Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Ceraikan!


__ADS_3

Rumah Utama Stevent.


Semua Keluarga telah berkumpul, Alexander menatap dingin pada Veronika, yang bersikap biasa saja tanpa merasa bersalah karena memang Veronika tidak tahu apa kesalahan dirinya.


Alexander baru pulang dari perjalanan bisnis.


" Viona, Kakak kamu belum pulang?" tanya Veronika membuka percakapan.


" Kata Jhonny sudah Ma, tapi mereka masih jalan - jalan" Jawab Viona tanpa melihat Mamanya.


" Sayang, bagaimana pekerjaan kamu? Apa kamu lelah? Veronika menyentuh tangan Alexander yang diam saja.


Viona melirik ke arah Papa dan Mamanya, dan beranjak keluar, ia mengerti situasi Papa dan Mamanya.


Viona berjalan meninggalkan Alexander dan Veronika.


" Sayang, ada apa dengan dirimu?" Veronika menatap Alexander.


" Bagaimana Liburan kamu di Jepang? Apakah masih kurang?" tatapan tajam dari Alexander membuat Veronika dapat merasakan aura dingin.


" Aku mencari Papa Nisa" suara lembut Veronika.


" Apa maksud kamu?" tanya Alexander menyelidiki.


" Nisa itu bukan anak dari Tuan Ramadhan dan Nyonya Fatimah" Veronika menyentuh tangan Alexander.


" Lalu, bagaimana kamu tahu siapa orang tua Nisa?" tanya Alexander


" Nisa menggunakan Liontin Biru hasil rancangan Maria yang hanya satu-satunya dan tidak di jual" jelas Veronika, ia tidak mau Alexander salah sangka.


" Maria, berarti Nisa adalah Putri Mark?" Mata Alexander memerah, Veronika bingung dengan ekspresi Alexander yang terlalu berlebihan di matanya.


" Kenapa dirimu seperti terkejut? Apa kamu mengenal mereka?" Veronika menatap Alexander.


" Aku harus ke ruang kerja, menyelesaikan pekerjaan sebelum Stevent kembali" Alexander berjalan menuju ruang kerjanya meninggalkan Veronika yang kebingungan.


Alexander membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan, ia segera mengunci pintu dan duduk di kursi kerjanya.


" Nisa adalah putri Mark, Dunia ini sangat sempit, kenapa Stevent harus bertemu dan menikah dengan Putri Mark?" Alexander mengambil ponsel dari saku jas miliknya.


Mencari nomor Ponsel Jhonny dan segera menghubunginya.


" Hallo Jhonny, Stevent di mana?" tanya Alexander langsung.


" Tuan Stevent masih berada di kediaman barunya" jawab Jhonny.


" Kapan ia kembali ke kantor? apa dia tidak kembali ke rumah Utama?" tanya Alexander .


" Besok Tuan Stevent dan Nyonya Nisa akan kembali ke rumah dan masuk kantor" jelas Jhonny.


Alexander segera mematikan ponselnya. Ia mengepal tangannya, matanya memerah, menahan emosi.


Jhonny merasa ada sesuatu yang aneh dengan Alexander, tidak seperti biasanya Alexander bertanya tentang Stevent.


***


Nisa dan Stevent berangkat dari rumah baru menuju rumah Abi Ramadhan, Nisa minta diantarkan ke pesantren karena sudah kangen dengan Abi dan Umi.


Mobil berhenti tepat di depan perkarangan rumah Nisa. Stevent segera turun dari mobil dan membuka pintu untuk istri tercinta.


" Sayang, hari ini kamu di rumah saja, besok kita ke rumah Jhonny untuk bertemu Dokter Aisyah" Stevent memeluk dan mencium dahi Nisa yang hanya mengangguk.


" Terimakasih telah mengantarkan aku ke rumah Abi" Nisa tersenyum dan mencium pipi suaminya.


Stevent ingin mencium bibir Nisa tapi di tahan oleh telapak tangan yang lembut.


" Tidak boleh" Nisa menggeleng dan Stevent mencium tangan istrinya tersenyum.


Stevent berjalan menuju kursi penumpang, meninggalkan istrinya dengan berat hati, ia takut merasakan kerinduan jika tidak melihat Nisa.


