Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Makan Malam Romantis


__ADS_3

Fitri berlari kecil ketika mendengar suara mobil suaminya itu di depan gerbang rumahnya.


Saat Dicky turun dari mobil, buru-buru Fitri mengambil tasnya dan menggandeng tangan Dicky.


"Langsung mandi ya Mas, aku sudah siapkan air hangat di kamar mandi, setelah itu kita makan bersama, aku sudah masak yang spesial hari ini!" kata Fitri bersemangat.


"Iya sayang, suami mana yang tidak bahagia saat pulang bekerja di sambut istrinya seperti ini!" ucap Dicky.


Mereka berjalan masuk ke dalam rumah, Dara nampak sedang duduk di bangku ruang keluarga sambil menggambar.


Dicky kemudian langsung menghampiri Dara.


"Sedang buat apa anak manis?" tanya Dicky lembut.


"Sedang buat gambar pemandangan, ada tugas dari sekolah, besok di kumpulkan!" sahut Dara.


"Teruskan gambar mu sayang, nanti selesai Papa mandi kita langsung makan bersama ya!" kata Dicky sambil mengelus rambut Dara. Dara menganggukan kepalanya.


Fitri menemani Dicky naik ke atas menuju ke kamarnya, dia mulai menyiapkan pakaian Dicky, sementara Dicky langsung bergegas mandi.


Tak lama kemudian Dicky sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk di pinggangnya. Lalu dia segera duduk di samping Fitri.


"Pakai bajunya Mas!" ujar Fitri.


"Iya Fit, seharian ini rasanya lelah sekali, sejak pagi sampai sore pasien datang silih berganti, rasanya semakin hari semakin banyak saja pasiennya!" ungkap Dicky.


"Bersyukur lah Mas, semakin banyak pasien kan uangnya juga semakin banyak, apalagi kan Mas Dicky murah hati, semakin banyak memberi semakin banyak rejekinya!" ucap Fitri sambil mengelus dada suaminya yang berbulu itu.


"Lelahku terbayar ketika melihat wajahmu Fit, apalagi sebentar lagi, akan ada bayi mungil yang akan menghiasi hari-hari kita, yang membuat aku selalu ingin cepat-cepat pulang ke rumah!" kata Dicky sambil menatap Fitri dalam.


"Sudahlah Mas, pakai bajunya ya, nanti kau masuk angin, sebentar aku balurkan minyak kayu putih dulu biar hangat!" Fitri segera mengambil minyak kayu putih dan bedak bayi, kemudian di balurkannya ke seluruh tubuh Dicky, harum segar tercium dari tubuh Dicky, Fitri lalu mengecup dada Dicky.


"Kau jangan memancingku Fit!" sergah Dicky yang merasa kegelian oleh kecupan Fitri di dadanya.


"Siapa yang memancing! Kau percaya diri sekali Mas!" sahut Fitri sambil membantu memakaikan baju ke tubuh Dicky.


Setelah berpakaian, mereka kemudian turun dan langsung menuju meja makan.


Dara terlihat sudah duduk di sana.


"Dara sudah selesai menggambarnya?" tanya Fitri.


"Sudah Ma!" sahut Dara.


"Dara sudah lapar?" tanya Dicky.

__ADS_1


"Sudah Pa!" jawab Dara.


Bi Sumi berjalan dan meletakan aneka buah di meja makan.


"Bi Sumi, ayo gabung makan bersama dengan kami!" ajak Dicky.


"Duh, saya masih kenyang Pak, tadi sudah makan!" tukas Bi Sumi yang merasa sungkan.


"Temani kami makan Bi, jangan di dapur terus, kalau kenyang kan bisa makan buah atau kue-kue saja, Bi Sumi kan juga anggota keluarga kita!" ucap Dicky sambil beranjak menuntun Bi Sumi untuk duduk di depan meja makan besar itu.


Mereka lalu mulai makan bersama, Dara terlihat sangat lahap memakan makanan yang terhidang di meja makan itu.


Selama ini dia bahkan jarang makan makanan enak, tubuhnya juga dulu terlihat sangat kurus yang menandakan dia kurang gizi.


Namun sejak Dara tinggal di rumah ini, berat badannya bertambah dan kini tubuhnya lebih berisi. Pipinya mulai gembul, dan wajahnya terlihat semakin manis.


"Dara makan yang banyak ya, supaya Dara selalu sehat dan tidak mudah sakit!" ucap Dicky.


