
Setelah selesai membeli makanan di cafe bawah rumah sakit, Fitri kembali ke ruangan Pak Karta dirawat. dia langsung masuk ke ruangan itu, dan duduk di sofa sambil Meletakkan makanan yang sudah dibelinya itu di atas meja.
Pikirannya masih melayang ke ruangan Dicky, dia masih belum mengetahui Dicky berbicara dengan siapa di ruangannya itu, kelihatannya begitu serius sekali.
Sebenarnya saat itu Fitri ingin sekali langsung masuk ke ruangan Dicky dan menanyakannya langsung, namun dia masih berusaha untuk menjaga sikapnya karena dia juga menyadari bahwa di rumah sakit ini, Dicky adalah pemiliknya.
"Lho kok datang-datang malah bengong? kau tadi membeli makanan apa sih?" tanya Bu Eni yang keheranan melihat Fitri yang langsung terdiam saat masuk ke dalam ruangan itu.
"Eh tidak Bu, ini tadi aku membeli ayam goreng crispy kesukaan Alex juga nasi campur untuk ibu, makanlah!" sahut Fitri gugup.
Alex masih terlihat tertidur di sofa, Bu Eni langsung membuka bungkusan yang Fitri beli tadi di bawah, kemudian dia langsung memakannya mungkin karena Bu Eni sangat lapar sedari tadi.
"Wah enak sekali rupanya makanan di cafe bawah, kau sendiri kenapa tidak makan Fit?" tanya Bu Eni sambil melahap makan siangnya itu.
"Ibu makan saja duluan aku masih belum lapar Bu, lagi pula tadi aku sudah makan sebelum berangkat ke rumah sakit!" jawab Fitri.
Ceklek!
Seorang perawat masuk ke dalam ruangan itu sambil membawakan makan siang untuk pak Karta.
"Selamat siang, ini makan siangnya untuk pak Karta ya, jangan lupa dihabiskan dan obatnya diminum supaya lekas sembuh!" kata perawat itu sambil meletakkan nampan berisi makanan di atas meja samping tempat tidur Pak Karta.
Fitri hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, tak lama kemudian perawat itu pun segera keluar dari ruangan itu.
"Fit, nak Dicky di mana sih? sejak Ibu sampai rumah sakit, ibu belum melihat dia, apa dia terlalu sibuk di tempatnya sendiri?" tanya Bu Eni tiba-tiba.
"Aku juga tidak tahu Bu di mana Mas Dicky!" bohong Fitri. padahal Fitri tahu jelas kalau Dicky ada di ruangannya.
Alex tiba-tiba terbangun dan membuka matanya, dia langsung duduk saat melihat Fitri sudah tiba di ruangan itu.
"Mama sudah sampai? Aku lapar Ma!" kata Alex sambil memegang perutnya.
"Sini nak, mama suapin, nanti setelah selesai makan, kita langsung pulang ke rumah ya, supaya nenek bisa istirahat di sini!" ucap Fitri sambil mulai membuka makanan untuk Alex.
Alex nampak lahap makan disuapi oleh Fitri, Alex sebenarnya bisa saja makan sendiri, tapi Fitri tidak mau ruangan itu kotor karena makanan Alex yang berantakan jikalau dia makan sendiri.
__ADS_1
"Tapi kan kita belum ketemu sama Papa Ma, kita ketemu Papa dulu, baru pulang ke rumah!" cetus Alex.
"Tidak usah ketemu Papa Lex, Papa masih sibuk kita langsung pulang saja, oke!" sahut Fitri.
"Yah Mama begitu, aku kan ingin bertemu dengan papa!" kata Alex dengan wajah cemberut.
"Pokoknya kita langsung pulang ke rumah, sudah cepat habiskan makananmu!" tegas Fitri.
setelah Alex selesai makan, tanpa menunggu lama Fitri segera menuntun Alex keluar dari ruangan Pak Karta.
Bu Eni juga nampak lelah dan ingin beristirahat di ruangan itu, Fitri juga tidak ingin mengganggu ibunya itu, nanti dia akan mencari waktu untuk menjenguk ke ruangan ini lagi, tapi sekarang dia memang sangat ingin pulang ke rumah.