Nisa tersenyum melambaikan tangannya hingga mobil Stevent tidak terlihat lagi, ia masuk ke dalam rumah.


***


Stevent terus mengendarai mobilnya hingga sampai ke kantor,ia harus mengadakan meeting dengan karyawan dan beberapa relasi.


Stevent memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu lobby perusahaan, seorang petugas parkir segera mengambil alih kendaraan Stevent untuk di parkiran pada tempatnya.

__ADS_1


Stevent berjalan dengan gagah menuju lift yang akan mengantarkan ia ke ruangannya.


Semua karyawan memberi hormat, mereka sangat merindukan sosok Bos Tampan yang luar biasa yang kini sudah tidak sendiri lagi.


Mereka dapat melihat rona merah dan bahagia dari Bos besar sepulang dari bulan madu.


Stevent sampai di depan pintu ruangannya, Jhonny telah mengunggu di depan pintu.


" Selamat Pagi Tuan, Selamat datang kembali" Jhonny memberi salam.


" Bagaimana persiapan Rapat Harini?" tanya Stevent berjalan masuk ke dalam ruangan.


" Semua telah menunggu anda di ruangan" Jawab Jhonny.


Tidak akan ada karyawan yang dapat terlambat, mereka harus datang lebih awal dari Stevent, konsekuensinya adalah hukuman dengan pemotongan gaji, kehilangan Bonus dan bahkan pemecatan.


" Dimana Papa?" tanya Stevent.


" Masih berada di kantor cabang, dan akan datang kemari siang hari" jelas Jhonny


" Baiklah, mari kita mulai rapat" Stevent berjalan cepat menuju ruang meeting dan diikuti Jhonny.


Ruangan telah senyap tanpa suara ketika Stevent masuk.


Rapat berlangsung cukup lama hingga waktu jam Makan siang.


Stevent segera menutup rapat dan semua yang hadir di persilahkan untuk menikmati makan siang di kantin perusahaan.


***


Seorang wanita cantik dengan pakaian serba tertutup tersenyum ramah kepada karyawan.


Mereka semua telah tahu, wanita itu adalah Nyonya besar istri dari Bos besar Stevent, tidak ada yang berani menatap Nisa.


Seorang wanita mengantarkan Nisa menuju ruangan Stevent hingga tepat di depan pintu ruangan Stevent.


Pintu sedikit terbuka yang lupa Jhonny tutup kembali.


***


" Kemana dia?" Stevent terus berusaha menghubungi nomor Nisa.


Jhonny mendekati Stevent.


" Tuan, Tuan Alexander ingin berbicara dengan Anda" Ucap Jhonny.


Stevent melihat Papa Alexander telah berdiri di depannya.


" Papa tidak makan siang?" tanya Stevent menatap aneh kepada Alexander.


" Tidak perlu karena hal yang harus Papa bicarakan lebih penting dari makan siang" tegas Alexander.


" Maaf Tuan saya akan menunggu di luar" Jhonny membuka pintu dan akan keluar ruangan.


" Kamu duduk saja di meja kerjamu !" Perintah Stevent dan Jhonny menurutinya.


" Silahkan duduk Pa" ucap Stevent memperhatikan keanehan dari Alexander.


" Stevent, kamu harus menceraikan Nisa!" tegas Alexander yang membuat Stevent terkejut dan langsung berdiri.


" Apa maksud Papa?" Mata Stevent memerah.


" Nisa adalah putri Mark!" Alexander ikut berdiri.


" Mark, siapa Mark?" tanya Stevent heran.


"Mark adalah pengusaha sukses yang telah Papa hancurkan dan sebagai sahamnya ada di perusahaan kamu !" jelas Alexander.


" Jika Nisa tahu, Papa dan kamu pemilik perusahaan Ayahnya yang telah Papa hancurkan, cepat atau lambat ia akan meninggalkan dirimu" suara nyaring Alexander seakan membentak Stevent.


Jhonny terdiam, ia tidak menyangka kisah cinta Stevent akan serumit ini.


" Ceraikan Nisa, Ayahnya adalah Musuh kita !" bentak Alexander.


" Aku tidak akan pernah menceraikan Nisa, dan aku telah memindahkan 50% saham ku atas nama Nisa" Tegas Stevent


" Plak" Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Stevent, pukulan dari tangan terlatih Alexander cukup menyakitkan wajah Stevent.

