
Perusahaan Zayn
Seorang pria tampan pewaris perusahaan, duduk di kursi kerjanya, ia benar – benar merasa bosan, selama ramadhan kampus telah diliburkan, Zayn tidak bisa bertemu dengan Viona.
Zayn membuka berkas kerjasama yang menumpuk di atas mejanya, ada banyak perusahaan yang mengajukan kerjasama dengan perusahaan yang baru saj Zayn pegang.
Sebuah berkas yang sangat menarik perhatian Zayn dengan tulisan perusahaan “Alexander”.
“Kenapa Perusahaan besar ini mau bergabung dengan perusahaan diriku?” Zayn berbicara sendiri.
Zayn mengambil ponsel dan menghubungi assiten pribadinya, yang ia usir dariruangannya karena terus menyuruh dirinya bekerja.
Seorang pria paruh baya dengan stelan jas rapi berwarna hitam mauk ke dalam ruangan Zayn.
“Ada Apa Tuan muda memanggil saya, apakah sudah siap bekerja?” Pria paruh baya yang lebih pantas mejadi papa Zayn tersenyum ramah.
“Ya, Paman Ben jelaskan kepadaku kenapa perusahaan besar seperti Alexander mengirimkan berkas kerjasama kepada diriku?” Tanya Zayn.
“Perusahaan Alexander terpisah dari perusahaan Stevent Lu, Tuan Muda.” Jelas Paman Beny yang melihat Zayn tersenyum.
“Apa anda beniat bekerjasama dengan perusahaan Alexander?” Tanya Paman Beny.
“Sepertinya begitu, bagaiman menurut Paman Beny?” Tanya Zayn.
“Apa anda tidak mau bertanya kenapa perusahaan Stevent berpisah dengan perusahaan Papanya?” Tanya Paman Beny.
“Kenapa?” Tanya Zayn yang jadi penasaran.
“Karena Stevent mencintai istrinya sehingga ia harus melepaskan bisnis haram bersama papanya, Sekarang Stevent sedang membangun kembali kerjasama dengan kerajaan arab dan putri Ayesha.” Jelas Paman Beny.
“Ayesha, Apa ia ada di Indonesia?” Tanya Zayn.
“Iya Tuan Muda, wanita yang tidak tersentuh karena selalu dijaga.”
“Dimana Ayesha menginap?” Tanya Zayn.
“Hotel Star 5.” Jawab Paman Beny.
“Paman luar biasa.” Zayn beranjak dari kursinya.
“Tunggu Tuan muda, anda mau kemana?” Tanya Paman.
“Menemui Ayesha.” Zayn tersenyum.
“Tuan tidak boleh keluar perusahaan sebelum menentukan kerjasama dengan salah satu perusahaan!” Tegas paman Beny.
“Ah benar, Aku bisa bekerjasama dengan perusahaan Alexander dan dekat dengan putrinya, tapi kenapa Ayesha muncul secara tiba – tiba setelah menghilang?” Zayn duduk di sofa.
“Apa maksud tuan muda?” Tanya Paman.
“Ayesha membuat orang jatuh cinta tanpa melihat wajahnya ketika kuliah dan aku salah satunya, apa paman tahu ia kuliah jurusan kedokteran dan bisnis secara bersamaaan, dan Viona mahasiswi yang membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama sejak kembali ke Indonesia.” Jelas Zayn.
“Baiklah Tuan muda suka yang mana?” Tanya paman.
“Ayesha terlalu sulit untuk didapat, sedangkan Viona, ia sudah berada didalam genggamanku, kita akan bekerjasama dengan perusahaan Alexander.” Zayn beranjak dari sofa dan berjalan menuju pintu.
__ADS_1
“Pastikan anda bekerjasama dan melakukan peretemuan sebelum anda keluar dari ruangan ini.” Paman Beny menekan pintu.
“Ya Tuhan, Paman benar – benar kaki tangan Papa yang setia.” Zayn mengacak rambutnya, ia kembali lagi ke kursi kerjanya.
Zany segera menghubungi Alexander untuk melakukan pertemuan dan bisa langsung menjalin hubungan kerjasama.
“Selesai.” Ucap Zayn tersenyum kepada paman Beny.
“Kapan Tuan Muda akan melakukan meeting dengan tuan Alexander?” Tanya Paman.
“Besok, apa aku bisa pergi sekarang?” Tanya Zayn.
“Tentu saja, silahkan.” Paman Beny membuka pintu untuk Zayn.
Zayn berjalan penuh semangat ia mau bertemu dengan tuan putri yang menyamar jadi gadis biasa ketika di kampus jurusan bisnis.
Mobil berwarna hijau terang milik Zayn melaju membelah jalanan menuju Hotel Star 5, ia berharap bisa bertemu dengan teman satu kampusnya.
“Ayesha, Aku tidak percaya akan bertemu dengan dirimu di Indonesia, aku tahu kamu terus menjelajahi dunia ini hingga hatimu tidak pernah terpaut pada seorang pria pun.” Zayn tersenyum.
Zayn memarkirkan mobilnya di tempat yang telah di sediakan, ia keluar dari mobil dan menghubungi temanya yang menjadi manager hotel.
