
Sebuah kamar yang sangat damai, seorang gadis remaja berbaring di atas tempat tidurnya.
Tersenyum sendiri membaca surat pertama dan mungkin terakhir untuk dirinya.
Surat dari Kenzo, sebagai penyemangat dan harapan di dalam hati Viona.
Sebuah senyuman terbayang di langit - langit kamarnya.
"Aaah, Kak Kenzo tampan sekali." Viona berteriak hingga Mama berlari ke kamarnya.
"Viona ada apa?" tanya Mama khawatir.
"Mama, Maafkan Viona." Viona segera menyembunyikan surat Kenzo di balik bantalnya.
"Kenapa wajah kamu merah Sayang?" Mama Veronika menyentuh pipi Viona.
"Ah, mungkin cuaca panas." ucap Viona tersenyum dan menyentuh wajahnya.
Mama melihat AC yang menyala dan kamar sangat sejuk.
"Hmm, Apa anak Mama sedang jatuh cinta?" Mama memandang wajah cantik Viona penuh selidik
"Hah, apa? Tidak Ma." Viona beranjak dari tempat tidur dan merapikan buku yang tergeletak di atas meja.
"Sayang, bagaimana kabar Nisa?" tanya Mama.
"Kak Nisa sudah sehat Ma, Kak Stevent selalu menjaganya." jawab Viona tersenyum.
"Ma, bulan Ramadhan akan segera tiba, apa tahun ini kita akan melaksanakan puasa bersama?" tanya Viona.
Sudah lama keluarga mereka tidak melaksanakan perintah Agama.
Sehingga membuat Stevent tidak mengakui satu Agama pun dalam hatinya.
Ia dididik dengan tujuan sukses di dunia tetapi tidak di akhirat.
Namun Tuhan telah mengirimkan Nisa dengan penuh cinta mengantarkan mereka pada hidayah-Nya.
"Tentu saja Sayang, kita akan mulai berpuasa tahun ini." Mama memeluk Viona.
"Apakah Kak Kenzo akan pulang dari Kairo selama Ramadhan?" tanya Viona dalam hatinya.
"Sayang, bagaimana kuliah kamu?" Mama melepaskan pelukannya.
"Kampusku sudah libur." Viona tersenyum.
"Ma, Bagaimana kita liburan ke Kairo?" tanya Viona.
"Mama tidak bisa kemana-mana tanpa Papa Sayang." Mama mengusap rambut Viona yang tergerai sampai bahunya.
"Hmmm." Viona tidak akan diizinkan Stevent pergi sendirian.
"Istirahatlah Sayang." Mama mencium kepala Viona dan keluar dari kamar menuruni tangga menuju ruang kerja papa Alexander.
Viona segera mengambil surat dari bawah bantalnya dan menaruhnya dalam Lemari meja rias.
***
Perusahaan Kenzo di Kairo Mesir.
__ADS_1
Rolex dan Kenzo duduk bersama di ruangan Kantor mereka berdua, mempelajari kembali kerjasama yang ditawarkan oleh perusahaan kerajaan Arab.
Rolex adalah sahabat Kenzo, mereka berdua bekerjasama membangun perusahaan dari bawah.
"Mengapa Kerajaan Arab menawarkan kerjasama dengan perusahaan baru dan seperti kita?" Rolex bertanya kepada Kenzo.
"Berdasarkan penelitian ku, Tuan Fauzan sedang menanam benih di seluruh negara di belahan bumi ini." tegas Kenzo.
"Apa benar yang mempresentasikan makalah ini adalah Tuan Putri Ayesha?" tanya Rolex.
"Apa kamu mengenalinya?" tanya Kenzo.
"Tidak ada yang tahu nama Tuan putri kerajaan Arab itu adalah Ayesha, tidak akan muncul di pencarian." Rolex menyederkan tubuhnya di kursi.
"Apa maksud kamu?" Kenzo penasaran.
"Mereka merahasiakan tentang Tuan Putri, kamu sangat beruntung jika bisa bertemu dan lebih beruntung lagi melihat wajahnya." Rolex tersenyum dan memejamkan matanya.
Kenzo terdiam, wajah cantik itu kembali terlintas di benaknya. Suara yang lembut dengan pakaian sederhana tidak seperti seorang putri.
"Seluruh Dunia yakin Putri Ayesha sangat cantik karena kedua orang tuanya milik kesempurnaan fisika, lima orang saudara laki-lakinya semuanya rupawan." jelas Rolex.
"Dia memang Cantik." ucap Kenzo spontan.
"Tentu saja pasti sangat cantik." Rolex beranjak dari kursi dan pindah ke samping Kenzo.
"Apa kamu tahu Ken, pria yang melihat wajah Tuan Putri akan menjadi jodohnya." Rolex menepuk pundak Kenzo.
"Jodoh manusia telah Tuhan tentukan." ucap Kenzo merapikan berkas di atas meja.
