
Valentino mengantarkan Viona samapi di rumah, mereka tidak bericara sepatah katapun hingga mobil Valentino berhenti di depan pintu rumah utama.
“Viona, tunggu.” Valentino menahan tangan Viona yang hendak membuka pintu.
“Ada apa?” Tanya Viona tanpa melihat Valentino.
“Siapa pria tadi? Dia terlihat dewasa dan wajahnya sangat familiar.” Valentino menatap Viona.
“Dia rekan bisnis Kak Stevent.” Viona menunduk.
“Benarkah?” Valentino tidak yakin dengan jawaban Viona yang terlihat kecewa ketika pria itu menasehati Viona.
Viona adalah gadis yang menyukai pria dewasa seperti Kenzo dan Fauzan, melihat wanita penuh kasih sayang dan memperlakukan wanita dengan perhatian.
“Iya, dia selalu memarahi diriku sejak pertama kali kami bertemu,” kesal Viona, dia sangat mengagumi pria tampan dan dewasa itu.
“Apa kamu menyukainya?” Tanya Valentino mengejutkan Viona.
“Apa? Tidak mungkin, dia tidak tersentuh.” Viona tersenyum.
“Kapan kita bisa jalan lagi, bagaiman jika aku perkenalkan kamu dengan orang tua ku?” Valentino tersenyum.
“Ah, apa?” Viona kaget dan bingung.
“Aku belum pernah membawa teman ke rumah.” Valentino menatap wajah cantik Viona.
“Aku harus izin Kak Stevent.” Viona tersenyum cantik.
“Baiklah, hubungi aku.” Valentino keluar dari mobil dan membukakab pintu untuk Viona.
“Terimakasih, apa kamu mau mampir?” Tanya Viona.
“Lain kali saja, terimakasih.” Valentino tersenyum tampan.
Viona melambaikan tangannya kepada Valentino yang melajukan mobil meninggalkan perkarangan rumah Stevent.
“Aku berharap bertemu Fauzan, tetapi aku di marahi, aaaaa.” Viona berlari menaiki tangga menuju kamarnya dan mengunci pintu.
“Kenapa aku menyukai pria dingin yang tidak tersentuh seperti Fauzan dan Kenzo?” Viona merebahkan tubuhnya di atas kasur.
”Apa bedanya menyukai, mengagumi dan mencintai?” Viona bertanya pada dirinya sendiri.
“Apakah Kak Kenzo dan Ayesha adalah sepasang kekasih?” Tanya Viona pada dirinya.
Viona beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan tidur karena malam telah larut.
Fauzan sangat mengganggu pikirannya melebihi Kenzo yang terlihat lebih cuek, sedangkan Fauzan peduli dengan cara yang berbeda.
***( BACA MALAM !!!! )***
Jhonny menarik tangan Aisyah menuju sebuah ruangan yang belum pernah Aisyah masuki selama ia tinggal di rumah Jhonny. Ruangan yang berada di lantai ujung kamar Jhonny.
“Hey, kamu mau membawaku kemana?” tanya Aisyah.
Jhonny tidak menjawab, ia terus menarik tangan Aisyah untuk mengikuti dirinya menuju sebuah ruangan kedap suara yang berada di ujung rumah.
Jhonny mengeluarkan sebuah kunci dari saku celananya, ia membuka pintu dan kembali menarik tangan Aisyah untuk masuk ke dalam ruangan.
Sebuah Bioskop pribadi dilengkap dengan mini bar dan dapur dengan perlengkapan mahalnya dan sebuah tempat tidur mewah.
“Wah, luar biasa, apa kamu yang merancang semua ini?” tanya Aisyah.
“Tuan Stevent,” jawab Jhonny.
“Apa Stevent memiliki jiwa desain?” Aisyah tidak percaya.
“Ketika akan membuat rumah ini Tuan Stevent bertanya kepadaku, apa saja yang aku inginkan untuk rumahku dan Tuan Stevent merancangnya untuk diriku,” jelas Jhonny.
“Tidak ku sangka ternyata Stevent sangat peduli dan baik pada dirimu.” Aisyah duduk di kursi penonton di depan layar.
“Karena itu aku menyerahkan hidupku untuk Stevent, dia telah mengangkat diriku dari lembah hitam.” Jhonny berjalan menuju tempat piringan hitam.
“Lembah hitam, maksud kamu?” tanya Aisyah melihat kearah Jhonny yang diam tanpa jawaban.
Aisyah mengerti Jhonny belum berani menceritakan kehidupan dirinya sebelum bertemu dengan Stevent.
