
Setelah makan malam romantis disertai dengan dansa, Dicky dan Fitri kembali pulang ke rumah mereka.
Wajah Fitri terlihat sangat bahagia, Dicky memperlakukannya dengan sangat manis dan romantis, dia bagaikan seorang ratu, Dicky begitu memanjakanmu.
waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam saat Dicky dan Fitri keluar dari restoran mewah itu dan kembali pulang menuju ke rumah mereka.
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Dicky tak henti-hentinya menggenggam tangan Fitri dengan erat dan hangat, seolah tak mau dilepaskan lagi, mereka saling memberikan kenyamanan satu dengan yang lain.
"Terima kasih ya Pa, dinner malam ini, kau memang suami luar biasa!" ucap Fitri.
"Iya sayang, demi melihat senyum di wajahmu, apapun akan kulakukan untukmu, jangan cemberut lagi ya!" sahut Dicky sambil mengusap kepala Fitri.
Fitri tersenyum malu mendengar ucapan suaminya itu, memang belakangan ini Dia terlihat sangat manja, dan terkesan posesif terhadap Dicky.
Bruuukk!!
Tiba-tiba dari arah sebuah klub malam, yang ada di pinggir jalan besar itu menyeberang lah seorang laki-laki, dan tanpa sengaja dia menabrak mobil Dicky, yang sedang berjalan.
Spontan Dicky langsung menginjak rem mobilnya itu, mereka sangat terkejut.
"Ya Tuhan Pa! Siapa dia yang sudah menabrak mobil kita!?" pekik Fitri.
"Kita turun Ma, sepertinya orangnya jatuh tersungkur tuh!" sahut Dicky sambil membuka pintu mobilnya, Fitri juga membuka pintu mobil.
Seorang laki-laki nampak tertelungkup di pinggir jalan trotoar, setelah menabrak mobil Dicky.
Perlahan Dicky membalikan tubuh laki-laki itu, matanya melotot setelah melihat sapa orang yang telah menabrak mobilnya itu.
"Ken! ini ken Ma!" seru Dicky.
"Iya pa ini Ken! kenapa dia bisa seperti ini? Dia tadi terlihat keluar dari klub sambil berlari, lalu menabrak mobil kita!" ujar Fitri.
"Sepertinya Ken sedang mabuk! Sebenarnya aku muak mengurusi dia, tapi mau bagaimana lagi, walau bagaimana dia masih sepupuku!" sahut Dicky.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Pa? Tidak mungkin kan, kita membiarkan dia tergeletak di pinggir jalan ini!" tanya Fitri.
"Tolong bantu aku pegang pintu mobilnya, aku akan mengangkatnya masuk ke dalam mobil!" titah Dicky.
Fitri menganggukkan kepalanya, kemudian dia segera membuka pintu mobil jok tengah, lalu menahan nya, dan membantu Dicky mengangkatnya masuk ke dalam mobilnya itu.
__ADS_1
kemudian Dicky segera kembali masuk dan mengemudikan mobilnya itu.
"Kita mau bawa kemana Ken? apa kita akan mengantarnya pulang ke rumahnya?!" tanya Fitri.
"Berhubung ini sudah malam, kita bawa saja pulang ke rumah kita, lalu besok pagi aku akan menyuruhnya pulang ke rumahnya!" sahut Dicky.
"Ya sudah deh Pa, lagipula ini juga sudah malam sekali!" ujar Fitri.
Dicky kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumahnya, saat dia sampai di rumahnya, Dicky dibantu oleh Mang Salim, kemudian mengangkat tubuh Ken yang sedang mabuk berat ke dalam kamar tamu.
Dicky lalu mulai mengganti pakaian dan menyelimuti tubuhnya. Bau khas minuman keras memenuhi ruangan kamar itu, Fitri yang berada di belakang Dicky itu menutup hidungnya karena mencium bau menyengat, perutnya agak sedikit mual.
"Benar-benar rusak Ken!" cetus Dicky.
Setelah Ken nampak tertidur, Dicky kemudian menuntun Fitri naik ke atas menuju kamarnya, waktu sudah larut malam, mereka bersiap akan beristirahat di kamar mereka.
Setelah mengganti pakaian mereka, mereka kemudian membaringkan tubuh mereka di atas tempat tidur.
