
Kenzo melakukan penerbangan selama 12 jam, hingga sampai di bandara internasional.
Ia berangkat dengan penerbangan pertama setelah sholat Subuh.
Kenzo melaksanakan shalat Zuhur di bandara, karena ia harus melakukan perjalanan menuju pesantren Abi.
Sebuah mobil hitam dengan ban besar dan tinggi telah terparkir di depan pintu keluar.
Seorang pria tampan duduk di bagian depan mobil dan tersenyum ke arah Kenzo.
"Assalamualaikum, Tuan Kenzo." Fauzan memberi salam dan berjabat tangan dengan Kenzo.
"Waalaikumsalam, Tuan Fauzan kenapa anda menjemput saya, ini sungguh tidak pantas." Kenzo merasa tidak nyaman karena Fauzan adalah seorang pangeran.
"Kenapa, semua manusia itu sama di mata Allah." Fauzan menepuk pundak Kenzo.
"Maafkan saya yang telah merepotkan Anda." Kenzo masih tidak nyaman dengan perlakuan seorang pangeran.
"Tidak perlu khawatir, Ayesha mau jalan-jalan." ucap Fauzan.
Kenzo melihat Ayesha yang duduk sendirian di kursi belakang. Mata yang sangat indah bagian putih yang berwarna biru dan bola mata yang berwarna coklat.
Ayesha melihat sekilas wajah Kenzo, ia segera memalingkan pandangannya.
Ayesha telah menyelidiki siapa yang mengantarkan dia ke rumah sakit seorang pria yang menabrak dirinya dan bernama Kenzo.
"Ya Allah, bukankah pria ini yang ada ketika meeting, yang menabrak diriku dan mengantarkan aku kerumah sakit." Ayesha khawatir.
"Apakah hanya ada satu pria yang bernama Kenzo di Kairo?" Ayesha bertanya kepada dirinya sendiri.
"Dunia ini sangat sempit, semoga ia tidak mengatakan apapun kepada kak Fauzan." Ayesha berbicara di dalam hatinya dan memandang jalanan.
Mobil melaju meninggalkan bandara dan menuju hotel star 5 di depan pesantren.
Sesekali Kenzo melirik Ayesha melalui cermin mobil dan Ayesha tidak pernah mengalihkan pandangan dari jalanan.
Mobil memasuki area perkarangan rumah Abi, Kenzo heran, bagaimana Fauzan tahu ia akan pergi ke pesantren.
Ayesha turun dari mobil, ia berjalan menuju rumah Abi Ramadhan.
Kenzo keluar dari mobil bersama dengan Fauzan, ia heran Ayesha yang masuk ke rumah Abi.
"Kamu akan menginap di mana?" tanya Fauzan.
"Tunggu dulu, kenapa adik Anda masuk ke rumah Abi Ramadhan?" Kenzo melihat Ayesha.
"Ayesha menginap disini, ia suka melakukan hal-hal yang aneh." Fauzan tersenyum.
"Bagaimana dengan dirimu, apa kamu akan menginap di hotel?" tanya Fauzan lagi.
"Tuan Fauzan, aku di besarkan di Pesantren ini, keluarga ku semuanya disini." jelas Kenzo.
"Maksud kamu?" tanya Fauzan.
"Aku hanyalah anak yang hidup sebatang kara di jalanan dan dibawa kemari oleh Abi dan Umi." jelas Kenzo.
"Masya Allah, kamu luar biasa." Fauzan menepuk bahu Kenzo.
__ADS_1
"Mari kita masuk." ajak Kenzo.
"Tentu saja." Fauzan dan Kenzo berjalan bersama masuk ke rumah Abi Ramadhan.
"Assalamualaikum." salam dua pria tampan bersamaan.
"Waalaikumsalam." jawab Ayesha lembut dan segera berjalan ke dapur.
Ayesha terus menghindari Kenzo, ia sangat malu dan khawatir setelah ia mengetahui Kenzo yang menggendong dirinya.
"Umi ada tamu." ucap Ayesha kepada Umi yang menyentuh pipi Ayesha.
"Ya Allah, Kenzo." Umi sangat bahagia, ia sangat merindukan Kenzo.
"Assalamualaikum Umi." Kenzo mencium tangan Umi.
"Apa kamu sudah bertemu dengan Ayesha?" tanya Umi.
"Tentu saja, kita adalah rekan bisnis." Kenzo tersenyum melihat kearah Fauzan.
"Mereka bertiga duduk di ruang tamu, Kenzo sangat lelah, ia merebahkan tubuhnya di sofa panjang.
Ayesha berjalan melewati ruang tamu, ia mau pergi ke pesantren.
"Ayesha kamu mau kemana?" tanya Fauzan dan Kenzo melihat ke arah Ayesha yang tidak menoleh sama sekali.
"Aku akan bermain dan belajar bersama santriwati, assalamualaikum." Ayesha melanjutkan langkahnya dengan terburu-buru.
