
Malam itu Dicky dan Fitri nampak terbaring telentang di atas tempat tidur mereka.
Selimut tebal menutupi tubuh mereka, karena cuaca malam itu sedang dingin.
Mereka belum memejamkan mata mereka, masih terlibat dalam suatu obrolan ringan suami istri, semua penghuni rumah sudah tidur.
"Apa yang mau Mas Dicky katakan padaku tadi mengenai Donny Suhardi?" tanya Fitri.
"Kau tau Fit, ternyata Pak Hardi yang kita kenal itu adalah Pak Donny, mereka adalah orang yang sama!" jawab Dicky.
"Benarkah? Aku tidak pernah menduga sebelumnya, walaupun pernah sempat terlintas di pikiranku!" ujar Fitri.
"Kemarin itu aku dan Dimas datang ke sekolah tempat Pak Donny mengajar sekarang, secara tak sengaja kami pun mengikutinya hingga sampai di rumahnya!" kata Dicky.
"Lalu??"
"Aku dan Dimas melihat ada fotomu yang terpajang di dinding rumahnya, tentu saja aku sangat marah, tapi Dimas mencegahku saat aku akan melabrak masuk ke dalam!" lanjut Dicky
"Ya ampun Mas, sampai sejauh itukah?" tanya Fitri terkesiap.
"Sepertinya dia sangat terobsesi padamu Fit, dan itu bisa menjadi ancaman buat kita, apalagi ... si Pak Donny itu kan juga tampan!" jawab Dicky.
"Mas Dicky kok gitu sih ngomongnya, memangnya kenapa kalau dia tampan? Apa hubungannya denganku?!" cetus Fitri.
"Ya aku cemburu lah Fit, siapa tau kau terpikat oleh ucapan manisnya, bukankah dia sangat lembut?" tanya Dicky.
"Tau ah! Mas Dicky nyebelin!!" sungut Fitri.
"Sorry Fit, tapi sumpah aku cemburu banget, apalagi fotomu yang di dinding rumahnya itu bukan cuma satu, banyak Fit!" ucap Dicky.
"Lantas, cuma itu yang mau Mas Dicky bicarakan padaku??" tanya Fitri.
"Bukan!"
"Lalu??"
"Sejauh mana kau mengenal Pak Hardi alias Donny itu Fit? Apakah sebelum aku kau pernah punya pacar Fit?" tanya Dicky balik.
"Aku pernah punya pacar, tapi dulu waktu masih di kampung, si Agus namanya, tapi ya sejak aku nikah sama Mas Dicky otomatis aku putus sama dia Mas!" ujar Fitri.
"Kenapa kok putus?" tanya Dicky.
__ADS_1
"Yah, waktu itu kan ... aku mulai jatuh cinta beneran sama Mas Dicky, sudahlah Mas, ngapain juga cerita masa lalu? Apa hubungannya mantan pacarku sama Pak Donny?!" sahut Fitri mulai kesal.
"Entahlah, tapi apakah kau pernah mengetahui latar belakang si Donny itu? Apa dia pernah cerita sesuatu padamu?" tanya Dicky.
"Dulu di sekolah, kami para guru hanya mengenal dia sebagai Pak Donny, seorang guru olah raga yang energik dan agak pendiam, sebenarnya dia guru yang baik dan sopan, banyak guru wanita juga yang menyukainya!" kenang Fitri.
"Apakah kau juga mengenal keluarganya, masa lalunya?" tanya Dicky. Fitri menggelengkan kepalanya.
"Hoooaaam, sudahlah Mas, sudah malam aku juga sudah ngantuk, jangan bicarakan Pak Hardi lagi! Nanti kepalaku malah pusing!" Fitri menguap dan merentangkan tangannya, matanya mulai terpejam.
"Yah Fit, kok malah ngantuk sih? Aku belum selesai ini ngobrolnya, besok aku dan Dimas berencana akan ke sana lagi, ku pastikan semua fotomu akan hilang dari dinding rumahnya itu, Fit?? Fitri!" tidak ada jawaban lagi dari Fitri.
Saat Dicky menoleh, Fitri sudah tertidur dengan nyenyaknya.
"Cepat sekali tidurnya! Padahal malam ini mau minta jatah!" sungut Dicky sambil menarik selimutnya.