****
Menjelang Pagi, setelah bangun dan berpakaian, Dicky pergi ke kamar tamu yang di tempat Ken.
Laki-laki itu masih nampak tidur, Dicky berjalan mendekati akan lalu menarik selimut yang menutupi tubuhnya.
Ken mengerjapkan matanya, karena kaget mendengar suara Dicky yang menggelegar.
"Bang Dicky?? Kok aku bisa di sini Bang?!" tanya Ken bingung.
"Tanya pada dirimu sendiri, kenapa kau bisa di sini! Sejak semalam kau menyusahkan aku saja! Mabuk di jalanan, membuat malu keluarga saja!" sengit Dicky.
Ken langsung bangun dari posisi berbaringnya, dia kemudian duduk di tepi ranjang itu.
"Sorry Bang, aku sedang frustasi, hanya ke klub malam cara aku menenangkan pikiranku!" ujar Ken.
"Kau pikir dengan pergi ke klub dan mabuk-mabukan, semua masalah mu akan selesai?? Sekarang bangun dan pulang ke rumahmu!" sengit Dicky.
"Bang Dicky mengusir aku??" tanya Ken.
"Yah, kau punya rumah sendiri, dan aku tidak mau tau lagi urusanmu! Lebih baik kau pulang, urusi dirimu sendiri!" sahut Dicky.
__ADS_1
Tiba-tiba Ken bangkit dan langsung memeluk Dicky.
"Bang! Tolong aku Bang, aku benar-benar frustasi, aku bingung, aku stress Bang!" ucap Ken sambil menangis.
Dicky terdiam sesaat mendengar ucapan Ken, tiba-tiba ada rasa bersalah yang menggelayutinya.
Sepupunya saat ini sedang terpuruk, selama ini dia selalu menolong banyak orang tanpa pandang bulu, kini sepupunya yang ada di hadapannya, terlihat begitu rapuh dan depresi.
Ken yang selalu ceria dan sering kali bersenang-senang dengan kesenangan duniawi, kini menangis di hadapan Dicky.
Dicky mendorong lembut tubuh Ken hingga dia kembali duduk di tepi tempat tidur itu.
"Apa kau mengalami sesuatu yang serius, sehingga kau seperti ini Ken??" tanya Dicky. Ken menganggukan kepalanya.
"Iya Bang, aku .. aku terkena ..." Ken menghentikan ucapannya.
Sebenarnya Dicky bisa menebak apa yang akan di katakan Ken padanya, apalagi dia pernah melihat langsung Ken yang berkonsultasi dengan dokter Bella, Dokter ahli kelamin.
"Lanjutkan kata-katamu Ken!" ujar Dicky.
"Bang, aku menyesal, sangat menyesal, sudah menyakiti hati seorang wanita yang dengan tulus mencintaiku!" ucap Ken.
"Dinda maksudmu?" tanya Dicky.
Ken menganggukan kepalanya sambil menunduk.
"Buat apa lagi kau memikirkannya? Kau sudah menorehkan luka di hatinya, biarkan dia menemukan kebahagiaannya dengan orang lain!" ucap Dicky.
"Tapi Bang... aku masih pantas kan memiliki kesempatan kedua, aku ingin kembali pada Dinda Bang, di dunia ini, aku belum pernah menemukan wanita sebaik dan setulus dia!" ungkap Ken.
"Simpan saja kata-katamu itu Ken! Kau tidak pantas berkata seperti itu, setelah apa yang kah lakukan terhadapnya, lebih baik sekarang kau pulang saja, benar-benar dirimu!" cetus Dicky yang mulai beranjak dari hadapan Ken.
"Bang Dicky! Aku terkena gejala penyakit sifilis Bang!" seru Ken.
Dicky tertegun lalu menghentikan langkahnya, dia menoleh ke arah Ken.
"Penyakit sifilis? Dari namanya saja aku sudah tau, kau pria yang sering berganti ganti pasangan, sekarang dengan seenaknya kau ingin kembali pada Dinda! Pakai otakmu!" sengit Dicky. Ken menunduk.
"Aku menyesal Bang, tapi kata Dokter, penyakit itu bisa sembuh kok, makanya aku ingin bertobat, bukankah kau dokter? Berikan aku rekomendasi Dokter yang hebat yang bisa menyembuhkan penyakitku!" ujar Ken.
__ADS_1
Dicky hanya menatap Ken dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Bersambung...