Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Kehamilan


__ADS_3

Rumah Sakit Nathan****


Nisa berbaring di atas tempat tidur kamar VIP, membuka matanya perlahan, ia merasakan sakit di kepala dan nyeri di perutnya. Ia melihat sekeliling, sebuah kamar yang asing.


Nisa melihat kepala di samping lengannya.


" Stevent" pikir Nisa tersenyum dan berusaha menggerakkan tangannya ingin mengelus rambut pria di sampingnya.


Gerakan Nisa membangunkan Nathan yang selalu menjaga Nisa sepanjang malam.


" Nisa " ucap Nathan


" Nathan " Nisa menggenggam tangannya, ia bersyukur belum menyentuh kepala Nathan.


Nathan segera menekan tombol panggilan Dokter. Tidak butuh waktu lama, Dokter dan perawat segera datang memeriksa keadaan Nisa.


" Bagaimana keadaan Nisa?" tanya Nathan.


" Dia baik - baik saja, Tuhan melindungi dirinya dan kita harus segera melakukan USG untuk melihat janin dalam kandungannya" ucap Dokter.


" Nisa benar-benar sedang hamil" ucap Nathan melihat Nisa sekilas yang terlihat pucat.


" Persiapan semuanya, lakukan yang terbaik!" perintah Nathan.


" Siap Tuan" jawab Dokter dan meninggalkan ruangan diikuti perawat yang mencuri - curi pandang melihat wajah tampan Nathan.


Nathan berjalan mendekat.


" Nisa selamat atas kehamilan dirimu" Nathan tersenyum.


" Kenapa kamu harus kembali hadir di kehidupan ku, di saat aku berusaha melupakan dirimu" suara hari Nathan.


" Aku hamil?" Nisa menatap Nathan.


" ya, tapi kita harus melakukan pemeriksaan terhadap janin kamu, karena kamu baru saja kecelakaan" ucap Nathan yang tidak bisa mengalihkan pandangan dari wajah yang begitu ia rindukan.


" Nathan terima kasih telah menyelamatkan diriku" air mata Nisa mengalir.


" Aku hanya kebetulan lewat saja" Nathan tersenyum, ingin rasanya ia memeluk dan menggenggam erat tangan Nisa, andai anak dalam kandungan Nisa adalah anaknya pasti Nathan sangat bahagia.


" Nathan dimana Lia?" suara Nisa lembut.


" Dia di rawat, Roy menjaganya" ucap Nathan.


Seorang perawat mengetuk dan membuka pintu, Mereka telah membawa perlengkapan USG ke kamar Nisa.


Perawat dan Dokter wanita.


" Aku akan keluar" Nathan tersenyum.


" Tuan Anda boleh menemani istri Anda di sini" ucap seorang perawat dan tersenyum.


Nathan melihat Nisa sekilas dan tersenyum, ia berjalan ke luar dari kamar meninggalkan Nisa untuk melakukan USG.


Dokter wanita melakukan USG pada kandungan Nisa, dua janin telah dititipkan pada rahim Nisa.


" Apakah Anda bisa melihatnya Nyonya" ucap Dokter kepada Nisa.

__ADS_1


Nisa tersenyum bahagia, air matanya mengalir deras membasahi pipi mulus dan pucat.


" Kandungan Anda sangat lemah, namun Janin terlihat sehat dengan usia kandungan 4 Minggu" Ucap Dokter tersenyum.


" Lihatlah Anda memiliki 2 janin" lanjut Dokter.


" Selamat Nyonya" ucap Dokter dan para perawat yang membantu Nisa merapikan pakaian dan peralatan medis.


" Anda harus mengatur pola makan untuk kesehatan Anda dan calon bayi" Dokter menyentuh kepala Nisa.


" Terimakasih Dok" Nisa tersenyum dengan air mata yang terus mengalir.


Dokter dan perawat keluar dari kamar Nisa, Dokter bertemu dengan Nathan yang setia menunggu di depan pintu.


Pemilik rumah sakit, mengunggu dengan khawatir di depan pintu.


" Selamat Tuan, Istri Anda hamil anak kembar" Dokter mengulurkan tangannya kepada Nathan.


" Terimakasih" Nathan menerima uluran tangan Dokter dan para perawat.


" Tuan, Istri Anda butuh Vitamin selai asupan makanan yang bergizi dan sehat untuk menguatkan kandungan, apalagi ia memiliki dua janin yang kuat dan sehat" Jelas Dokter.


" Tentu saja, saya akan memberikan yang terbaik untuknya, bedakan menu makanan untuk Nyonya Nisa " ucap Nathan.


" Baik Tuan" jawab perawat.


Dokter dan perawat meninggalkan Nathan yang telah masuk ke dalam kamar Nisa.


" Hey " Sapa Nathan tersenyum dan Nisa juga tersenyum lembut lemas.


" hai" Jawab Nisa.


