
Penjagaan di depan pintu kamar Nisa telah pindah ke gerbang depan.
Nisa dengan keadaan sedang tidur tidak perlu di jaga, itu yang Nathan pikirkan.
Ia tidak mau ada banyak Lelaki asing di dekat Nisa, Karena alasan itulah Nathan memilih Loly untuk menjaga Nisa.
Loly memperhatikan Nisa yang tertidur lelap, ia berjalan keluar dari kamar menuju ruangan komputer Nathan, tidak ada siapa-siapa di sana, layar komputer yang aktif merekam langsung keadaan kamar Nisa.
Nathan kembali ke kota dan butuh waktu yang lama untuk kembali ke Istana hutan.
Loly membuka laci penyimpanan jarum suntik yang berisi cairan, ia mengambil 2 batang jarum dari kontak yang berbeda, Loly segera kembali ke kamar Nisa.
Loly membuka kancing baju pada bagian tangan Nisa, ia menarik lengan baju keatas dan menyuntikkan jarum yang ia bawa dari ruangan Nathan, hingga jarum yang berisi cairan menjadi kosong.
" Aku harus menyuntikkan cairan ini langsung pada pembuluh darah agar obat ini bekerja dengan cepat " Loly menunggu reaksi obat.
" Cepatlah Bangun Nisa !" Loly mondar-mandir melihat jam di tangannya dan kadang melihat Nisa
Membutuhkan waktu 30 menit baru obat yang Loly suntikan bereaksi.
Nisa menggerakkan jari - jari tangannya, ia berusaha membuka matanya, merasakan perih pada punggung tangan dan lengan bekas suntikan Loly dan jarum impuls.
Loly telah menyuntikkan obat penawar pada Nisa, Ia ingin Nisa segera bangun dan tahu perbuatan Nathan dan berharap Nisa akan membencinya.
Loly telah mencabut semua jarum impuls yang melekat pada tubuh Nisa.
Nisa menatap lekat pada wajah wanita dengan pakaian Dokter di depannya, ia berusaha mengenali wajah wanita itu.
Wajah yang tidak asing semakin jelas.
" Loly " Suara lembut Nisa, ia memegang kepalanya terasa pusing dan berat.
Loly terkejut ia tidak percaya Nisa mengenalinya bahkan mereka telah berpisah sangat lama, Nisa tidak pernah berbicara dengan Loly, ia hanya tersenyum ketika bertemu Loly. Nisa adalah bintang yang sangat terang di kampus.
" Nisa kau mengenaliku ?" Loly mendekati Nisa.
" Ya, tolong bantu aku duduk, kenapa tubuh ku lemas sekali ? dan kenapa kita disini ? " Nisa melihat sekeliling ruangan terasa asing.
Loly membantu Nisa duduk.
" Tarik lengan bajumu sebelah sana !" perintah Loly ia mengambil jarum suntik satu lagi yang telah ia letakkan di atas meja.
" Apa itu Loly " tanya Nisa
"Obat ini akan mempercepat proses penyembuhan dan mengembalikan kekuatan tubuhmu" jelas Loly meyakinkan Nisa
Nisa menuruti perintah Loly.
" Loly apa yang terjadi ?"
" Kamu telah diberi obat bius oleh Nathan, sekarang pergilah " Loly memberikan kunci mobilnya.
Nisa melihat kunci mobil di tangannya.
" Bagaimana denganmu ?" Nisa khawatir
" Aku akan baik-baik saja " Loly tersenyum
" Apakah aku masih punya waktu untuk sholat sebentar ?
" tentu, aku akan menunggumu "
Nisa berjalan menuju kamar mandi dan berwudhu, dengan gamis , jilbab jumbo dan kaos kaki, Nisa tidak membutuhkan mukenah.
Loly memperhatikan Nisa yang sedang sholat Zuhur 4 rakaat.
__ADS_1
Selesai sholat Nisa bergegas mendekati Loly, ada banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan, Nisa dalam keadaan bingung, tidak tahu apa yang telah terjadi, bahkan ia masih belum Ingat kejadian yang membuat ia berada di kamar megah itu.
" Nisa bisakah kamu bersandiwara ?" tanya Loly
" Maksud kamu ?" Nisa balik bertanya
Loly menjelaskan sandiwara yang ia maksud, mereka pura - pura berkelahi, Loly tahu itu tidak sulit bagi Nisa karena Nisa adalah seorang petarung.
Nisa melakukan apa yang telah Loly minta.
"Keluarlah dari pintu ini kamu lurus saja jangan berbelok, kamu akan menemukan mobil berwarna putih, pergilah " Loly mendorong tubuh Nisa
" Terimakasih, Loly, ku mohon temui aku secepatnya " wajah Nisa tampak sedih
" Tentu saja " Loly tersenyum " tapi aku tidak janji" Suara hati Loly.
Nisa memeluk Loly dan berlari pergi meninggalkan ruangan.
Setelah Loly merasa Nisa cukup jauh, Loly kembali ke ruangan komputer untuk mengelabuhi rekaman CCTV, sehingga memberikan hasil rekaman yang berbeda, Loly berharap Nathan tidak mencurigai dirinya.
Selesai dengan urusan komputer, Loly menyakiti dan melukai dirinya sendiri, seakan hasil dari perkelahian ia dengan Nisa.
Loly akan beralasan ia salah memberikan obat pada Nisa sehingga membuat Nisa terbangun.
***
Nisa berlari melewati lorong-lorong panjang, hingga ia sampai di bagian belakang, terlihat sebuah mobil putih.
Nisa berjalan perlahan menuju mobil, membuka pintu, masuk dan duduk pada kursi pengemudi.
