Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Mencintaimu


__ADS_3

Nisa duduk sendirian menatap wajah Stevent, pria di depannya telah halal untuk ia pandang dan ia sentuh, Nisa menggenggam tangan Stevent.


" Aku tidak mencintai dirimu melebihi cintaku kepada Allah tapi aku akan melaksanakan kewajiban diriku sebagai seorang istri hanya mengharapkan ridho dari Nya" Nisa mengusap rambut Stevent lembut.


" Kita melakukan pernikahan karena paksaan dari dirimu, kini yang terjadi kamu harus menghadapi emosi Nathan yang aku sendiri tidak mengerti" Nisa berbicara dengan Stevent yang tertidur lelap.


Nisa tidak pernah jatuh cinta, ia yakin Jodoh akan Tuhan kirimkan untuknya dengan banyak cara. Bagi Nisa seorang Suami adalah Jodoh yang Tuhan berikan kepadanya, Cinta akan tumbuh ketika telah bersama, berbagi dalam suka dan duka.


Mencintai hanya karena Allah, menjalani kehidupan hanya mengharapkan ibadah.


Seorang mengetuk dan membuka pintu,


" Dini " Nisa tersenyum melihat Dini.


" Dokter, aku membawakan makan siang untuk anda" Dini menyerahkan satu kotak nasi dan sebotol air mineral.


" Dini, kamu tidak usah repot-repot" Nisa mendekati Dini duduk di Sofa.


" Anda selalu peduli dengan kami " Dini tersenyum bahagia bisa membantu Nisa di saat yang dibutuhkan.


Nisa tidak pilih kasih dalam bergaul dan tolong menolong, ia tidak pernah berpikir seorang Dokter lebih tinggi derajatnya dari para perawat, sekuriti, Petugas kebersihan dan lainnya, di mata Nisa semuanya sama.


Nisa juga tidak pilih - pilih makanan, sehingga orang tidak akan segan memberikan kepada Nisa walaupun itu adalah makanan murah, ia akan selalu menerima pemberian dari siapa saja, ia melihat ketulusan, Nisa akan menolak jika yang diberikan adalah barang mewah dan mahal.


Nisa mencuci tangan di wastafel dan membilasnya dengan air mineral. Mereka makan bersama, tanpa suara hingga makanan habis tidak bersisa.


" Terimakasih Dini, sebenarnya aku sangat lapar, tapi aku tidak ingin meninggalkan suamiku sendirian dan aku tidak terpikir untuk delivery " Nisa tersenyum.


" Aku sangat senang bisa membantu Anda Dokter, pasti Anda sangat mengkhawatirkan Tuan Stevent " Dini menatap sedih.


" Semua yang telah terjadi adalah kehendak Tuhan" Nisa menepuk lembut pundak Dini.


Dini meninggalkan Nisa yang masih setia menunggu Stevent dalam tidur lelapnya.


" Ya Allah tunjukanlah jalan untuk hambaMu yang lemah ini" Nisa kembali menatap wajah Stevent ia selalu berdoa di dalam hatinya.


Nisa tertidur di samping Stevent, ia meletakan salah satu tangannya sebagai bantal dan tangan satu lagi menggenggam tangan Stevent.


***


Villa Nathan.


Nathan berbaring di atas tempat tidur empuk miliknya tanpa menggunakan pakaian hanya menggunakan celana panjang dengan ikat pinggang yang terbuka, ia memandang foto Nisa dengan senyuman manis menampilkan Gigi putih bersih dan rapi yang ia jadikan wallpaper ponselnya.


" Apa kamu tahu Nisa, berapa lama aku bersabar mencari dirimu dan menunggu Cinta mu? Apa kamu tahu kamu membuat diriku gila " Nathan mencium foto Nisa melalui ponselnya.


" Apa kamu tidak sadar wanita seperti dirimu itu langka, hanya ada 1 diantara 100 wanita" Nathan berbicara sendirian di kamarnya.

__ADS_1


" Aku mencintaimu Nisa, aku sangat mencintai dirimu " Nathan beranjak dari tempat tidur berdiri dan berteriak.


"aaaarrghh" Nathan menghamburkan semua perlengkapan perawatan miliknya yang tersusun rapi di meja rias, parfum kelas dunia dalam botol kaca pecah berantakan.


Ia menatap wajah tampan dan tubuh seksi miliknya dari pantulan cermin. Pria yang sangat sempurna dan diidolakan banyak wanita sangat menggoda.


Terdengar suara dering ponsel milik Nathan yang tergeletak di atas tempat tidur. Nathan berjalan mengambil ponsel dan melihat nama yang tampil di layar " Nayla" ia berharap Nisa yang menghubungi dirinya.


Nathan kembali melemparkan ponselnya ke atas ranjang, ia malas menerima panggilan dari Nayla, ia sudah tahu Nayla yang membawa Loly pergi untuk melakukan perawatan dan operasi wajah. Nathan sangat membenci Loly.


