Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Wanita Serakah


__ADS_3

"Brak" Seorang wanita cantik dan seksi menghamburkan semua perlengkapan kecantikan yang tertata rapi di atas meja rias.


" Prak" ia memecahkan cermin meja rias dengan melemparkan botol parfum seharga jutaan.


Lola Berlari ke kamar Nayla, ia terkejut melihat kamar yang telah berantakan seperti kapal pecah, serpihan kaca dan botol parfum berserakan di atas lantai.


" Hah, wanita manja ini, pasti sudah jadi kebiasaannya " gumam Lola dalam hati.


" hey Nay, ada apa dengan dirimu?" tanya Lola berdiri di samping pintu.


" Kenapa, kenapa wanita itu tidak mati, Kenapa ia selalu beruntung, kenapa selalu ada yang melindungi dirinya?" mata Nayla memerah.


" Kecelakaan itu telah aku rencanakan sebaik mungkin, namun ia tidak mati bahkan ia tidak luka sama sekali ". Nayla semakin kesal.


" Nisa ?" tanya Lola.


" Hanya ada satu wanita yang sangat aku benci di Dunia ini" Nayla duduk di tempat tidurnya.


" Aku juga sangat membenci Nisa, aku telah menyuntikkan racun tulang yang tidak ada obatnya, tetapi ia tidak hancur" Lola melipat tangannya di depan dadanya.


" Apa yang harus kita lakukan untuk membunuh Nisa, ia telah merebut Cinta Nathan dan juga Stevent ku " tegas Nayla.


" Nathan Selalu melakukan semua yang aku minta tapi sekarang ia malah hampir membunuh Stevent" kesal Nayla mengepalkan tangannya.


" Kamu hampir membunuh Nisa pasti ia juga ingin membunuh Stevent" ucap Lola santai.


" Dan aku rasa Nathan akan membunuh dirimu segera jika dia tahu kamu adalah Loly" Nayla tersenyum pahit.


Lola hanya terdiam, ia sangat ingin mendapatkan cinta Nathan tapi ia tidak tahu caranya.


" Haruskah aku gunakan obat perangsang dan halusinasi untuk Nathan" Pikir Lola.


" Nay, Nathan tidak tinggal di rumah ini?" tanya Lola yang berencana untuk mengunakan obat perangsang dan halusinasi pada Nathan.


" Apa kamu berpikir akan naik ke ranjang Nathan?" Nayla menatap tajam kepada Lola.


" Jika itu berhasil kenapa tidak, apakah kamu tidak setuju ?" tanya Lola menyelidiki.


" Terserah dirimu tapi jangan libatkan aku" Nayla keluar dari kamarnya, ia menuruni tangga dan menuju kamar Harry yang berada di Villa belakang.


" Ah, kemana gadis manja itu, Setelah menghancurkan barang - barang mahal, ia bisa bersikap biasa saja" Lola menggelengkan kepalanya dan ikut keluar dari kamar.


Beberapa orang pelayan segera merapikan dan membersihkan kekacauan yang di buat oleh Nayla.


" Nay, tunggu" Lola Berlari ke arah Nayla.


" Apa lagi? aku mau bermain dengan Harry" ucap Nayla kesal.


" Wanita ini benar-benar gila" pikir Lola dalam hati.


" kamu belum menjawab pertanyaan ku" Lola menatap Nayla.


" Itu kamar Nathan, jika ia pulang kemari dan itu Villa pribadinya ketika ia ingin sendiri, ia tinggal bersama dengan Roy" Nayla memberikan penjelasan kepada Lola dengan arahan jarinya.


Lola memperhatikan Villa yang cukup jauh jika hanya berjalan kaki.


Sudah 3 hari Lola ikut Nayla pulang tapi belum sehari pun Lola bertemu Nathan.


" Apakah ia pulang ke Villanya?" pikir Lola menatap Villa mewah dan megah.


***


Nayla berjalan perlahan menuju Villa Harry, Selama di rumah Harry belum menemui Nayla, karena Nayla marah dan melarang Harry menemui dirinya.


Harry benar-benar melakukan perintah Nayla, ia tidak datang ke rumah utama.


Tanpa mengetuk pintu Nayla masuk ke Villa Harry yang tidak terkunci, Nayla terus berjalan menuju kamar Harry dengan pintu kamar yang terbuka.


