Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Mencari Tau Sendiri


__ADS_3

Setelah kepulangan Bu Eni ke Sukabumi, entah mengapa Fitri merasa begitu kesepian, biasanya celotehan Ibunya sudah terdengar di telinganya, walaupun kadang menyebalkan tapi Fitri baru sadar, Bu Eni itu sosok Ibu yang tulus dan apa adanya.


Saat menjaga Dicky di rumah sakit, Bu Eni juga melakukannya dengan segenap hati tanpa pamrih, walaupun kadang dia terlihat matre, namun sesungguhnya hatinya tidak demikian.


Namun kini semua sudah berlalu, Bu Eni kembali ke kampungnya dengan alasan yang sampai saat ini tidak pernah jelas di ketahui.


"Kau kenapa sayang? Kenapa melamum di siang bolong begini?" tanya Dicky yang langsung duduk di sampingnya.


"Eh Mas Dicky, sudah rapi lagi dan wangi, mau kemana lagi Mas?" tanya Fitri.


"Aku harus ke rumah sakit Fit, sekalian mengundang semua untuk hadir di hari Sabtu nanti, pesta syukuran yang Ibu buat,beberapa kali Ibu memintaku untuk ke rumah sakit!" jawab Dicky.


"Aku boleh ikut Mas?" tanya Fitri.


"Ingin sekali aku mengajakmu Fit, tapi nanti aku akan ada rapat di rumah sakit, kemungkinan pulangnya malam, kasihan Alex kalau terlalu lama kau tinggal!" jawab Dicky sambil mengelus pipi Fitri.


"Di rumah aku juga bosan Mas, Aku hanya menyusui Alex, setelah itu Ibu pasti akan membawanya lagi, aku jadi merasa tidak dekat dengan anakku sendiri!" keluh Fitri.


Dicky beringsut mendekati Fitri, kemudian di rangkulnya bahu Fitri itu.


"Fit, aku paham mengapa Ibu seperti itu, bukankah kau tau dulu dia begitu sulit untuk memeluk anaknya, hanya bisa melihat dari kejauhan, dan itu sangat menyedihkan Fit, kalau sekarang Ibu ingin selalu dekat dengan Alex, menurutku itu hal yang wajar!" ucap Dicky.


"Tapi Mas, aku kan Mamanya Alex, masa hanya untuk bermain dengan anakku sendiri aku harus minta ijin Ibu, kan aku yang melahirkannya!" ungkap Fitri.


"Kau sabar dulu ya sayang, nanti juga lama-lama Ibu akan berubah, apalagi Alex semakin besar dan semakin aktif, nanti aku coba bicara dari hati ke hati dengan Ibu!" ucap Dicky. Fitri hanya menganggukan kepalanya patuh.


Kemudian Fitri mengantarkan Dicky sampai di depan teras rumahnya. Mang Salim sudah menunggunya di mobil.


"Mas Dicky hati-hati ya, jangan pulang terlalu malam!" ucap Fitri sambil membetulkan kerah kemeja Dicky.


"Iya sayang, kalau kau ada mau titip sesuatu, misalnya makanan atau apa, langsung saja telepon aku ya!" kata Dicky.


"Iya Mas!"


"Sini cium dulu, katanya tadi aku wangi!" Dicky mulai menyodorkan wajahnya.


Fitri tersenyum dan mulai berjinjit untuk mencium kedua pipi Dicky.

__ADS_1


Kemudian Dicky segera naik ke dalam mobilnya yang tak lama kemudian bergerak meninggalkan rumah itu.


Fitri kemudian masuk ke dalam rumah, di ruang keluarga, Bu Anjani nampak sedang bermain dengan Alex yang kini sudah bisa di ajak bercanda.


"Fit, kalau kau tidak ada kerjaan, kau pompa ASI saja, stok di kulkas tinggal sedikit!" kata Bu Anjani saat melihat Fitri yang berjalan ke arahnya.


"Tapi Bu, biasanya Alex menyusu langsung, lagi pula aku kan tidak kemana-mana!" tukas Fitri.


