Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Zayn dan Alexander


__ADS_3

Pertemuan bisnis Zayn dan Alexander di lakukan di sebuah cafetaria.


Cafetaria milik Zayn sendiri yang dibangun di wilayah perkantoran dan menghasilkan omset yang fantastis.


Jam istirahat dan jam pulang banyak karyawan dan muda mudi yang nongkrong di cafetaria dengan menu yang beraneka ragam.


Nuansa sejuk permohonan bagaikan oase di Padang pasir.


Hirup pikuk kota terlupakan ketika masuk cafetaria milik Zayn.


Bertemu di malam hari sehingga mereka bisa menikmati makanan dan minuman yang ada di cafetaria.


Zayn telah memilih meja paling dalam di ruangan VIP, duduk sendiri menunggu Tuan Alexander di temani segelas kopi panas.


Alexander berjalan mendekati Zayn yang tersenyum tampan pada pria paruh baya yang terlihat masih muda dan gagah.


"Selamat datang Tuan Alexander, saya Zayn dari perusahaan Azhar." Zayn berdiri memperkenalkan diri dan berjabat tangan dengan Alexander.


"Anda masih sangat muda." Alexander tersenyum.


"Terimakasih, Silahkan duduk." Zayn mempersilahkan Alexander.


"Terimakasih, apakah kamu pemilik perusahaan Azhar?" Alexander meragukan Zayn yang terlihat masih muda.


"Anda benar, saya baru saja diberikan kepercayaan oleh papa saya untuk menjalankan perusahaan Azhar." Zayn tersenyum.


"Luar biasa." Alexander sangat senang.


"Saya juga Dosen di kampus Viona putri Anda." Zayn tersenyum.


"Kamu mengenali Viona?" Alexander menatap tajam pada Zayn.


"Siapa yang tidak mengenali Mahasiswi tercantik dan tercerdas di kampus, Tuan Alexander." Zayn tersenyum sangat tampan.


"Viona sangat beruntung, padahal gadis itu tidak bisa bergaul, aku kira hanya Jade yang kenal dirinya." Alexander meneguk minumannya.


"Jade?" Zayn menaikan alisnya.


"Ya, dia anak temanku dan satu kelas dengan Viona." Papa Alexander tersenyum.


"Oh benarkah, tapi anda tidak sedang menjodohkan Viona dengan Jade kan?" tanya Zayn menyelidiki.


"Tidak, Stevent tidak akan menyetujui keinginan ku, anak itu benar-benar keras kepala." Alexander mengepalkan tangannya.


"Baiklah Tuan Alexander, kita bicarakan bisnis." Zayn terlihat dewasa.


"Tentu saja, lebih cepat lebih baik." Alexander sangat bersemangat.


"Sebelumnya saya mohon maaf, kenapa Anda harus memulai perusahaan anda dari awal?" tanya Zayn.


"Ini karena wanita itu!" Alexander mengepalkan tangannya dengan kesal.


"Wanita, maksud Anda?" Zayn bingung.


"Istri Stevent, ia telah ikut campur dalam bisnis sehingga Stevent melepaskan beberapa bisnis besar begitu saja." Mata Alexander memerah.


"Bisnis besar maksud anda perusahaan legal dengan permainan ilegal." Zayn tersenyum.


"Tentu saja Tuan Zayn, dunia bisnis itu kejam dengan motto Untung besar." Alexander tersenyum licik.


"Saya mengerti Tuan Alexander, saya suka cara berpikir Anda, Dunia bisnis harus saling menguntungkan dan ada timbal baliknya." Zayn tersenyum puas.


"Anda benar Tuan Zayn, walaupun anda masih muda sepertinya anda sangat paham dengan bisnis." Alexander memuji Zayn.


"Saya memperdalam ilmu bisnis cukup lama di universitas terbaik dunia," ucap Zayn.


Ada banyak perusahaan yang telah Stevent lepaskan dan dikembalikan kepada Papa Alexander.


Alexander harus mencari mitra kerjasama untuk membangun kembali perusahaan yang telah Stevent lepas, karena beberapa pemegang saham ikut Stevent dan melepaskan perusahaan Alexander.

__ADS_1


Alexander benar-benar membutuhkan dukungan dari perusahaan lain.


"Tuan Alexander, saya sangat tertarik dengan bisnis anda, dan saya setuju untuk bekerjasama." Zayn meletakkan berkas di atas meja.


"Luar biasa, saya sangat senang mendapatkan mitra perusahaan besar seperti anda." Alexander berjabat tangan dengan Zayn.


"Untuk merayakan kerjasama ini, saya mengundang anda beserta keluarga anda untuk makan malam di rumah kami." Zayn tersenyum.


"Aku hanya punya istri dan seorang putri." Alexander tersenyum.


"Putri cantik yang sangat memikat sudah cukup untuk menjadi tamu spesial malam besok." Zayn tersenyum.


"Anda terlalu memuji gadis kecilku." Alexander tersenyum puas.


Viona akan di jadikan pertukaran bisnis dengan Zayn.


Demi membangun kembali perusahaan dan mendapatkan untung yang sebanyak-banyaknya, Alexander rela melakukan apapun.


Pertemuan selesai, Alexander dan Zayn berpisah.


