
Perlahan Aisyah terbangun dari tidurnya, tidur yang dipaksakan dengan obat Bius, Aisyah merasakan ada yang berada di atas tubuhnya.
Sebuah lengan kekar berada di atas tubuh Aisyah.
Dari kecil mereka telah tidur bersama, setiap malam Jordan akan pindah ke kamar Aisyah, ia selalu menjaga jodohnya.
Dan Aisyah terbiasa dengan hal itu, mereka selalu bersama, Jordan melarang Aisyah berteman dengan pria lain.
Mereka mulai jarang bersama sejak kuliah, Jordan harus kuliah jurusan yang sesuai keinginan orang tuanya, sedangkan Aisyah boleh memilih jurusan sesuai keinginannya.
Sejak saat itu Jordan berubah, ia marah kepada Aisyah karena memilih jurusan yang berbeda dengan dirinya sehingga mereka tidak bisa lagi bersama.
Sejak kuliah Jordan Gonta - ganti pacar untuk membuat Aisyah cemburu dan menyesal karena telah memilih kuliah di tempat yang berbeda.
Apa yang dilakukan Jordan melebihi rasa cemburu Aisyah sehingga yang timbul adalah rasa benci kepada sikap Jordan.
Namun setiap malam Jordan akan tetap ke kamar Aisyah walau hanya untuk mencium dahi Aisyah dan memeluk tubuhnya sebentar.
Mereka menjalani hari - hari seperti biasa, Jordan tetap melarang Aisyah berteman dan bertemu dengan pria lain.
Hingga kuliah mereka selesai, Jordan menjadi pewaris perusahaan orang tuanya dan Aisyah karena kecerdasannya ia mendapat panggilan sebagai ahli kimia di sebuah rumah sakit.
Melihat putra dan putri mereka telah berhasil kedua orang tua Segera melangsungkan pernikahan yang telah direncanakan sejak kecil.
Ketika Aisyah lari dari pernikahan, orang tua Jordan tidak menyalahkan Aisyah karena mereka telah tahu dengan perbuatan Jordan yang suka ganti - ganti pacar.
Jordan tidak boleh menikah dengan siapa pun kecuali Aisyah, dan Jordan menang tidak mau menikah dengan wanita lain selain Aisyah.
Aisyah mengangkat tangan Jordan dengan perlahan, ia turun dari tempat tidur. Jordan terlihat lelah.
Aisyah berjalan perlahan menuju pintu yang tidak terkunci, dan menuruni tangga.
Langit telah hitam dan semua ruangan tampak gelap dan remang - remang, entah berapa lama Aisyah pingsan, ia melirik jam di tangan kirinya.
"Aku sangat gerah " gumam Aisyah, ia belum mandi dan sedang datang bulan, benar-benar merasa kotor.
Aisyah berjalan menuju pintu Utama, terkunci, ia dikurung dalam Villa megah.
"Ah, sekarang aku lapar, kenapa dia menculikku sebelum aku selesai makan?" Gerutu Aisyah.
Aisyah berjalan ke dapur, ia menyalakan lampu dapur, membuka lemari tempat penyimpanan bahan makanan.
Aisyah membuat nasi goreng kesukaannya dan Jordan yang sering mereka buat bersama.
Jordan memperhatikan Aisyah dari kegelapan malam, memandang wajah wanita yang sangat ia rindukan, wanita yang telah berhasil Menyiksa dirinya.
Nasi goreng buatan Aisyah telah berada di atas piring dan menyisakan separuhnya di wajah.
Aisyah meletakkan nasi goreng di atas meja dan ia duduk di kursi membaca doa dan menikmati makan malam.
Jordan tersenyum ia berjalan mendekat, mengambil piring dan nasi goreng yang tersisa di wajan, dan duduk di depan Aisyah.
__ADS_1
Aisyah tidak mempedulikan Jordan, ia terus menikmati makanannya hingga habis, beranjak dari kursi dan membersihkan peralatan makan.
Aisyah ingin pergi meninggalkan Jordan yang sedang makan.
"Duduk!" perintah Jordan, Aisyah tidak perduli ia melewati Jordan dengan santai dan itu membuat Jordan marah.
Jordan menarik tangan Aisyah.
"Kamu tidak pernah membantah diriku" bisik Jordan di telinga Aisyah.
"Itu dulu dan sekarang aku Aisyah yang berbeda, Lepaskan tangan ku" bentak Aisyah.
Jordan beranjak dari kursinya dan mencium paksa bibir Aisyah.
Aisyah memberontak, mendorong tubuh Jordan sekuat tenaganya.
"Jangan sentuh aku dan aku bukan boneka kamu" Aisyah berteriak.
