
Sore itu, di rumah kediaman Bu Anjani, semua orang nampak sibuk, pasalnya nanti malam akan ada tamu istimewa yang datang.
Pak Dirja, seorang pengusaha sekaligus pengacara akan datang ke rumah Bu Anjani dengan Keyla putrinya.
Malam ini akan di putuskan hak sepenuhnya Dicky akan rumah sakit besar itu.
Dicky sebenarnya tidak terlalu antusias soal siapa yang akan mewarisi rumah sakit itu, baginya bisa melayani dengan sepenuh hati terhadap semua pasiennya, itu sudah merupakan kepuasan tersendiri.
Bagi Dicky, harta yang sebenarnya yang paling berharga itu adalah keluarga, bukan uang atau emas.
Bisa hidup dengan nyaman dan damai saja sudah membuat dia bersyukur.
"Mas Dicky belum bersiap-siap?" tanya Fitri yang melihat Dicky masih duduk termenung di tempat tidurnya.
"Siap-siap apa sih Fit? Seperti akan datang tamu agung saja!" sahut Dicky.
"Yah siapapun yang datang tapi kan tetap harus berpakaian rapi, ayo sini aku bantu kau memilih baju Mas!" Fitri mulai membuka pintu lemari Dicky dan memilih pakaian suaminya itu.
"Pakai kemeja yang ini saja deh Mas, kau pasti kelihatan tambah cakep!" kata Fitri sambil menyodorkan sebuah kemeja berwarna biru ke hadapan Dicky.
Dicky mulai memakai pakaian yang di sodorkan Fitri. Fitri tertegun melihat suaminya yang memang terlihat sangat tampan memakai kemeja itu.
"Mas, ganti deh Mas, jangan pakai kemeja yang itu!" ujar Fitri sambil kembali mencari pakaian di lemari suaminya itu.
"Lho, memangnya kenapa Fit? Aku tambah jelek ya pakai kemeja ini?" tanya Dicky bingung.
"Bukan Mas, Mas Dicky malah tambah ganteng pakai itu, ayo buka lagi!" sahut Fitri.
"Kalau tambah ganteng kenapa harus di ganti lagi?" tanya Dicky.
"Nanti, si Keyla melihat Mas Dicky, dia tambah naksir lagi!" sahut Fitri.
Dicky tertawa mendengar pengakuan jujur istrinya itu.
"Uluh Uluh ... Ada yang cemburu rupanya!" ledek Dicky sambil mencubit dagu Fitri.
Sementara Fitri terus mencari pakaian terjelek Dicky.
"Coba deh nih Mas, pakai kaos warna ungu, di jamin Keyla jadi ilfeel sama kamu!" kata Fitri sambil menyodorkan kaos berkerah warna ungu.
Dicky segera memakainya.
Fitri terus mengamati suaminya itu, bukannya jelek malah tambah tampan dan macho.
"Buka lagi deh Mas! Ganti!" ujar Fitri.
"Lho, kok di ganti Fit?" tanya Dicky.
"Bukanya jelek malah tambah macho!" sahut Fitri. Dicky kembali tertawa.
__ADS_1
"Kalau memang dasarnya ganteng, mau pakai baju apapun tetap ganteng Fit! Sudahlah, kau tak usah risau, bukankah aku ini milikmu sekarang? Jadi untuk apa kau merasa cemburu?" Dicky menarik Fitri ke pangkuannya dan mulai membelai rambutnya.
"Mas, aku takut ..." ucap Fitri.
"Apa kau kau takutkan sayang??"
"Keyla itu mengagumimu sejak lama, bahkan dia mengikuti akun media sosialmu, itu artinya dia mengidolakan mu!" jawab Fitri.
"Terus kenapa?"
"Ya aku takut kau akan berpaling dari aku, Keyla itu cantik dan modis, dia seksi dan anggun, laki-laki normal pasti akan menyukainya!" ungkap Fitri.
"Hmm, kau ini Fit, sudah punya anak dari aku saja masih bisa cemburu, memangnya kau tidak mempercayaiku??" Dicky menatap dalam wajah Fitri.
"Bukan begitu, tapi ..."
"Aku senang kau cemburu, itu artinya kau sayang padaku!" Dicky mulai memeluk Fitri dengan erat.
Kemudian Dicky mengecup bibir Fitri dengan lembut.
"Semua ketampanan wajahku ini hanya milikmu seorang sayang, kau jangan khawatir, aku akan tetap menjaga hatiku untukmu!" bisik Dicky.