Aisyah berjalan mendekati Jhonny dengan tangan yang masih bingung memilih film yang akan mereka tonton.
“Kamu mengajak aku menonton?” Aisyah memegang tangan Jhonny.
“Ya,” jawab Jhonny tanpa melihat Aisyah.
Tidak ada film romatis di dalam daftar Digital Cinema Package , semua film action dan horror.
__ADS_1
“Semuanya film action dan horror,” ucap Aisyah.
“Hm.” Jhonny menarik napas dan mematikan layar Proyektor, ia duduk di mini bar.
“Kamu mau nonton film apa?” tanya Aisyah pada Jhonny.
“Tunggulah!” Jhonny berjalan keluar dari ruangan, ia mengambil ponselnya dan menghubungi seorang yang memiliki DPC berisikan film romantis ke rumahnya.
“Apa yang dia lakukan?” Aisyah melihat semua film yang ada di rak.
“Jhonny suka nonton action, mungkin untuk mengasah kemampuan berkelahinya.” Aisyah tersenyum.
“Kenapa dia lama sekali.” Aisyah berkeliling ruangan.
“Luar biasa, selera Jhonny lumayan ditambah lagi bos yang luar biasa.” Aisyah membuka hijab dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang hampir tidak pernah di pakai tetapi tetap terawat dan terjaga kebersihannya.
Jhonny kembali ke kamar dengan membawa sebuah kotak cantik yang berisikan DPC film romantis.
Jhonny menggantikan DCP miliknya dengan yang baru datang dan melihat daftar isi dalam DCP tetapi tidak ada yang menarik bagnya, ia benar – benar menyerah.
“Aku tidak bisa memilih film.” Jhonny merenahkan tubuhnya di samping Aisyah, dan memejamkan matanya, ia sangat kesal.
Aisyah tersenyum memperhatikan wajah tampan dengan bibir seksi di sampingnya yang seperti anak kecil kesal karena gagal melakkan sesuatu, sangat menggemaskan.
Aisyah merubah posisi berbaringnya, ia meletakkan tangannya di atas dada bidang Jhonny dan tersenyum.
“Kamu kenapa?” tanya Aisyah.
“Aku tidak romantis,” ucap Jhonny.
“Benarkah.” Aisyah naik ke atas tubuh Jhonny, tingkah menggemaskan Jhonny selalu menggoda Aisyah.
Jhonny menarik kepala Aisyah dan menciumnya dengan penuh hasrat bergelora, menikmati makan malam yang kedua di malam yang semakin larut.
“Aku akan memilihkan film untuk menemani kita.” Aisyah beranjak dari tempat tidur ia memilih sebuah judul film yang terdapat di layar dan memainkannya.
Aisyah berjalan kembali medekati Jhonny yang sudah membuang semua pakaian ke lantai, tubuh seksi berotot sangat menggoda untuk di sentuh.
Jhonny duduk di tepian tempat tidur, Asiyah berdiri di antara kaki kanan dan kiri Jhonny, ia memegang leher Jhonny dan mencium bibir seksi Jhonny yang melingkari tanganya di pinggang indah Aisyah.
Ciuman hangat dalam ruangan yang dingin dengan suhu terendah, sehingga menyeimbangi panasnya jiwa dan raga pasangan suami istri yang belum pernah merasakan malam pertama mereka.
Aisyah menghentikan ciuman, membuka gamis dan tersenyum memandang Jhonny menunggu tindakan yang akan dilakukan Jhonny setelah mendapatkan ciuma dan godaan dari Aisyah.
Bagian dada padat berisi bagaikan bongkahan berlian putih yang berkilau dan sangat menggoda, Jhonny menarik tubuh Aisyah mendekati dirinya, ia membuka punutup berlian yang ada di tubuh Aisyah dan melahapnya seperti bayi kecil yang sangat kelaparan begitu bersemangat.
Aisyah hanya bisa mendesah dengan sentuhan, permainan lidah dan gigitan kecil dari Jhonny yang pertama kali ia rasakan, ada getaran yang tidak bisa diungkapkan.
Tangan Aisyah mencengram telinga dan rambut Jhonny untuk menahan gejolak yang mulai meronta dalam dirinya.
Jhonny seakan tidak sadarkan diri menikmati nikmat dan lembutnya bongkahan milik istri tercintanya, ia menghabiskan cukup banyak waktu berada di sana, dan berpindah pada leher jenjang Asiyah.