Nisa segera menghidupkan mesin dan menginjak pedal gas sepenuh tenaga, hingga mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
Nisa tidak tahu apa yang ia lakukan, ia masih linglung, ia hanya menuruti saja perintah Loly.
Nisa terus menambah kecepatan mobilnya, tubuhnya Gemetaran, dan berkeringat, Ia Tidak tahu kemana arah dan tujuan mobil yang ia kendarai.
Setelah melewati jalanan yang sempit, Nisa kembali menambah kecepatan mobilnya, ia ingin segera ke rumah sakit, ia merasakan tubuhnya sangat aneh dan tersiksa.
Nisa berusaha tetap terjaga, mobil kembali melambat, ia melihat sebuah klinik. Nisa segera memarkirkan mobilnya, ia keluar dari mobil dengan tergesa-gesa dan masuk ke dalam klinik.
Seorang Dokter wanita dan berjilbab melihat Nisa kesusahan berjalan, ia segera membantu Nisa naik ke tempat tidur.
" Apakah anda punya laboratorium ?" Dokter hanya mengangguk
"Tolong ambil sampel darah saya dan periksa !" Nisa susah payah berbicara.
Dokter wanita yang membantu membaringkan Nisa di atas tempat tidur, ia segera mengambil darah Nisa dan memeriksa di laboratorium.
Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan Dokter yang bernama Aisyah kembali ke ruangan Nisa yang terbaring tak sadarkan diri.
Dokter menarik kedua lengan baju Nisa, ia melihat bekas jarum suntik.
"Apa yang terjadi pada gadis ini, dia telah di racuni " Dokter Aisyah segera membuat beberapa ramuan herbal dan mengusapnya pada lengan Nisa.
Ia juga menyuntikan cairan herbal berwarna hijau ketubuh Nisa.
30 Menit kemudian Nisa terbangun, ia berlari ke toilet dan memuntahkan cairan hijau bercampur darah.
Nisa terus muntah hingga merasa lemas, Dokter Aisyah menghampiri Nisa dan memberikan 1 gelas air ramuan berwarna hijau.
" Minumlah, ini akan membersihkan semua racun dalam tubuhmu " wanita cantik dan berhijab terikat rapi tersenyum pada Nisa.
Nisa menerima gelas tanpa mengucapkan sepatah kata ia sangat lemah, Nisa berjalan duduk di ranjang dengan membaca bismillah ia meneguk habis air berwarna hijau.
" Istirahatlah, agar tubuhmu segera pulih "
__ADS_1
Nisa memejamkan matanya, tenaganya terkuras habis, ia memikirkan Loly dan Nathan.
" Apa yang mereka lakukan pada tubuhku?" Nisa tertidur.
Dokter Aisyah memasang impuls pada lengan Nisa untuk mempercepat pemulihan. Ia menatap wajah cantik Nisa yang terlihat pucat.
Dokter Aisyah keluar klinik melihat mobil yang Nisa gunakan masih terbuka dengan kunci masih tergantung di tempatnya.
Dokter Aisyah, mengendarai mobil memasukan ke dalam garasi mobil, ia berpikir mungkin gadis itu dalam pelarian.
Terdengar adzan Magrib, bahkan Nisa telah melewati Ashar. Nisa membuka matanya ia melihat ruangan kamar bernuansa putih dengan gorden hijau.
Nisa telah sadar sepenuhnya, ia merasakan tubuhnya sangat nyaman. Dokter Aisyah mendekati Nisa,
" Bagaimana keadaan kamu ?" Dokter Aisyah tersenyum
" Terimakasih Dokter, Tuhan telah mengirimkan anda sebagai penyelamat saya " Nisa menggenggam tangan Dokter Aisyah.
" Jika sudah kuat mari kita sholat bersama "
" Tentu saja " Nisa turun dari ranjang mengikuti Dokter Aisyah menuju tempat wudhu dan sholat bersama.
Sebuah ruangan sederhana ukuran 3x3 tempat mereka sholat.
Selesai sholat mereka membaca Alquran bersama.
Nisa menyenderkan tubuhnya di dinding, Dokter Aisyah menatapnya.
" Siapa namamu?" tanya Dokter Aisyah
" Nisa, Annisa Salsabila " Nisa mengulurkan tangannya.
"Aisyah " Dokter Aisyah menerima uluran tangan Nisa
" Apa yang terjadi ?" tanya Dokter Aisyah
" Entahlah Dok, aku seakan bingung, tanggal berapa hari ini?" tanya Nisa
" 26 Januari " jawab Dokter Aisyah
" Ataqfirullah ya Allah, aku telah tertidur selama dua hari " Nisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Dokter Aisyah mendekati Nisa dan memeluknya.
" Ada dua jenis racun dalam tubuhmu, racun berbahaya baru saja di suntikan, tapi dengan izin Tuhan saya berhasil mensterilkan tubuhmu " jelas Dokter Aisyah,
" Terimakasih Dok " Nisa menangis memeluk erat tubuh Dokter Aisyah.
" Ayo kita makan dulu, supaya tubuhmu cepat pulih " Dokter Aisyah melepaskan pelukannya
" Aku harus menghubungi Abi dan Umi, pasti mereka sangat khawatir " Nisa menatap wajah Dokter Aisyah.
" Kita makan dulu, demi kesehatan dirimu" tegas Dokter Aisyah.
Nisa menuruti perintah Dokter Aisyah, mereka berjalan bersama menuju dapur yang menjadi satu dengan ruang makan.
Nisa dan Dokter Aisyah makan bersama tanpa ada yang berbicara.
*
*
*
Dukung terus Author yaa, dengan komentar like n Vote
__ADS_1
maaf jika ada Typo, Author pake hp jadi kadang ketika otomatis 😁
Terimakasih 😍