"Kamu benar teman, dan melalui tatapan Tuhan pertemukan kita dengan jodoh yang luar biasa." Rolex tersenyum.
"Baiklah, Aku sangat senang bisa berjodoh dengan seorang putri yang luar biasa." Kenzo beranjak dari Sofa dan pindah ke kursi kerjanya.
"Ya Allah semoga Kenzo yang betah jomblo berjodoh dengan Tuan putri." Rolex menadahkan tangannya ke langit.
"Aamiin." jawab Kenzo tersenyum tidak serius.
"Ken, pria luar biasa seperti dirimu pantas mendapatkan wanita luar biasa." ucap Rolex.
"Terimakasih teman." Kenzo mengaktifkan layar komputer di depannya dan membuka file persentasi yang telah dikirimkan Fauzan.
"Ken, Ramadhan tahun ini kamu akan kembali ke negara kamu atau tetap di apartemen?" tanya Rolex.
Rolex kasihan dengan Kenzo yang tinggal sendirian tanpa keluarga di Kairo.
Pasti sangat sedih rasanya menikmati sahur sendirian.
Kenzo terdiam, ia ingat sahur bersama Nisa dan adik - adiknya di pesantren.
Ramadhan sangat indah berkumpul bersama keluarga.
"Hey Ken, Ramadhan 2 hari lagi apa rencana kamu?" tanya Rolex membuyarkan lamunan Kenzo.
"Sepertinya tahun ini aku tidak pulang." Kenzo kembali melihat layar komputernya dan terbayang wajah dan lembut tetapi tegas nya suara Ayesha ketika sedang mempresentasikan kerjasama yang mereka tawarkan.
"Bagaimana jika tahun ini kamu bergabung dengan keluargaku?" Rolex menatap Kenzo.
Ia tahu pasti Kenzo akan menolak karena tidak mau merepotkan orang lain.
__ADS_1
"Aku akan baik-baik saja." Kenzo tersenyum.
Kenzo tidak pernah sendiri, ia tumbuh dan besar di pesantren, kuliah di asrama memiliki banyak teman dan rolex salah satunya.
Ia mulai tinggal sendiri di apartemen sejak menjadi pengusaha di Kairo Mesir.
Kenzo tidak pernah melirik wanita lain, karena ia berharap Nisa adalah jodohnya tetapi kini ia menyadari jodoh setiap orang telah Allah tentukan.
Kenzo telah mengikhlaskan Nisa untuk Stevent dan menata hati hingga Tuhan pertemukan dirinya dengan jodoh yang telah dituliskan.
"Baiklah teman, jika kamu mau pulang aku dan David selalu siap menjaga perusahaan dan kamu bisa bekerja dari sana secara online." Rolex menepuk pundak Kenzo.
"Terimakasih Teman." Kenzo menyentuh tangan Rolex yang berada di pundaknya.
"Aku harus keluar sekarang ada meeting kecil." Rolex mengambil tasnya.
"Apa Aku perlu menemani dirimu?" tanya Kenzo.
"Aku akan pergi bersama David." Rolex mengedipkan matanya.
"Apa kamu sudah siap mental?" Kenzo menahan tawa.
"Setidaknya, aku tidak terlambat meeting." Rolex menutup pintu.
Kenzo menyederkan tubuhnya di kursi kerjanya.
Harusnya hari ini ia telah melakukan penerbangan untuk kembali ke tanah air agar bisa berpuasa bersama keluarga di pesantren.
Kenzo memejamkan matanya dan mengusap wajahnya dengan tangannya.
Ponsel Kenzo berdering, Abi Ramadhan melakukan panggilan.
"Abi." Kenzo segera menerima panggilan.
"Assalamualaikum Abi." salam Kenzo.
"Waalaikumsalam Nak, apa kabar?" tanya Abi.
"Alhamdulilah Abi, Kenzo sehat, bagaimana keadaan Abi dan Umi?" tanya Kenzo.
"Alhamdulilah kita semua sehat." Jawab Abi.
"Alhamdulilah Abi." ucap Kenzo.
"Nak, apa kamu tidak pulang untuk puasa bersama, Umi telah mempersiapkan bahan makanan kesukaan kami." ucap Abi.
"Sepertinya Kenzo tidak pulang, karena ada proyek baru, Kenzo akan pulang ketika kerjasama ini selesai ." jelas Kenzo.
"Baiklah, jaga kesehatan kamu." ucap Abi.
"Iya Abi, terima kasih." Kenzo mengakhiri panggilan dengan salam.
Salah satu alasan Kenzo tidak pulang adalah kerjasama dengan Fauzan yang belum tuntas dan ia berusaha melupakan Nisa.
***
**Semoga Suka, Mohon Dukungan rekan semua dengan Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih.
Baca juga "Arsitek Cantik", Nyanyian Takdir Aisyah" dan " Cinta Bersemi di ujung Musim"
__ADS_1
Semoga Kita semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇**