Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Bucin


__ADS_3

Stevent masih berpura - pura fokus bekerja, namun pikiran dan lirikannya ada pada Nisa, berbeda dengan Nisa yang hobi membaca, ia benar-benar membaca, ia adalah tipe orang yang konsentrasi dalam melakukan segala hal.


Terdengar dering panggilan dari ponsel Nisa yang membuyarkan lamunan Stevent, ingin sekali ia mendekat dan melihat terlebih dahulu siapa yang telah mengganggu wanitanya.


Nisa mengambil ponsel dari dalam tasnya, ia melihat nama Abi muncul di layar ponsel, Nisa segera menggeser icon berwarna hijau.


" Assalamualaikum Abi " suara lembut Nisa membuka panggilan dengan salam, Seorang di depannya tidak lagi bekerja ia memperhatikan Nisa.


" Aku harus memasang penyadap di ponselnya" Stevent tersenyum licik.


" Nisa, Kenzo kecelakaan, ia baru sadarkan diri dan menghubungi Abi, ia tidak bisa menghubungi nomor ponsel kamu" jelas Abi


Nisa bingung, harusnya Kenzo masih punya nomor Nisa pada panggilan terakhir. Nisa melihat Stevent yang tersenyum tanpa bersalah.


" Apa pria itu telah memblokir nomor Kenzo ketika di taman? " Nisa melihat Stevent


Sepanjang hari ia menunggu panggilan dari Kenzo, berharap Kenzo segera menghubunginya ketika telah sadar.


" Nisa, apa kamu masih di sana ?" Abi heran Nisa hanya diam saja.


" Iya Abi " Nisa beranjak dari kursinya dan berjalan keluar ruangan, ia tidak memperdulikan Stevent.


" Mau kemana dia?" Bola mata Stevent mengikuti gerakan tubuh Nisa.


Nisa masuk kedalam ruangan bertuliskan " Ruang Tunggu Stevent" , ia membuka pintu dan duduk di atas sofa empuk.


" Abi, bagaimana keadaan kak Kenzo?" tanya Nisa


" Kenzo harus melakukan operasi dan ia mau kamu yang melakukannya, besok Abi dan Umi akan segera berangkat ke Kairo" jelas Abi


Abi dan Umi telah menganggap Kenzo seperti anak sendiri. Kenzo adalah salah satu anak pesantren yang paling sukses dan tidak pernah melupakan tempat Ia dibesarkan.


Ia selalu pulang jika ada waktu, selalu menghubungi Abi dan anak-anak pesantren. Kenzo selalu mengirimkan bantuan keperluan pesantren.


Kenzo juga sering mentransfer uang ke rekening Nisa tanpa memberitahu Nisa.


"Abi, Stevent melarang Nisa menemui kak Kenzo" suara lembut Nisa, ia sangat ingin melihat Kenzo, Nisa sangat khawatir, Kenzo adalah Pria pertama yang sangat peduli dengan Nisa sejak kecil hingga saat ini. Tidak mungkin ia tidak peduli dengan Kenzo.


Nisa juga khawatir dengan ancaman Stevent, yang melarang Nisa menemui Kenzo jika membantah Stevent akan membunuh Kenzo.


" Abi dan Umi akan menemui keluarga Stevent untuk meminta izin membawa kamu ke Kairo " ucap Abi.


" Baik Abi, Nisa menunggu kabar baik dari Abi"


Sebenarnya Abi dan Umi tidak begitu menyukai Stevent, mereka lebih memilih Kenzo.


Panggilan berakhir, Nisa merebahkan tubuhnya di sofa, Terdengar azan Ashar dari ponselnya, Nisa beranjak dari Sofa menemui seorang wanita, sekretaris Jhonny. Meja kerjanya tepat di depan pintu ruangan Stevent.


" Permisi, saya mau bertanya apakah ada tempat sholat di dekat sini?" tanya Nisa sopan dan ramah.


Wanita itu memperhatikan Nisa, ia sangat kagum akan kecantikan, keramahan dan keanggunan Nisa, tidak ada yang menyangka wanita berhijab itu adalah seorang Dokter dan pandai berkelahi.


" Tentu Nona, mari saya antarkan " Wanita bernama Jolly berjalan mendekati Nisa.


Ia berjalan di depan Nisa Menuju ruangan paling ujung dari lantai gedung.


" Silahkan Nona , saya permisi" Jolly memberi hormat.


" Terimakasih " Nisa tersenyum, Jolly membalas senyuman Nisa dan pergi meninggalkan Nisa sendirian.


Nisa berjalan menuju tempat wudhu,


kembali ke ruangan tempat sholat, ia membuka pintu sebuah ruangan sederhana, terlihat rapi dan bersih lengkap dengan pendingin ruangan yang telah menyala.


Nisa melihat Seorang Pria dan wanita telah melaksanakan shalat, Nisa mengambil mukena yang tersusun rapi di lemari kaca, ia dapat mencium aroma mukena yang masih baru seakan tidak pernah di gunakan.