"Ada apa dengan dirinya?" Fauzan bingung.
"Sepertinya, dia menghindari diriku," gumam Kenzo melihat Ayesha.
"Apa kamu mau beristirahat di kamar ku" tanya Fauzan.
"Tidak terima kasih, aku akan beristirahat di sini." Kenzo tersenyum.
"Baiklah, aku harus kembali ke hotel karena banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, kita akan bicara bisnis besok pagi." Fauzan beranjak dari kursi.
"Tentu saja, sekali lagi terima kasih banyak." Kenzo dan Fauzan berjabat tangan.
Setelah mengucapkan salam Fauzan berjalan menuju hotel star 5 di depan pesantren.
Kenzo melihat ke arah pesantren, ia melihat Ayesha sedang bermain dengan anak-anak di bawah pohon.
Tanpa perintah kaki Kenzo melangkah mendekati Ayesha dan anak-anak.
"Kak Kenzo." anak - anak berteriak dan berlarian memeluk Kenzo.
Ayesha melihat kearah Kenzo dan bingung dengan sikap anak-anak yang sangat akrab dengan Kenzo, bahkan mereka terlihat sangat merindukan kedatangan Kenzo.
"Kak Ayesha, kenalkan kakak kami yang paling tampsn dan baik." seorang gadis kecil menarik tangan Ayesha agar berdiri dan berhadapan dengan Kenzo.
Mata mereka saling bertemu, Ayesha menunduk dan menarik tangannya.
"Kak Ayesha kenapa kakak tidak mau bersalaman dengan kak Kenzo." seorang gadis menatap kecewa kepada Ayesha.
"Kak Ayesha tidak boleh bersentuhan dengan yang bukan mahramnya." Kenzo mencubit hidung gadis kecil.
__ADS_1
"Kak Kenzo, kak Ayesha sangat cantik dan baik." ucap seorang lagi.
Kenzo melirik Ayesha yang telah mundur beberapa langkah untuk menghindari Kenzo.
"Nona Ayesha." Kenzo menghentikan langkah kaki Ayesha yang telah bersiap untuk pergi.
Ayesha terdiam, ia tidak menoleh ke arah Kenzo.
"Saya mau minta maaf atas kecelakaan itu." ucap Kenzo.
"Tidak apa, saya sudah melupakannya." ucap Ayesha yang membelakangi Kenzo.
"Saya juga minta maaf karena telah menggendong anda." belum selesai Kenzo berbicara Ayesha langsung memotongnya.
"Tuan Kenzo, saya harap anda bisa melupakan hari itu dan jangan pernah mengatakannya kepada siapa pun terutama kakakku." Ayesha belum mau menikah, ia masih nyaman dengan dirinya yang selalu bersama Fauzan.
"Terimakasih, assalamualaikum." ucap Ayesha dan berjalan meninggalkan Kenzo bersama anak-anak.
"Waalaikumsalam." Kenzo memandang punggung Ayesha yang berjalan cepat.
"Kenapa dia menghindari diriku, apakah dia marah karena aku menyentuhnya?" Kenzo bertanya di dalam hatinya.
Ayesha masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang sempit.
"Ya Allah, ampuni dosaku, jodohku di tanganMu." Ayesha memejamkan matanya.
"Sepertinya dia berasal dari sini." gumam Ayesha.
"Assalamualaikum kak Ayesha." seorang anak kecil membuka pintu kamar Ayesha.
"Waalaikumsalam." Ayesha beranjak dari tempat tidur dan tersenyum.
"Apa kakak tidak suka dengan kak Kenzo?" tanya gadis kecil memainkan cadar Ayesha.
"Hmm, kakak cuma malu dengan kak Kenzo." Ayesha mencubit hidung gadis kecil.
"Kenapa malu, Kak Kenzo sangat baik." ucap gadis kecil.
"Bagaimana kalian mengenal kak Kenzo?" tanya Ayesha menyelidiki.
"Karena dulu kak Kenzo tinggal di sini sama seperti kami, kak Kenzo tidak punya orang tua dan saudara," jelas gadis kecil.
"Orang tua kami Abi dan Umi, saudara kami semua yang ada di pesantren." seorang gadis remaja masuk.
Ayesha tersenyum, ia mengerti kenapa Kenzo berada di pesantren.
"Masya Allah, dia pria yang luar biasa berjuang dari bawah." Ayesha tersenyum dan mengusap wajah dua gadis di depannya.
****
Selamat Menunaikan ibadah Puasa 🤗
Semoga Suka, Mohon Dukungan dengan Like, Komentar, Vote, dan Bintang 5 😘 Terimakasih.
Baca juga "Arsitek Cantik", Nyanyian Takdir Aisyah" dan "Cinta Bersemi di ujung Musim"
Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
__ADS_1
Terimakasih yang sudah memberikan Tips sehingga menjadi rupiah 😘😘😘