__ADS_1


Wajah dan mata Stevent memerah.


" Menceraikan Nisa, sama saja menghancurkan hidupku" Stevent menatap tajam ke arah Alexander.


" Plak " Tamparan keras kembali mendarat di pipi Stevent.


" Aku tidak akan merasakan sakit hanya dengan tamparan ini, karena aku sudah cukup menderita menuruti perintah Papa " Stevent menatap Alexander.


" Kamu akan di hancurkan wanita itu !" bentak Alexander.


" Papa lah yang akan menghancurkan diriku!" Stevent menekan suaranya.


" Hidup dan mati ku hanya untuk Nisa" mata Stevent memerah menatap tajam dan penuh kebencian kepada Alexander.


Seorang wanita bersandar di dinding pinggir pintu ruangan Stevent, air mata telah membasahi wajahnya, ia tidak sanggup melihat suaminya di pukuli oleh Papa Alexander bahkan hati Nisa semakin sakit ketika mendengar kata cerai.


Ada banyak pertanyaan yang muncul di kepala Nisa, ia hanya bisa mengucapkan istighfar untuk menguatkan dirinya dan meninggalkan tempat itu.


Nisa mengusap air matanya dan berjalan mendekati seorang sekretaris.


" Tolong, berikan makan siang ini untuk suamiku dan terimakasih" Nisa tersenyum menyembunyikan rasa sesak di dadanya.


Sekretaris kebingungan, ia melihat Nisa segera berlalu meninggalkan bekal makan siang di atas mejanya.


Alexander keluar dari ruangan dengan perasaan emosi, ia berlalu meninggalkan kantor Stevent.


Stevent terduduk Diam, Jhonny hanya memperhatikan Stevent tidak berani membuka suaranya.


Jhonny keluar ruangan, meminta sekretaris membuat kopi untuk Stevent.


Jhonny mendekati meja sekretaris, ia melihat sebuah rantang cantik di atas meja.


" Apa ini?" tanya Jhonny yang mulai khawatir dan menerka-nerka.


" Ini Tuan, tadi Nyonya Nisa kemari dan membawakan bekal makan siang untuk Tuan Stevent" jelas sekretaris.


" Dimana Nyonya Muda?" tanya Jhonny menggenggam gagang rantang.


" Nyonya muda langsung pulang, sepertinya ia tidak jadi masuk ke dalam ruangan tuan Stevent" Jawab sekretarisnya.


Jhonny mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya, ia segera mengambil bekal makanan, ia benar-benar khawatir.


Ia melihat Stevent yang masih berusaha menghubungi Nisa.


" Tuan" suara Jhonny pelan.


" Ada apa?" Jawab Stevent ketus tanpa melihat Jhonny, ia terus menekan icon panggilan.


Jhonny segera meletakkan sebuah rantang cantik di atas meja kerja Stevent.


" Nisa, " Stevent segera melihat Jhonny dengan wajah khawatirnya dan Jhonny hanya mengangguk.


" Dimana Nisa?" Stevent meletakkan ponselnya dan menarik kerah baju Jhonny kasar


" Sudah pergi, bahkan saya tidak bertemu dengan Nyonya" Jhonny menunduk.


Stevent melepaskan tangannya dari leher Jhonny, ia segera mengambil jas dan kunci mobilnya, pergi meninggalkan Jhonny.


" Nisa, kamu dimana?" Stevent khawatir, ia terus bertanya-tanya dalam hati.


" Apakah Nisa mendengarkan pembicaraan dengan Papa Alexander?" tangan Stevent memukul stir mobil.


Ia tidak tahu harus mencari Nisa kemana. Stevent kebingungan, ia bahkan tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


*


*


*


**Thanks for Reading


Terimakasih banyak atas Like dan komentar di setiap episode 😘


Terimakasih banyak atas Vote teman² Readers, Semoga ranking "Cinta Untuk Dokter Nisa " Terus naik, Aamiin 😇 dan Semoga teman² semuanya selalu diberikan nikmat kesehatan dan Rezeki yang melimpah, Aamiin 😇


♥️Love You Readers 💓**

__ADS_1


__ADS_2