Nayla melihat pria tampan bertelanjang dada sedang melakukan push up di kamarnya, Tubuh seksi berotot yang telah di basahi keringat, begitu menggoda.


Nayla tercengang, pantas saja ada banyak wanita yang menginginkan Harry, namun tidak berani mendekat karena sikap egois Nayla.


Terdengar dering panggilan dari ponsel Harry yang berada di meja depan Sofa dekat dengan pintu.


Barry segera menghentikan aktivitasnya, ia beranjak dari lantai, tubuh seksi yang hanya menggunakan boxer terlihat jelas di mata Nayla, begitu menggoda.


Harry melihat layar ponselnya sebuah nama muncul. Harry segera menggeser icon hijau.


" Halo Sonia, ada apa?" Harry duduk di Sofa.


" Harry, apakah kamu punya waktu, aku butuh teman ke pesta malam ini" suara lembut Sonia terdengar manja.


" Tentu saja, jam berapa, aku akan menjemputmu". ucap Harry, ia merasa bosan di rumah tidak ada yang di kerjakan, Nayla tidak membutuhkan dirinya.


" Bersiaplah Aku akan segera menjemputmu " Sonia bersemangat, biasanya Harry selalu menolak dirinya, ini pertama kalinya Harry pergi dengan wanita selain Nayla.


Panggilan terputus, Harry segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.


Nayla mendengar semua percakapan Sonia dengan Harry, ada rasa cemburu di hatinya, ia akan kehilangan satu pria lagi yang selalu bersama dirinya.


" Sonia, sudah aku katakan, jangan dekati Harryku, dia milikku, dia adalah boneka ku" ucap Nayla penuh Emosi.


Nayla mengepalkan tangannya, ia berjalan meninggalkan Villa sederhana milik Harry.


Harry terlihat tampan dengan pakaian Dokter pas di badannya, jas dan celana hitam.


Harry berjalan dari Villa miliknya dan menunggu Sonia di pintu utama.

__ADS_1


" Wah, siapa pria tampan dan keren itu?" Lola beranjak dari kursi dan melihat keluar.


" Peliharaan diriku" ucap Nayla santai membaca majalah selebriti.


" Jika aku punya peliharaan seperti Harry, aku tidak akan membiarkan dia pergi bersama wanita lain" ucap Lola melihat sebuah mobil mewah berwarna merah dan seorang wanita cantik dan seksi keluar dari mobil menggandeng tangan Harry masuk ke dalam mobil.


Nayla berdiri ia menghempaskan majalah ke meja dan menatap tajam ke arah mobil Sonia yang mulai melaju meninggalkan perkarangan.


" Shit" Nayla mengumpat dan Lola menahan tawa nya.


" Ayo ikut mereka" ucap Nayla yang mengambil tas dan melemparkan kunci mobil kepada Lola.


Nayla telah mempersiapkan semuanya. Ia tidak akan mengizinkan Sonia mengambil Harry darinya.


" Ah, aku mau menunggu Nathan, kenapa wanita manja ini mengajak diriku dalam urusan dirinya?" Lola menggerutu dalam hati dan masih diam memainkan kunci mobil di tangannya.


" Hey, cepatlah nanti kita kehilangan mereka" Nayla menatap tajam ke arah Lola.


Lola segera berjalan cepat menuju mobil Nayla yang terparkir di depan pintu, ia duduk di kursi pengemudi sedangkan Nayla di samping Lola.


Lola mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, mengejar mobil Sonia yang di kendarai Harry.


Mobil melaju menuju sebuah hotel , Sonia mengadakan pesta ulang tahun, dan ingin memberikan kejutan untuk Harry.


Mobil berhenti tepat di depan pintu Hotel, pesta di laksanakan di samping kolam renang hotel.


Sonia dan Harry berjalan mendekati teman - teman Sonia, tepuk tangan riuh menyambut kedatangan Harry dan Sonia yang bergandengan tangan.


" Sonia, apakah ini pesta Dirimu?" tanya Harry heran.


" Hari ini adalah hari ulang tahun ku" Sonia tersenyum manis dan cantik.


" Kenapa kamu tidak memberitahukan kepadaku, aku tidak membawa hadiah untuk kamu" ucap Harry lembut.


" Kedatangan kamu ke pesta ini adalah hadiah terbaik untuk ku" Sonia merebahkan kepalanya di lengan kekar Harry.


" Apakah kamu mengundang Nayla?" tanya Harry yang membuat Sonia tidak suka mendengarkannya.