Ada perasaan damai dan nyaman yang Fitri rasakan.
Tok ... Tok ... Tok
Fitri langsung turun dari pangkuan Dicky lalu berjalan ke arah pintu dan langsung membukakannya.
Bu Sumi sudah berdiri di depan pintu kamar itu.
"Ada apa Bi Sumi?" tanya Fitri.
"Maaf Mbak, Pak Dokter sudah di tunggu di bawah, tamunya sudah datang!" jawab Bu Sumi.
"Oya? Baiklah Bi, nanti kami akan segera turun!" ujar Fitri.
Bi Sumi menganggukan kepalanya dan langsung berjalan meninggalkan tempat itu.
"Ayo Mas kita turun! Kau sudah di tunggu di bawah!" panggil Fitri.
Mereka kemudian mulai keluar dari kamarnya dan turun ke bawah.
Di ruang tamu itu, sudah ada beberapa orang yang duduk, termasuk Bu Eni.
"Ibu nih! Selalu saja nimbrung!" gumam Fitri.
Mereka kemudian langsung duduk di ruang tamu itu.
"Oya Pak Dirja, ini putraku Dicky Pradita, seorang Dokter hebat dan penyayang, Dicky, ini Pak Dirja, yang selama ini mengurusi harta Ayahmu!" kata Bu Anjani memperkenalkan.
__ADS_1
Dicky hanya mengangguk sambil tersenyum. Keyla ada duduk di samping Pak Dirja, seorang pria paruh baya yang terlihat banyak memiliki pengalaman hidup.
"Wah, aku tidak menyangka kau akan memiliki putra setampan ini, kenapa kau tidak memperkenalkannya sejak dulu?" tanya Pak Dirja.
"Kalau waktu itu kami tidak dalam masalah, sudah sejak dulu aku akan menunjukan dengan bangga putraku ini, tapi sudahlah, semuanya sudah lewat!" jawab Bu Anjani.
"Dicky, sebelumnya aku sudah sering mendengar tentangmu, kau adalah Dokter anak yang selalu di cari pasien, dedikasimu dalam dunia kedokteran patut di acungkan jempol!" puji Pak Dirja.
"Om Dirja bisa saja! Aku sama saja dengan Dokter yang lainnya Om!" sahut Dicky merendah.
Pak Dirja hanya tersenyum mendengar ucapan Dicky, yang walaupun kini memiliki segalanya namun tidak sombong.
"Aku salut padamu Dicky, jarang di jaman sekarang ada orang sepertimu!" ucap pak Dirja.
Fitri yang duduk di samping Dicky sambil memangku Alex nampak diam saja, dia mulai merasa minder dan rendah diri. Semua orang bahkan tidak ada yang menanyakannya, dia merasa seperti bayangan di ruangan itu.
"Pak Dirja, sepertinya hidangan makan malam telah siap, mari kita makan bersama sekalian mengobrol!" ajak Bu Anjani.
Mereka kemudian mulai berjalan ke ruang makan dengan sebuah meja makan besar dengan aneka hidangan yang sudah tersaji di atas meja itu.
Mereka mulai mengambil posisi duduk.
"Dicky, nanti setelah ini ada berkas yang harus kau tanda tangani, itu adalah surat waris dari Ayahmu!" kata Pak Dirja.
"Baik Om!" sahut Dicky.
Mereka lalu mulai menyantap makanan mereka.
"Ayo Key, makan yang banyak, supaya kau cepat mendapat jodoh!" ujar Bu Anjani.
"Jodohku sudah di ambil orang Tante!" sahut Keyla sambil menikmati santap malamnya dengan lahap.
"Lho, kau ini kan cantik, siapa sih laki-laki yang tidak akan mengejar mu!" ujar Bu Anjani.
"Ada Tante, orangnya cuek dan jutek!" sahut Keyla sambil melirik ke arah Dicky.
"Oya Om, ini Fitri istri saya, dan yang di gendongnya itu adalah Alex anak saya!" kata Dicky memperkenalkan.
Pak Dirja hanya manggut-manggut sambil tetap menikmati makannya.
"Dan perkenalkan juga, saya Bu Eni mertuanya Dicky, yang akan membasmi kejahatan!" cetus Bu Eni tiba-tiba.
"Lho, memangnya masih ada kejahatan disini?" tanya Pak Dirja.
"Ada Pak! Kejahatan merebut milik orang lain!" sahut Bu Eni.
Bersambung ...
****
__ADS_1