Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Makan Siang


__ADS_3

Nisa telah selesai melaksanakan solat Zuhur, ia berjalan menuruni tangga menuju ruang makan,


Nisa duduk di kursi di temani beberapa orang pelayan yang berdiri, ia merebahkan Kepala di atas meja beralaskan lengannya.


Wajah cantik terlihat tidak bersemangat, Di atas meja telah tersedia menu makan siang.


Nisa mengangkat kepalanya melihat, beberapa orang pelayan yang memperhatikan dirinya.


" Kenapa kalian berdiri di depanku?" tanya Nisa, heran,, kenapa rumah ini banyak sekali pelayannya. Kemana pun dia berjalan ada yang mengikuti dan mengawasi, hanya ketika ia masuk kamar para pelayan di larang masuk kecuali pelayan khusus petugas kebersihan.


" Maaf Nona, kami harus memastikan anda makan siang, sebentar lagi Tuan Stevent akan melakukan panggilan video " Jelas seorang wanita terlihat elegan dan berbeda dari pelayan lainnya.


Beru selesai wanita yang menggunakan nametag Lisa pada dadanya berbicara, Ponsel Nisa berdering, ia melihat sebuah nama di layar ponselnya " Suamiku " .


" Apa, Oh Tuhan ia memberi namanya sendiri di ponselku " Nisa segera menerima panggilan dengan salam.


" Assalamualaikum " suara lembut Nisa, ia meletakan ponsel tegak pada gelas. ia melihat wajah tampan di layar ponsel.


" Kamu adalah ciptaan Tuhan yang sempurna " Nisa berbicara dalam hatinya.


" Apakah kamu sudah makan?" tanya Stevent tanpa menjawab salamnya.


" Assalamualaikum" Nisa mengulangi salamnya meletakkan dagunya di atas kedua tangannya.


" Waalaikumsalam, apa kamu sudah makan ?" jawab Stevent gelagapan, ia belum terbiasa dengan salam. Ia memperhatikan wajah Nisa yang sangat jelas di layar ponselnya.


" Aku baru akan makan " jawab Nisa


" Makanlah aku akan melihat mu " Stevent meletakkan ponselnya di meja kerjanya, ia menyenderkan tubuhnya ke kursi. Jhonny memperhatikan Stevent yang memiliki kebiasaan baru.


" Apa kamu tidak makan?" tanya Nisa


" Aku akan makan setelah kamu makan " ucap Stevent


" Baiklah, tapi tidak boleh berbicara ketika sedang makan " ucap Nisa memberikan ponselnya kepada pelayan agar membalikkan kamera.


Stevent tersenyum bahagia, ia memperhatikan setiap gerakan Nisa, membaca doa dan menikmati makan siangnya dengan tenang tanpa suara, hanya melihat Nisa dari layar ponsel membuat ia bahagia dan senyum - senyum sendiri.


Jhonny memperhatikan Stevent dari kursinya, Ini pertama kalinya ia melihat Stevent tersenyum bahagia dan tulus,, Jhonny dapat merasakan kebahagiaan itu. Seumur hidup bersama Stevent ia tidak pernah melihat kebahagiaan dalam hidup Stevent.


Namun sejak Kedatangan Nisa kebahagiaan itu datang dalam hidup Stevent, Membawa perubahan dan warna Indah.


Jhonny tersenyum hingga meneteskan air mata.


" Aku berharap Nona Nisa akan memberikan Cintanya kepada Tuan Stevent " Jhonny menunduk menghapus air matanya.


Nisa telah menghabiskan makan siang secukupnya, ia membaca doa. Beberapa pelayan segera merapikan meja makan, Nisa beranjak dari kursi mengambil ponsel dari pelayan tersenyum dan mengucapkan terimakasih.


Nisa berjalan menuju halaman rumah yang mewah dan luas, ia memilih ayunan yang ada di bawah pohon.


Nisa membalikkan kamera ponselnya.