Setelah makan malam keluarga, mereka akan melakukan tanda tangan kontrak kerja sama.


Alexander kembali kerumah dengan perasaan sangat bahagia.


"Dimana Viona?" tanya papa Alexander pada Mama Veronika.


"Viona sudah tidur." Mama membuka jas dan dasi papa.


"Tidur, kenapa begitu cepat, apa dia lelah?" Papa membuka baju kemejanya.


"Mungkin, ia kelelahan." Mama mengambil pakaian papa dan meletakkan di keranjang baju kotor.


"Apa yang dia lakukan?" Papa mencium pipi Mama Veronika.


"Jalan - jalan," ucap Mama lembut.


"Kenapa tiba-tiba?" tanya Mama.


Tidak ada lagi jawaban dari Papa karena telah berada di dalam kamar mandi.


Mama mempersiapkan pakaian ganti untuk Papa Alexander.


Pria paruh baya dengan tubuh terawat keluar dari kamar mandi.


"Sayang, Apa kamu lapar?" Mama Veronika membantu papa berpakaian.


"Tidak, aku mau tidur." Papa Alexander menarik tangan Mama Veronika naik ke tempat tidur.


"Aku harus mematikan lampu." bisik Mama Veronika.


"Baiklah." Papa Alexander mencium bibir Mama Veronika dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Setelah mematikan lampu, Mama kembali ke tempat tidur memeluk papa Alexander.


"Besok, carikan baju tercantik untuk Viona." bisik Papa Alexander.


"Mm." Mama menghirup aroma segar dari tubuh suaminya, memejamkan mata larut dalam mimpi indah.


Tidur dengan mesra di atas tempat tidur yang sangat luas.


***


Viona bersemangat menuruni tangga kamarnya, ia akan pergi ke rumah sakit, menemani Nisa sangat menyenangkan.


"Viona." Sapa Papa dari ruang tengah.


Viona menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah papa yang di temani Mama dan segelas kopi panas


"Kenapa papa tidak berpuasa?" Viona berjalan mendekati Papa dan melihat Mamanya.

__ADS_1


"Viona, pergi dengan Mama kamu ke butik, pilih gaun untuk makan malam." Papa tidak memperdulikan pertanyaan Viona.


"Viona mau ke rumah sakit." Viona duduk di samping Mama Veronika.


"Kenapa? Apa kamu sedang sakit?" tanya Mama khawatir.


"Oh no, papa tidak boleh tahu kak Nisa di rumah Sakit." Viona berbicara di dalam hatinya.


"Ah, aku hanya mau periksa kesehatan." Viona tersenyum.


"Kamu bisa langsung ke Dokter Hendri, sekalian ke Butik." Papa menatap tajam kepada Viona.


"Baik Pa." Viona menarik napas pelan menyenderkan kepalanya di bahu Mama.


"Papa berangkat ke kantor." Alexander meneguk kopinya dan mencium pipi Mama Veronika.


"Hati - hari di jalan Pa." Mama memeluk Papa.


"Tentu saja sayang." Papa Alexander mencium sekilas bibir Mama dan berjalan keluar rumah.


"Kita akan makan malam di mana ma?" Viona tidak bersemangat.


"Rumah keluarga Tuan Zayan." Mama tersenyum mengusap kepala Viona.


"Apa Viona boleh tidak ikut?" tanya Viona.


"Jika Papa meminta kamu untuk mencari pakaian artinya kamu wajib ikut." Mama memandang wajah Viona.


"Ini pasti pertemuan bisnis, aku tidak suka." Viona beranjak dari Sofa.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Mama lembut.


"Bukankah kita harus ke butik? lebih cepat lebih baik Ma." Viona berjalan keluar rumah menuju mobil Mama yang terparkir rapi.


"Tunggu sebentar sayang, Mama ambilkan tas." Mama Veronika berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Viona mengendarai mobil, mengingatkan dirinya pertama kali bertemu Fauzan dan dimarahi karena hampir menabrak Fauzan.


"Andai dia benar-benar aku tabrak, aku rela dihukum menjadi perawatnya seumur hidup." Viona tersenyum.


"Sayang, konsentrasi ketika menyetir." Mama melihat Viona yang tersenyum seorang diri.


"Ah, iya Ma." Viona tersenyum.


"Klinik Dokter Hendri sudah dekat." Mama memperhatikan jalanan.


"Lain kali saja Ma" Viona tersenyum, ia telah berbohong kepada Papa dan Mamanya demi melindungi Nisa.


"Aku akan terus berada di samping Kak Nisa, tidak akan aku biarkan Papa atau siapapun menyakiti Kak Nisa dan calon keponakan ku." Viona berbicara di dalam hatinya.


"Aku tahu Mama Sayang kepada Kak Nisa, tetapi Mama berada dalam pengawasan Papa." Viona tersenyum melirik Mamanya yang cantik dan sangat lembut.


Mobil memasuki area parkir yang sangat luas, butik milik keluarga Alexander.


Viona dan Mamanya bergandeng bersama masuk ke dalam butik untuk memilih gaun makan malam.


***


Baca juga Novel baru Author


(Cari : AnnaLee di aplikasi Joy lada)


Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih


Baca juga Novelku “Arsitek Cantik”


Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu), Terimakasih.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2