"Besok kita akan kembali ke Rumah dan melangsungkan pernikahan, apa kamu tahu buku nikah kita sudah ada" Jordan tersenyum.
"Apa maksud kamu?" Aisyah terkejut
"Aisyah, sebelum pesta pernikahan, aku telah melaporkan pernikahan kita ke catatan sipil, secara hukum aku adalah suami kamu" Jordan tersenyum.
"Tidak" Aisyah menggelengkan kepalanya.
"Di hari pernikahan kita, itu adalah pernikahan secara Agama" lanjut Jordan dan menyerahkan fotocopy akta pernikahan.
"Aku tidak pernah tanda tangan buku Nikah" tegas Aisyah menatap tajam ke arah Jordan.
"Benar sayang, aku akan membawa kamu pulang untuk tanda tangan buku nikah dan melangsungkan pesta pernikahan kita yang mewah" Jordan berjongkok di depan Aisyah mengangkat dagu Aisyah.
"Aku akan menikah dengan Jhonny" Aisyah meracau.
"Ah, Jhonny, terima kasih sayang, telah menyebutkan nama pria itu, aku akan menghancurkan pria yang telah membawa kabur Istriku" Jordan tersenyum aneh dan terlihat mengerikan.
"Apa, aku telah menarik Jhonny ke dalam masalah ku?" Aisyah berbicara dalam hatinya.
Jordan beranjak dari lantai dan akan meninggalkan Aisyah.
"Tidak, jangan sakiti Jhonny" Aisyah menarik tangan Jordan.
"Apa kamu khawatir dengan pria itu?" wajah Jordan terlihat emosi.
"Dia tidak ada hubungannya dengan kepergian diriku, aku bertemu dengan Jhonny belum lama" Aisyah menunduk.
"Bagus, apa dia pernah menyentuh dirimu?" tanya Jordan menarik dagu Aisyah agar terangkat dan menatap matanya dan Aisyah menggelengkan kepalanya.
"Jika kamu ikut dengan ku kembali ke Rumah, aku akan melepaskan pria itu" Jordan mengelus pipi Aisyah.
"Kapan kita Pulang?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Besok, malam ini kita akan tidur bersama mengenang menggantikan masa-masa yang telah terbuang" Jordan menarik tangan Aisyah.
"Aku hanya ingin tidur dan memelukmu" Aisyah hanya bisa menurut ia tidak mau Jhonny dalam bahaya.
"Jika kamu menurut aku akan melepaskan Jhonny!" ancam Jordan.
"Aku mau mandi dan mengganti pakaian, aku juga sedang datang bulan, bisakah kamu mencarikan untuk ku" suara Aisyah pelan.
"Apa yang tidak untuk kamu, dari dulu aku sudah mengurus semua keperluan dirimu" Jordan tersenyum dan meninggalkan Aisyah untuk mencari pembalut untuk Aisyah.
Aisyah duduk di tepi tempat tidur, ia benar-benar menyesal telah kembali ke kota, jika ia terus di Desa terpencil ia tidak akan pernah bertemu dengan Jordan.
Aisyah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, butiran bening telah mengalir melalui sudut matanya.
Ia pergi cukup lama dan berusaha melupakan masa lalunya, Kebersamaan dengan Jordan, kekecewaan dan sakit hatinya.
Pintu terbuka Jordan membawakan bungkus plastik berisi pembalut dan paper bag berisi pakaian baru untuk Aisyah.
"Bersihkan diri dan ganti pakaian, aku akan menghabiskan nasi goreng yang telah kamu masak" Jordan meletakkan barang yang telah beli di atas meja dan berjalan kembali menuruni tangga menuju ruang makan.
Asiyah mengunci pintu dan segera menuju kamar mandi, ia menyegarkan tubuh, hati dan pikirannya.
Gamis panjang berwarna biru langit stelan dengan jilbabnya, pakaian dalam dan pembalut, semuanya lengkap tidak ada kurang satupun.
Aisyah tidak tahu harus sedih atau bahagia, Dari kecil semua yang ia gunakan dibelikan dan disiapkan oleh Jordan.
Aisyah segera berpakaian dan duduk di depan cermin meja rias.
"Apa yang akan terjadi dengan diriku?" tanya Aisyah dalam hatinya.
Aisyah berjalan menuju jendela dari atas kamar, ia melihat ke bawah, ada banyak penjagaan.
"Apakah Jhonny akan menyelamatkan diri ku? atau kembali kepada Jordan adalah yang terbaik untuk hidupku" gumam Aisyah.
***
**
*
*Terimakasih
*
**
**
Thanks for Reading.
Selalu Dukung Author dengan tinggalkan Like dan Komentar serta Vote yang banyak, terima kasih.
__ADS_1
Love You Readers 💓**