" Tentu saja jika dia tidak lupa" Sonia tersenyum, terus menggandeng tangan Harry hingga sampai pada kedua orang tua Sonia.


Sonia harus bergerak cepat, ia tahu Harry adalah pria yang baik, ia tidak akan pernah menyakiti wanita.


" Pa , Ma kenalkan Harry pria yang Sonia sukai" ucap Sonia tersenyum bahagia.


Harry hanya terdiam, ia tidak menyangka Sonia akan memperkenalkan dirinya kepada orang tua Sonia.


Harry segera mengulurkan tangannya, dan memperkenalkan diri.


" Halo Tuan dan Nyonya, saya Harry " sapa Harry dengan sopan.


Para tamu undangan sangat terpesona dengan gaya tampan dan cool Harry.


***


" Kenapa wanita itu membawa Harry ke Hotel?" tanya Lola yang tidak tahu


" Oh shit, hari ini pesta ulang tahun Sonia " kesal Nayla.


" Apakah kamu tidak di undang?" tanya Lola menyelidiki.


" Tentu saja aku di undang, Orang tua kami berteman tapi aku tidak suka dengan Sonia dan tidak berniat untuk datang " Ucap Nayla.


" Kenapa?" tanya Lola penasaran, ia berpikir tidak ada wanita yang di sukai Nayla, karena Nayla adalah wanita yang sangat serakah yang menginginkan semua pria berada di dekatnya dan mencintai dirinya.


" Tidak perlu aku jelaskan kepada dirimu" ucap Nayla ketus.


" Hmm" Lola menarik nafas panjang.


" Ayo kita lihat, bagaimana pesta ****** ini" Nayla turun dari mobil dan menuju tempat pesta.


" Hmm, kenapa ia sangat berbeda dengan Nathan?" Lola berbicara sendiri dalam hatinya.


Sonia melihat kedatangan Nayla, ia meninggalkan Harry bersama orangtuanya dan berjalan menuju Nayla.


" Hallo Nayla, Terimakasih telah hadir di pesta ku" Sonia tersenyum manis ke arah Nayla dan Lola.


" Aku hanya mencari ****** peliharaan ku yang di bawa kabur seseorang" Jawab Nayla kasar.


Harry dapat mendengarkan kalimat Nayla yang sangat menyakitkan hatinya, ia mencintai Nayla dengan tulus, namun Nayla menganggap dirinya sebagai ****** peliharaan.


" Ah, Sayang sekali, aku menganggap dirinya adalah pria yang istimewa, bahkan aku telah memperkenalkan dia kepada orang tua ku" Sonia tersenyum puas dan meninggalkan Nayla yang terlihat emosi.


" Selamat menikmati Pestanya" Sonia mengentikan langkahnya sebentar.


Sonia kembali berjalan mendekati Harry, ia menggandeng mesra tangan Harry. Nayla mengepalkan tangannya melihat kemesraan yang di perlihatkan Sonia.


Papa dan Mama Sonia telah pulang, kini tinggal para anak muda yang menikmati pesta bebas dan liar di kolam renang.


Pasangan yang berpelukan dan berciuman mesra tanpa rasa malu.


Sonia menarik tangan Harry yang sedang kesal dengan ucapan Nayla, ia telah minum banyak minuman beralkohol.


Sonia mengajak Harry ke kamar hotel yang telah ia pesan sebelum pesta.


" Harry, kamu sudah mabuk, ayo aku antar ke kamar untuk beristirahat" Sonia kesulitan membawa tubuh kekar dan berotot Harry.


" Pria ini sangat sempurna, apa Nayla buta?" Sonia berbicara dalam hatinya, ia menatap wajah tampak Harry dengan otot rahang yang keras dengan pahatan yang sempurna.

__ADS_1


Merek telah sampai di kamar Hotel, Sonia membuka pintu dan merebahkan tubuh Harry di atas kasur.


Sonia membuka sepatu dan jas Harry, ia melonggarkan dasi dan membuka beberapa kancing kemeja Harry.


Harry menatap wanita cantik dan seksi di depannya, bibir merah begitu menggoda.


Harry segera mencium nikmat bibir Sonia, dan mendapatkan balasan yang panas dari Sonia.


Begitu bersemangat, mereka berguling di atas tempat tidur, menikmati ciuman.