" Jika aku bertemu dengan wanita itu aku akan membunuhnya secara perlahan" Nathan mengepalkan tangannya mengingat Loly menyuntikkan racun tulang pada Nisa.


Nathan berjalan ke ujung lorong, sebuah kamar dengan pintu besi dan hanya bisa dibuka dengan scan retina mata Nathan.


Kamar rahasia milik Nathan dan banyak foto Nisa terpajang di dinding ruangan.


Nathan mengkoleksi foto Nisa dari sejak ia bertemu di kampus, dan kini koleksi foto bertambah ketika ia bertemu untuk pertama kalinya setelah lama berpisah foto Nisa di rumah Sakit.


Foto Nisa dengan pakaian Dokter, dengan gamis, dan banyak sekali, Nathan memiliki seseorang yang selalu mengambil gambar tanpa di ketahui Nisa, fotografer yang handal.


Nathan memeluk sebuah foto sangat besar terpajang dari atas dinding hingga lantai, Patung dan manekin dengan wajah Nisa.


Sebuah tempat tidur dengan bantal, guling dan bed cover bergambarkan Nisa.


Cinta dan Obsesi telah menyatu dalam diri Nathan, sikap lemah lembutnya adalah karena cinta dan sikap kasar dan nekatnya karena obsesi.


" Aku mencintaimu Nisa" Suara lembut Nathan membawanya dalam tidur damai


***


Rumah Sakit Rahasia


Nayla melemparkan ponselnya sembarangan, Herry dengan sigap menangkapnya.


" Apaan sih Nathan, kenapa ia tidak menerima panggilan dariku ?" Nayla kesal dan duduk di ruangan miliknya.


" Herry, bagaimana keadaan Loly?" tanya Nayla.


" Nona Loly pulih dengan cepat berkat obat milik Tuan Nathan" jelas Herry.


" Bagaimana kabar Stevent ? aku sangat merindukan dirinya?" Nayla memainkan pena di jarinya.


Herry terdiam, ia khawatir berita yang akan ia berikan akan memancing emosi Nayla.


"Hei, kenapa kamu diam?" Nayla menatap Herry.


" Stevent telah menikah " Ucap Herry pelan.

__ADS_1


" Apa ?" Nayla berdiri dari duduknya mendekati Herry dan menarik dasi yang menggantung di leher Herry.


" Katakan padaku bahwa itu tidak benar, siapa yang menikah dengan Stevent? Katakaaaaan!" Nayla berteriak marah, matanya memerah.


" Tidak mungkin, aku tidak Membaca berita pernikahan Stevent " Nayla mengambil ponsel dari tangan Herry.


" Tidak ada, tidak ada berita tentang pernikahan Stevent, Tidak adaaaaaa " Nayla kembali berteriak.


" Media dilarang meliput dan menayangkan pesta pernikahan Stevent" jelas Herry tenang.


" Siapa, siapa yang menikah dengan Stevent?" Nisa mencengkeram kerah baju Herry


" Dokter Nisa " tegas Herry.


" Nisa, Nisa Nisaaaaaa , Kenapa wanita itu tidak mati saja !" Nayla mengacak rambutnya


" Nathan Bodoh !" Nayla menghubungi Nomor Nathan namun tidak ada jawaban. Ia melakukan panggilan berkali-kali, hingga membuat Nayla kesal dan melempar ponselnya ke dinding, Herry tidak bisa menangkap ponsel pecah tidak berbentuk lagi.


" Aaaarrghh" Nayla berteriak memekikkan telinga menghempaskan tubuhnya di atas sofa empuk.


Herry mendekati Nayla dengan memberikan segelas minuman dingin dengan sedikit kadar alkohol. Minuman yang dapat memberikan keterangan kepada Nayla.


Nayla merebut botol minuman dari tangan Herry, ia meneguk langsung dari botol tanpa menggunakan gelas.


" Ambilkan Anggur terbaik, termahal dan tertua di gudang " perintah Nayla.


Herry segera melaksanakan perintah Nayla, ia menghubungi para penjaga gudang agar segera mengantarkan Anggur pilihan Nayla.


" Mabuk disini lebih aman, aku lebih mudah menjaganya" gumam Herry.


" Aku mencintaimu Stevent, aku akan menjadikan kamu boneka teman tidurku " Nayla berteriak dan mulai mabuk.


" Nisa, aku akan menghancurkan hidup mu, Kenapa kamu hadir dalam hidup Stevent, hanya aku boleh mendampingi dirinya" Nayla terus mengomel mengeluarkan emosinya.


*


*


*


*


😍 Thanks for Reading 🤗


Jangan lupa Like dan komentar


dikasih Vote alhamdulilah 🤗

__ADS_1


💓Love you Readers ♥️


__ADS_2