
Stevent kembali ke rumah dengan banya pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada istrinya, racun pada Papa Alexander berasal dari Jepang, perusahaan yang dipindahkan atas nama Nisa dan Viona, Papa Mark yang sekarnag berada di Jepang, Ayumi yang hadir dan hilang begitu saja. Pria itu berjalan menuju kamar, ia pulang larut malam, ada banyak pekerjaan dan penyelidikan yang harus dilakukan.
Nisa mendengarkan mobil Stevent yang memasuki garasi, ia segera membuka pintu dan menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman. Stevent berjalan menuju istrinya memperhatikan wajah cantik yang menunggu dirinya di depan pintu.
“Apakah mereka saudara?” Seketika pertanyaan itu muncul di benak Stevent ketika ia telah berada di depan Nisa.
“Assalamualaikum sayangku.” Nisa memeluk Stevent.
“Waalaikumsalam, kenapa kamu menunggu diriku?” Stevent mencium dahi Nisa.
“Karena kamu suamiku.” Nisa mengangkat kepalanya untuk melihat wajah tampan Stevent.
“Malam sudah larut.” Stevent menatap wajah Nisa dan membandingkan dengan Ayumi.
“Sayang, ada apa dengan dirimu?” Nisa merasa Stevent sedang meneliti wajahnya.
“Tidak ada.” Stevent tersenyum dan menggandeng tangan Nisa masuk ke dalam rumah, berjalan menuju kamar mereka.
Nisa mengambil tas dari tangan Stevent dan meletakkan di atas meja kerja yang ada di dalam kamar dan melihat suaminya berjalan menuju kamar mandi. Pria itu berusaha menenangkan diri memikirkan Nisa dan Ayumi, wajah gadis Jepang itu tidak begitu jelas karena lebih sering meggunakan masker dan tidak mungkin Stevent memperhatikan begitu seksama. Pria tampan itu keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk putih sebatas paha, ia melihat pakaian tidur yang telah disiapkan Nisa.
“Apa kamu lapar?” tanya Nisa mengambil handuk dan mengeringkan rambut suaminya.
“Tidak, aku hanya lelah.” Stevent tersenyum.
“Baiklah, aku akan membuatkan susu hangat.” Nisa menaruh handuk pada tempatnya dan berjalan keluar kamar menuju dapur. Stevent segera berpakaian dan membuka layar ponselnya mencari foto dan data Ayumi yang telah dikirimkan oleh Jhonny, pria itu menyandingkan dengan foto Nisa. Mencari kesamaan keduanya.
“Senyuman dan bibir mereka sangat mirip.” Stevent segera meletakkan ponselnya di atas meja ketika mendengar langkah kaki Nisa.
“Sayang, minum susu dan beristirahatlah.” Nisa memberikan gelas berisi susu hangat untuk Stevent.
“Terimakasih sayang.” Stevent mengambil gelas dan meneguk susu dengan perlahan.
“Aku akan mengantarkan gelas ini kedapur.” Nisa tersenyum.
“Besok saja sayang.” Stevent menahan tangan Nisa.
“Jangan mengundang kedatangan semut dan hewan lainnya.” Nisa tersenyum dan keluar dari kamar.
“Kamu benar sayang.” Stevent berjalan menuju kamar putra dan putrinya, memberikan ciuman selamat malam.
Nisa menutup dan mengunci pintu kamar mereka, ia membuka hijab dan menunggu Stevent di atas tempat tidur. Pria tampan itu kembali ke kamar mereka dan melihat istrinya tersenyum cantik dengan rambut tergerai indah.
“Kenapa kamu belum tidur sayang?” Stevent mengecup dahi Nisa.
__ADS_1
“Aku akan memijit tubuh kamu.” Nisa menarik tangan Stevent agar suaminya duduk di tepi tempat tidur..
“Tidak usah, kamu juga pasti lelah.” Stevent memeluk tubuh istrinya.
“Hari ini aku kosong, kemarilah.” Nisa mendorong dan memutar tubuh Stevent agar membelakangi dirinya dan mulai memijit pundak suaminya dengan lembut.
“Sayang, ini sangat enak.” Stevent memejamkan matanya menikmati setiap tekanan yang diberikan jari-jari Nisa.
“Besok kamu akan bangun dengan tubuh yang segar.” Nisa memijit seluruh tubuh Stevent hingga pria itu tertidur nyenyak dengan memeluk tubuh istrinya.
Pagi hari setelah sarapan, Stevent telah berada di ruang kerjanya, ia menunggu Nisa untuk membicarakan perusahaan teknologi yang dulu milik papa Mark yang telah diambil Papa Alexander dan sekarang dikembalikan kepada Nisa. Pria itu duduk di kursi kerja memperhatikan berkas serah terima perusahaan untuk Nisa.
“Sayang, kenapa kita harus berbicara di ruang kerja.” Nisa masuk ruangan dan duduk di sofa.
“Maafkan aku sayang.” Stevent beranjak dari kursi dan duduk di samping Nisa, ia memegang berkas penting.
“Sayang, bagaimana menurut kamu tentang Ayumi?” tanya Stevent membuka oercakapan.
