Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Mengurus Anak-anak


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini, Fitri menemani Bu Eni menunggui Pak Karta di rumah sakit, karena kondisi Pak Karta yang belum mengalami kemajuan, dia masih belum bisa berbicara dan tubuhnya juga masih belum dapat digerakkan.


sementara Fitri di rumah sakit, Alex dan Alena diurus oleh Dicky, Dicky tidak membiarkan anak-anaknya itu diurus oleh Bi Sumi ataupun Mbok Jum, walaupun sangat kerepotan, dia berusaha untuk mengurusi anaknya sendiri.


Pagi ini saat bangun tidur, Dicky merasakan sesuatu yang hangat di punggungnya, dia mulai mengerjapkan matanya, kedua anaknya masih nampak tertidur di sisi kanan dan kirinya.


Saat Dicky membuka matanya sempurna, Alangkah terkejutnya dia, ternyata Alena mengompol, dan ompolannya itu mengenai punggung Dicky, sehingga sebagian bajunya basah, Dicky langsung bangun dari posisinya.


"Aduh Alena, Kenapa kau mengompol di sini, Bagaimana ini? Satu tempat tidur bau pesing semua deh!" pekik Dicky sambil menggaruk kepalanya.


Sementara Alex dan Alena seolah tak menyadari kelilingnya, masih tertidur dengan pulasnya.


"Alena, bangun sayang, papa gantikan dulu spreinya ya, sekalian dimandikan ya, ini kan sudah siang!" ucap Dicky sambil mengusap kepala Alina dengan lembut, untuk membangunkannya.


Alena menggeliatkan tubuhnya namun dia tetap tertidur, sementara Alex langsung terbangun ketika mendengar suara Papanya, dia duduk dan menutup hidungnya.


"Iiih! Bau apa nih pa? Siapa yang pipis di sini? Pasti Alena!" cetus Alex dengan wajah cemberut karena tidurnya terganggu.


"Iya Alex, Maka nya kamu cepat bangun gih, terus buka pakaianmu dan mandi, bukankah hari ini kau akan berangkat sekolah?" sahut Dicky.


"Tapi ini kan masih pagi Pa! Tuh lihat, matahari saja masih merah-merah!" cetus Alex yang terlihat masih mengantuk.


"Siapa bilang masih pagi? Coba kau lihat sudah jam 5.30 bukan? Apa kau mau tidur di sini bersama dengan pipisnya Alena?" tanya Dicky.


Alex langsung meloncat bangun dari tempat tidur itu, kemudian dia duduk di sofa yang ada di kamar itu dengan wajah yang cemberut.


"Papa kan dokter, memangnya tidak ada obat anti mengompol?" tanya Alex. Dicky tertawa mendengar pertanyaan anak sulungnya itu.


"Kalau Alena mengompol, kau harus maklum sayang, Alena kan masih kecil, nanti lama-lama juga dia tidak mengompol lagi, sama seperti kakak Alex dulu waktu, sebesar Alena juga suka ngompol!" jawab Dicky.


Dicky langsung mengangkat Alena dalam gendongannya, dan memindahkan anak itu ke sofa yang ada di ruangan itu, di sebelah Alex, kemudian dia mulai mengganti spreinya, mencopot semua sarung bantal dan guling untuk dicuci.


Sementara Alena sudah nampak mulai terbangun.

__ADS_1


"Papa mau susu!" kata Alena manja.


"Sebentar Sayang, ini Papa lagi menggantikan sprei yang kotor dulu ya, nanti Alena akan dimandikan Papa, supaya bersih dan tidak bau ompol lagi!" ucap Dicky.


"Mama kok lama sih Pa, tidak pulang-pulang ke rumah, aku kan ingin dibuatkan makanan oleh Mama, juga diantar sekolah oleh Mama!" tanya Alex.


"Kan ada Papa yang akan mengantar Alex, Mama masih menunggu kakek di rumah sakit Nak, kasihan kan Kakek Kalian sedang sakit, nanti siang setelah Alex pulang sekolah, kita jenguk mereka ya, kita lihat kakek dan nenek, oke sayang?" kata Dicky sambil terus membereskan tempat tidurnya.


Alex dan Alena menganggukkan kepala mereka.


Setelah semua selesai, Dicky langsung memandikan anaknya satu persatu, dimulai dari Alena yang pakaiannya basah karena mengompol.