Pakaian seksi yang menampilkan dada dan paha memanggil tangan Harry untuk menyentuhnya.


Kekesalan Harry pada Nayla membuat Harry semakin bernafsu dengan Sonia, wanita di depannya tidak kalah cantik dengan Nayla, Bahkan Sonia jauh lebih lembut.


Sonia sengaja tidak menutup rapat pintu kamar hotel berharap Nayla melihat adekan mesra yang ia lakukan bersama Harry, dan ia juga berharap bisa pada tahap bercinta, agar Harry tidak akan bisa melepaskan diri lagi dari Sonia.


Dugaan Sonia benar, Nayla datang ke kamar, ia mendobrak pintu kamar Sonia, Ia melihat Harry tanpa busana dengan ikat pinggang dan kancing celana yang telah terbuka.


" Wanita ******, beraninya kamu merebut Harry ku" Nayla menarik rambut Sonia yang berteriak kesakitan.


Lola hanya menonton, ia melihat Harry yang telah tertidur karena mabuk dengan tubuh telanjang begitu seksi menggoda.


" Lepaskan aku, wanita serakah, kamu hanya menganggap Harry sebagai hewan peliharaan tapi aku mencintai dirinya dan mulai malam ini Harry adalah kekasihku" tegas Sonia menatap tajam kepada Nayla.


" Aku tidak mengizinkan dirinya" Teriak Nayla mendorong tubuh Sonia hingga jatuh menimpa Harry.


Harry membuka perlahan matanya dan kembali mencium bibir Sonia.


" Harry " Nayla berteriak, Lola tersenyum melihat tingkah gila Nayla.


" Nayla, pergilah aku ingin bersama Sonia" Harry kembali tidak sadari diri.


Sonia tersenyum puas dengan ucapan Harry, is memeluk dan mencium tubuh Harry.


Nayla meninggalkan kamar dengan perasaan emosi diikuti Lola.


Melihat Nayla pergi, Sonia segera mengunci pintu kamar dan tersenyum puas, ingin rasanya ia tertawa terbahak-bahak.


" ****** itu telah berani melawan ku" Nayla berjalan menuju bar Hotel dan memesan minuman nikmat yang memabukkan.


Ia lupa tidak ada Harry yang akan menjaga dirinya ketika mabuk.


Melihat Nayla minum, Lola juga ikut memesan dan menikmati minuman pembawa bencana.


" Nay, ayo kita pulang, aku sudah rindu dengan Nathan" ucap Lola pelan, ia masih memiliki kesadaran penuh.


" panggilkan Harry, ia akan mengendong diriku pulang" Nayla mulai meracau.


Setelah membayar minuman dengan kartu Nayla, Lola membantu Nayla menuju Mobil.


" Panggilkan Harry, peliharaan ku" ucap Nayla.


" Arg, ribut sekali" Gumam Lola.


Setelah membantu Nayla duduk dan memasang sabuk pengaman, Lola mulai menghidupkan mesin dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


Malam yang semakin larut membuat jalanan sedikit lenggang.


Lola kesulitan melihat jalanan karena lampu mobil yang menyilaukan.


Lola terus mengendarai mobil berusaha untuk menyesuaikan cahaya dengan matanya. Nayla telah terlelap dalam tidurnya.


Sebuah mobil truk pengangkut batu melaju dengan kencang menuju arah mobil Lola, lampu mobil yang menyilaukan membuat Lola kesulitan untuk melihat, ia sangat panik hingga tabrakan terjadi.


Mobil Nayla terbalik, dan membentur ke dinding jalan, truk terus melaju meninggalkan mobil yang tergeletak di pinggir jalan.


Mobil telah mengeluarkan asap, cairan minyak telah mengalir.


Seorang wanita mengendarai mobilnya mendekati mobil yang terbalik dan keluar dari mobil.


" Sebelum kamu menghancurkan diriku, aku harus memulai duluan" wanita dengan heels 12cm berjalan meninggalkan mobil Nayla.


" Jika kamu beruntung, akan ada orang yang menyelamatkan dirimu" ucap wanita itu lagi dan mengendarai mobilnya meninggalkan Nayla.


****


***


**


*


*Terimakasih


*


**


***


***


Thanks for Reading


Terimakasih banyak atas kunjungan dan dukungannya dengan selalu memberikan Like, komentar dan Vote.


Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah, Aamiin.

__ADS_1


Love You Readers, muach**


__ADS_2