Seorang pria seusia dengan Zayn berjalan keluar dari lobby hotel dan berjalan mendekati Zayn yang menyenderkan tubuhnya di mobil.
“Halo teman, Apa kabar?” Manager hotel berpelukan dengan Zayn.
“Hai Luth.” Zany membalas pelukan Luth.
“Mari kita masuk ke ruangan ku.” Luth merangkul pundak Zayn.
“Ayesha.”Zayn memegang ujung hijab yang lembut menghentikan langkah Ayesha dan menoleh kearah sumber suara.
“Zayn, suara lembut Ayesha yang sangat familiar di telinga Zayn meyakinkan bahwa wanita itu adalah Ayesha.
“Ya Tuhan, kamu adalah Ayesha.” Zayn tidak melepaskan tanganya dari hijab Ayesah.
“Bisakah kamu melepaskan tangan kamu dari hijab Ayesha.” Fauzan menatap tajam kepada Zayn.
”Maafkan saya.” Zayn melepaskan tangannya dari hijab Ayesha.
“Jika Ayesah tidak mengenal kamu mungkin tangan kamu akan patah.” Tegas Fauzan.
Luth hanya terdian karena ia tahu di depannya adalah Pangeran Fauzan, seorang yang tidak mentolerir pelecehan pada wanita.
“Kak, perkenalkan Zayn teman satu kampus Aku di jurusan bisnis.” Ayesha melangkah mundur menjauh dari Zayn.
Zayn berjabat tangan dengan Fauzan, dan saling memperkenalkan diri, Seorang pria yang sedang menunggu Ayesha dan Fauzan melihat kearah Zayn yang terus memandangi Ayesha.
‘Siapa pria itu, sepertinya dia mengenali Ayesha.” Kenzo berjalan mendekati mereka yang masih berada di depan pintu Hotel.
“Assalamualaikum.” Salam Kenzo lembut.
“Waalaikumsalam.”Jawab mereka serempak.
“Maaf Tuan Zayn, kami harus segera berangkat ke kantor.” Fauzan tersenyum dan berjalan keluar.
__ADS_1
“Ayesha tunggu!” Zayn kembali menarik hijab Ayesha seperti yang sering ia lakukan ketika mereka masih kuliah.
“Maaf Zayn aku harus pergi, mungkin kita bisa bertemu lagi lain waktu.” Ucap Ayesha.
“Bisakah kamu memberikan nomor ponsel kamu kepada diriku?” Zayn menatap pada Ayesha.
“Lepaskan tangan kamu!” Kenzo menarik tangan Zayn.
“Ayesha pergilah!” perintah Kenzo dan Ayesha berjalan cepat menuju mobil Fauzan.
“Ayesha.” Zayn berteriak.
“Dia calon istriku.” Tegas Kenzo.
“Apa maksud kamu? Itu tidak mungkin, Ayesha masih sangat muda dan dia akan menikah diusia 25 tahun.” Tegas Zayn.
“Siapa pria ini? Ia mengetahui banyak tentang Ayesha?” Kenzo berbicara dalam hatinya dan menatap tajam pada Zayn.
“Jika Allah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin.” Kenzo tersenyum.
”Aku akan bertanya kepada Ayesha.” Zayn akan berjalan menyusul Ayesha tetapi tanganya ditahan Kenzo.
“Jangan pernah mendekati Ayesha!” Kenzo mencengkram tangan Zayn dan pergi meningalkan Zayn.
“Siapa pria itu?” Zayn duduk di kursi lobby hotel.
“Kenzo, ia mendapatkan bantuan saham dari Tuan Fauzan.” Jelas Luth.
“Apa benar pria itu calon suami Ayesha?” Tanya Zayn.
“Aku tidak tahu teman, bagaimana kamu bisa mengenal nona Ayesha?” Tanya Luth.
“Aku pernah satu kampus denganya, bahkan menyatakan cinta.” Zayn mengusap wajahnya.
“Dia seorang putri sehingga terlalu tinggi untuk digapai dan hanya pria beruntung yang akan mendapatkannya.” Luth duduk di samping Zayn.
Ayesha masuk ke dalam mobil Fauzan, ia duduk di kursi belakang dan Kenzo duduk di samping Fauzan.
Hati Kenzo tidak tenang, ia masih bertanya – tanya siapa pria yang sangat mengenal Ayesha, ia tidak mungkin bertanya kepada Ayesha di hadapan Fauzan.
Fauzan tersenyum, pria dewasa itu bisa membaca gelagat cemburu dari Kenzo kepada Ayesha, siapa yang tidak cemburu, Zayn menatap Ayesha dengan penuh rasa rindu.
Kenzo melirik Ayesha yang melihat kearah luar jendela melalui cermin mobil dan Fauzan melihat Kenzo.
"Apakah pria itu pernah menyentuh dan melihat wajah Ayesha?" Tanya Kenzo pada dirinya.
"Sebaiknya aku segera menghalalkan Ayesha, agar aku bisa selalu menjaganya." Kenzo berbicara dengan dirinya sendiri.
****
Semoga Suka, Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote, Terimakasih.
Baca juga Novelku “Arsitek Cantik” dan Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu), Terimakasih.
Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.
__ADS_1
Love You All and Thanks For Reading.