Nisa segera mengikuti solat berjamaah bersama seorang pria dan wanita.

__ADS_1


Selesai sholat pria tidak langsung beranjak dari duduknya ia masih membaca tahlil dan doa - doa.


Pria paruh baya menggunakan pakaian cleaning servis memutar tubuhnya untuk bersalaman dengan seorang wanita yang tidak lain adalah istrinya.


Ia terkejut melihat seorang wanita lagi yang sangat cantik dan terlihat masih sangat muda. Biasanya hanya mereka berdua yang melaksanakan shalat.


Nisa memperkenalkan diri kepada pasangan suami istri, begitu juga sebaliknya.


" Nama saya Jody dan ini istri saya Merry " bapak memperkenalkan diri.


Nisa bertanya tentang pengalaman mereka bekerja di perusahaan Stevent.


Walaupun hanya sebagai cleaning servis namun gaji mereka cukup besar melebihi gaji pegawai pemerintahan.


Nisa berbicara dengan ramah tanpa merendahkan orang lain, ia tahu di mata Tuhan semua manusia adalah sama, yang membedakan hanyalah keimanan dan ketakwaan seorang hamba.


***


Seorang Bos besar telah membuat riuh perusahaan, ia kehilangan Nisa, Jolly tidak ada di tempat, ia mendapatkan perintah dari Jhonny untuk mengurus beberapa keperluan.


Stevent menghubungi nomor Nisa, tidak ada jawaban, karena ketika sholat Nisa menggunakan mode diam pada ponselnya.


Terakhir Stevent memeriksa cctv, Nisa tidak meninggalkan kantornya, ia hanya melihat Nisa masuk ruang tunggu dan keluar menemui Jolly.


" Jhonny, Dimana Jolly?" Stevent mulai kacau. Jhonny segera menghubungi Jolly, namun tidak ada jawaban.


" Jhonny, orang terakhir bersama Nisa adalah Jolly, jika terjadi sesuatu pada Nisa, Jolly akan habis " Mata Stevent memerah, ia terlihat berantakan.


" Aku benar-benar harus memasang chip khusus di ponselnya " ucap Stevent . Mereka berdua berada di depan meja Jolly.


Stevent dan Jhonny dapat melihat seorang wanita dengan pakaian syar'i berjalan diantara seorang pria dan wanita petugas kebersihan. Mereka berbincang dan tersenyum bersama.


Stevent berjalan cepat menuju Nisa yang selalu diikuti Jhonny.


" Stevent" suara Nisa lembut, Stevent menarik tangan Nisa menjauhi Pak Jodi dan istrinya.


" Jhonny pecat kedua orang ini " perintah Stevent menatap ngeri kepada Pak Jody yang telah menunduk tidak berani melihat Bos besar.


Nisa melepaskan tangannya dari Stevent menatap tajam ke arah Stevent yang melihat Nisa yang melepaskan tangannya.


" Apa salah mereka?" tanya Nisa tetap dengan suara lembut dan tenang.


" Mereka telah menyembunyikan kamu dariku" jawab Stevent santai dan puas.


" Mereka tidak menyembunyikan aku, kami hanya sholat ashar bersama " jelas Nisa


" Tapi pria tua rendahan itu berada terlalu dekat dengan dirimu dan itu tidak pantas " Stevent menatap Nisa.


" Baiklah Tuan Stevent yang terhormat dengan derajat paling tinggi di mata manusia, namun di mata Tuhan, kita tidak tahu siapa yang paling rendah, aku , kamu atau mereka" Tegas Nisa.


" Aku tidak perduli itu semua, jika ada karyawan pria di kantor milikku yang berani melihat kamu apalagi dekat- dekat dengan kamu akan aku pecat " Stevent mendekatkan diri pada Nisa yang telah menyenderkan tubuhnya di dinding.


" Aku adalah pembawa masalah di perusahaan kamu, sehingga memecat karyawan yang telah lama bekerja dengan dirimu" Nisa mulai kesal, Ia telah mendengarkan cerita dari pak Jody Stevent baru saja memecat seorang karyawan yang sudah lama bekerja hanya karena menggoda dirinya.


" Bagaimana jika ia melihat Nisa sedang merawat pasien?" pikir Nisa


" Tidak , kamu adalah Cintaku, wanitaku dan hanya milikku" tegas Stevent


" Karena kamu memecat karyawan kamu hanya karena diriku, sekarang aku memecat kamu sebagai calon suamiku " Nisa berjalan cepat meninggalkan Stevent yang mematung dan bingung mencerna kalimat terakhir Nisa.


Jhonny juga bingung,, ia sangat khawatir, apa yang akan Stevent lakukan jika Nisa benar-benar meninggalkan Stevent. Jhonny menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Jatuh cinta pertama kalinya dan jadi Bucin" pikir Jhonny


Dua orang suami istri masih membeku tanpa suara. Suasana yang sangat mencekam dan aura dingin terasa bagaikan berada di dalam freezer.


Stevent berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya, setiap perkataan Nisa selalu sulit untuk ia cerna.