“Dia adalah gadis yang cerdas tetapi sedikit bicara.” Nisa tersenyum.
“Sayang, ini adalah perusahaan Papa Alexander yang dulunya milik Papa Mark.” Stevent menyerahkan berkas kepada Nisa.
“Aku sudah tahu dan Papa Mark tidak mempermasalahkan itu.” Nisa mengambil berkas dan meletakkan di atas meja.
“Untuk apa sayang, aku tidak punya keahlian di bidang bisnis dan aku juga tidak tertarik.” Nisa menyentuh pipi Stevent dengan lembut.
“Jika perusahaan ini tidak segera dijalankan maka akan mengalami kebangkrutan.” Stevent terus memandang wajah cantik istrinya.
“Kamu bisa melakukan yang terbaik untuk perusahaan itu dan kenapa Papa Alexander memberikan perahaan ini kepada diriku?” Nisa mengambil berkas dan membukanya. Stevent hanya terdiam, ia tidak tahu harus menjawab apa untuk pertanyaan istrinya.
“Sayang.” Nisa menatap Stevent yang terlihat melamun.
“Sayang, apa kamu akan menerima perusahaan ini?” tanya Stevent menatap Nisa.
“Aku tidak mau Sayang, kamu bisa mengembalikan kepada Papa Mark atau Papa Alexander.” Nisa kembali menutup berkas.
“Aku akan mengembalikan kepada Papa Mark karena itu memang miliknya.” Stevent mengecup kening Nisa.
“Aku akan pergi ke kantor.” Stevent beranjak dari sofa.
“Aku akan mengantarkan kamu sampai depan.” Nisa menggandeng tangan Stevent dan keluar bersama.
“Apa kamu akan pergi ke rumah sakit?” tanya Stevent.
__ADS_1
“Ya, tapi pada pukul sembilan nanti.” Nisa tersenyum, ia membawa tas kerja Stevent.
“Sayang, aku berangkat.” Stevent mencium dahi dan mengecup bibir Nisa.
Mobil sport hitam meninggalkan perkarangan rumah dan menuju perusahaan Stevent Alexander, pria itu sudah tidak sabar untuk melanjutkan penyelidikan pada Ayumi. Stevent menambah kecepatan mobil ketika ia telah jauh dari rumah hingga dan sampai di perusahaan. Ia bejalan dengan cepat masuk ke dalam lift yang mengatarkan pada ruangannya. Jhonny telah duduk di Sofa dengan banyak berkas di atas meja. Stevent membuka jas dan duduk di depan Assiten pribadinya yang paling setia.
“Apa yang kamu dapatkan?” tanya Stevent.
“Ayumi memiliki dua identitas.” Jhonny menyerahkan berkas kepada Stevent.
“Dua identitas?” Stevent mengambil bekas dan membukanya.
“Apa maksud ini?” Stevent menatap Jhonny.
“Ayumi adalah putri kekaisar Jepang yang di besarkan oleh keluarga Mafia.” Jhonny menyerahkan foto-foto Ayumi.
“Apakah kamu juga berpikir ia memiliki kemiripan dengan Nisa?” Stevent menatap foto-foto Ayumi ketika pelatihan.
“Anda benar Tuan, tetapi tidak mungkin mereka bersaudara karena Tuan Mark dan Nyonya Maria hanya memiliki seorang putri dan keduanya tidak pernah menikah lagi.” Jhonny mengeluarkan berkas tentang Ayumi.
“Siapa Ayumi? Kenapa ia harus meracuni Papa Alexander dan membuat surat penyerahan Perusahaan dengan tanda tangan yang sah.” Stevent meletakkan berkas di atas meja.
“Apa hubungan Ayumi dengan Papa Mark atau Nisa?” Stevent menyenderkan tubuhnya di sofa.
“Orang kita masih berada di Jepang dan mencari informasi tentang Ayumi.” Jhonny melihat Stevent dengan tatapan khwatir.
“Ada apa?” tanya Stevent.
“Jika mereka tertangkap dan buka mulut, maka kita dalam bahaya.” Jhonny menunduk.
“Mencari informasi tentang seorang putri kerajaan Jepang adalah pelanggaran besar dan akan mendapatkan hukuman yang berat.” Jhonny kembali membuka berkas tentang Ayumi.
“Lakukan dengan halus dan hati-hati.” Stevent menatap Jhonny, tidak biasanya pria itu khawatir.
“Baik Tuan.” Jhonny menunduk.
Tentu saja robot Jhonny sudah memiliki rasa khawatir karena dirinya telah memiliki wanita yang sangat ia cintai berbeda ketika belum ada Aisyah hadir dalam hidupnya. Pria itu bahkan tidak tahut dengan kematian. Cinta akan menghadirkan rasa yang berbeda pada manusia, sedih, senang, rindu, cemburu, khawatir dan banyak rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
***LoveYouAll***
Halo semuanya, berikan Like, Komentar dan Vote yaa, dukungan kalian sangat berarti buat Author, terimakasih.
Baca juga Novel Author yang ada di Innovel/ Dream berjudul “Unforgettable Lady” dan Novel kakak ku Nama Pena “Fitri Rahayu” di Noveltoon. Terimakasih.
__ADS_1