu menghambur kepelukan Dicky mereka membawa masing-masing sebuah bingkisan dan diberikannya pada Dicky.


"Selamat Ulang Tahun Pa! aku dan Dek Alena kasih kado buat papa lho, ini kami sendiri yang pilih, tapi Papa harus bukanya nanti di kamar!" ucap Alex.


Dengan rasa haru Dicky menerima bingkisan kado dari kedua anaknya itu, kemudian dia mencium Alex dan Alena bergantian.


"Terima kasih sayang, kalian semua benar-benar nakal! Membuat Papa kaget saja, Papa pikir kalian sudah benar-benar melupakan ulang tahun papa!" kata Dicky sambil mengusap kepala kedua anaknya itu.


Kemudian Bu Nuri maju dan mendekati Dicky, lalu dia memeluk Dicky, mengusap wajahnya, dan menjabat tangannya.


"Selamat ulang tahun Nak, semoga kau panjang umur, sehat dan selalu berbahagia juga diberikan keberkahan hidup!" ucap Bu Nuri.


"Terima kasih Bu, aku tidak menyangka, kalau ibu dan adik-adik akan datang kesini, sama sekali aku tidak pernah menyangka!" ucap Dicky yang mulai meneteskan air matanya karena terharu.


Kemudian Dicky menoleh ke arah Fitri, Fitri maju dan melangkah kearah suaminya itu, sambil memeluk pinggangnya, ada rasa bahagia yang membuncah di hati Dicky, wanita yang kini ada di sampingnya sungguh sangat luar biasa.


"Aku tidak bisa berkata-kata apalagi padamu sayang, kamu membuatku sangat bahagia hari ini!" bisik Dicky.


Fitri kemudian menyodorkan kotak kecil yang terbungkus dengan kado berwarna emas, menaruhnya di telapak tangan Dicky.


"Ini kado pemberian spesial dari aku, nanti kau buka nya di kamar saja ya jangan di sini!" ucap Fitri. Dicky menganggukan kepalanya, kemudian mencium kening wanita itu.


"Hai kalian semua!! Kenapa jadi pada mellow begini? Ayo kita makan! Aku sudah memesan banyak makanan hari ini dari restoran yang paling enak di Jakarta, ayo ayo siapa cepat dia dapat!" seru Karina tiba-tiba membuyarkan suasana melankolis sore itu.


Mereka kemudian mulai makan di meja prasmanan yang tiba-tiba sudah tertata dengan rapi, entah kapan mereka membuat itu, tapi wajah mereka terlihat sangat bahagia, terlebih wajah Dicky.


Dalam hati dia jadi merasa bersalah telah berprasangka buruk pada keluarganya, yang sangat mengasihi dirinya dan menyayanginya dengan sepenuh hati dan segenap jiwa dan raga.


Tak henti-hentinya juga dia menggenggam tangan istrinya itu, tidak pernah dia melepaskannya, walaupun hanya sekejap saja.


****


Pesta ulang tahun Dicky telah usai, Bu Nuri beserta anak-anak Panti, pulang ke panti asuhan diantar oleh Mang Salim, Karina dan dokter Wira suaminya juga sudah pulang ke rumahnya.


Alena dan Alex juga terlihat lelah, karena seharian ini mereka mempersiapkan kejutan untuk papanya, mereka pun tertidur di kamarnya masing-masing.

__ADS_1


Bi Sumi dan Mbok Jum juga terlihat sibuk membereskan piring-piring, dan makanan-makanan yang tersisa di meja prasmanan, hari ini mereka kerja lembur, tapi hati mereka sangat senang.


Sementara di kamarnya, Fitri baru keluar dari kamar mandi sehabis dia membersihkan tubuhnya yang letih sepanjang hari ini.


Sementara Dicky, di atas tempat tidurnya dia membuka kado ulang tahun pemberian dari Alex dan Alena, ada senyum kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya melihat anak-anaknya sudah bisa membelikan kado spesial untuk papanya.


"Ini kenapa Alex memberikan aku cukuran jenggot? Apa ini usul darimu Ma?" tanya Dicky.


"Tidak, Alex sendiri yang memilihkannya untukmu, katanya papa akan lebih ganteng kalau jenggotnya dicukur, katanya geli kalau Papa cium-cium masih ada kumis dan jenggotnya!" jawab Fitri sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


"Ah, ini Alena lucu sekali, masa aku diberi pakaian dengan motif Superman? Tapi bagus juga sih, aku jadi kelihatan seperti Superman sungguhan!" ujar Dicky sambil memperlihatkan pakaian yang mirip dengan Superman.


"Alena itu suka tokoh Superman, karena membela kebenaran dan melindungi orang dan dia membayangkan Papanya adalah superhero seperti Superman yang bisa melindungi dia!" sahut Fitri.


Kemudian Dicky melirik kado pemberian dari Fitri, bungkusannya paling kecil diantara yang lain, dengan rasa haru Dicky menggenggam kotak itu, rasanya sayang sekali untuk membukanya, tapi dia juga penasaran.


"kado yang ini, yang paling spesial di antara yang lain, boleh aku membukannya sekarang?" tanya Dicky.


Fitri kemudian melangkah mendekati suaminya itu, dan duduk disamping Dicky, kemudian dia menganggukkan kepalanya, mempersilakan suaminya itu untuk membuka kado pemberian darinya.


Dengan perlahan Dicky mulai membuka kado pemberian dari Fitri, entah kenapa hatinya berdebar-debar, seperti menerima hadiah dari sang kekasih, padahal mereka sudah memiliki dua anak.


Mata Dicky terbuka lebar, saat melihat apa isi dari kado pemberian Fitri itu, sebuah alat tes kehamilan dengan dua garis merah yang menandakan kalau Fitri positif hamil.


Dicky menatap Fitri dengan tatapan haru, matanya berkaca-kaca, dan tanpa menunggu lagi, dia Lalu memeluk istrinya itu.


Fitri juga terharu, dia merebahkan kepalanya di dada bidang Dicky, dada yang selalu memberikan kenyamanan dan kesejukan.


"Ini benar-benar kado terindah yang pernah aku terima selama ini, terima kasih ya Sayang, kau sudah memberikan aku sesuatu yang sangat luar biasa!" ucap Dicky.


"Sama-sama Pa, aku sudah hamil 2 bulan, aku juga baru tahu beberapa hari yang lalu, saat aku tidak sengaja memakai tes kehamilan itu, dan ternyata Tuhan memberikan kita anak ketiga, saat ini Alena sudah hampir 3 tahun, sudah pantas memiliki seorang adik!" kata Fitri.


Dicky terus memeluk Fitri, dengan lembut menciumi seluruh wajahnya, hingga mereka sesaat terlena dengan suasana romantis itu, dengan bunga-bunga kebahagiaan yang ada di dalam hati mereka.


Dan tanpa sadar mereka saling mengecup bibir, dan membuka pakaian mereka perlahan, sehingga terjadilah penyatuan tubuh mereka untuk yang kesekian kali.


Bersambung ...


****


Yuk dukung banyak-banyak sebelum tamat di tanggal 31 nanti.


Trimakasih...


Jangan lupa mampir ke karya author yang baru ... ya g pastinya tak kalah seru dengan yang ini lho ...

__ADS_1


__ADS_2