Cinta Di Atas Luka

Cinta Di Atas Luka
Siapa Yang Menjaga Ibu?


__ADS_3

Yuk like dulu sebelum membaca ...


Pasien sudah mengantri panjang saat Dicky baru tiba di rumahnya itu, tanpa istirahat dia kemudian langsung masuk ke dalam klinik dan mulai melayani pasiennya.


Di sela-sela Dicky memeriksa pasien, Fitri kemudian masuk ke dalam klinik itu sambil membawakan secangkir kopi susu panas untuk Dicky.


"Minumlah Mas, sejak tadi kau bahkan tidak istirahat sama sekali, kalau kau lelah, sebagian pasien di rujuk saja ke dokter lain!" ucap Fitri sambil meletakan minuman hangat itu ke atas meja.


"Tanggung Fit, sebentar lagi, kasihan mereka sudah ngantri masa di rujuk lagi!" sahut Dicky.


Seorang pasien masuk ke ruangan itu, Fitri menyingkir dan duduk tidak jauh dari meja kerja Dicky, untuk menemani suaminya itu bekerja.


Menjelang magrib baru Dicky menutup kliniknya, Suster Wina langsung pamit pulang, sementara Dicky langsung mandi dan berganti pakaian, tubuhnya terasa lelah sekali.


Setelah menyiapkan makan malam di meja makan, Fitri kemudian ke atas menyusul suaminya di kamar.


Alex nampak sedang bermain dengan Dina dan Dara di baby Walker nya sambil di awasi oleh Bi Sumi.


Saat Fitri masuk ke kamarnya, Dicky nampak sedang berbaring di tempat tidurnya melepaskan segala kepenatannya.


"Mas, bagaimana tadi siang? Apakah kau sudah ke sekolah itu? Apakah kau sudah bertemu dengan Pak Donny?" tanya Fitri.


"Aku tidak jadi ke sana Fit, Ibuku sakit, tadi aku menjenguk Ibu, kasihan dia, struknya kelihatannya semakin parah!" jawab Dicky.


"Apa Mas? Jadi Mas Dicky tidak jadi ke sekolah itu? Kenapa tidak bilang aku? Padahal aku sudah bilang ke Tata kalau kamu mencari informasi di sekolah itu!" sungut Fitri kesal.


"Maaf Fit, tadi aku sudah sampai di sekolah itu, terus Mbok Jum telepon katanya Ibu sakit, jadi ya aku datang ke rumah itu untuk menjenguk Ibu!" jelas Dicky.


Fitri terdiam, kendati pun hatinya masih kesal, gara-gara menjenguk Bu Anjani, tertunda lagi pencarian Pak Donny.


"Tata kelihatan putus asa dan tidak percaya diri, mungkin hanya Pak Donny yang akan bisa menyembuhkan luka di hatinya, mengembalikan semangat hidupnya, apalagi setelah kematian Ibu angkatnya, kata Ibu, Tata seringkali melamun sendirian!" tutur Fitri.


"Aku akan usahakan besok untuk mencari informasi lagi Fit, kau sabarlah dulu, aku lelah hari ini, ijinkan aku memejamkan mataku sebentar saja!" ucap Dicky.


"Baiklah Mas, istirahatlah!" sahut Fitri.


Dia kemudian mulai menyelimuti tubuh suaminya itu. Dicky mulai memejamkan matanya.

__ADS_1


Fitri kemudian mulai membereskan tempat tidurnya yang agak berantakan, merapikan bantal dan selimut, juga memasukan pakaian yang baru di setrika Bi Sumi ke dalam lemari pakaian.


Drtt ... Drrrt ... Drrrt


Terdengar suara getaran dari ponsel Dicky, Fitri tidak tega membangunkan suaminya yang baru tertidur itu, akhirnya dia mengambil ponsel Dicky dan mulai mengusap layar pada ponsel suaminya itu.


"Halo!"


"Halo, ini Mbak Fitri ya?" tanya suara di seberang.


"Iya, ini siapa ya?" tanya Fitri.


"Ini Ken Mbak, Bang Dicky nya ada?" sahut Ken yang ternyata si penelepon itu.


"Maaf Ken, Mas Dicky baru saja tidur, apa ada pesan?" tanya Fitri lagi.