Setelah Alena selesai mandi dan rapi berpakaian, Dicky kemudian memandikan Alex, dan mengajarkan Alex untuk mandi sendiri, karena Alex sudah mulai besar.


kemudian Alex mulai memakai pakaiannya sendiri, hari ini Alex memakai seragam sekolah, karena dia akan bersiap berangkat sekolah.


Setelah semua beres, Dicky lalu menuntun kedua anaknya itu, turun ke bawah dan duduk di ruang makan.


"lho Alex dan Alena kok sudah rapi? Seharusnya minta tolong saya saja Pak Dokter, atau Mbok Jum, Pak dokter yang mengurus mereka Pasti sangat repot!" ujar Bi Sumi.


"Wah Pak Dokter ini, saya makin salut sama Pak Dokter, di luar Pak Dokter begitu dihormati orang, dirumah mengurus anak-anak, benar-benar suami idaman, beruntungnya Bu Fitri bisa mendapatkan Pak dokter!" kata Bi Sumi.


"Ah Bi Sumi bisa saja, saya jadi tersanjung nih Bi!" sahut Dicky malu.


Pada saat Dicky dan anak-anaknya mulai sarapan di meja makan itu, tiba-tiba datanglah seseorang dan langsung mendekati mereka.


"Tante Karina?! "seru Alex dan Alena bersamaan.


Dicky kemudian menoleh ke arah datangnya Karina sepupunya itu.


"Hai Karina! Tumben kau main kemari, Ada angin apa? Mau sarapan bareng?" tanya Dicky.


"Aku kangen Alex dan Alena, aku ingin bermain bersama dengan mereka, bolehkah?!" tanya Karina balik.

__ADS_1


"Tentu saja boleh, asal tidak lebih dari setengah hari, sekalian kau antar Alex sekolah ya, ajak Alena, hari ini aku harus ke rumah sakit mengontrol kesehatan mertuaku!" sahut Dicky.


"Papa katanya pulang sekolah, kita akan menjenguk kakek dan nenek?!" celetuk Alex.


"Iya sayang, nanti di antar sama Tante Karina ya, Papa mau periksa kakek dulu!" kata Dicky.


"Benar anak-anak, nanti Tante belikan es krim, mau??" tawar Karina.


"Mau! Mau!" sahut Alex dan Alina bersamaan.


"Habiskan dulu makanannya!" lanjut Karina.


Dengan cepat Alex dan Alena menghabiskan makanan mereka.


"Aku tidak menyangka Dicky, kau bisa mengurus anak-anakmu tanpa Fitri, pasti sangat merepotkan tapi pasti juga sangat menyenangkan!" ucap Karina yang langsung duduk disebelah Alena, dan membantunya nya makan dengan baik dan benar, karena Alena masih makan berantakan.


"Aku doakan kau akan segera memiliki anak Karina, sehingga kau bisa merasakan bagaimana menjadi orang tua, dan kamu juga harus yakin, tidak ada yang mustahil di dunia ini!" ucap Dicky sambil terus menikmati sarapan paginya.


"Aku juga berharap begitu Dicky, aku dan suamiku selalu berharap keajaiban itu akan datang, dan sekarang aku bahagia bisa memiliki keponakan yang lucu-lucu seperti Alex dan Alena!" sahut Karina.


Sesaat keheningan pun terjadi di ruangan itu, Dicky sangat memahami apa yang Karina rasakan saat ini, sekian tahun menikah tapi belum dikaruniai seorang anak pun, itu sangat menyedihkan, Dicky sangat memahami hati sepupunya itu.


"Oh ya Dicky, kau tahu tidak, pagi ini kan Ken berangkat ke Jepang! memang kurang ajar tuh anak, dia pergi begitu saja tanpa dosa, aku benar-benar geram terhadap nya!" kata Karina tiba-tiba.


"Sudah Karina! jangan kau sebut lagi dia dihadapanku! Perutku jadi mulas gara-gara kau menyebut namanya!" cetus Dicky yang langsung berdiri, dan berjalan ke arah toilet.


Bersambung...


****


Halo guys ...


Sekedar informasi nih, hari ini novel terbaru author "Hujan, Sampaikan Rinduku" sudah dirilis ya ..

__ADS_1


Ayo dukung dan favoritkan ... Tapi sementara akan slow update, sambil menunggu novel ini tamat di akhir tahun nanti.


Terima kasih atas dukungannya ...


__ADS_2