__ADS_1


" Tuan sebaiknya anda segera menyusul Nona Nisa "Jhonny berusaha membantu Stevent untuk sadar. Ia heran setiap kali berurusan dengan Nisa otak cerdas Stevent seakan tidak bekerja.


Stevent berlari mengejar Nisa, terdengar Bel tanda jam kerja habis dan semua karyawan harus pulang.


Kantor yang dari tadi tenang dan sepi seakan tidak ada orang kini mulai penuh sesak para karyawan berjalan bersama menuju pintu keluar.


Nisa telah berbaur di antara karyawan, sebenarnya tidak sulit untuk menemukan seorang wanita dengan pakaian yang berbeda dari karyawan lainnya.


Stevent mulai panik. Jhonny tahu apa yang harus di lakukan, ia segera menghubungi ruang kendali agar menekan sirene dan meminta semua karyawan berhenti di tempat.


Terdengar Sirene nyaring yang membuat semua karyawan berhenti berjalan. Mereka melihat ke lantai atas, Seorang Bos besar dan tampan berdiri dengan wajah khawatir.


Para karyawan wanita yang belum pernah melihat Stevent secara langsung sangat bahagia memiliki kesempatan ini. Mereka sangat kagum dan terhipnotis akan ketampanan dan kesempurnaan yang dimiliki Stevent.


Mata Stevent mengamati setiap orang namun ia tidak menemukan Nisa. Ia segera turun dari tangga berjalan diantara para karyawan, jantung para Wanita berdetak kencang, ingin rasanya mereka berteriak dan menerkam Stevent ketika ia berada dekat, namun tidak akan ada yang berani melakukan itu kecuali jika mereka sudah siap untuk mati, atau yang paling ringan kehilangan pekerjaan.


Stevent memiliki lift dan tangga khusus sehingga hampir tidak pernah bertemu dengan karyawannya.


Tanpa sadar para wanita menggigit kuku dan jarinya. Pria tampan tanpa senyuman itu terus berkeliling.


Nisa seorang Dokter terbiasa berjalan cepat bahkan berlari ketika harus membawa pasien gawat darurat menuju ruang UGD atau ICU.


Ia tidak lagi berada di antara karyawan, Nisa berjalan menuju pintu depan.


" Kunci pintu depan" Teriak Stevent, Jhonny langsung melaksanakan perintah Stevent hanya dengan ponsel pintarnya.


Teriakan Stevent yang mengerikan namun terdengar seksi dan menggoda di telinga kaum hawa.


Stevent berlari menuju lobby depan. Jhonny memberikan pengarahan kepada semua karyawan dan meminta maaf.


Stevent dapat melihat Nisa yang sedang membuat Pintu depan namun terkunci. Stevent tersenyum, ia berjalan mendekati Nisa, meletakkan tangannya di samping kanan dan kiri menekan pada pintu kaca mengurung Nisa di dalamnya.


" Kamu tidak akan pernah bisa lari dariku, sejak kamu menyelamatkan hidupku" Stevent berbisik di telinga Nisa.


Nisa terdiam, jika ia melakukan gerakan sedikit saja maka akan terjadi sentuhan diantara keduanya.


" Aku menyelamatkan pria dari bahaya namun membawaku dalam situasi berbahaya" Nisa berbicara dalam hatinya.


" Aku mau pulang" ucap Nisa lembut ia tidak ingin memancing emosi pria nekat seperti Stevent.


" Apakah kamu masih mau memecat ku" Stevent kembali berbisik bahkan ia meniupkan udara panas dari mulutnya pada telinga Nisa yang tertutup kain hijab.


" Kita akan berbicara di rumah" ucap Nisa yang masih bertahan tanpa gerakan.


" Baiklah kita akan pulang bersama " Stevent mengambil ponsel menghubungi Jhonny utk membuka pintu.


Tidak beberapa lama pintu terbuka otomatis.


" Jangan coba-coba lari lagi atau aku akan mengurung kamu dirumah " Stevent Kembali berbisik.


Ia berjalan dengan menarik tangan Nisa menuju mobilnya.


" Steve, lepaskan tanganku, aku bisa berjalan sendiri" Nisa berusaha melepaskan tangannya.


Stevent membuka pintu untuk Nisa dan menutupnya kembali setelah diyakini Nisa duduk dengan benar.


Stevent membuka pintu pengemudi dan duduk.


" Aku akan memasang rantai dan Borgol pada dirimu" Stevent tersenyum mengerikan.


Nisa hanya diam ia malas berdebat untuk dirinya sendiri tapi ia akan melawan Stevent jika itu untuk membantu orang lain yang membutuhkan.


Nisa membuang mukanya keluar jendela, ia memiringkan tubuh dan kepalanya. Stevent melirik sekilas ia harus fokus mengemudi, Stevent tidak mau menempatkan bisa dalam bahaya.


***************************************


Thanks for Reading ♥️

__ADS_1


Selalu tinggalkan komentar dan Like ya.😘


💓 Love You Readers ♥️


__ADS_2