Setidaknya dalam film action hollywood diselipkan adegan romantis yang bisa menuntun Jhonny secara naluriah ketika hidangan nikmat telah berda di depan mata.
Jhonny mengangkat tubuh Aisyah ke atas tempat tidur dan melanjutkan permainan menikmati makan malam di temani film romantis dengan pemerannya mereka berdua.
Jhonny bermain tanpa suara, gerakan yang teratur dan elegan menikmati setiap sudut yang terlihat menggoda oelh dirinya.
Aisyah yang terus mendesah dan mengerang menahan permainan Jhonny yang luar biasa, jari – jemari Aisyah menjambak rambut Jhonny.
Lidah Jhonny menari – nari di atas tubuh dan bermain pada lubang pusat yang dalam dan bersih, melanjutkan terus ke bawah.
Aisyah benar – benar berteriak ketika Jhonny samapi pada bagian sensitifnya, Jhonny terkejut, ia menghentikan aksi dirinya dan duduk mendekati Aisyah dengan wajah bingung dan khawatir.
Tangan Aisyah menjambak rambut Jhonny menarik lebih dekat pada wajahnya dan mencium Jhonny penuh hasrat. Mendorong tubuh Jhonny hingga terjatuh di atas tempat tidur.
Aisyah naik di atas tubuh Jhonny yang pasrah dengan perlakuan Aisyah, karena ia masih khawatir dengan teriakan Aisyah, ia pikir Aisyah berteriak karena kesakitan oleh dirinya.
“Aku tidak tahan lagi,” gumam Aisyah yang mulai mendomiasi permainan dengan melahap tubuh Jhonny.
Kini Jhonny yang mengunci mulutnya menahan desahan dan erangan, jari Jhonny telah merobek bed cover yang mahal dan menghancurkan kasur empuk sehingga isi kasur berserakan.
Tangan Jhonny pindah pada guling yang berada di sampingnya, dan menghancurkan dengan satu tangan membuat bulu angsa berterbangan memenuhi tempat tidur.
Aisyah tidak perduli dengan sikap Jhonny yang berusaha menahan gejolak dalam jiwanya, ia terus menikmati tubuh kekar dan berotot yang kini halal untuk Aisyah makan.
Aisyah memakan dan menjilati daun telinga Jhonny, memberikan banyak bekas merah pada leher, memakan dan menggigit dua biji jeruk yang terdapat di dada Jhonny.
Jari – jemari cantik dan indah memainkan sebuah mainan baru yang telah membeku dan basah bagaikan es krim pisang dengan lelehan vanilla yang baru di keluarkan dari freezer.
Jhonny berteriak, ia menarik tubuh Aisyah dan mengangkat di atasnya melayang di udara, Aisyah tersenyum dengan wajah yang sangat merah begitu juga dengan wajah Jhonny, ia merasa AC di dalam ruangan kedap suara itu telah rusak.
“Akhiri permainan ini besama.” Napas Jhonny tersengal.
__ADS_1
Perlahan Jhonny menurunkan tubuh Aisyah dan membaringkan di atas tempat tidur, ia menatap wajah cantik Aisyah yang seperti putri angsa, putih bersih dengan tubuh di penuhi bulu angsa dari guling yang telah Jhonny hancurkan.
“Aku akan memasuki milik kamu.” Jhonny perlahan bergerak menaiki tubuh Aisyah membiarkan juniornya menemukan pintu gua sempit yang tertutupi semak – semak yang lembut.
Aisyah melingkarkan tangannya di leher Jhonny dan menarik dirinya untuk duduk di pangkuan Jhonny, mengakhiri pemainan dengan posisi duduk.
Menempelkan bibir atas dan bibir bawah pada pemilik yang sah untuk menahan teriakan, erangan dan desahan yang diciptakan oleh pertemuan sakral yang hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sah yaitu suami istri.
Junior Jhonny berhasil membobol pintu gua yang sempit dan basah, memberikan sobekan perih untuk Asiyah tetapi awal kenikmatan untuk keduanya membuat kecanduan dan pasangan halal.
Tangan Asiyah mencengram tubuh Jhonny sekuat tenaga, meninggalkan bekas merah dan cakaran yang tidak Jhonny rasakan sama sekali.
Hempasan napas dan kepuasan terdengar diantara mereka bedua, dalam balutan bulu angsa yang terbang dan menutupi tubuh tanpa busana.
Jhonny memeluk tubuh basah dan lengket Aisyah dalam pelukan penuh cinta dan kasih sayang, mendekatkan mulutnya pada telinga Aisyah.
