
Rumah Sakit Nathan
Sebuah Mobil sport berhenti tepat di pinggir jalan, Dua orang pria melihat sebuah mobil yang terbalik, kecelakaan tunggal.
" Erick hubungi, polisi, rumah sakit dan agen derek!" perintah Samuel yang keluar dari mobilnya.
Ia melihat dua orang wanita tidak sadarkan diri dan mencium aroma alkohol.
" Hmm, sepertinya wanita nakal, dengan mobil semahal ini, pasti orang kaya bodoh" gumam Samuel.
Setelah melaksanakan perintah Samuel Erick ikut turun dari mobil dan melihat penumpang dan pengemudi mobil.
" Wah, cewek seksi, masih hidup atau sudah mati?" Erick mendekat.
" Jangan sentuh, kita tunggu polisi saja!" perintah Samuel segera kembali ke mobilnya dan diikuti Erick.
Dua orang pria yang di besarkan bersama-sama oleh Nyonya Davina berdiri menyenderkan tubuh mereka di mobil.
" Sam, sepertinya aku pernah melihat dua orang wanita itu" ucap Erick berpikir.
" Aku tidak mau mengenali wanita nakal, aku bisa mencium alkohol dari dalam mobil" ucap Samuel memainkan ponselnya.
Erick mengintip, layar ponsel Samuel menampilkan wajah wanita berhijab, ia sedang searching wanita Sholehah.
Samuel suka melihat cara Nisa berpakaian, ia juga ingin mendapatkan wanita dengan pakaian tertutup, pernikahan beda agama sudah biasa, ia bisa menikah dengan wanita muslimah.
" Wah, cari kembaran Dokter Nisa?" Erick merebut ponsel Samuel.
" Kembalikan, apa kamu sudah bosan hidup?" Samuel menatap tajam kearah Erick.
" Aku belum menikah, belum menikmati tubuh wanita" ucap Erick mengembalikan ponsel Samuel.
" Pergilah menikah dan nikmati tubuh istrimu" Samuel mengambil kasar ponselnya dari tangan Erick.
Tidak beberapa lama mobil polisi, ambulans dan Mobil derek telah sampai di tempat kejadian.
Nayla dan Lola di bawa ke rumah sakit terdekat rumah sakit swasta milik Nathan.
Samuel menghubungi nomor ponsel Nathan dan menanyakan keberadaan Nathan, sudah tiga hari mereka tidak bertemu, Nathan sangat sibuk.
Samuel dan Erick sangat lelah, mereka tetap menginap di puncak pada hari kecelakaan Nisa.
Samuel dan Erick segera meluncur ke rumah Nathan Karena lokasi yang lebih dekat dengan rumah sakit.
Nathan tidak akan mengajak orang lain ke Villanya, ia hanya akan menerima tamu di rumah utama, hanya dia dan Roy yang boleh tinggal di Villa.
Samuel dan Erick di sambut dengan pleukan oleh Nathan.
Erick menatap foto cewek yang tersenyum Cantik di pajang di dinding.
"Siapa wanita itu?" tanya Erick.
"Adikku Nayla" jawab Nathan dan mengajak tamunya duduk di ruang tamu.
"Apa yang kalian lakukan bertamu selarut ini?" tanya Nathan.
"Kami baru pulang dari puncak" Jawab Samuel duduk di samping Nathan.
Erick masih memperhatikan foto Nayla.
" Apa kamu menyukai adikku, dia bukan wanita yang baik" ucap Nathan tersenyum, Nayla hanya menginginkan boneka mainan.
"Sam, wanita ini mirip dengan yang kita selamatkan di dalam mobil tadi" ucap Erick.
"Apa maksud kamu?" tanya Nathan kaget.
"Sebelum kemari kami menemukan mobil Dengan plat xxx terbalik di jalan R" jelas Samuel.
"Itu pasti Nalya dan Lola" ucap Roy yakin.
"Dimana Mereka?" tanya Nathan.
"Di rumah Sakit milikmu yang terdekat dari sini" jawab Samuel.
__ADS_1
"Nathan, sepertinya mereka mabuk" lanjut Samuel.
"Aku tahu, sudah aku katakan dia bukan wanita yang baik" Nathan merebahkan tubuhnya di sofa.
" Apa anda ingin ke rumah sakit?" tanya Roy.
" Hubungi pihak rumah sakit, katakan Nayla adalah adikku agar mereka memberikan perawatan terbaik!" perintah Nathan.
"Baik" jawab Roy yang segera melaksanakan perintah Nathan.
"Sebaiknya kita beristirahat" Nathan beranjak dari duduknya dan mengantarkan Samuel dan Erick ke kamar tamu.
***
Langit terlihat mendung, Matahari masih tersembunyi di balik awan, cahaya yang melewati celah-celah awan terlihat Indah.
Nayla telah sadar dari pingsan dan mabuknya, ia merasakan kepala dan seluruh tubuhnya sangat sakit.
Nayla membuka matanya, ia memperhatikan ruangan yang berwarna putih bersih dengan gorden hijau daun, dan peralatan medis, jarum impuls yang menempel di tangannya.
Nayla ingin duduk tetapi ia tidak bisa menggerakkan kakinya.
" Aaaarrghh" Nayla berteriak kesal, ia tidak bisa melakukan apapun selain berteriak.
