
Aisyah membuka matanya, beranjak dari tempat tidur, melihat Jhonny yang masih tidur.
Aisyah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Air mata terus mengalir, Aisyah terduduk di kamar mandi yang sempit. Ia terisak dan sesegukan menahan tangis.
Aisyah merasa bersalah, semua terjadi karena dirinya, Jordan tidak akan meninggalkan Dunia jika Aisyah tidak melakukan pelarian
"Apa yang harus aku katakan kepada Orang tua kita?" Aisyah meletakkan kedua tangan di wajahnya.
"Jordan kenapa kamu begitu bodoh, Arrrrrggg?" Aisyah tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang ia rasakan.
Mengurung diri di kamar mandi, dengan pakaian yang telah basah.
Kesal, sedih, bercampur menjadi satu.
"Semua ini salahku, aaarrrrgg, Jorrdaaaaan, maafkan aku, Maafkan aku" Aisyah terus berteriak dan menangis.
Ia benar-benar merasa hancur, tidak pernah terbayangkan akan jadi seperti ini, tidak pernah terpikirkan, ia telah merenggut nyawa kekasih masa kecilnya.
Frustasi dan depresi, membuat keimanan Aisyah mulai goyah, air mata yang tidak dapat dihentikan, tubuh yang semakin lemas dan kehilangan semua kekuatannya.
"Aku telah membunuh Jordan, mereka boleh membunuh ku, aku akan pulang, aku harus bertanggung jawab atas kematian Jordan" Aisyah hancur
Jhonny membuka matanya, ia bisa mendengarkan teriak Aisyah di dalam kamar mandi, tetapi Jhonny tidak bisa melakukan apapun.
Valentino berlari dari dapur mendekati kamar mandi, ia bisa mendengarkan ocehan dan tangisan Aisyah.
"Dokter Aisyah" Valentino mengetuk pintu kamar mandi.
"Dokter Aisyah, buka pintunya" Valentino berteriak dan mendorong pintu, ia sangat khawatir dengan kondisi Aisyah.
Valentino telah mendengarkan semua cerita Aisyah tentang hubungan ia dan Jordan.
Hubungan yang dibangun oleh orang tua mereka, sehingga Jordan dan Aisyah menghabiskan waktu bersama untuk waktu yang sangat lama.
Valentino dapat merasakan kesedihan dan rasa bersalah Aisyah.
"Dokter Aisyah, aku mohon buka pintu dan keluarlah" Valentino masih mengetuk pintu.
Terlihat gagang pintu yang bergerak dan pintu terbuka.
Aisyah keluar dengan pakaian basah kuyup, wajah, berantakan dan mata yang bengkak.
"Ya Tuhan" Valentino terkejut dan bersedih, Kakak angkatnya terlihat hancur.
Valentino menggendong Aisyah ke kamar, ia mencari seorang wanita untuk membantu menggantikan pakaian Aisyah.
Jhonny melihat kekhawatiran di wajah Valentino, khawatirnya seorang adik kepada kakaknya.
Valentino dan Aisyah berbeda Agama, tetapi tidak menghalangi mereka untuk menjadi saudara, saling menyayangi dan peduli satu sama lain.
"Valen, apa yang terjadi pada Aisyah?" tanya Jhonny.
"Ia terpuruk" jawab Valentino singkat.
Kondisi tubuh Aisyah sangat lemah, setelah melakukan transfusi darah, ia belum makan apapun, ia juga terus bergerak membantu Valentino mengobati Jhonny.
Kekuatan pada tubuh dan pikirannya terkuras habis.
Seorang wanita yang menggantikan pakaian Aisyah Berlari ke arah Jhonny dan Valentino.
"Tuan, Dokter Aisyah pingsan" ucap seorang wanita paruh baya.
Valentino segera berlari tetapi langkah kakinya terhenti tepat di depan pintu kamar dan diikuti wanita yang menggantikan pakaian Aisyah.
"Apakah Dia sudah selesai berpakaian?" tanya Valentino khawatir, ia tidak mau melakukan kesalahan dengan melihat yang tidak boleh ia lihat.
__ADS_1
Valentino juga tidak mau menghancurkan kepercayaan Aisyah kepada dirinya, ia tahu batasan - batasan antara wanita dan pria yang tidak memiliki hubungan darah dan ikatan pernikahan.
Menghargai dan menghormati, Dokter Aisyah sebagai seorang Muslimah.
Valentino melanjutkan langkah kakinya dan segera memeriksa tubuh Aisyah.
Panas tinggi, Aisyah demam, Valentino kembali menggendong Aisyah dan membaringkan di atas tempat tidur di samping Jhonny yang terlihat khawatir.
Wajah pucat dan mata sembab terlihat jelas. Valentino segera memasangkan cairan impuls dan menusukkan jarum ke lengan Aisyah.
"Apa yang terjadi pada Aisyah?" Jhonny sangat khawatir.
"Daya tahan tubuhnya menurun, ia juga demam tinggi" jelas Valentino.
"Kita harus segera ke kota" ucap Jhonny.
"Anda benar Tuan, tapi dengan kondisi tubuh Anda dan Dokter Aisyah seperti ini" Valentino menghentikan ucapannya.
Ia tidak tahu harus berbuat apa, helikopter yang kecil hanya cukup untuk dua orang dan tidak bisa mengikut sertakan peralatan medis.
