Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Setelah Puluhan Tahun


__ADS_3

Maria masih menunggu laporan dari assiten tentang Mark, ia duduk di ruang kerjanya, ia juga belum mendapatkan tentang Putrinya seakan informasi tentang Nisa menjadi sebuah rahasia.


Maria mengetuk jari - jari cantiknya di atas meja kaca dengan mata fokus pada desain perhiasan yang akan ia berikan kepada putrinya.


Terdengar ketukan pintu, terlihat Julia membuka pintu dan masuk.


" Maaf Nona, saya mengganggu waktu anda " Julia memberi salam.


" Ada apa?" Maria bertanya tanpa melihat Julia.


" Saya telah mendapatkan informasi tentang Tuan Mark" Julia mendekat, Maria segera menghentikan aktivitasnya dan melihat Julia.


" Tuan Mark kembali ke rumah di alamat jalan XXX" jelas Julia.


" Itu rumah kami berdua setelah menikah " Maria tersenyum, ia menutup layar komputer dan beranjak dari kursinya.


" Aku akan menemui Mark" Maria mengambil tasnya.


" Nona, bagaimana dengan Tuan Leon?" Julia cemas.


" Brondong ku yang Tampan itu, mmmmm, rahasiakan tentang ini " Maria berjalan meninggalkan Julia yang bingung harus menjawab apa jika di tanya Leon.


Leon adalah seorang pengusaha yang usianya jauh lebih muda dari Maria namun ia sangat tergila-gila kepada Maria.


Maria mengendarai mobil mewah berwarna merah menuju rumah ia dan Mark.


***


Beberapa hari setelah kembali Mark menginap di hotel, kini ia merasa Rindu dengan rumahnya.


Mark kembali ke rumah Lama yang pernah ia tinggali bersama Maria, rumah yang tetap terawat dan terjaga oleh beberapa pelayan yang selalu Mark bayar gaji mereka.


Perlahan tangan Mark menyentuh gagang pintu dan membukanya, sebuah kamar yang dulu menjadi tempat malam pertama Mark dan Maria.


Mark membuka jas, dasi dan kancing kemejanya, memperlihatkan tubuh seksi terawat, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk tempat ia bercinta dengan Maria memejamkan matanya mengingat ketika yang awalnya Maria terpaksa namun akhirnya ia menikmatinya.


Maria selalu meminum pil kontrasepsi agar tidak hamil, Mark tahu akan hal itu namun ia tidak bisa mencegah Maria.


Ketika Maria pergi meninggalkan dirinya, ia tidak pernah berpikir Maria akan hamil, karena ia selalu meminum pil Kontrasepsi.


Terdengar ketukan pintu dan suara lembut seorang wanita yang sudah lama mengabdi di rumah Mark sejak Mark membeli rumah itu.


Mark membuka pintu, ia melihat wajah bibi yang kebingungan, bibi tahu tentang kepergian Maria, ia juga tahu Mark seperti orang gila mencari Maria.


Mark memperhatikan tingkah bibi.


" Ada apa Bi?" tanya Mark lembut

__ADS_1


" Mmm itu Tuan, aada Nyonya" bibi menunduk.


Mark Bingung.


" Nyonya, Nyonya siapa?" tanya Mark.


" Iya, Nyonya Maria " jawab bibi gugup.


Mendengar nama Maria Mark tersenyum,


" Suruh saja dia naik ke atas, katakan saya sedang mandi " Mark tersenyum ada banyak ide di kepalanya.


" Baik Tuan" Bibi berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu.


" Ketika Nyonya telah di kamar tinggalkan kami dan kunci pintu dari luar " tegas Mark memberikan kunci duplikat kepada bibi.


Bibi hanya mengangguk mengerti.


Seorang wanita dengan dress mini berwarna merah terang sebatas paha putih mulus , dan belahan dada rendah, menampilkan bagian yang putih mulus dan menggoda.


Tubuh terawat terlihat begitu cantik dan awet muda, membuat iri wanita muda yang melihat kemolekan tubuh Maria.


" Maaf Nyonya, Tuan meminta Anda menemuinya di atas " bibi memberi hormat.


" Aku bisa menunggu di sini ni " Suara Maria lembut dan tersenyum kepada bibi.


" Nyonya tidak berubah, ia tetap cantik dan lembut" bisikan Suara hati bibi.


" Baiklah " Maria berjalan menaiki tangga menuju kamarnya dulu.


Maria membuka pintu dan melihat kamar yang tidak berubah sama sekali, pakaian Mark berantakan di atas lantai, ia melangkah perlahan namun suara high heels terdengar nyaring di atas lantai.


Maria duduk di kursi balkon, ia mengingatkan kenangan yang ia jalani selama tinggal bersama Mark.