" Selamat ya" ucap Nathan lagi.


" Apa aku boleh menghubungi Stevent?" Nisa menatap Nathan.


" Tentu saja tapi jangan katakan kamu bersama diriku, karena itu akan membuat gila" Nathan tersenyum dan mengambil ponsel Nisa dari tas milik Nisa.


" Terimakasih" Nisa tersenyum dan menghubungi nomor Stevent namun tidak ada jawaban, Nisa Mencoba berkali - kali.


" Kenapa?" tanya Nathan lembut.


" Tidak ada jawaban" ucap Nisa sedih.


" Apa aku harus pergi ke kantornya, aku akan memerintahkan anak buahku" Nathan menghibur Nisa.


" Stevent di Jepang" jawab Nisa.


" Siapa yang harus aku hubungi?" tanya Nathan tulus, ia tidak ingin melihat air mata mengalir di wajah Nisa.


" Aku tidak tahu" ucap Nisa.


Abi dan Umi di puncak, Papa dan Mama liburan, Viona ikut perjalanan kampus, Mama Maria, ia tidak punya nomornya, Nomor Dini juga telah di hapus Stevent.


Dokter Aisyah harus merawat Jhonny, dan jarak tempuh yang jauh akan menyulitkan.


Nisa membuang wajahnya ke jendela, ia menghindari tatapan Nathan.

__ADS_1


Nisa mengirimkan pesan kepada Abi, ia mengatakan tidak bisa ke puncak karena merasa kurang sehat.


" Kini aku merasa sendiri" ucap Nisa dalam hati.


" Nisa, aku akan menyuntikkan obat penguat kandungan untuk dirimu, aku baru berhasil menemukannya" Nathan menghibur Nisa.


Nisa menoleh ke arah Nathan.


" Benarkah" Nisa tersenyum.


" Aku membuat sesuai permintaan, banyak wanita yang mengalami keguguran Karena kandungan yang lemah" Nathan tersenyum.


" Pasti harganya sangat mahal" ucap Nisa lembut tersenyum.


" Aaa, untuk Nyonya Stevent, harga bukanlah masalah" Nathan tertawa, ia sangat bahagia bisa berbincang lagi dengan Nisa seperti dulu.


" Apakah kandungan ku bermasalah?" Nisa menatap Nathan.


" Kandungan kamu lemah, tapi Janin sehat, aku akan membantu kamu menjaga mereka" Nathan tersenyum.


" Aku telah menghubungi Roy untuk mengambil vitamin untuk dirimu " ucap Nathan.


Seorang perawat mengetuk dan membuka pintu, ia membawa nampan berisi makanan untuk Nisa.


Perawat meletakkan makanan di atas brankar dan pamit keluar.


" Kamu harus segera makan" Nathan mengambil nampan berisi makanan.


" Aku bisa sendiri" Nisa berusaha beranjak dari tempat tidur namun tubuhnya benar-benar lemas tidak bertenaga.


" Diamlah, aku akan menyuapi dirimu " Nathan menekan tombol tempat tidur agar Nisa bisa duduk.


Nathan menyuapkan makanan ke mulut Nisa, untuk pertama kalinya ia bisa membantu Nisa, Nathan sangat bahagia.


Nisa menghabiskan makanannya, meminum air dari gelas yang Nathan berikan.


Terdengar ketukan pintu dan Roy masuk dengan membawa kotak obat berisi jarum dan ampul cairan.


Nisa melihat Roy,


" Bagaimana keadaan Lia?" tanya Nisa kepada Roy.


" Dia baik - baik saja, dalam masa perawatan selesai operasi patah tulang" jelas Roy.


" Terimakasih" ucap Nisa.


" Sama-sama Nyonya, saya permisi Tuan" Roy meninggalkan ruangan Nisa.


" Tidurlah" Nathan tahu Nisa sangat mengantuk pengaruh obat yang diberikan.


Nathan duduk di Sofa, ia melihat Nisa yang mulai memejamkan matanya dengan perlahan tanpa ada rasa khawatir.


Nisa telah tertidur, Nathan berjalan mendekat, ia memperhatikan wajah Nisa yang tertidur pulas.


" Akhirnya Tuhan izinkan diriku untuk bisa melihat dirimu tertidur dan menyuapkan dirimu makan" Nathan tersenyum bahagia dan sedikit sedih.


" Inilah yang aku inginkan bersama dengan dirimu walau hanya sebentar saja, membantu dan menjaga dirimu" Nathan berbicara dengan Nisa yang tertidur.

__ADS_1


" Aku selalu mencintaimu, aku berusaha melupakan dirimu, tapi kamu kembali hadir sendiri di depanku, mungkin aku ditakdirkan untuk menjaga dirimu dari jauh" ucap Nathan.


Puas memandang wajah Nisa, Nathan Kembali ke sofa dan tertidur, karena ia lelah menjaga Nisa.


__ADS_2