" Aku sudah selesai makan, sekarang pergilah makan siang " ucap Nisa


" Aku sudah kenyang " Stevent tersenyum puas.


" Jangan berbohong, pergilah, aku akan mematikan ponsel " Nisa tersenyum.


" Aku tidak bohong, melihat kamu menurut sudah membuat aku kenyang dan tenang" Stevent terus tersenyum.


" Apa kamu mau aku antarkan makan siang?" tanya Nisa, ia mulai bosan berada di dalam rumah mewah tanpa melakukan apapun.

__ADS_1


Mendengarkan Nisa akan datang, wajah Stevent langsung merekah Bahagia.


" Yah, sekarang aku menjadi lapar , aku akan meminta sopir dan bodyguard mengantarkan kamu kemari" Stevent memutuskan panggilan, ia sangat bahagia. Nisa tertawa melihat tingkah laku Stevent seperti anak kecil.


Stevent segera memerintahkan Jhonny untuk menghubungi Sopir dan bodyguard yang ada dirumah segera mengantar Nisa ke kantor.


Jhonny dengan sigap melaksanakan perintah Stevent, ia ikut bahagia melihat wajah Stevent yang cerah dan bersemangat seperti anak kecil mendapatkan hadiah yang diinginkan.


***


Nisa meminta para pelayan untuk menyiapkan makan siang yang akan Nisa bawakan ke kantor.


Seorang Sopir dan seorang bodyguard telah menunggu Nisa di depan pintu dan sebuah mobil khusus.


Nisa menggunakan gamis berwarna pink bunga - bunga kecil di bagian bawah, dengan Jilbab dengan bunga Kecil di bagian ujung senada dengan gamis, sangat manis.


Wajah tanpa makeup, hanya krim siang pelindung dari sinar Matahari, serta vitamin bibir sehingga memberikan warna pink alami.


Nisa melangkahkan kakinya duduk di kursi belakang, tidak lupa membaca doa meninggalkan rumah dan menaiki kendaraan.


Nisa duduk santai di belakang, ia memandang jalanan menuju perusahaan milik Stevent.


Mobil berhenti tepat di lobby, Para pegawai kaget melihat mobil mewah keluarga Alexander datang ke kantor, bodyguard segera menggeser kan pintu mobil.


Seorang wanita anggun dan cantik dengan gamis dan Jilbab panjang keluar dari mobil, ia mengungkapkan terimakasih dan tersenyum kepada bodyguard yang hanya menunduk tidak berani melihat wajah Nisa karena di larang oleh Stevent.


Resepsionis dan karyawan sangat kagum melihat kecantikan Nisa dengan pakaian desainer ternama.


Nisa tersenyum ramah kepada semua orang yang melihatnya, Seorang wanita mendekati Nisa.


" Maaf Nona perkenalkan nama saya Julia, saya akan mengantarkan anda ke ruangan Tuan Stevent " Julia memberi hormat.


Beberapa karyawan pria menatap Nisa berjalan dengan anggun menuju lift khusus ditemani Julia. Seorang bersiul menggoda Nisa namun tidak dipedulikan Nisa.


" Wah, ada Bidadari masuk ke kantor " Seorang Pria berteriak, dan mendapatkan senyuman manis dari Nisa.


Lift tertutup.


***


Seorang pria di ruangannya memperhatikan layar komputer yang menampilkan cctv lobby dan lift. Ia mengepalkan tangannya.


" Jhonny, pecat pria itu!" perintah Stevent


" Baik " jawab Jhonny,


" Sungguh Sial Nasib Pria itu" Jhonny berbicara sendiri dalam hatinya. Ia segera menghubungi bagian kepegawaian agar segera memecat Pria yang bernasib sial karena bertemu dengan Bidadari di lobby.


Terdengar ketukan pintu, wajah emosi Stevent segera berubah merona dan tersenyum manis, ia merapikan rambut dan jasnya.


Jhonny mau membuka pintu tapi Stevent melarangnya, ia beranjak dari kursi mendekati dan membuka pintu.