"Iya Pa!" sahut Dara.


"Kau juga makan yang banyak sayang, supaya bayi kita sehat dan lincah, porsinya harus di tambah dua kali lipat!" ujar Dicky sambil menoleh ke arah Fitri.


"Iya Mas, Mas Dicky juga harus banyak makannya, kan Mas Dicky yang mencari nafkah untuk kita semua!" jawab Fitri. Dicky tersenyum.


"Bi Sumi juga ya, jangan terlalu lelah bekerja, ingat kesehatan Bi, apalagi Bi Sumi bertambah tua, jangan boroskan tenagamu Bi! Aku tidak pernah menuntut semuanya harus bersih dan rapi, bisa membantu rumah ini saja aku sudah senang Bi!" ucap Dicky.


"Kapan Mas Dicky akan di lantik menjadi kepala rumah sakit?" tanya Fitri.


"Besok mungkin Fit, itu kan cuma formalitas saja, serah terima jabatan, mungkin aku akan pulang agak lama besok!" jawab Dicky.


"Sekali lagi selamat ya Mas, Mas Dicky memang layak mendapat jabatan itu!" ucap Fitri.


Kring ... Kring ... Kring ...


Suara dering telepon rumah mengagetkan mereka.


Buru-buru Bi Sumi beranjak dari tempatnya dan langsung mengangkat telepon itu.


Tak lama kemudian Bi Sumi sudah kembali ke meja makan.


"Mbak Fitri, ada telepon dari Ibunya!" kata Bi Sumi.


"Oh iya Bi, sebentar ya Mas ..." pamit Fitri yang langsung bergegas mengangkat telepon rumah itu, yang letaknya tidak jauh dari meja makan.


"Halo Bu ..."

__ADS_1


"Fitri ... bagaimana kabar cucu Ibu? Ibu kangen Fit, Bapakmu sibuk terus di sawah, sudah mau panen ini, padahal Ibu sudah minta Bapak mengantar Ibu ke rumahmu!" ujar Bu Eni, Ibunya Fitri.


"Tidak apa-apa Bu, kami semua baik-baik saja di sini, Ibu dan Bapak sehat kan?" tanya Fitri.


"Sehat Fit, Oya, besok sepertinya Ibu mau ke Jakarta di antar Bapak Fit, tapi Bapak langsung balik lagi, biasa, pasti dia mikirin sawahnya, Ibu saja yang menginap tidak apa-apa kan Fit?" tanya Bu Eni.


"Ya tidak apa-apa dong Bu, aku malah senang kalau Ibu mau menginap di sini, kalau bapak masih sibuk di sawah biarkan saja, yang penting Bapak ada aktifitas yang membuat dia sehat!" jawab Fitri.


"Kalau begitu ya sudah deh Fit, tunggu Ibu besok ya, kabar mantu Ibu baik kan? Kangen juga sama si Dicky, mantu Ibu yang paling ganteng!" ujar Bu Eni.


"Memangnya Ibu punya berapa mantu?" tanya Fitri bercanda.


"Yah cuma satu sih, tapi tetap kesayangan!" sahut Bu Eni.


"Ibu bisa saja!"


"Ya sudah Deh Fit, Ibu mau siap-siap dulu, salam ya buat mantu kesayangan ibu!" kata Bu Eni sebelum mengakhiri panggilannya.


Setelah selesai telepon Fitri kembali ke meja makan itu, mereka nampak sudah selesai makan.


"Maaf lama ya, biasa Ibu kalau sudah ngomong susah berhenti!" kata Fitri sambil kembali duduk.


"Teruskan makan mu Fit, aku akan menemanimu!" ujar Dicky.


"Terimakasih Mas!" sahut Fitri.


Bi Sumi nampak membereskan piring kotor di meja makan.


"Dara, kau lanjutkan belajarmu!" titah Dicky.


"Iya Pa!" sahut Dara sambil beranjak dari tempatnya.


Dicky kemudian mengambil gitarnya yang ada di rak ruang keluarga, kemudian kembali ke meja makan dan menyanyikan sebuah lagu.


Fitri makan dengan iringan lagu romantis dari suaminya itu, mendengar suara merdu dari Dicky yang menyanyikan lagu cinta untuknya.


Bersambung ...


****


Halo guys ...


Yuk mampir ke karya author yang lain ...


Klik profile ya ...

__ADS_1


Terimakasih ...😘❤️🙏👍😉


__ADS_2