Entah mengapa dia ingin cepat-cepat pergi dari rumah sakit ini.
baru saja Fitri turun menggunakan lift dan berjalan kearah lobi hendak menuju ke parkiran, Fitri melihat Dicky di depan sebuah ruangan sedang mengobrol dengan wanita yang tadi dilihatnya.
Fitri kemudian mengambil jalan alternatif lain, dia tidak ingin Alex melihat Papanya dan memanggilnya.
"Mama Fitri!"
baru saja Fitri melangkahkan kakinya, tiba-tiba Dicky sudah memanggilnya dari belakang, mau tidak mau Fitri menghentikan langkahnya.
"Kalian mau kemana kok lewat situ? Maafkan aku ya, seharusnya tadi aku ke loby dulu, tapi aku jadi lupa karena keasyikan ngobrol!" ucap Dicky.
"Di lanjutkan saja mengobrol nya Pa, kenapa kau harus menyusul kami?" cetus Fitri.
"Mama kenapa sih kok jadi sensi sama papa? kan tadi sudah minta maaf, Oh ya kalian sudah makan belum?" tanya Dicky.
"Tadi aku sudah makan ayam goreng Pa, mama membelikan aku di cafe, enak deh Pa!" sahut Alex.
"Oh ya? jadi anak papa yang ganteng ini sudah makan? Apa kalian sudah ketemu nenek dan kakek di ruangannya?" tanya Dicky.
"Sudah dong Pa, aku malah sudah tidur di tempatnya nenek, kok papa lama sekali sih tidak datang-datang?!" kata Alex.
"Maafin Papa ya nak, hari ini bener-bener deh jadwal papa penuh, Kalian mau langsung pulang? Tidak menunggu Papa dulu?" tanya Dicky.
__ADS_1
"Kami mau langsung saja pulang Pa, sini berikan Alex padaku!" sahut Fitri sambil mengambil Alex dari gendongan Dicky.
Setelah itu dengan cepat Fitri langsung melangkahkan kakinya keluar dari pintu rumah sakit itu, tanpa menoleh lagi.
Dicky tertegun memandang istrinya yang bersikap tidak biasanya itu, namun dia juga tidak mau memaksakan kehendaknya sendiri.
Dengan kesal Fitri terus berjalan menuju ke parkiran, dalam hati dia bertanya-tanya mengapa Dicky tidak mengakui kalau dirinya habis ngobrol dengan seorang wanita, padahal dia dengan jelas melihat dengan kepalanya sendiri.
Tanpa menunggu, Fitri langsung masuk ke dalam mobil, Mang salim sudah ada di dalam mobil itu dan langsung segera melajukan mobilnya itu pulang kembali ke rumahnya.
"Saya kira Mbak Fitri tadi pulang bareng Pak Dokter!" kata Mang Salim.
"Tidak Mang!" sahut Fitri singkat.
Tring ... Tring ...
Ponsel Fitri berbunyi, Fitri mengambil ponselnya yang ada di dalam tanya itu, sekilas dia melihat Dicky yang meneleponnya.
Namun Fitri enggan untuk mengangkatnya, makanya Fitri mengabaikannya saja.
"Kok teleponnya tidak di angkat Ma?" tanya Alex.
"Tidak apa-apa sayang, Mama lagi tidak mau bicara di telepon!" sahut Fitri beralasan.
Tiba-tiba kembali terdengar pesan singkat di ponsel Fitri.
Dicky mengirimkan pesan singkat untuknya.
'Ma, kau kenapa hari ini? Pasti kau sudah melihat aku ya tadi, plase tetap jaga kepercayaan mu padaku sayang, karena pada hakikatnya, pernikahan itu akan bahagia jika di landaskan rasa saling percaya, jangan cemburu ya sayang!' tulis Dicky dalam pesan singkatnya.
'Siapa sih perempuan yang mengobrol denganmu tadi Pa? Kenapa kau begitu akrab dengannya dan mengabaikan aku dan Alex?' balas Fitri dalam pesan singkatnya.
Bersambung ...
****
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen guys ..
Trimakasih...