Wajah seorang wanita cantik tersenyum kepada Stevent, membawa bekal makanan untuk Stevent.


" Masuklah " Stevent membuka lebar pintu, Nisa berjalan perlahan masuk ke dalam ruangan.


Semua karyawan terkejut melihat Nisa masuk kedalam ruangan Stevent, mereka bertanya - tanya, siapa wanita itu, ia orang pertama yang boleh masuk ke dalam ruangan Stevent.


Jhonny segera keluar dari ruangan, pintu tetap terbuka, beberapa karyawan dapat melihat ke dalam.


" Kenapa kamu lama sekali " ucap Stevent duduk di samping Nisa.

__ADS_1


" Lama?" Aku rasa hanya 15 menit " Nisa membuka bekal yang ia bawa. Stevent memperhatikan Nisa tanpa berkedip, ia terus tersenyum bahagia.


Andai Ada yang bisa melihat, bunga - bunga bermekaran di wajah dan senyuman Stevent, Bahkan detak jantung Stevent berdetak tidak beraturan.


Setiap hari ia merasa cintanya kepada Nisa terus bertambah, kecantikan dan kelembutan Nisa telah melumpuhkan hati Stevent.


" Makanlah, aku akan menemanimu" Nisa menata makanan di atas meja.


Stevent tersenyum melihat Nisa tanpa memperdulikan perintah Nisa.


" Jika kamu tidak makan aku akan membawa pulang bekal ini " ucap Nisa


Stevent segera mengambil makanan yang telah Nisa siapkan.


" Baca doanya " Nisa menghentikan tangan Stevent yang akan memasukkan makanan ke mulutnya. Stevent geleng-geleng kepala.


Nisa tersenyum, ia mengajar Stevent Membaca doa sebelum makan, seperti seorang ibu kepada anaknya.


Stevent menghabiskan makanannya, Nisa merapikan peralatan makanan.


" Biarkan pelayan yang melakukannya " Stevent menahan tangan Nisa.


" Tidak apa aku terbiasa " Nisa Kembali melanjutkan pekerjaannya.


" Apa kamu akan pulang ?" tanya Stevent.


" Tentu saja, aku kemari hanya untuk mengantarkan makan siang untukmu " Nisa tersenyum.


" Maukah kamu menunggu ku disini, menemaniku memeriksa laporan bulanan " Stevent memasang wajah memelas.


Ia tidak akan membiarkan Nisa berjalan sendirian keluar dari kantornya, mendapat tatapan dan godaan dari pria - pria di luar sana.


Ia akan berjalan bersama Nisa agar semua orang tahu Nisa miliknya, Tidak ada yang boleh melihat apalagi menggoda Nisa.


Ia meminta Jhonny mengumumkan kepada semua karyawan khususnya laki - laki, dilarang melihat, melirik, menggoda Nisa.


" Selama aku menunggumu, apa yang kau lakukan?" tanya Nisa


" Memandangku " jawab Stevent serius dan membuat Nisa tertawa.


" Aku tidak boleh memandangmu" Nisa tersenyum.


" Kenapa ?" Tanya Stevent


" Karena kamu belum menjadi suamiku " Nisa tersenyum.


" Hmm , kita percepat saja pernikahan besok " ucap Stevent menatap Nisa,, dan kembali Nisa tertawa.


" Kamu sungguh tidak sabaran " Nisa beranjak dari kursi berjalan mendekati jendela melihat jalanan yang ramai dari atas.


" Tentu saja, tidak akan ada pria yang sabar untuk dapat memiliki seorang bidadari" Stevent bergumam tidak terdengar oleh Nisa.


Stevent kembali ke kursinya, melanjutkan pekerjaan, namun ia tidak fokus. Matanya terus melirik Nisa yang telah duduk Membaca buku.


***********************************


Thanks for Reading ♥️


Selalu tinggalkan komentar dan Like sebagai PENYEMANGAT AUTHOR 😍


Terimakasih ♥️Love you Readers 💓

__ADS_1


__ADS_2