Mark keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk berwarna putih melingkar di pinggangnya sebatas lutut, Maria dapat mencium aroma maskulin menyegarkan dan menggoda dari tubuh Mark.


Maria beranjak dari kursinya dan melihat tubuh seksi Mark yang tidak berubah sama sekali, berotot dan ingin rasa menyentuhnya.


Mark terpesona melihat tubuh seksi Maria yang hanya berbalut dress mini berwarna merah yang tidak bisa menutupi keindahan tubuh Maria.


Selama puluhan tahun tidak merasakan sentuhan seorang wanita, Mark tidak bisa menahan diri melihat wanita yang dicintainya berada di dalam kamarnya dan begitu menggoda.


Mark melangkah cepat mendekati dan mendorong tubuh Maria ke atas tempat tidur, ia ******* bibir seksi berwarna merah merona tanpa jeda.


Maria tidak bisa menolak, pria tampan dan seksi itu adalah satu - satunya pria yang pernah menyentuh dirinya, tanpa sadar mereka menikmati ciuman bibir hingga nafas mereka ngos-ngosan.


Dengan gerakan cepat dan tidak memberikan kesempatan kepada Maria untuk menolak, Mark merobek pakaian tipis tanpa bra milik Maria menampilkan kulit putih bersih dan mulus, dada padat berisi begitu menggoda.

__ADS_1


Hasrat yang tertahan hingga puluhan tahun, kini bertemu dengan pemilik tubuh yang dirindukan. Mark menikmati bagian indah soda dada.


Maria berusaha mencegah Mark, Namun kekuatan Maria tidak sebanding dengan Mark.


Maria kebingungan, pria di atasnya benar-benar seperti Serigala yang kelaparan.


Ia kelelahan melawan Mark yang terus menjelajahi setiap sudut tubuh Maria dari atas hingga bawah, memancing hasrat normal seorang wanita dewasa, membuat basah dirinya.


Bukan lagi perlawanan yang bisa Maria lakukan dengan tubuh yang telah telanjang, pakaian yang telah di sobek oleh Mark.


Maria hanya bisa ikut menikmati setiap sentuhan yang Mark lakukan begitu menggoda dan memberikan kenikmatan yang telah lama dirindukan.


Mark membuang handuk yang menutupi bagian bawahnya, menampilkan sosok seksi perkasa dan sangat menggoda yang dapat memberikan kepuasan kepada yang dapat merasakan sentuhannya.


Entah berapa lama Mark bermain dengan tubuh Maria, seakan tidak ada puasnya untuk membayar hutang puluhan tahun tidak bersama.


Maria sangat kelelahan namun tidak dengan Mark, sang perkasa terus perkasa seakan tidak pernah mau tidur lagi.


Ia terus menghujam tubuh Maria entah berapa ronde.


Tubuh mereka tanpa busana benar-benar kelelahan dan basah oleh keringat, tempat tidur yang semula rapi kini berantakan.


Mark memandang wajah Maria yang basah oleh keringat rambut hitam sebahu, menutupi wajahnya, Mark merapikan rambut Maria yang memejamkan matanya tanpa suara.


Mark tersenyum puas, ia tahu Maria masih sendiri dan tidak pernah menikah selain dengan dirinya begitu pula dengan Mark.


" Aku masih mencintaimu, merindukan tubuh seksi milikmu, bahkan aku sanggup menahan hasrat ini " Mark berbisik di telinga Maria yang menarik selimut menutupi tubuhnya dan membelakangi Mark.


Mark menarik selimut dari tubuh Maria dan membuangnya ke lantai.


" Jangan pernah lari dariku" tangannya Mark menyentuh lembut tubuh Maria yang halus dan mulus, mencium leher bagian belakang Maria.


Maria hanya memejamkan matanya dengan jantung yang terus memompa darah dengan cepat.


" Kamu tidak akan bisa keluar dari rumah ini lagi, setelah kembali dan datang sendiri" Mark memeluk erat tubuh Maria dari belakang memejamkan matanya dan tertidur bersama.


Maria yang kelelahan karena Mark yang tidak tahu lagi berapa ronde dan perut yang lapar mengalahkan rasa kantuk Karena lelah, sehingga Maria tertidur dalam pelukan Mark.


Pelukan langsung tanpa ada sekat sehelai benang pun.


*


*


*


Thanks for Reading

__ADS_1


Terimakasih atas Like, Komentar dan Vote, Love Love pokonya, Author Semangat update 2x Sehari, Semoga Cinta Untuk Dokter Nisa bisa Masuk ranking atas yaaa, Terimakasih Banyak atas Dukungan semua Readers ku tercinta.


Love You Readers, peluk cium dari jauh dari Author 😘


__ADS_2