"Lah, ini kan masih jam setengah tujuh Mbak, kok cepat sekali tidurnya?" tanya Ken bingung.


"Biasa lah Ken, Mas Dicky kecapean habis melayani pasien, paling nanti dia bangun lagi buat makan malam, apa ada pesan untuk Mas Dicky Ken?"


Fitri terdiam mendengar mendengar penjelasan Ken, sekilas dia melirik ke arah Dicky yang sedang tertidur nyenyak.


Menjaga orang sakit semalaman membutuhkan waktu dan tenaga ekstra, Fitri sungguh tidak tega jika harus membiarkan Dicky menjaga Ibunya di rumah sakit, sementara dia sendiri dalam kondisi kurang Fit.


"Halo, Mbak Fitri? Apakah kau masih di situ?!" suara Ken membuyarkan lamunan Fitri.


"Eh, iya Ken, nanti aku sampaikan ke Mas Dicky, terimakasih ya infonya!" sahut Fitri.


"Baiklah, terimakasih juga ya Mbak!" ucap Ken sebelum menutup panggilan teleponnya.


Dicky masih terlihat nyenyak tertidur, perlahan Fitri mengusap wajah suaminya itu, untuk menyampaikan pesan dari Ken soal Bu Anjani yang di rawat di rumah sakit.


"Mas, kau masih mengantuk?" tanya Fitri.


Dicky mengerjapkan matanya, kemudian menatap Fitri dengan matanya yang terlihat masih merah karena mengantuk.


"Ada apa Fit?" tanya Dicky.

__ADS_1


"Tadi Ken menelepon, katanya Ibumu di rawat di rumah sakit, tidak ada yang menjaganya, dan dia memintamu untuk menunggui Ibu di rumah sakit!" jawab Fitri.


"Ya ya, aku memang tadi sempat bilang kalau aku akan menjaga Ibu, kalau begitu aku mau bersiap-siap dulu!" kata Dicky yang langsung beranjak dari tempat tidurnya, lalu segera melangkah menuju ke lemari untuk berganti pakaian.


"Mas ..." panggil Fitri lirih.


Dicky menoleh ke arah Fitri yang menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Ya Fit? Ada apa?" tanya Dicky.


"Biar aku saja yang menjaga Ibu di rumah sakit, Mas Dicky sedang lelah, pasti butuh banyak istirahat!" ucap Fitri.


Dicky tertegun mendengar ucapan Fitri, masih jelas di ingatannya, bagaimana Ibunya memperlakukan Fitri dengan tidak baik, dan pernah menorehkan luka di hati istrinya itu.


"Tidak Fit, aku ini anaknya, biar aku saja yang menjaga Ibu, itu sudah kewajibanku sebagai anak!" tukas Dicky.


"Mas, ijinkan aku yang menjaga Ibu malam ini, siapa tau dengan aku menjaga Ibu, hubungan aku dengan Ibu jadi membaik, sehingga Ibu tidak lagi membenci aku!" ucap Fitri.


Dicky maju dan langsung memeluk istrinya itu.


"Terimakasih Fit, aku tidak menyangka hatimu begitu bersih tanpa dendam, aku ijinkan kau menjaga Ibu, tapi dengan satu syarat!" bisik Dicky.


"Apa syarat nya Mas?" tanya Dicky.


"Syaratnya adalah, aku akan ikut bersamamu!" jawab Dicky.


"Dih, Mas Dicky curang! Itu sama saja kau akan lelah Mas!" tukas Fitri.


"Tidak Fit, semua lelahku akan terbayar melihat ketulusan hatimu, aku kan bisa tidur di sofa sambil memandang mu, atau tidur di pangkuan mu, aku tidak akan mengijinkan mu sendirian menunggui Ibu!" ucap Dicky.


"Hmm, baiklah Mas, sekarang kau bersiaplah, aku mau turun menemui Bi Sumi, malam ini aku mau menitipkan Alex, untung saja sekarang Alex sudah doyan susu Formula Mas, produksi ASI ku juga mulai berkurang!" ujar Fitri yang langsung berjalan keluar dari ruangan itu menuju ke bawah.


Alex terlihat gembira main dengan kedua kakaknya di temani oleh Bi Sumi.


Bersambung ...


****

__ADS_1


__ADS_2