Kemudian dengan isengnya Dicky mulai membuka kancing daster Fitri, berniat akan menyusu pada istrinya itu, mumpung dia sudah tidur, biasanya kalau belum tidur Fitri selalu menolak jika Dicky ingin menyusu layaknya bayi.
Saat sudah terbuka seluruhnya, Dicky mulai menyesap kan kepalanya di dada Fitri yang terlihat besar dan selalu membuat imannya tergoda.
"Ahh, ternyata enak juga tidur belakangan, tidak ada yang mengganggu gugat kesenanganku!" gumam Dicky.
****
Dimas juga nampak bersemangat dan penasaran untuk menyelidiki kasus ini.
"Nih Bro, aku sudah siapkan rekaman di ponselku, aku sudah setting kalau kau butuh buat informasi! ujar Dimas.
"Kau terlalu lebay Dim!" cetus Dicky.
"Yah mana tau kau akan langsung melaporkan si guru samaran itu ke polisi!" sahut Dimas.
"Apa yang akan ku laporkan?? Dia bahkan tidak ada kesalahan apapun, masa iya sih, mencintai istri orang adalah suatu kesalahan dan patut di laporkan pihak berwajib!" cetus Dicky.
Dimas tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Dicky.
Tak lama mereka sudah sampai di depan warung dekat rumah Donny. Dicky memarkirkan mobilnya di depan warung itu.
"Dicky! Kau beli apa kek di warung itu, tidak enak tau kita parkir di depannya!" usul Dimas.
"Iya iya, ayo turun!" sahut Dicky. Dia langsung berjalan ke arah warung.
__ADS_1
Si ibu pemilik warung nampak sudah berdiri di depan warungnya, dia tersenyum ke arah Dicky dan Dimas yang berjalan ke arahnya.
"Duh, mimpi apa saya semalam? Pagi-pagi sudah di datangi orang -orang ganteng!" gumam si Ibu warung.
"Selamat pagi Bu, permen Mentos ada?" tanya Dicky.
" Oh, ada Mas, mau beli berapa?" tanya si Ibu warung.
"Beli 10 buah Bu!" sahut Dicky.
Si Ibu warung langsung mengambilkan permen yang di minta Dicky sebanyak 10 buah, lalu di bungkus dan di berikan nya pada Dicky.
"Itu benar rumah pak Donny Suhardi ya Bu?" tanya Dimas tiba-tiba.
"Betul Mas, tapi Pak Donny nya sudah berangkat pagi-pagi ke sekolah barunya, dia itu guru, paling hanya ada ibunya dan perawat yang ada di rumah ya itu!" jawab Ibu warung.
"Ibunya?" tanya Dicky dan Dimas bersamaan.
"Iya, Ibunya Bu Sarmi namanya, sudah kena struk, maka nya dia di kursi roda, makan saja harus di suapi, tapi si Donny sayang sama Ibunya, kalau dia pulang ngajar pasti tuh dia yang merawat ibunya!" ungkap si Ibu pemilik warung.
"Kalau begitu kita ke sana deh Bu, ini uang permennya!" kata Dicky sambil menyodorkan selembar uang seratus ribuan.
"Yah Mas, masih pagi belum ada kembalian ini, pakai uang kecil saja deh, cuma lima ribu saja kok!" ujar ibu warung.
"Tidak usah kembali deh Bu, kembaliannya buat ibu saja, permisi ya Bu, numpang nitip mobil!" ucap Dicky.
"Aduh duh duh! Pagi-pagi sudah dapat rejeki nomplok! Terimakasih ya Mas! Silahkan taruh mobil depan warung saya sepuasnya deh Mas, biar berkah!" sahut si ibu senang.
Dicky dan Dimas lalu mulai berjalan ke arah rumah Donny yang hanya berjarak 100 meter dari warung itu.
Rumah itu nampak sepi, hanya terlihat seorang wanita setengah baya yang duduk di kursi roda sedang berjemur di depan rumahnya, di temani dengan seorang yang mengenakan pakaian suster.
Bersambung ...
****
Nanti sore lagi guys ...
Jangan lupa dukung Author ya...
Nanti Author kasih visual Donny, Dio dan Mia ...
__ADS_1