Beberapa perawat datang mendekati Nayla yang berteriak histeris, sedih, emosi dan marah menjadi satu.
Nayla melemparkan semua barang yang ada di atas meja brangkas.
" Pergi, pergi semuanya" Nayla frustasi ia melihat kakinya yang terpasang gips dan terbungkus perban.
Nathan Berlari dan memeluk Nayla yang menangis histeris dan memukul - mukul dada Nathan.
" Kak, kakiku kenapa? aku tidak bisa jalaaaan" Nayla berteriak histeris memekikkan telinga Nathan.
"Tenanglah Nayla, kamu akan baik - baik saja!" Nathan memeluk Nayla dan mengusap rambut panjangnya.
" Kamu akan menyembuhkan kaki kan?" Nayla terlihat kacau.
"Kak, wajahku, apakah wajahku rusak?" Nayla menyentuh wajahnya.
"Tidak, kamu masih Cantik" ucap Nathan menyentuh pipi Nayla.
" Istirahatlah" Nathan membantu merebahkan tubuh Nayla ke tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya.
Seorang perawat memasang kembali jarum impuls yang sempat tercabut karena Nayla mengamuk.
Nathan berjalan ke luar kamar dan diikuti Roy.
" Bagaimana kecelakaannya terjadi?" tanya Nathan kepada Roy.
" Tidak ada saksi dan bukti, apalagi Samuel menghubungi Polisi dan diketahui Nona Nayla dan Lola mabuk berat" jelas Roy.
" Nayla benar-benar ceroboh, dimana Harry? tanya Nathan.
" Mereka menghadiri pesta ulangtahun Sonia di hotel Butterfly, sepertinya Harry masih di hotel" jelas Roy.
"Kenapa Nayla minum tanpa Harry?" Nathan terus berjalan menuju ruangannya.
" Nona Nayla sedang marah dengan Harry sehingga Harry dilarang bertemu dengan Nona Nayla" jelas Roy lagi.
" Tetap selidiki kecelakaan ini!" perintah Nathan.
" Baik Tuan, apakah anda ingin melihat Nona Lola?" tanya Roy menghentikan langkah kaki Nathan.
"Bagaimana keadaan Lola?" tanya Nathan
"Tangan kiri patah dan luka sobek pada kepalanya" jelas Roy tanpa terlewat.
"Berikan perawatan terbaik untuk mereka berdua" Nathan kembali melanjutkan langkah kakinya berjalan menuju ruangan.
***
Ruangan Stevent.
__ADS_1
Stevent menatap istrinya yang berbaring di atas Sofa dan membaca buku, ia melirik Jhonny yang sibuk dengan pekerjaannya yang banyak karena di tinggalkan.
Stevent berjalan mendekati Nisa dan berbisik.
" Sayang, berbaring di kamar saja" Stevent menggendong Nisa dan membawanya ke kamar.
" kenapa?" Nisa melingkarkan tangannya di leher Stevent.
" Aku tidak mau tergoda melihat kamu berbaring di atas sofa" Stevent meletakkan perlahan tubuh Nisa di atas tempat tidur.
" kamu selalu tergoda bagaimanapun posisiku" Nisa mencubit hidung Stevent.
" Tentu saja Sayang, hanya ada satu wanita di dunia ini yang bisa menggodaku" Stevent mencium bibir istrinya dan pintu masih terbuka.
Jhonny garuk-garuk kepala, ia segera keluar dari ruangan dan berjalan menuju kantin perusahaan.
"Sayang, pintunya terbuka" ucap Nisa manja.
" Apakah kamu mau bermain?" tanya Stevent.
" Tidak boleh sering - sering, aku mau tidur dan membuka jilbab" Nisa beranjak dari tempat tidur, menutup pintu.
Nisa membuka peniti dari dagunya, dan melepaskan jilbabnya.
Terdengar ketukan pintu, Stevent segera keluar, ia memesan Anggur hitam.
Seorang pelayan mengantarkan Anggur hitam ukuran King, yang telah di cuci dan diletakkan pada mangkuk besar.
Stevent membawa buah Anggur ke kamar.
"Sayang, kamu mau?" Stevent tersenyum, meletakkan mangkuk Anggur di atas meja dan segera melahap dengan semangat.
"Sayang, dari kemarin kamu hanya makan Anggur dan memuntahkan makan malam" Nisa menatap Stevent yang hanya tersenyum karena ketahuan memuntahkan makanan.
" Perutku tidak nyaman, rasanya mual melihat nasi dan lauk pauk, aku juga tidak suka bau ikan" Stevent tersenyum kecut.
Nisa tersenyum melihat Stevent, Nisa doyan makan sedangkan Stevent hilang selera makannya.
" Sayang, jangan paksa aku makan" Stevent memeluk Nisa yang menahan tawa.
" Tapi kamu tetap harus makan" Nisa memegang pipi Stevent.
"Iya, Sayang, tapi makan sayur saja" suara manja Stevent.
" Iya" Nisa mencium bibir Stevent sangat lembut.
" Ayo kita makan Anggur" Stevent menarik tangan Nisa dan duduk di Sofa.
****
***
**
*
*Terimakasih
*
**
***
***
Thanks for Reading
Terimakasih atas kunjungan dan Dukungan Readers yang selalu memberikan Like, komentar dan Vote.
Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah, Aamiin.
Love You Readers**
__ADS_1