"Aku telah menghubungi Stevent, ia telah mengirimkan beberapa mobil dan perawat" ucap Jhonny yang tidak mengalihkan pandangan dari Aisyah.
Jhonny merasa bersalah dengan kondisi Aisyah. Semua terjadi karena keegoisan Jhonny dan Jordan.
Cinta telah membutakan mata mereka, hingga menyakiti satu sama lain.
***
Beberapa mobil telah terparkir di depan klinik Dokter Aisyah dengan peralatan medis lengkap.
Pengawal dan perawat mendorong brankar Jhonny dan Aisyah masuk ke dalam mobil ambulance yang berbeda.
Valentino mengunci semua pintu, membawa peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan.
Ia menyetir mobil milik Dokter Aiysah, mobil telah berputar arah dan kembali menuju kota.
***
Rumah Stevent.
Stevent berada di kamarnya, ia sengaja menghindari Nisa, untuk menghubungi anak buahnya, dan membersihkan kekacauan yang telah di buat oleh Jhonny.
Tidak ada yang boleh tahu kecelakaan yang terjadi di desa terpencil, semua harus diselesaikan dengan rapi.
Jangan sampai tercium oleh pihak berwajib, karena urusan akan menjadi panjang dan mengeluarkan banyak uang.
Dari 10 aparat yang bekerja ,mungkin hanya satu orang saja yang jujur, dan satu itu dapat ditutupi oleh 9 orang bayaran.
Stevent tidak memberitahukan keadaan Aisyah dan Jhonny kepada Nisa, ia tidak mau membuat istrinya khawatir.
Nisa dan Viona membaca buku di perpustakaan, mereka menikmati Cemilan sehat, salad buah dan salad sayur.
Nisa pamit pada Viona untuk pergi ke taman, ia mau menghirup udara segar dan melihat bunga-bunga Indah dan bermekaran.
***
Stevent berjalan santai menuju perpustakaan, ia melihat Viona sendirian tanpa Nisa.
"Vion, dimana Nisa?" tanya Stevent melihat sekeliling perpustakaan.
"Di taman" jawab Viona tanpa melihat Stevent.
Stevent berjalan ke taman dan tersenyum melihat Nisa sedang bermain ayunan seperti anak kecil begitu tinggi dan kencang.
Angin membuat jilbab dan gamis Nisa melambai-lambai di udara. Merasakan kesejukan yang menerpa wajah cantiknya.
Pepohonan yang rindang melindungi Nisa dari teriknya Matahari, memberikan oksigen yang dibutuhkan.
__ADS_1
Bunga warna-warni memberikan keindahan dan senyuman kepada Nisa, bidadari cantik yang sedang terbang dengan ayunan.
Stevent memandang Nisa dan memberi isyarat untuk memperlambat laju ayunan agar bisa ia hentikan.
Nisa tersenyum, ia menarik tali sehingga dapat menghentikan ayunan secara perlahan.
Stevent mendekati istrinya.
"Apa yang kamu lakukan disini Sayang?" Stevent meletakkan kedua tangannya di pipi Nisa.
"Bermain" jawab Nisa tersenyum.
"Kemarilah" Stevent menarik tangan Nisa dan membawanya duduk di bawah pohon beralaskan rumput hijau yang tebal.
"Kenapa kamu tidak bermain dengan diriku saja" bisik Stevent memeluk Nisa di pangkuannya.
"Aku tidak mau mengganggu pekerjaan kamu" Nisa melingkarkan tangannya di leher Stevent.
Tangan Stevent melingkar di pinggang Nisa.
"Berikan aku ciuman, aku sangat merindukan dirimu" Stevent mendekatkan wajahnya pada Nisa.
"Sayang, baru sehari kita tidak bermain" Nisa menggesekkan hidung mereka berdua.
"Cium aku sayang" Suara manja Stevent bagaikan anak kecil meminta mainan.
"Nanti, minta lebih" suara Nisa jauh lebih manja dan manis.
"Tidak Cinta, Janji" ucap Stevent menggoda.
Nisa mendekatkan bibirnya pada bibir lembut Stevent dan menciumnya dengan nikmat.
"Ah, aku tidak bisa menahannya" Suara hati Stevent.
Stevent merebahkan tubuh Nisa, ia membalas ciuman Nisa, lebih bergairah.
Tangan yang mulai bergerilya, menyentuh setiap sudut tubuh Nisa yang lembut dan halus.
Ciuman di atas rumput di bawah pohon, di temani bunga, kupu-kupu dan lebah.
Angin berhembus malu, menyaksikan ciuman mesra dengan kenikmatan alam.
Bercinta karena cinta, bersama dalam ikatan pernikahan, sehingga semua yang dilakukan bersama adalah ibadah yang Indah.
Hindari Zina halalkan orang yang dicintai dalam Ikatan pernikahan yang Sang Pencipta Ridhoi, percayalah Tuhan akan memberikan jalan menuju kebahagiaan.
Jalani kehidupan sesuai ajaran agama, maka manusia tidak akan tersesat.
***
**
*
Terimakasih telah membaca Karya Author
*
**
***
Mohon dukungannya Selalu dengan tinggalkan Like, Komentar, Vote dan Bintang 5. Terimakasih 😘
Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
Love You Readers 💓 Thanks for Reading 🤗
__ADS_1