"Kau tidak lihat Alex sedang bermain bersama Ibu? Kau pompa saja ASI mu itu, lagi pula jangan terlalu sering menyusu langsung, tidak enak di lihat orang, kau harus belajar pola hidup yang berbeda Fit, apalagi kau ini istri seorang Dokter Dicky yang terhormat, jaga harga diri suamimu, harus jadi wanita elegan dan berkelas, jangan kampungan!" tutur Bu Anjani.


Ada yang terusik di sudut hati Fitri, namun dia langsung menepiskan nya. Fitri tidak boleh berpikiran negatif dengan Bu Anjani, walau bagaimana Bu Anjani adalah mertuanya, Ibu dari suami yang sangat di cintainya.


"Baik Bu, kalau begitu aku permisi dulu!" jawab Fitri sambil berlalu dari hadapan Bu Anjani.


Sebenarnya Fitri ingin sekali menggendong Alex, menyusuinya sambil berbicara pada bayi nya itu, tapi kenapa sekarang jadi Bu Anjani yang dominan.


Fitri naik ke kamarnya dan mulai memompa ASI nya.


****


Fitri turun ke bawah sambil membawa beberapa botol ASI untuk di taruhnya di dalam freezer.


"Bi, aku boleh bantu ya!" kata Fitri.


"Eh, jangan! Nanti Pak dokter pasti marah!" sergah Bi Sumi.


"Tidak kok, dari pada tidak ada kerjaan!" ujar Fitri.


"Memangnya bayinya Mbak Fitri kemana?" tanya Mbok Jum.


"Ada sama Ibu!" sahut Fitri.


"Wah, sekarang Tuan muda Alex sudah jadi raja di rumah ini, dulu Nyonya Anjani mana pernah ada di rumah kalau siang begini!" kata Mbok Jum.


Tiba-tiba Bu Anjani datang ke dapur sambil menggendong Alex.


"Fitri, ngapain kamu di dapur?" tanya Bu Anjani.

__ADS_1


"Baru taruh botol ASI di freezer!" jawab Fitri.


"Kau boleh kemanapun asal jangan di dapur! Itu bukan tempatmu!" kata Bu Anjani.


"Baik Bu!" jawab Fitri yang kemudian berlalu dari tempat itu.


Fitri bingung, di rumah sebesar ini, tidak banyak yang bisa dia lakukan, semua jadi serba salah, Dina dan Dara juga di wajibkan tidur siang oleh Bu Anjani.


Fitri kemudian berjalan ke arah teras, di lalu merogoh ponselnya dan mulai memesan taksi online.


"Dari pada tidak ada kerjaan, aku pergi ke kantor ekspedisi itu saja sendiri, siapa tau penasaranku terjawab!" gumam Fitri.


Tak lama kemudian taksi yang di pesan Fitri sudah tiba di depan, Fitri langsung bergegas naik ke dalam taksi dan meluncur ke kantor ekspedisi itu.


Setelah sampai di kantor itu, Fitri langsung masuk dan menghampiri customer servis yang duduk di sudut ruangan.


"Eh, ini Ibu yang kemarin ya? Kebetulan Bu, saya sudah tau siapa orang yang mengirim kan paket untuk Ibu itu!" kata Customer servis.


"Siapa Mbak?" tanya Fitri tak sabar.


"Dia itu salah satu karyawan kami, tuh di ada di sana sedang mengirim paket lagi, seperti nya dia penggemar Ibu!" kata Customer servis itu sambil menunjuk ke arah bagian pengiriman paket.


Tanpa menunggu lagi, Fitri kemudian langsung berjalan ke arah orang yang di maksud, ada perasaan berdebar dalam dadanya, siapakah orang itu? Selama ini Fitri tidak pernah berurusan dengan siapapun pegawai kantor ini, lalu dari mana dia bisa mengenal Fitri.


Orang itu seorang pria yang mengenakan seragam karyawan ekspedisi itu, sekilas Fitri tidak mengenali siapa orang itu, karena dia memakai topi.


"Selamat siang Mas!" sapa Fitri dari arah belakang Pria itu.


Pria itu menoleh ke arah Fitri karena terkejut.


Fitri terkesiap dan tidak menyangka saat melihat siapa pria yang kini berdiri di hadapannya.


Bersambung ....


****


Ikan kembung ikan gurame

__ADS_1


Nanti sambung lagi yee ...


😘😉


__ADS_2