“Terimakasih.” Bisik Jhonny lembut.
Aisyah melingkarkan tangannya di leher Jhonny dan mengeratkan pelukannya, menempelkan tubuh yang pertama kalinya bertemu dan tidak ingin dipisahkan malam ini hingga tertidur sejenak dalam pelukan.
Ponsel Jhonny berdering membangunkan pasangan yang tertelap dalam lelah yang nikmat dan ingin kembali mengulanginya lagi dan lagi.
Aisyah berusaha membuka pelukan dan mendorong tubuh kekar Jhonny yang berat tetapi gagal, karena Jhonny mengunci tangannya tidak mau melepaskan Aisyah.
“Jhonny sayang, kita harus mandi.” Aisyah berbisik lembut di telinga Jhonny.
“Berdua?” tanya Jhonny melepaskan tubuh Aisyah.
“Apa ada kamar mandi di sini?” tanya Aisyah beranjak dari tempat tidur.
Jhonny memperhatikan tubuh Indah yang berjalan mencari kamar mandi, kerana dinding terlihat sama.
“Apa kamu akan terus melihatku?” Aisyah melihat kearah Jhonny yang segera beranjak dari tempat tidur dan memeluk tubuh tanpa sehelai benang dari belakang.
Jhonny menggendong tubuh Aisyah dan berhenti di depan dinding yang tidak terlihat seperti pintu, hanya dengan mendorong sedikit, pintu terbuka dan mempelihatkan kamar mandi luas, cantik dan elegan.
Aisyah turun dari gendongan Jhonny dan berkeliling, kamar mandi berwarna gold dengan perlengkapan luar biasa mewah.
“Kemarilah, kita mandi bersama.” Aisyah menarik tangan Jhonny.
“Aku mau lagi.” Jhonny menatap Aisyah penuh harap.
“Kita harus cepat sayang.” Aisyah segera membersihkan diri menggunakan baju handuk dan keluar dari ruangan bioskop mini milik Jhonny.
Menyelesaikan makan sahur dan solat subuh bersama dengna perasaan bahagia, Jhonny terus memandang Aisyah.
Setelah melewati malam pertama yang indah, Jhonny merasa Aisyah benar – benar menjadi miliknya seutuhnya, tidak ada yang boleh mendekati atau menyentuh Aisyah.
Jhonny berbaring di kamar Aisyah, ia terus memandangi Aisyah, tidak bisa melupakan yang telah ia lihat dan rasakan.
“Jhonny sayang, apa kamu tidak pergi ke kantor?” Aisyah tersenyum melihat Jhonny yang lemas di atas tempat tidur dengan leher penuh dengan tanda cinta dari Aisyah.
“Aku mau bersama kamu sepanjang waktu.” Jhonny memejamkan matanya berusaha menghapus bayangan Aisyah yang berbeda tadi malam.
“Pergilah, tidak ada yang bisa kamu lakukan di rumah.” Aisyah tersenyum.
“Benar, aku tidak bisa mencium dan memelukmu.” Jhonny beranjak dari tempat tidur Aisyah dan berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaian kerjanya.
Aisyah mengikuti Jhonny untuk membantu Jhonny berganti pakaian dan memasangkan dasi, Jhonny terus menatap wajah Aisyah.
“Selesai.” Aisyah mengecup bibir Jhonny sekilas dan tersenyum dan menarik tangan Jhonny menuruni tangga, mengantarkan Jhonny sampai di depan mobilnya.
Jhonny masih terdiam di depan pintu mobil dan memandang Aisyah, ia enggan meninggalkan istri cantik dan menggoda yang mampu memberikan kepuasan dan sensasi luar biasa ketika bercinta.
“Masuklah.” Aisyah menahan tawa dan membukakan pintu mobil, mendororng tubuh Jhonny masuk dalam mobil.
“Kamu seperti robot kehabisan sumber listrik.” Aisyah menutup pintu mobil Jhonny dan melambaikan tangannya.
Aisyah masuk ke rumah, jika ia terus berada di dekat Jhonny maka suaminya tidak akan pergi bekerja.
Jhonny menjalankan mobil menuju perusahaan Stevent, ia tidak tahu jika tanda merah di lehernya akan jadi pusat perhatian dan candaan Stevent.
***
(Cari : AnnaLee di aplikasi Joy lada)->Novel baru Author
Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih
Baca juga Novelku “Arsitek Cantik”
Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu), dan Putih Abu - Abu (Sohibul Iksan) Terimakasih.
Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.
__ADS_1
Love You All and Thanks For Reading.